Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
Chemical, Physical, and Sensory Characteristics of Simulation Chips Based Milkfish (Chanos chanos) and Kidney Beans Flour (Phaseolus Vulgaris L.) as a Protein Sources Snack
Chips is one of the most popular snack foods in the community. Chips still have some drawbacks in terms of uniformity of size and made from one type of raw material only, so it has not been able to increase the nutritional value. Protein is needed for growth especially in children. It needs diversification of food products to meet protein needs for children. Based on high protein content of milkfish and kidney bean flour then used as raw material in making simulation chips. This research use Completely Randomized Design (CRD) with one factor that is variation of milkfish and kidney bean flour formulation. The data were analyzed by One Way Anova with 95% significance level. The results of research showed the best formulation on F2 (35% milkfish meat : 65% kidney bean flour). The result of chemical analysis on F2 is moisture 3,44 %wb, ash 3,84 %db, fat 23,22 %db, protein 23,01 %db, carbohydrate 51,01 %db, FFA 0,39 %db, total calories 5,30 kcal/g and crude fiber 4,40 %db. While physical analysis at F3 that is hardness 7,61 N and wholeness 96,74 %. While on sensory analysis the most preferred value is F
Penambahan Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) Sebagai Sumber Kalsium dan Fosfor Pembuatan Donat Panggang
Tepung tulang ikan bandeng memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dan dapat menjadi sumber alternatif untuk pemenuhan kalsium dan fosfor dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap donat dengan penambahan tepung tulang ikan bandeng dan pengaruh suhu pemanggangan donat, serta menjadi sumber alternatif pemenuhan kalsium dan fosfor dalam tubuh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah penambahan tepung tulang ikan bandeng dalam adonan kue donat (T) dengan 3 taraf yaitu T1 = 5%, T2 = 7,5%, dan T3 = 10% dari berat tepung terigu. Faktor kedua adalah suhu pemanggangan (S) yang terdiri dari 2 taraf yaitu S1 = 170oC, dan S2 = 180oC. Setiap perlakuan diulang 3 (tiga) kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Rendemen tepung tulang ikan bandeng yang diperoleh dari proses penepungan yaitu 57,1% dengan nilai kadar kalsium sebesar 5,24% dan fosfor 2,36%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa donat panggang dengan penambahan tepung tulang ikan bandeng sebanyak 5% dan suhu pemanggangan 170oC lebih disukai dari semua perlakuan. Nilai terhadap kadar air yaitu sebesar 17,37%, kadar protein 40,43%, kadar abu 8,39%, kadar lemak 0,03%, kadar kalsium 0,31%, dan kadar fosfor 0,22%. Nilai rata-rata organoleptik terhadap warna yaitu 3,80 (suka), rasa 3,11 (netral), aroma 2,63 (netral), dan tekstur 3,29 (netral)
Penggunaan Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) pada Sosis Daging Sapi untuk Penghambatan Kerusakan Oksidatif
Oxidation is a major cause of damage to fats and fatty prcts. Beef sausages are susceptible to quality damage due to oxidation. The synthetic antioxidants BHA and BHT are often added to sausages for inhibition of fat oxidation. Consumers have not fully received the use of synthetic antioxidants, because they worry about the negative impact in health. This study aimed to analyze the effect of adding salam leaves (EEDS) ethanolic extract at various concentrations (500, 750, 1000, 1250 and 1500 ppm) on the inhibition of oxidative damage to beef sausage during storage (0-114 hours) at room temperature. This study used randomized complete design (RAL) of one factor (EEDS concentration) with 6 treatments, 3 replications. Variables include peroxide number, acid and thiobarbituric acid reactive substances (TBARS) number. Data analysis used in this study was variance analysis (ANOVA), if there were significant differences between treatments, it was carried out further testing by using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. Data were presented as mean standard deviation (SD). The result showed that the values of total phenolic and EEDS flavonoids were 13.36 0.49 g-GAE / 100g and 1.67 0.018 g-QE / 100g, respectively. The antioxidant activity of EEDS in the radical scavenging activity (RSA) -DPPH test was stronger than the BHT, it was respectively 75.68% and 60% (60 l / ml). There was a significant difference in the value of peroxide number, acid number and TBARS of beef sausage in addition to various EEDS concentrations (500-1500 ppm) during storage (p 0.05). The addition of EEDS 1500 ppm was the most effective against the inhibition of oxidative damage in beef sausage
