Akakom Repository
Not a member yet
9766 research outputs found
Sort by
STUDI KOMPARASI OPEN CAMERA DAN GPS CAMERA LITE DITINJAU DARI METODE USER EXPERIENCE QUESTIONNAIRE (UEQ)
Penggunaan aplikasi kamera pada perangkat mobile telah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk keperluan dokumentasi yang membutuhkan informasi lokasi secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi antara dua aplikasi kamera populer, yaitu Open Cameradan GPS Camera Lite, dengan menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ).
Untuk menganalisis kualitas usability pengguna dalam menggunakan aplikasi Open Camera dan GPS Camera Lite meliputi Daya tarik (Attrativeness), Kejelasan (Perspiciuity), Efesiensi (Effeciency), Ketetapan (Dependability), Stimulasi (Stimulation), Kebaruan (Novelty) menggunakan metode User Exprince Questionnaire (UEQ).
Metode UEQ digunakan untuk mengukur enam aspek pengalaman pengguna, yaitu Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 52 responden yang telah menggunakan kedua aplikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Open Camera unggul pada aspek Efficiency dan Dependability, sementara GPS Camera Lite lebih menonjol pada aspek Stimulation dan Novelty. Kedua aplikasi memiliki skor serupa pada aspek Attractiveness dan Perspicuity. Perbandingan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai keunggulan dan kelemahan masing-masing aplikasi, sehingga dapat membantu pengguna dalam memilih aplikasi kamera yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Terdapat Nilai mean per person parameter dari aplikasi open camera dengan GPS Camera Lite dinyatakan dibawa rata-rata atau buruk.
Kata kunci : Open Camera, GPS Camera Lite, User Experience Questionnaire (UEQ), Pengalaman Pengguna, Aplikasi Kamer
Komparasi Algoritma Brute Force dan Greedy Pairing dalam Optimalisasi Rekonsiliasi Transaksi Debit dan Kredit dalam Laporan Keuangan
Penelitian ini membahas komparasi antara algoritma Brute Force dan
Greedy Pairing dalam optimalisasi rekonsiliasi transaksi debit dan kredit pada
laporan keuangan. Algoritma Brute Force diimplementasikan sebagai metode
eksplorasi menyeluruh untuk mencari semua pasangan transaksi yang jumlahnya
mencapai nol, dengan efektivitas 100%, tetapi memiliki biaya komputasi yang
sangat tinggi. Sebaliknya, algoritma Greedy Pairing menawarkan solusi lebih
cepat dengan mengunci pasangan transaksi yang ditemukan, meskipun berpotensi
kehilangan solusi optimal pada dataset yang lebih kompleks.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Brute Force memiliki efektivitas
100%, tetapi waktu eksekusi meningkat drastis seiring bertambahnya ukuran
dataset. Pada dataset 102 transaksi, algoritma ini membutuhkan lebih dari 11
menit, dan pada dataset 214 transaksi, tidak dapat diselesaikan dalam waktu 15
menit. Sebaliknya, Greedy Pairing mampu menyelesaikan pencocokan dalam 0.28
detik untuk dataset yang sama dengan efektivitas ≥90%. Efisiensi waktu algoritma
Greedy Pairing jauh lebih baik dibandingkan Brute Force, menjadikannya lebih
cocok untuk dataset besar yang memerlukan pemrosesan cepat.
Dengan demikian, Brute Force memberikan solusi komprehensif tetapi
kurang efisien untuk data dalam skala besar, sehingga lebih sesuai untuk audit
akhir atau analisis historis. Sebaliknya, Greedy Pairing menjadi pilihan yang lebih
praktis untuk rekonsiliasi transaksi secara real-time karena kecepatan dan
efisiensinya. Kedua algoritma memiliki kelebihan masing-masing, tergantung
pada kebutuhan dan skenario penerapannya dalam dunia perbankan dan keuangan.
