HomeEC (Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan)
Not a member yet
    65 research outputs found

    STRATEGI ASESMEN YANG OBJEKTIF DAN BERKEADILAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA SMK

    No full text
    Untuk mengetahui berhasil tidaknya suatu pembelajaran perlu dilakukan kegiatan asesmen (penilaian) dan sebaliknya hasil-hasil asesmen dapat digunakan untuk merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Suatu proses pembelajaran yang baik harus diikuti dengan teknik asesmen yang tepat pula. Implikasi dari telah bergesernya paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju kepada aktivitas kelas yang berpusat pada siswa, maka dalam kegiatan asesmen pun hendaknya dapat melibatkan siswa. Strategi asesmen yang melibatkan siswa yang  kemudian dipadukan dengan asesmen yang dilakukan oleh guru maka akan diperoleh hasil asesmen yang objektif dan berkeadilan bagi siswa. Dengan keterlibatan siswa dalam proses asesmen maka dapat meningkatkan keredibilitas dan akuntabilitas hasil penilaian, dan dapat mencegah ketidaktepatan keputusan didaktik oleh guru, baik dalam perencanaan, proses, maupun hasil pembelajaran (kompetensi) siswa. Dalam kaitan ini, salah satu model asesmen yang melibatkan siswa adalah asesmen teman sejawat (peer assessment). Penggunaan asesmen teman sejawat dapat meningkatkan validitas, konsistensi dan keajegan keputusan didaktis dan penetapan nilai akhir siswa dalam aktivitas pembelajaran. Bagi siswa SMK, selain menumbuhkan kepuasan terhadap hasil asesmen, keterlibatan mereka dalam kegiatan asesmen juga dapat meningkatkan prestasi akademik, menciptakan kemampuan melakukan hubungan sosial dan kerjasama yang lebih baik, menanamkan kejujuran, dan mampu mengembangkan saling percaya di antara sesama individu maupun kelompok.   Keywords: Strategi, Asesmen. Objektif. Berkeadilan. Pembelajaran, SM

    INOVASI PEMBUATAN CREME CARAMEL DENGAN SUBTITUSI TEMPE DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI

    Get PDF
    ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan puree tempe, proses pembuatan creme caramel dari puree tempe, penerimaan panelis terhadap creme caramel dari puree tempe, mengetahui kandungan gizi creme caramel pure tempe. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis data yang digunakanadalah analisis deskriptif, mean, uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan puree tempe terbaik dimulai pemilihan tempe, pemotongan tempe, pengukusan,penghalusan, dan penyaringan mesh 50, proses pembuatan creme caramel terbaik adalah resep standar dengan proses penimbangan bahan, pencampuran bahan, pencetakan dan pengukusan, pada uji organoleptik hasil mutu terbaik yaitu formula F1 dengan penambahan tempe 25% dengan nilai rata rata warna 3,9, aroma 4,75, tekstur 6,05, rasa 5,6 over all 5,55, dan uji hedonik 7,5. Ada perbedaan cremecaramel puree tempe dari segi warna, segi aroma ada perbedaan, segi tekstur tidak ada perbedaan, rasa tidak ada perbedaan, over all tidak ada perbedaan dan uji H ada perbedaan.Hasil uji kandungan gizi dengan lima parameter yaituprotein 5,56%, lemak 3,06%, karbohidrat4,04%, kadar air 65,99% dan kadar abu 0,64%.

    ANALISIS KAIN TENUN DONGGALA DI KOTA PALU

    Get PDF
    ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kain tenun Donggala di kota Palu. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Proses pembuatan terdiri dari 2 bagian yakni tahap persiapan dan penenunan. Persiapan dilakukan untuk memberi pewarnaan pada benang lungsi dan pakan. Proses menenun dilakukan dengan mengisi benang lungsi pada boom serta benang pakan pada sekoci/teropong pada Alat tenun Bukan Mesin (ATBM) dan digerakkan dengan menginjak pedal di bagian bawah. Hasil tenunan berupa kain sarung yang kemudian dapat dibuat bahan pakaian seperti jas, kemeja dan selendang. Kata kunci -  Kain, Tenun, Kain Tenun Donggal

    AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS PENGANTIN ADAT MANDAR DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    Get PDF
    ABSTRAK - Tata Rias pengantin adat Mandar merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses akulturasi pada Tata Rias, Penataan Rambut dan Aksesories Pengantin adat Mandar di Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Informan dalam penelitian ialah Pemangku adat, Budayawan, Dinas kebudayaan, Pemandu Museum Mandar, Salon Pengantin di Kabupaten Polewali Mandar. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin adat Mandar Kabupaten  Polewali Mandar  bermula dari pengantin adat suku mandar yang masih tradisional dan sederhana dalam menggunakan bahan kosmetik, melakukan tata rias wajah, tata rias rambut dan aksesories pengantin,  seiring kemajuan zaman, teknologi, ilmu pengetahuan, tren mode semuanya berubah dan mengalami akulturasi terlihat pada proses pemakaian bahan kosmetik, teknik merias wajah, teknik menata rambut dan penggunaan aksesories yang sudah instan digunakan dengan berbagai merek, penataan rambut lebih meniru adat bugis atau memilih berhijab, aksesories yang digunakan sebagian ada yang menambah dan mengurangi jumlahnya dengan model, bentuk dan warna yang dulunya kuning/emas mengganti  dengan warna silver/putih sehingga tidak lagi memperhatikan makna, simbol, strata sosial dan nilai-nilai yang terkandung dalam tata rias pengantin adat Mandar, masyarakat seakan menutup mata terhadap kebudayaan yang telah lama dijalankan, dengan bebas memakai riasan wajah, menata rambut dan penggunaan aksesories bahkan  busana adat pengantin yang semuanya itu dipengaruhi oleh minat, kemampuan ekonomi masyarakat Kab. Polewali mandar Kata kunci -  Akulturasi, Tata Rias Pengantin Adat Manda

    PENGARUH HASIL BELAJAR MATA KULIAH TAILORING TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA BUSANA TAILOR PADA MAHASISWA KONSENTRASI TATA BUSANA JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

    Get PDF
    ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian korelasi, bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran hasil  mata kuliah tailoring mahasiswa pendidikan kesejahteraan keluarga konsentrasi tata busana, 2) gambaran minat berwirausaha tailoring dan, 3) pengaruh mata kuliah tailoring terhadap  minat berwirausaha mahasiswa pendidikan kesejahteraan keluarga konsentrasi tata busana. Jumlah populasi sebanyak 44 orang yang diambil sebagai sampel secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan  inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) gambaran hasil mata kuliah tailoring tergolong dalam kategori baik dengan nilai rata-rata mahasiswa (3.10). 2) minat berwirausaha tailoring tergolong sedang (38.63%) didukung oleh faktor internal dan eksternal. 3) terdapat  pengaruh hasil belajar  mata kuliah tailoring terhadap minat berwirausaha  tailor tergolong dalam kategori sedang, besarnya konstribusi hasil mata kuliah tailoring terhadap minat berwirausaha (18.50%), sedangkan selebihnya (81.50%) dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci -  Hasil Belajar Tailoring dan Minat Berwirausaha Busana Tailo

    ANALISIS TATA KELOLA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI SMK NEGERI 8 MAKASSAR.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui gambaran tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian ditetapkan secara purposive sampling Teknik analisis data yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) penyediaan fasilitas TIK dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan alokasi dana yang tersedia, pembagian tugas dan tanggung jawab kurang jelas, pengadaan fasilitas TIK mengalami keterlambatan serta pengawasan penggunaan fasilitas TIK kurang. Sedangkan gambaran tata kelola proses pembelajaran berbasis TIK, umumnya guru-guru SMK Negeri 8 Makassar telah merencanakan penggunaan fasilitas TIK dalam pembelajaran. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran  sebagian guru tidak konsisten dengan skenario yang telah ditulis dalam RPP. Pembelajaran dengan menggunakan fasilitas TIK secara konsisten telah dilakukan pada mata pelajaran ’front office’ dengan menggunakan ’soft ware Fidelio System’ dan ’Galileo’ pada kompetensi keahlian Usaha Perjalanan Wisata. 2) Faktor-faktor pendukung  tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar adalah fasilitas TIK sesuai kebutuhan dilengkapi dengan jaringan internet dan WiFi,  loyalitas guru-guru SMK Negeri 8 Makassar dalam menjalankan tugas pengajaran serta regulasi atau aturan yang disepakati bersama walaupun belum memberikan hasil yang maksimal. 3) Faktor-faktor penghambat  tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar adalah kemampuan guru di bidang TIK masih kurang, lebih 50% belum bisa menggunakan  komputer.  Lemahnya kemampuan di bidang TIK secara tim di SMK Negeri 8 Makassar dapat mengakibatkan lemahnya pengorganisasian dan pelaksanaan  pembelajaran berbasis TIK, sehingga manfaat TIK dalam pembelajaran dapat dirasakan.   Keywords: Tata kelola, Pembelajaran berbasis TI

