perpustakaan.loyola-smg.sch.id
Not a member yet
8250 research outputs found
Sort by
Sekolah di atas bukit : Kumpulan kisah inspiratif tentang pengalaman konservasi di Kalimantan Timur
Kumpulan Kisah InspiratifTentang Pengalaman Konservasidi Kalimantan TimurKumpulan Kisah Inspiratif TentangPengalaman Konservasi di Kalimantan TimurTulisan-tulisan dalam buku ini adalah hikayat daya hidupyang dirayakan mereka yang percaya bahwa konservasi adalah tugasdan kewajiban setiap umat manusia.Ahmad FuadiPenulis buku bestsellerPernah bekerja di e Nature ConservancyKonservasi adalah daya hidup. Bahkan kehidupan itusendiri. Pelaku konservasi harus bisa mengatasi riakriakkehidupan, remah-remah kesulitan, adangan,tantangan, hasutan, dan rayuan iming-iming sepertikilatan cahaya yang tak mungkin ditolak sangserangga malam. Sekolah di Atas Bukit mencobamerangkum fragmen-fragmen tersebut dari sisi pelakukonservasi atau orang-orang yang terlibat, baik yangsadar maupun tak sadar tercebur di dunia itu, dalammenjalani kehidupannya. Tentu masih banyak yangbelum tertutur. Perjalanan masih panjang. Tapibegitulah. Bagi sebagian orang, konservasi bukanlahtema, melainkan daya bertahan hidup untukmempertahankan mimpi.xvii + 259 hlm.; illus. 13 x 20 c
Turn on the radio : Kisah sukses para penyiara favoritmu
vii + 207 hlm.; illus. 13 x 19 c
Pengantar sosiologi hukum
Pepatah mengatakan, lain lubuk lain ikannya, artinya lain masyarakat, lain pula adat-istiadat dan hukumnya. Sekarang ini dinamika tatanan msyarakat modern telah melaju sedemikian rupa tetapi hukum sejak awal penjajahan belanda masih diberlakukan bagi masyarakat indonesia hingga kini. Oleh karena itu, dibutuhkan cara baru dalam berfikir, merasa, dan bertindak (paradigma baru) terhadap hukum, yaitu pendekatan sosiologi hukum, (masyarakat modern dan hukum modern). Buku ini terdiri dari 6 bab dan mengajak kita memandang hukum di tengah tata masyarakat modern yang telah melaju dasyat. Penulis menyajikan pada bab 1 Sosiologi, Bab 2, Pendekatan Sosiologi terhadap Hukum, Bab 3, Sosiologi Hukum, Bab4, Kondisi Modernitas: Analisis Sosiologi terhadap Hukum, bab 5 Analisis Sosiologi terhadap HUkum tentang Kejahatan dalam Undang-Undang, dan Bab terakhir pertanyaan berikut jawaban. Buku ini sangat cocok bagi mahasiswa Fakultas Hukum, FISIP, dan Fakultas Pendidikan. Selain itu, cocok juga menjadi bacaan masyarakat umum, khususnya hakim, jaksa, polisi, wartawan dan pendidik.xii + 249 hlm. 15 x 23 c
PERANAN KARYA SASTRA, SENI, DAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
Buku ini dibaerikan judul Peranan Karya Sastra, Seni, dan Budaya dalam Pendidikan Karakter dengan perimbangan sebagai berikut. Pertama, menjelaskan bahwa dalam karya sastra, seni, dan budaya terkandung berbagai masalah berkaitaqn daeangan peandidikan karakater. Kedua, ikut memberikan sumbangan pikiran terhadap parogram pemerintah dalam rangka memajukan pendidikan karakter. Ketiga, dalam pendidikan karakter terkandung ciri-ciri khas dibandingkan dengan pendidikan lain yang sejenis seprti budi pekerti dan kewarganegaraan, termasuk Pancasila dan sistem religi.Sesuai denga judulnya buku ini membahas dua disiplin yang berbeda, karua sastra, seni dan budaya dan masalah-masalah yang berkaitan dengan karakter, sebagai psikologi. Secara garis besar buku ini terdiri atas tiga bagian, pertama, sejarah singkat bangsa Indonesia dalam kaitannya dengan pendidikan (Bab I, II, dan III), kedua, hakikat karya sastra, seni, dan budaya (Bab IV, V, VI, VII), dan ketiga, pendidikan karakter itu sendiri (Bab VIII, IX, dan XI). Bab XII adalah modael analisis. Terakhir, penutup (Bab XIII), dilengkapi dengan glosarium dan indeks (nama dan masalah).Buku ini ditujukan bagi para mahasisawa bidang ilmu sosial humaniora, baik S-1 maupun S-2 dan S-3. Sebagaibahan perbandingan buku ini juga bermanfaat bagi para dosen, para guru, baik pad tingkat SMP maupun SMA. Masyarakat pada umumnya dapat memanfaatkan buku ini dalam rangka memahami kembali eksistensi diri sendiri dalam tangka ikut membangun kemajuan bangsa, yaitu melalui pendidikan karakter.xvi, 758 hlm. 15 x 23 c
BENARKAH SOEKARNO DIBUNUH?