Kata Kunci : Brute Force, Greedy Pairing, Rekonsiliasi Transaksi, Efektivitas,
Efisiensi, Algoritma Pencocokan, Laporan Keuanga
PEMBUATAN DOKUMEN SOFTWARE REQUIREMENTS SPECIFICATION (SRS) APLIKASI SADEWA DALAM RANGKA MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM DAN PEMENUHAN KRITERIA AUDIT SPBE
Sistem Penandatanganan Dokumen Elektronik Pemerintah Daerah Daerah
Istimewa Yogyakarta (SADEWA) merupakan aplikasi khusus milik Pemerintah
Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan diaudit menggunakan Audit
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Audit SPBE merupakan evaluasi secara sistematis dan obyektif dalam
rangka memberikan nilai tambah atau meningkatkan kinerja terhadap SPBE. Audit
SPBE terbagi menjadi dua yaitu Audit Internal yang dilakukan oleh internal
organisasi, dan Audit Eksternal yang dilakukan dengan pihak eksternal.
Sebagaimana pada PermenPANRB No.59 Tahun 2020, Audit SPBE merupakan
salah satu indikator dalam penilaian evaluasi SPBE di mana Audit SPBE terbagi
menjadi tiga jenis, yaitu: Audit Infrastruktur, Audit Aplikasi dan Audit Keamanan
Informasi.
Salah satu aspek penting dalam audit aplikasi SPBE adalah penyediaan
data dukung yang sesuai. Data dukung merupakan landasan penilaian audit agar
memperoleh hasil audit yang objektif. Untuk mendukung proses tersebut,
diperlukan dokumen Software Requirement Specification(SRS) yang
komprehensif. SRS ini berfungsi sebagai panduan dalam merancang aplikasi agar
dapat diakses dan dianalisis secara efektif. Pada proyek ini pembuatan SRS
SADEWA dengan cara Reverse Engineering.
Dengan adanya SRS yang dirancang dengan baik, data dukung pada
indikator pertanyaan audit aplikasi SPBE pada aplikasi SADEWA dapat
terpenuhi.
Kata kunci : SPBE, Audit, SRS, SADEW
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKKAN NILAI PAGU RUP PADA DATA PERENCANAAN E-PROCUREMENT DI KOMINFO KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN PYTHON
Penelitian ini menerapkan algoritma K-Means Clustering untuk menganalisis pengelompokan nilai pagu Rencana Umum Pengadaan (RUP) berdasarkan data perencanaan e-procurement di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul. E-procurement adalah sistem pengadaan barang atau jasa yang dilakukan secara elektronik melalui platform berbasis internet yang dikelola oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
Proses penelitian dimulai dengan persiapan data sebanyak 380 baris, melibatkan tahapan pra-pemrosesan data, seperti pembersihan data, penghapusan duplikasi, konversi atribut kategorikal menjadi numerik, dan normalisasi menggunakan MinMaxScaler. Setelah data diproses, algoritma K-Means Clustering diterapkan dengan penentuan jumlah cluster optimal menggunakan Elbow Method, dan pembentukan cluster menggunakan centroid dan mengelompokkan objek berdasarkan jarak minimum ke centroid tersebut.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma K-Means Clustering dengan konfigurasi 2 cluster menghasilkan pengelompokan optimal. Cluster 1 terdiri dari 246 titik data dengan rata-rata nilai pagu sebesar Rp101 juta, sementara Cluster 2 terdiri dari 134 titik data dengan rata-rata nilai pagu sebesar Rp39 juta. Evaluasi menggunakan Davies-Bouldin Index menghasilkan nilai 0.1358, mendekati nol, dan Silhouette Score menghasilkan nilai 0.9807, mendekati 1. Hasil ini menunjukkan bahwa klastering memiliki kualitas yang sangat baik, dan konfigurasi k = 2 adalah yang paling optimal.
Kata kunci: Akurasi, K-Means Clustering, Nilai Pagu RUP, Pytho
SISTEM INFORMASI PENDATAAN PENDUDUK DI DESA WOLOTELU MAUPONGGO FLORES BERBASIS WEB
Desa Wolotelu, yang terletak di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kependudukan yang meliputi data penduduk, kelahiran, kematian, pindah, dan pendatang. Saat ini, data tersebut disimpan dalam format buku dan dokumen digital seperti Microsoft Word dan Excel, yang sering kali mengakibatkan risiko kehilangan data, ketidakvalidan, dan kesulitan dalam pencarian informasi.
