HomeEC (Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan)
Not a member yet
65 research outputs found
Sort by
Perbedaan Hasil Pewarna Alami dan Sintetis pada Benang dalam Pembuatan Sarung Sutra Mandar
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan benang sutra pada pembuatan Sarung Sutra Mandar dengan menggunakan dua zat warna yang berbeda yaitu pewarna alami dari kunyit dan pewarna sintetis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian rekayasa atau eksperimen dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan angket berupa lembar kuesioner dengan jumlah responden 25 orang. Hasil pewarnaan benang sutra dengan menggunakan 2 zat warna yang berbeda adalah baik untuk kain sutra yang telah diwarnai dengan pewarna alami dari kunyit dan sangat baik pada pewarnaan sintetis. Dapat dilihat dari hasil uji panelis yang telah dilakukan menyatakan bahwa ketajaman warna, ketahanan warna dan tekstur setelah proses pencucian, tekstur bahan yang telah diwarnai disukai oleh panelis, terutama pada pewarna sintetis. Adapun hasil uji panelis dari 25 orang panelis mengatakan 46,86% menyukai penggunaan pewarna alami dari kunyit dan 53.14% menyukai menggunaan pewarna sintetis. Kata kunci - Pewarna, Zat Warna Alami, Kunyit, Sintetis, Sutr
Analisis Motif dengan Teknik Sashiko pada Blazer Dari Kain Sutra Taffeta Sumber Ide Bunga Lagosi
This research is an experimental study that aims to determine the design of the blazer, the processof making a blazer, the process and method of making the sashiko technique, the opinion of the researcher onthe results of the blazer using the sashiko technique. Data collection techniques used are FGD, documentation,and questionnaires. The data analysis used is descriptive quantitative analysis with presentation and Likert scale.The results of the research are based on the objectives, namely the design of a blazer in the form of an Asilhouette with a lapel collar and a paspoile pocket and two lagosi motifs, designing and then making a patternthen the process of making a blazer, making a pattern pattern and then tracing the motif then the process ofmaking a sashiko technique motif, the results of the panelist test using 3 indicators namely productspecifications, sashiko techniques, and product results The assessment shows the percentage of the average valueof the total number of items as much as 85.5% categorized as very good with the overall acquisition liking both interms of color, design, size, shape, motif, suitability of materials and products, and overall appearance
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Pewarna Alami dengan Teknik Jumputan Menggunakan Fiksator Kapur Tohor pada Kain Katun
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pengolahan ekstraksi sabut kelapa menjadi pewarna alami; 2) Proses pembuatan teknik jumputan pada kain katun; 3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunakan fiksator kapur tohor pada kain katun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium PKK FT UNM dengan teknik pengumpulan data observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pengolahan ekstrak warna dengan menyiapkan alat dan bahan, memotong kecil-kecil sabut kelapa dengan takaran 2.000 gram sabut kelapa dalam 10.000 ml air sampai menyusut menjadi 5.000 ml, ekstrak warna siap digunakan. (2) Proses pembuatan jumputan menggunakan teknik jelujur dan ikat benda. (3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunkan fiksator kapur tohor pada kain katun dengan menentukan kriteria warna yang dihasilkan, tekstur kain katun setelah menggunakan fiksator, ketajaman warna dan hasil motif jumputan pada kain dinyatakan sangat baik. Kata kunci - Sabut Kelapa, Jumputan, Fiksator Kapur Tohor, katu
Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( Ecoprint ) pada Pembuatan Busana Ready to wear
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa yang bertujuan untuk : 1) menggambarkan desain dari busana Ready to wear dari bahan kain sutra dengan memanfaatkan tannin tumbuhan sebagai pewarna alami sutra ( ecoprint ). 2) Mendeskripsikan proses mordanting kain sutra dalam ecoprint. 3) Proses pembuatan ecoprint di kain sutra. 4) Mendeskripsikan proses fiksasi sutra pada proses ecoprint. 5) Mengidentifikasi proses pembuatan busana Ready to wear. 6) Pendapat panelis terhadap pembuatan busana ready to wear dengan pemanfaatan tanin tumbuhan sebagai pewarna alami sutra ( ecoprint ). Data diperoleh dari teknik pengumpulan data Focus Group Discussion ( FGD ), observasi, dan dokumentasi dari jumlah responden 5 panelis ahli ( Dosen Tata Busana ), 10 panelis semi terlatih ( semester IV ke atas ), dan 5 panelis terlatih ( semester V ke bawah ). Hasil uji panelis “Pemanfaatan Tanin Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Sutra ( ecoprint ) dinyatakan sangat baik oleh panelis, hal ini dapat dilihat dari hasil lembar uji panelis dengan teknik Focus Group Discussion ( FGD ) yang menyatakan bahwa pemilihan desain, identifikasi bahan, motif ecoprint, intensitas warna yang dihasilkan dari ecoprint, penempatan daun dari hasil ecoprint pada busana ready to wear, kesesuaian motif ecoprint & model busana ready to wear, teknik penyelesaian pada busana Ready to wear, penempatan garniture ( payet ) pada busana ready to wear, dan kesan keseluruhan ( total look ) disukai oleh panelis. Adapun hasil uji panelis yang dilaksanakan di Laboratorium PKK FT UNM dengan hasil keseluruhan presentase 91%. Hal ini menujukkan bahwa tanggapan responden terletak pada kategori sangat baik. Kata kunci - Ecoprint, Tanin, Busana, Ready to Wea