Bubur Talas Instan dengan Penambahan Tepung Ikan Cakalang dan Tepung Labu Kuning
Talas merupakan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi yang kurang termanfaatkan. Salah satu produk olahan yang bisa menggunakan talas sebagai bahan baku yaitu bubur instan. Disisi lain talas mengandung komponen gizi seperti protein, vitamin dan gizi lain yang sangat sedikit sehingga perlu dilakukan penambahan dari bahan lain untuk menghasilkan produk olahan yang bergizi. Penelitian ini menggunakan metode eskperimen dengan tiga perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu tepung talas 70% dan tepung ikan cakalang 30% dengan menambahkan tepung labu kuning dengan konsentrasi berbeda. Adapun konsentrasi tepung labu kuning yang digunakan yaitu A1 : tepung labu kuning 5%, A2 : tepung labu kuning 10% dan A3 : tepung labu kuning 15 %. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan dan data yang dihasilkan akan diolah dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji lanjut duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada perlakuan A3 dengan kadar air 9,02%, kadar abu 5,39%, kadar protein 33,77%, kadar lemak 2,09%, kadar serat 1,82%, kadar karbohidrat 46,96% dan kadar provitamin A (beta karoten) 2,47 mg
Ergonomi Digital untuk Sistem Kerja Agroindustri Indonesia
Makalah ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi ergonomi digital sebagai teknologi tepat guna untuk sistem kerja agroindustri Indonesia. Proses penelaahan dilakukan terhadap beberapa invensi paten sensor ergonomi yang telah granted atau status terdaftar. Di Indonesia, penulis dan tim peneliti telah mengajukan Paten nomor P00201601182 dan P00201703623. Invensi nomor P00201601182 telah mengembangkan alat penilai beban kerja terpadu untuk sistem produksi agroindustri. Invensi nomor P00201703623 mengembangkan alat penentu untuk menentukan suhu acuan lingkungan kerja ergonomis. Hasil survei menunjukkan ketertarikan agroindustri terhadap ergonomi digital. Berdasarkan hasil analisis, dirumuskan sejumlah rekomendasi terkait karakterisasi invensi ergonomi digital yang bisa diterapkan sebagai teknologi tepat guna untuk sistem kerja agroindustri Indonesia, berupa:1) Pengumpulan data; 2)Perancangan konsep sistem; 3) Pembuatan model jaringan syaraf tiruan; 4) Transformasi bobot model jaringan syaraf tiruan menjadi perangkat keras; 5) Perancangan dan pengembangan produk sensor. Digitalisasi agroindustri melalui penerapan ergonomi digital diharapkan dapat mengintegrasikan data beban kerja, peralatan pendukung dan kondisi lingkungan kerja untuk mempermudah penilaian ergonomi sistem kerja
Utilization of Siwalan (Borassus flabellifer L.) Plantation Waste for Kraft Paper Production
Borassus flabellifer L., one of the palm-based commodities in Indonesia which is grows in dry areas especially around the north coast of Java Island. An abundant waste of this plant is a leaf midrib and fruit fiber have an opportunity as a source of lignocellulose for the paper industry. In this study, Kraft paper production was conducted to know the influence of the proportion of Borassus flabellifer L. leaf midrib pulp and fruit fiber pulp, and the concentration of Polyvinyl Acetate (PVAc) adhesives on the sensory and physical quality of kraft paper. The research method used was Randomized Block Design (RBD) with two factors. The Friedman test was used to determine the sensory quality of kraft paper. The physical quality of kraft paper was used ANOVA analysis. The results showed that the treatment of raw material proportion and PVAc adhesive concentration had significant effect on color, surface texture, yield, and tensile resistance, but not significantly different between treatment of gramature and tear resistance. The best treatment of sensory tests was kraft paper with proportion of leaf midrib pulp 50% and fruit fiber pulp 50% and a 7.5% PVAc adhesive concentration. It has a yield value of 72.11%, gramature of 162.80 g/m2, tensile strength of 1.70 %, and tear resistance of 197.6 gf
Kajian Pembuatan Infused Water dari Buah Kurma (Phoenix dactylifera) dengan Penambahan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)