Menghadapi permasalahan ini, sistem informasi berbasis web menjadi solusi yang efektif. Oleh karena itu, dikembangkanlah Sistem Informasi Pendataan Penduduk di Desa Wolotelu menggunakan Framework Laravel. Sistem ini dirancang untuk mengatasi kendala-kendala yang ada dengan menyediakan platform digital yang terintegrasi, memungkinkan pembaruan data yang cepat dan akurat, serta mempermudah administrasi desa dalam melaksanakan tugasnya.
Sistem ini bertujuan agar memberikan fasilitas pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat, berguna juga untuk membantu mempermudah proses pelayanan pemerintah desa dalam mengelola data kependudukan. Dan hasil akhir dari sebagai Sistem Informasi Pendataan Penduduk Di Desa Wolotelu Mauponggo Flores Berbasis Web.
Kata Kunci : Blackbox Testing, Sistem Informasi Pendataan Penduduk Di Desa Wolotelu Mauponggo Flores Berbasis Web
IMPLEMENTASI FRAMEWORK LARAVEL PADA SISTEM LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS WARMARE MANOKWARI PAPUA BARAT
Puskesmas Warmare di Manokwari, Papua Barat, menghadapi berbagai
tantangan dalam pengelolaan layanan kesehatan, seperti kurangnya keamanan data,
kesulitan dalam pencarian data pasien, pengelolaan stok obat yang tidak efektif,
serta antrian dan waktu tunggu pasien yang lama. Masalah-masalah ini
menghambat efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan, yang berdampak negatif
pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan
framework Laravel dalam membangun sistem informasi layanan kesehatan yang
lebih baik. Dengan dukungan XAMPP, diharapkan sistem ini dapat meningkatkan
keamanan data, mempermudah pencarian data pasien, mengelola stok obat secara
efektif, serta mengurangi waktu tunggu dan antrian. Implementasi ini diharapkan
dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Warmare dan
memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem informasi
kesehatan yang lebih efisien.
Kata kunci: Antrian, Framework Laravel, Keamanan Data, Pencarian Data
Pasien, Pengelolaan Stok Obat, Puskesmas, Sistem Informasi Kesehatan, Waktu
Tunggu, XAMPP
IMPLEMENTASI FRAMEWORK LARAVEL PADA APLIKASI PENYEWAAN ALAT CAMPING BERBASIS WEB (STUDI KASUS SENENTANG OUTDOOR DI KABUPATEN SINTANG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penyewaan alat camping
berbasis web menggunakan framework Laravel. Sistem ini diimplementasikan untuk
mengatasi kendala pada proses penyewaan manual di Senentang Outdoor, Kabupaten
Sintang, seperti pencatatan data yang kurang efisien dan keterbatasan transparansi.
Sistem berbasis Laravel dirancang dengan fitur-fitur seperti pengelolaan data
produk, manajemen pengguna, konfirmasi pembayaran melalui metode tunai dan
Midtrans sebagai payment gateway, serta antarmuka pengguna yang responsif.
Sistem diuji menggunakan metode black-box testing untuk memastikan
keandalan dan keamanan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu
mempermudah proses penyewaan, pengelolaan stok alat camping, dan pencatatan
transaksi secara terpusat dan efisien.
Kata Kunci : Penyewaan alat camping, Framework Laravel, Payment Gateway
SKEMA UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI TENSORFLOW DEVELOPER CERTIFICATE
Uji Kompetensi TensorFlow Developer Certificate adalah program sertifikasi resmi
yang dirancang untuk mengukur keahlian peserta dalam membangun, melatih, dan
mengoptimalkan model menggunakan framework TensorFlow. Program ini
ditujukan bagi siswa, pengembang perangkat lunak, dan data scientist yang ingin
menunjukkan pemahaman mereka tentang konsep fundamental TensorFlow.
