Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia
Not a member yet
    180 research outputs found

    Karakteristik Fisik dan Kimia Konsentrat Protein Kerang Darah (Anadara granosa)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia konsentrat protein kerang darah dengan menggunakan bagian tubuh yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu melakukan pembuatan konsentrat protein kerang darah dengan menggunakan bagian tubuh kerang darah berbeda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), non faktorial dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1 (menggunakan daging kerang yang di buang isi perut dan mantel), A2 (menggunakan daging kerang yang di buang isi perut), A3 (menggunakan daging kerang utuh). Berdasarkan hasil uji mutu organoleptik perlakuan terbaik adalah A1 (bagian daging yang di buang isi perut dan mantel) dengan krakteristik warna kuning keemasan, aroma sedikit bau kerang darah, dan tekstur agak halus dan lembut. Sedangan hasil uji kimia perlakuan terbaik pada A3 (daging kerang utuh), dengan kadar air (7,96%), protein (78,06%), lemak (0,27%), abu (5,11%)

    Pemodelan Sistem Penelusuran Daging Sapi Potong Menggunakan Metode Unified Modeling Language

    No full text
    Isu mengenai beredarnya produk daging sapi yang dicampur daging babi celeng semakin marak akhir ini. Pemicu utama adalah ketidakmampuan pedagang membeli harga daging sapi yang mahal sehingga mendatangkan keuntungan yang sedikit. Isu ini tentunya cukup meresahkan bagi konsumen karena kandungan yang ada pada babi celeng membahayakan bagi kesehatan dan menurut aturan Islam produk daging babi celeng haram hukumnya. Penelitian ini membahas tentang pemodelan sistem penelusuran (traceability system) daging sapi potong menggunakan Unified Modeling Language dengan tujuan agar mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi. Keluaran dari penelitian ini adalah dasar model sistem informasi yang akan digunakan untuk menerapkan sistem penelusuran daging sapi potong. Manfaat dari penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh penjual dan produsen mampu menyediakan produk yang sehat dan halal bagi konsumen

    Perubahan Karakteristik Kimia dan Mikrobiologis Jruek Drien (Durian Fermentasi Khas Aceh) selama Fermentasi

    Full text link
    Jruek drien is one of traditional fermented food of Aceh. This product made from flash of durio that fermented without starter addition. Explorative research has been conducted to examine the change of chemical and microbiological characteristics of jruek drien during fermentation. This study used completely randomized design with single factor (length of fermentation: 1,3,5 and 7 days). The parameters analyzed were water content, pH, total acid, total sugars, total lactic acid bacteria and yeast. The results showed that water content and acid total were increased while pH and sugar content were decreased. The highest total of lactic acid bacteria was found on day 3. Yeast detected only on early fermentation and no detected on 7th day

    Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Bubuk Cincau Hitam (Mesona palustris)

    Full text link
    Potensi tanaman cincau hitam atau janggelan di Indonesia sangat prospektif. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah Jawa Timur seperti Malang, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Pada tahun 2010 hasil produksi cincau hitam kering (janggelan) sebesar 568 ton dengan produktivitas total sebesar 8,6 ton/tahun. Selain itu, tanaman ini juga dapat selalu tersedia sepanjang tahun karena bermitra dengan para petani. Aspek finansial merupakan bagian terpenting yang harus diperhatikan dalam studi kelayakan bisnis. Analisa terhadap aspek finansial dari suatu studi kelayakan proyek bertujuan untuk menentukan rencana investasi berdasarkan perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal awal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah proyek akan dapat berkembang terus. Dari hasil perhitungan analisis finansial diperoleh bahwa pendirian pabrik bubuk cincau hitam dengan beberapa kriteria kelayakan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan menggunakan daun cincau hitam kering dapat menghasilkan nilai B/C ratio sebesar 2,01. Dengan umur proyek selama 20 tahun, dibutuhkan total modal investasi sebesar Rp 72.641.348.806,03 dan biaya produksi pada tahun pertama sebesar Rp 25.644.493.112,79. Dari hasil perhitungan didapatkan harga pokok produksi sebesar Rp 1.043,48/sachet kemudian produk dijual dengan harga senilai Rp 2.000,- termasuk PPN 10%. Besarnya modal investasi pendirian pabrik dapat ditutupi dalam masa pengembalian selama 3 tahun 5 bulan. Total pendapatan yang diperoleh perusahaan mencapai Rp 49.152.000.000,- dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 124.948.645.377,15; Internal Rate of Return (IRR) sebesar 44%; dan Profitability Index sebesar 3,54. BEP dicapai pada tingkat produksi bubuk cincau hitam sebesar 849.831 sachet atau senilai Rp 1.699.661.968,36. Berdasarkan keseluruhan kriteria-kriteria kelayakan tersebut, maka unit agroindustri bubuk cincau hitam ini dapat dikatakan layak untuk direalisasikan

    Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L)

    Full text link
    ABSTRAKPenganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian.Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan jerami nangka.Kata kunci : fruit Leather, jerami nangka, mangga

    Sifat Kimia dan Organoleptik Brownies Kukus dari Proporsi Tepung Mocaf dan Terigu

    Full text link
    The purpose of this research is to know the response of mocaf flour and wheat flour ratio to the chemical and organoleptic properties of steamed brownies cake. The research method used is experimental method, using Completely Randomized Design with 1 factor and 5 repetition, that are the ratio factor of mocaf flour and wheat flour are 5 levels, so the total replication becomes 25 times. The results showed that the ratio of mocaf and wheat flour did not have a significant effect on water content but had a very significant effect on crude fiber content. While the ratio of mocaf and wheat flour have no significant effect on organoleptic taste, color and flavor but have a very real effect on the tenderness of steamed brownies cake. The results of effectiveness test of mocaf and wheat flour efficacy ratio of 40:60 is the best treatment with the result value of 0.72 whereas the lowest treatment is the treatment of mocaf and wheat flour ratio of 100:0 with the result value of 0.37

    Pengaruh Lama Perebusan Jagung (Zea mays. L) dengan Penambahan Konsentrasi CaCO3 pada Emping Jagung

    Full text link
    Emping jagung merupakan salah satu produk olahan biji jagung yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dalam proses pembuatan emping jagung terdapat beberapa kendala yaitu menghilangkan perikap dan tipcap dari biji jagung. Perikap dan tipcap emping jagung dapat dihilangkan dengan cara perebusan dengan penambahan CaCO3. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 terhadap mutu produk emping jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 yang tepat sehingga menghasilkan produk emping jagung yang baik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu lama perebusan dengan suhu 950C selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit dan penambahan CaCO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dari berat kering jagung dan 0% sebagai kontrol dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan emping jagung dengan lama perebusan 120 menit dengan penambahan CaCO3 sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan paremeter yang diamati antara lain kadar air 7,53%, kadar abu 2,26%, protein 8,72%, kadar lemak 3,20%, kadar karbohidrat 84,11%, Nilai Hue 74,615, rendemen total 69,9%, Kandungan Ca 0,2321%

    Evaluasi Nilai Gizi Masakan Daging Khas Aceh (Sie Reuboh) Berdasarkan Variasi Penambahan Lemak Sapi dan Cuka Aren

