perpustakaan.loyola-smg.sch.id
Not a member yet
8250 research outputs found
Sort by
ENSIKLOPEDIA PRAJA MUDA KARANA - 4: Pramuka Tanggap Bencana: Panduan Mitigasi dan Bencana untuk Pramuka
viii, 236 hlm.; illus.;22 x 29 c
POSITIVE THINKING ITU "DIPRAKTEKIN"
Tentang sesuatu hal yang menyenangkan dan menjanjikan kita tentu lebih memilih untuk merasakannya langsung. Pengalaman adalah hal yang berharga dan tidak bisa ditukar dengan kepuasan yang lain.Dengan halaman full-color dan gaya pe nyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaannya. Buku ini tidak sekedar membuat informasi Anda bertambah, tapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus manggut-manggut. Asyik dibaca! Sikat buku ini terutama buat Anda: pekerja seni, mahasiswa, entrepreneur, hmm, artis, penulis, dan semuanya yang ter-tarik untuk jadi kreatif!x, 144 hlm.; illus. 13,5 x 20 c
CENAT-CENUT MATEMATIKA: Kisah Paling Menegangkan dari Pelajaran Matematika
xiii, 233 hlm.; illus. 13,5 x 20 c
SMALL THINGS THAT MATTER : Hal-hal Kecil yang Perlu Diperhatikan Dalam Pergaulan
Jika kita perhatikan, saat ini banyak sekali hal kecil dalam kehidupan bermasyarakat yang kadang mengabaikan sopan santun atau tata krama. Padahal tata krama sangat diperlukan dalam pergaulan.Dengan memakai bahasa yang akrab, ringan, segar, dan non-teoretis, buku ini mengingatkan kembali apa-apa yang sudah mulai terlupakan, misalnya cara:- bersikap yang semestinya di tempat umum,- menghargai orang yang lebih tua,- menggunakan fasilitas umum dengan baik,- bertamu, menginap, atau mengundang tamu,- berpakaian yang pantas ke suatu undangan, atau- makan di luar bersama relasi bisnis, sahabat, atau keluarga.Semoga dengan mengenali kembali tata krama atau etiket ini, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih ramah, manis, dan positif.v,129 hlm.; illus. 15 x 21 c
Si Cacing dan kotoran kesayangannya 3! : 108 Cerita (terakhir) pembuka pintu hati
Selama hampir 30 tahun sebagai Bhikkhu, lahir dan dididik di Barat, namun terlatih dalam tradisi hutan Thai, Ajahn Brahm telah menghimpun berbagai kisah yang menyentuh, menggelikan, dan bermakna mendalam. Dalam kumpulan kisah-kisah pengajaran ini, terdapat banyak cerita mengenai kebenaran hidup, yang dapat digunakan untuk meluncur ke tataran kesadaran, kebijaksanaan, cinta, dan belas kasih yang lebih dalam. Dalam setiap kisah, kebenaran tampak nyata. Ajahn Brahm juga menceritakan ajaran-ajaran kebijaksanaan dari gurunya yang terkenal bagai orang suci, Ajahn Chah. Tahun-tahun dini kehidupannya di belantara Thai telah menyediakan lahan subur bagi citarasa humornya, tatkala, sebagai contoh, ia hanya mendapat nasi berlauk kodok rebus sebagai satu-satunya santapan sepanjang hari. Pada tahun 1983, ia mulai membangun sebuah Vihara di Australia, tempat ia tinggal saat ini, tetapi seperti yang diceritakannya, bahwa para Bhikkhu di sana begitu miskinnya sampai-sampai ketika tengah membangun Vihara, mereka terpaksa menggunakan daun pintu sebagai alas tidur dan harus belajar bertukang dan menyemen sendiri. Belakangan, ia telah mengajar filsafat Buddhis yang tak lekang oleh waktu kepada orang-orang Barat dari berbagai kalangan, memimpin kelompok meditasi di penjara-penjara Australia, serta memberi penghiburan bagi mereka yang tertekan, sakit, dan berduka. Kisah-kisah yang tersaji bermakna mendalam, mengundang tawa, dan mencerahkan. Diceritakan dengan jenaka dan bijak, kisah-kisah dalam buku ini mengungkapkan sifat-sifat hormat, kerendahan hati, dan ketekunan. Kisah-kisah tersebut juga memaparkan momen pencerahan, kebijaksanaan, dan belas kasih dalam kehidupan orang-orang biasa. Kisah-kisah modern mengenai pengharapan, pemaafan, pembebasan dari rasa takut, dan pengatasan derita ini, dengan cendekia menuturkan kebijaksanaan ajaran Buddha dan jalan menuju kebahagiaan sejati.308 hlm.; illus. 14 x 21 c
Harta amanah Soekarno : The green hilton memorial agreement