Sertifikasi ini berfokus pada kemampuan peserta untuk memecahkan permasalahan
dunia nyata dengan mengaplikasikan model yang telah dilatih dalam berbagai
skenario praktis. Beberapa cakupan utama dalam program ini meliputi
pengembangan model untuk Linear Regression, Computer Vision, Natural
Language Processing, dan Time Series Forecasting. Dengan demikian, peserta
tidak hanya diuji dalam aspek teknis, tetapi juga dalam kemampuan untuk
menerapkan model-model ini secara efektif pada skenario dunia nyata. Salah satu
proyek yang dikerjakan dalam penelitian ini yakni pengembangan model klasifikasi
teks sarkasme ini membuktikan kemampuan praktis dalam membangun solusi
pembelajaran mesin menggunakan TensorFlow untuk menangani permasalahan
pemrosesan bahasa alami, yang relevan dengan kebutuhan industri. Tujuan utama
program ini adalah memberikan pengakuan resmi terhadap keahlian peserta dalam
pembelajaran mesin atau machine learning, sekaligus membuka peluang bagi
mereka untuk bersaing di industri global yang semakin didorong oleh teknologi
kecerdasan buatan. Menurut Alina Shinkarsky, perwakilan dari Tim TensorFlow,
sertifikasi ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga
kerja yang memiliki kompetensi dalam machine learning. Selain itu, program ini
bertujuan menjembatani kesenjangan antara pembelajaran daring dan pengakuan
formal. Sertifikasi ini memungkinkan para developer untuk membuktikan
keterampilan mereka secara kredibel, sekaligus mempermudah perusahaan dalam
merekrut talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sebagai langkah awal,
program sertifikasi ini berfokus pada kompetensi dasar, namun direncanakan untuk
dikembangkan lebih lanjut dengan mencakup sertifikasi tingkat lanjutan dan
spesialisasi dalam berbagai aspek TensorFlow. Dengan demikian, sertifikasi
TensorFlow Developer tidak hanya menjadi tolok ukur keahlian, tetapi juga alat
untuk mendukung p
ANALISIS USABILITY SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAKAD) DI INSTITUT ILMU AL – QUR’AN (IIQ) AN NUR YOGYAKARTA DENGAN METODE HEURISTIC EVALUATION
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat usability Sistem
Informasi Akademik (SIAKAD) di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur
Yogyakarta menggunakan metode Heuristic Evaluation. Sistem informasi ini telah
digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan akademik, namun belum
dilakukan evaluasi sistematis terhadap tingkat usability – nya.
Evaluasi dilakukan berdasarkan sepuluh prinsip heuristik yang
diperkenalkan oleh Jakob Nielsen, yaitu visibility of system status, match between
system and the real world, user control and freedom, consistency and standards,
error prevention, recognition rather than recall, flexibility and efficiency of use,
aesthetic and minimalist design, help users recognize, diagnose and recover from
errors, serta help and documentation.
Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala likert yang melibatkan 89
responden, hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata indeks usability sebesar 76,5%,
yang mengindikasikan sistem memiliki tingkat usability yang “baik”. Namun,
terdapat kelemahan pada aspek error prevention dan help and documentation.
Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan pengembangan fitur tambahan untuk
meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Kata Kunci : Heuristic Evaluation, SIAKAD, usability, IIQ An Nur Yogyakarta
SISTEM INFORMASI PARIWISATA BERBASIS WEB DI KABUPATEN BELU NTT
Kabupaten Belu memiliki beberapa objek wisata yang terdiri dari 4
kategori wisata yaitu, objek wisata alam, wisata bahari, wisata budaya, dan wisata
minat khusus yang berjumlah 27 objek wisata dan tersebar pada tiga jalur
penyebaran yaitu, jalur timur, barat dan selatan dengan menawarkan keindahan
panorama.Sejauh ini, wisata di Kabupaten Belu dan kegiatan/event pariwisata
yang sering tidak diketahui para wisatawan disebabkan belum adanya sebuah
sistem dan media promosi yang secara khusus memberikan petunjuk arah objek
wisata melalui web.
Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem informasi
pariwisata berbasis web yang ada di kabupaten belu.Aplikasi ini dikembangkan
dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP,Google Maps dan basis data
Mysql.
Kata Kunci : Blackbox Testing, Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web Di
Kabupaten Belu NTT