Research has been conducted to analyze the effect of soaking time and addition of lime slices on the characteristics of infused water dates. This research was conducted in a laboratory scale using Completely Randomized Design consisting of 2 factors, namely soaking time (P) and number of lime slices (J). The first factor, soaking time consists of 3 levels, namely P1 = 1 day, P2 = 3 days, P3 = 5 days. The second factor is the number of pieces of lime (J) consisting of 3 levels, namely J1 = 1 piece, J2 = 2 pieces and J3 = 3 pieces. There were 9 treatment combinations with 3 replications, so that as a whole 27 unit experiments were obtained. The parameters analyzed were the ethanol content, Vitamin C content and hedonic test on color, aroma and taste. Ethanol content, hedonic color and aroma of infused water dates are influenced by soaking time, while the levels of Vitamin C and hedonic taste are influenced by the addition of lime. The interaction between soaking time and addition of lime influence the levels of Vitamin C of infused water. The longer soaking and the more dates used, the higher the ethanol content produced. The highest ethanol was obtained at 5 days treatment (0.98% w / v). The more the amount of lime used, the higher the levels of vitamin C in the infused water produced. The level of preference for panelists tends to decrease with increasing immersion time and addition of lime slices.Keywords : etanol, infosed water, lime, date, Vitamin
Pembuatan Sabun Cair dengan Menggunakan Bahan Baku Minyak Jarak (Castor Oil) dengan Variasi Konsentrasi Infused Oil Teh Putih (Camellia sinensis)
Sabun cair adalah sabun berbentuk cairan, memiliki keunggulan seperti mudah dibawa berpergian dan lebih higienis. Sabun dibuat dengan mereaksikan minyak/lemak bersama alkali. Pada penelitian ini sabun dibuat dari bahan utama yaitu minyak jarak yang sebelumnya ditambahkan teh putih menggunakan metode heat infusions, KOH dan beberapa bahan pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi-regresi yang bertujuan untuk mengetahui mutu sabun cair yang dihasilkan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu perbandingan antara minyak jarak dengan teh putih pada pembuatan infused oil, perlakuan A = 400:0 (b/b), B = 400:12,5 (b/b), C = 400:16,6 (b/b), D = 400:25 (b/b), dan E = 400:50 (b/b). Pengujian sampel sabun dilakukan terhadap bobot jenis, pH, Angka Lempeng Total sesuai dengan SNI sabun cair 06-4085-1996, uji organoleptik dan aktivitas antibakteri. Menurut analisis, sabun cair yang dihasilkan dari semua perlakuan sudah sesuai dengan syarat mutu SNI sabun cair 06-4085-1996. Menurut analisis uji organoleptik, dari total 30 panelis sebanyak 37% panelis menempatkan sabun perlakuan E pada peringkat 1. Sabun terbaik menurut aktivitas antibakteri adalah sabun perlakuan E dengan diamater daya hambat sebesar 16,92 mm yang memiliki nilai bobot jenis sebesar 1,0245; nilai Angka Lempeng Total sebesar 0,525 105 dan nilai pH sebesar 9,63
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Rendemen dan Mutu Fisik Minyak Nilam Pogostemon cablin Benth)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi daun nilam dengan menggunakan ragi tempe terhadap rendemen dan mutu fisik minyak nilam serta mendapatkan lama fermentasi yang tepat untuk menghasilkan minyak nilam dengan rendemen tertinggi dan mutu fisik minyak nilam yang baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan, yaitu 0, 2, 4, 6, dan 8 hari fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi memiliki pengaruh sangat nyata terhadap rendemen, bobot jenis dan indeks bias minyak nilam. Lama fermentasi terbaik pada nilam adalah 2 hari dengan nilai rata-rata rendemen 0,98 %, karakteristik warna dengan nilai L* 34 a* 29,75 b* 44,5 bobot jenis 0,969 dan kelarutan etanol 90% larut jernih pada rasio volume 1:10
Karakteristik Kimia Biskuit dari Tepung dan Serat Ubi Jalar Ungu
Purple sweet potato is one type of tuber that is rich in carbohydrates in the form of starch and fiber. It also contains purple anthocyanin pigments. In this research, purple sweet potato was processed into flour and starch. Starch processing solid waste can be utilized by processing it into fiber flour. Purple sweet potato flour and fiber were then used as the basis for making biscuits at a ratio of 75: 25 and compared to biscuits made from 100% purple sweet potato flour and wheat flour. The resulting biscuits were then analyzed for their chemical characteristics. The results showed that the ratio of flour gave a very significantly different effect on the value of water content, total dietary fiber content, insoluble dietary fiber content and % nutritional adequacy rate of food fiber, and had no significant effect on the value of ash content, protein content, fat content, content carbohydrates, total flavonoids, insoluble dietary fiber content, calorie intake and fulfillment of daily energy adequacy