Buku ini adalah catatan jurnalistik investigatif mengenai sebuah hal yang sengaja ditutup-tutupi dan tidak diizinkan untuk terungkap luas oleh pihak internasional mengenai keterlibatan Indonesia (Soekarno) atas suplai dana untuk membiayai federal R Reserve dan lembaga moneter lainnya. Buku inilah yang membedakan mana antara harta amanah yang palsu yang sering didengang-dengungkan berbagai pihak oportunis dan mana harta amanah yang sesungguhnya. Dilengkapi dengan bukti-bukti dokumen resmi yang pernah dikeluarkan oleh USB dan lainnya. Termasuk rangkaian pertemuan tidak resmi dari Soekarno-Kennedy yang dipublikasikan oleh New York Times.459 hlm.; illus. 15,5 x 23,5 c
The wisdom of Pramoedya Ananta Toer
PRAMOEDYA ANANTA TOER takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.Kuasa waktu memang telah mengakhiri lakon tubuhnya di muka bumi dan kehidupan, namun ruh dalam tulisan-tulisannya, kalimat-kalimatnya, kata-katanya, petuah-petuahnya, akan senantiasa hidup dan menyisir zaman, tinggal dalam akal dan hati orang-orang yang masih peduli pada kemanusiaan, keadilan, keberanian, dan cinta.Pram menulis, sebab itu ia abadi; dalam ingatan anak-anak bangsa yang masih peduli dan mengerti bahwa untuk bangsa sebesar Indonesia, harga diri wajib dipunyai. "Apakah sebangsamu akan kau biarkan terbungkuk-bungkuk dalam ketidaktahuannya? Siapa bakal memulai kalau bukan kau?"Pram selalu mengajak kita agar selalu menjadi musuh ketidakadilan, penindasan dan kebodohan. Sebab, "Dunia ini bukan surga. Ketidakadilan ada untuk dilawan. Itu memberikan semangat hidup."Ia adalah pengarang besar dalam sejarah sastra Indonesia. Lebih dari 50 karya ia hasilkan, hampir semuanya diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing. Pram lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Ayahnya guru, ibunya penjual nasi. Ia pernah bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang, Domei. Ia tergabung dalam militer dalam masa kemerdekaan. Sepanjang menjalani karier militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948-1949, ia produktif menulis. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda, sebagai bagian dari program pertukaran budaya. Ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, sebuah organisasi seniman kiri. Pada masa pergantian rezim, Pram termasuk orang yang "diamanken" Orba. Ia dipenjara 14 tahun di Pulau Buru dan Nusa Kambangan tanpa pengadilan. Selama di penjara ia terus menulis. Salah satu karya monumentalnya di masa itu adalah Tetralogi Pulau Buru. Ia bebas dari penjara pada 1979, tapi dikenakan tahanan rumah, tahanan kota, dan tahanan negara hingga 1999. Selama dalam pengawasan, Pram tetap aktif menulis. Ia meninggal di Jakarta, 30 April 2006 dalam usia 81 tahun.Membaca (karya) Pramoedya sama halnya membaca sejarah berdirinya sebuah bangunan bernama Indonesia. Karya-karyanya tidak berlagak genit dengan mencoba memberikan segerobak solusi dari setiap persoalan yang ada di negeri ini. Tetapi, lebih dari itu: sebagai cara pandang kita dalam melihat Indonesia dari kacamata yang paling jujur. The Wisdom of Pramoedya Ananta Toer mencoba mengajak kita menelusuri karakter manusia-manusia Indonesia, sebagai bagian dari material utama atas bangunan yang tak pernah selesai dipugar. Dan Pram telah berdiri sebagai salah seorang arsiteknya!xxiii + 333 hlm.; illus. 14,5 x 23 c
Berjuang tanpa pamrih : 25 kisah para aktivis memerangi HIV dan AIDS di Papua
Informasi yang benar, tepat dan terus menerus adalah awal pencegahan virus HIV.Buku ini adalah suatu kumpulan, suatu bunga rampai, dari kisah para aktivis memerangi HIV dan AIDS di Papua. Mereka adalah aktivis, karena mereka mengerjakan tugas mencegah penularan dan pananggulangan HIV dan AIDS karena panggilan nurani. Mereka sengaja memilih jalan yang sunyi, jauh dari puian dan pengakuan. Tidak jarang, mereka harus merogoh kantong sendiri untuk menolong saudara-saudara kita yang tertular HIVvii + 278 hlm. ; illus. 17 x 23 c