    Full text link
    Sie reuboh merupakan olahan daging yang diolah secara tradisional dengan merebus daging menggunakan garam, asam cuka, lemak, dan beberapa jenis rempah-rempah. Perubahan selera dan pola konsumsi masyarakat Aceh menyebabkan formulasi sie reuboh menjadi bervariasi. Keanekaragaman formulasi menyebabkan takaran dan jenis bahan yang digunakan dalam pengolahan sie reuboh ikut bervariasi terutama lemak sapi dan cuka aren. Variasi takaran penambahan lemak sapi dan cuka aren dapat mempengaruhi komposisi nilai gizi sie reuboh. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait tentang penelitian dari pengaruh penambahan lemak dan cuka aren terhadap nilai gizi dari sie reuboh sehingga didapatkan standar formulasi sie reuboh yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua factor, jumlah lemak yang ditambahkan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (L1), 25% (L2) dan 50% (L3) dari jumlah daging sapi, dan jumlah cuka aren yang ditambahkan yang terdiri dari dua taraf yaitu 2,5% (C1) dan 5% (C2) dari jumlah daging sapi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut BNT dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dengan metode Kjeldahl, dan kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat by difference dan total kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan lemak sapi hingga 50% dapat mempertahankan kadar air sie reuboh yang dihasilkan. Kemudian penambahan cuka 2,5% dan 5% dapat meningkatkan kadar protein yang terkandung di dalam sie reuboh, sedangkan penambahan cuka aren hingga 5% dapat menurunkan kadar lemak di dalam sie reuboh jika dibandingkan dengan penambahan 2,5%. Sie reuboh yang dihasilkan dari penelitian ini mempunyai komposisi nilai gizi yang terdiri atas 52,62% air, 3.14% mineral, 24,50% protein, 14,67% lemak dan 4.95% karbohidrat. Kemudian setiap 100 g sie reuboh hasil penelitian ini mengandung 249.81 kkal

    Pemanfaatan Rebung Betung dalam Pembuatan Bakso Ikan Toman

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perumusan terbaik betung rebung dan ikan toman dalam membuat bakso. Penelitian ini menggunakan acak lengkap desain terdiri dari lima perawatan dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Perawatan yang dilakukan adalah RT1 (betung rebung dan ikan toman 10:90), RT2 (betung rebung dan ikan toman 20:80), RT3 (betung rebung dan ikan toman 30:70), RT4 (betung rebung dan toman ikan 40: 60), RT5 (betung rebung dan toman ikan 50: 50). Data dianalisis statistik menggunakan Anova, diikuti oleh darichristin baru beberapa berbagai tes (DNMRT) pada tingkat 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah RT1 (betung rebung dan ikan toman 10:90) dengan kelembaban konten 63.72%, ash content 1,53%, protein content 11.65%, lemak konten 3.66%, serat kasar content 0,98%

    Kajian Pembuatan Permen Jelly dari Buah Tanjung (Mimusops elengi L)

    Full text link
    Tanaman tanjung (Mimusops elengi L.) merupakan tanaman pelindung yang banyak ditanam diperkarangan kantor, sekolah maupun dipingir-pinggir jalan dan hutan kota. Bagian tanaman tanjung yang biasa dimanfaatkan yaitu bunga, daun, akar dan kulit batang sedangkan buahnya tidak termanfaatkan sama sekali. Buah tanjung memiliki rasa sepat sehingga masyarakat tidak menyukainya. Rasa sepat pada buah bisa dikurangi dengan merendam buah dengan larutan kapur sirih. Salah satu cara yang dilakukan agar buah tanjung tidak terbuang yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur dan konsentrasi gula terhadap karakteristik permen jelly yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur (J) dengan 3 taraf yaitu 12 jam (J1), 24 jam (J2) dan 36 jam (J3). Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G) dengan 3 taraf yaitu 70% (G1), 90% (G2) dan 110% (G3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian lama perendaman buah tanjung berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur permen jelly yang dihasilkan. Semakin lama perendaman buah tanjung maka rasa kelat pada buah tanjung akan semakin berkurang. Konsentrasi gula yang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air permen jelly buah tanjung. Semakin besar konsentrasi gula yang ditambahkan maka kadar air permen jelly yang dihasilkan semakin rendah. Interaksi lama perendaman buah tanjung dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rasa permen jelly yang dihasilkan. Berdasarkan nilai organoleptik, buah tanjung yang direndam dengan larutan kapur sirih selama 24 jam dan konsentrasi gula 90% merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan permen jelly buah tanjung, yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 10,58%, pH 4,42, organoleptik warna 3,63 (suka), aroma 3,77 (suka), rasa 4,33 (suka) dan tekstur 4,66 (sangat suka).Kata kunci: buah tanjung, konsentrasi gula, lama perendaman, larutan kapur, permen jell

    159

    full texts

    180

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