    Pelatihan Dasar Menjahit dengan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) pada Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Turu Kabupaten Bone

    Get PDF
    ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Gambaran pengetahuan dan keterampilan sebelum pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung, serta proses pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung, dan gambaran pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan menjahit tingkat dasar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan bentuk pretest-postest. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, tes (pengetahuan dan keterampilan) dan dokumentasi. Teknik  analisis data digunakan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian: Pelatihan menjahit tingkat Dasar dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Lembaga pemerintahan desa Turu Adae kecamatan Ponre kabupten Bone dapat memberikan dukungan khususnya program pelatihan dan tambahan peralatan pelatihan. Diharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan menjahit tingkat dasar.Kata kunci -  Pelatihan, Menjahit Tingkat Dasar, Pembelajaran Langsun

    TEKNIK PENGOLAHAN KOKON MENJADI BENANG SUTERA PADA SENTRA PRODUKSI SUTERA DI SULAWESI SELATAN

    No full text
    Serat sutera berbentuk filamen, yang dihasilkan oleh larva ulat Bombyx mori sutera waktu membentuk kepompong. Proses terjadinya filamen sutera berawal dari kupu-kupu bertelur dan bila telur menetas akan keluar ulat sutera . Setelah ulat sutera dewasa akan membuat sarang kepompong dan kemudian ulatnya akan berubah menjadi pupa di dalam kepompong, kokon tersebut tersebut merupakan bahan baku untuk benang sutera. Untuk mengolah kokon menjadi benang sutera ada lima macam alat pengokonan yang dapat digunakan yakni seriframe, bambu,hyakunen,rotary, mukade. Hasil produksi kokon dari lima alat tersebut adalah seriframe sebanyak 29 gr, bambu 29 gr, hyakunen 30 gr, rotary 30 gr, mukade 28 gr. Penanganan kokon Setelah kokon dipanen maka dilakukan flossing atau pengambilan serat-serat yang ada pada permukaan kulit kokon. Pemintalan adalah suatu proses penarikan filament dari kokon dan digulung (reeled) pada kincir. Kegiatan usaha ini merupakan mata rantai dari kegiatan sericulture (budidaya murbei dan pemeliharaan ulat) serta kegiatan berikutnya yang disebut manufacture. Key Words: Pengolahan kokon, benang suter

    PENGARUH SUHU DAN TEKANAN VAKUM TERHADAP PENGUAPAN AIR DAN PERUBAHAN WARNA (a) KERIPIK BUAH SELAMA PROSES PENGGORENGAN VAKUM

    No full text
    Warna (a) menunjukkan warna kromatik antara merah dan hijau, warna (a) adalah salah satu yang berpengaruh pada warna keripik buah, agar warna (a) pada buah tidak banyak mengalami perubahan selama penggorengan, maka perlu pengendalian proses dengan cara memperhatikan kondisi dan perubahan yang terjadi selama penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap penguapan air, penurunan kadar sukrosa dan perubahan warna (a) pada keripik buah selama proses penggorengan vakum. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu 90 dan 100OC, lama penggorengan 15 sampai 60 menit dan tekanan vakum 10 dan 15 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (a), kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna a dipengaruhi oleh suhu dan tekanan vakum. Disamping itu perubahan warna a juga dipengaruhi oleh penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan, bilamana penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan belum konstan sebelum kadar air dan kadar sukrosa mencapai 15% warna a terus mengalami perubahan, namun ketika penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa mulai konstan atau di bawah 15% warna a juga sudah cenderung konstan.   Keywords :  Suhu, tekanan, kadar air, kadar sukrosa dan warna (a)

    FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA MATTAROPURAE KECAMATAN AMALI KABUPATEN BONE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi 412 orang, jumlah sampel sebanyak 103 orang yang dipilih berdasarkan tingkat umur. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya kebanyakan anak perempuan yang putus sekolah dan tingkat pendidikannya hanya sampai tingkat SD. Ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae adalah kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, faktor kenakalan remaja, faktor jarak yang jauh dan kurangnya transportasi serta faktor ekonomi lemah.   Keywords: Faktor penyebab , anak,  putus sekolah

    30

    full texts

    65

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HomeEC (Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