Dar!!!Tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat keras. Kerumunan orang langsung berpencar. Sementara itu, beberapa pengawal melindungi sang pemimpin negara. Ya, itulah peristiwa Cikini. Penggranatan terhadap Soekarno yang saat itu sedang menghadiri perayaan ulang tahun Perguruan Cikini.Selain peristiwa Cikini, percobaan pembunuhan terhadap Soekarno juga sudah terjadi berulang kali. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata beberapa peristiwa tersebut mendapat campur tangan dari pihak-pihak yang berusaha menggulingkan, bahkan berniat membunuh Soekarno.Peristiwa apa sajakah yang mengancam nyawa presiden pertama Republik Indonesia ini? Segera temukan jawabannya di dalam buku ini!186 hlm. 14 x 20 c
WALAU PENSIUN DUIT BERJIBUN : BERBAGAI IDE BISNIS BAGI PENSIUNAN
Bagi sebagian orang, masa pensiun sangat diharapkan, karena tanpa harus bekerja, uang terus mengalir setiap bulannya, meskipun tidak banyak. Namun, bagian sebagian yang lain, pensiun merupakan masa kejenuhan. Bagi yang sudah terbiasa bekerja dengan semangat, kemudian harus berhenti dan hanya duduk-duduk saja, tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Selain itu, uang pensiun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Lalu, bagaimana cara mengatasi dua masalah ini? Jawabannya adalah menggunakan uang pensiun untuk berbisnis. Dengan berbisnis, selain Anda tetap bisa terus bekerja, uang juga tetap akan mengalir bahkan dengan nominal yang lebih besar dari gaji saat menjadi pegawai.Lalu, bisnis apa sajakah yang cocok bagi para pensiunan?Ini dia buku yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Setidaknya, ada 30 jenis bisnis yang dibahas di dalam buku ini. Selain membahas tentang karakteristik, peluang, dan kunci sukses melakukan usaha, buku juga menyertakan simulasi keuntungannya. Anda tinggal memilih bisnis mana yang ingin Anda realisasikan sesuai hobi Anda.Jadi, tunggu apa lagi? Segera baca buku ini dan praktikkan. Jadilah pensiunan yang produktif. Selamat membaca!200 hlm. 14 x 20 c
Madilog Tan Malaka : Materialisme, dialekika, dan logika
Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai "logika mistika". Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesajen, dan doa-doa. Melihat kenyataan bangsanya yang masih terkungkung oleh "logika mistika" itu, Tan Malaka melahirkan Madilog.Mendiang peneliti LIPI, Dr Alfian pernah menyebutkan bahwa Madilog memang merupakan karya terbaik Tan Malaka, paling orisinal, berbobot, dan brilian. Naskah Madilog ditulis oleh Tan Malaka selama delapan bulan (15 Juli 1942 - 30 Maret 1943). Buku ini bukan semacam "ajaran partai" atau "ideologi proletariat", melainkan cita-cita Tan Malaka sendiri. Di mana Madilog--sebagian besar mengikuti konsep materialistik-dialektik Fredrich Engels--sama sekali bebas dari buku-buku Marxisme-Leninisme yang menuntut ketaatan mutlak pembaca terhadap Partai Komunis.Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari "logika mistika" lewat "filsafat" ke "ilmu pengetahuan" (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh "logika mistika" itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari "logika mistika" dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.560 hlm. 14 x 21 c