Dampak Pemakaian Kosmetik Racikan Pemutih Wajah Terhadap Kesehatan Kulit pada Ibu-ibu di Kecamatan Pallangga Gowa
ABSTRAK - Tampil cantik dambaan setiap perempuan salah satunya dengan menggunakan berbagai macam kosmetik racikan untuk dapat memutihkan dan mencerahkan kulit, Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan kosmetik racikan pemutih wajah terhadap kesehatan kulit Ibu-ibu di Desa Kampili Kecamatan Pallangga Gowa. Penelitian dilakukan di Desa Kampili Kec. Palangga dan teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian dengan mengambil sebanyak 6 orang ibu-ibu rt yang pemakai kosmetik racikan pemutih wajah. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data, verivikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan kosmetik racikan pada ibu-ibu di Desa Kampili Kec. Palangga Gowa adalah berdampak positif dan negatif. Dampak positif bahwa (1) Efek Penggunaan kosmetik racikan pemutih pada ibu-ibu rumah tangga proses bekerja secara cepat seperti kulit wajah terkelupas diganti dengan kulit baru, sesuai dengan yang diharapkan (2) Perubahan warna kulit wajah dalam waktu singkat terlihat bersih dan putih (3) Aroma beragam dan bervariasi sehingga sebagian ibu-ibu menyukainya, (4) Penawaran harga kosmetik yang murah dan dijual pada pasar tradisional. Dampak negatif bahwa (1) Efek kondisi kesehatan kulit ibu-ibu khususnya wajah yang semakin parah seperti kulit wajah terkelupas, menjadi gatal, timbul jerawat dan flek hitam. (2) Perubahan warna kulit setelah beberapa hari pemakaian, kosmetik racikan pemutih (3) Setelah penggunaan beberapa hari dan bulan terjadi iritasi, kulit terkelupas, timbulnya jerawat dan flek pada kulit, hyperfigmentasi dan kulit semakin menipis bahkan penyakit lain seperti kanker kulit (4) Aroma yang tajam dan membuat ibu-ibu rumah tangga sebagian merasa kurang nyaman dari kosmetik racikan pemutih wajah Kata kunci - Kosmetik Racikan Pemutih, Kesehatan Kulit dan Jenis Kuli
Kelayakan Media Pembelajaran Video Tutorial Membuat Saku Pada Mata Kuliah Piranti Busana di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FT UNM
ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran video tutorial membuat saku pada mata kuliah Piranti Busana sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran. Video tutorial meliputi 4 langkah yaitu: (1) memvalidasi video tutorial oleh ahli materi dan ahli media, (2) merevisi video tutorial berdasarkan saran ahli materi dan ahli media, (3) melaksanakan uji coba, (4) merevisi video tutorial berdasarkan saran yang diperoleh dari hasil uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video tutorial membuat saku dengan kelayakan berdasarkan dari divalidasi oleh 1 ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran tersebut dinyatakan layak sebagai media pembelajaran dan 1 ahli media menyatakan layak sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Piranti Busana. Besar nilai skor yang diberikan oleh ahli materi yaitu 36 dengan kategori sangat layak dan nilai skor yang diberikan oleh ahli media yaitu 25 dengan kategori layak. Uji Coba kelayakan dilakukan di jurusan PKK Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar oleh 15 mahasiswa yang telah melulusi mata kuliah Piranti Busana. Penilaian uji coba kelayakan diperoleh presentasi 66.67% dengan kategori sangat layak dan 33.33% dengan kategori layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video tutorial membuat saku sangat layak digunakan dalam pembelajaran materi membuat saku pada mata kuliah Piranti Busana. Kata kunci - Media Pembelajaran, Membuat Saku, Video Tutorial
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN DESAIN BUSANA 3 DIMENSI PADA MATA KULIAH DESAIN BUSANA UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DARING
ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui prosedur pengembangan media pembelajaran video tutorial pembuatan desain busana 3 dimensi (3D) pada mata kuliah desain busana 2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran video tutorial pembuatan desain busana 3 dimensi (3D) pada mata kuliah desain busana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D).Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Subjek yang digunakan sejumlah 15 mahasiswa jurusan D3 Tata Busana 2019. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi/wawancara dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini 1)prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis video tutorial ini mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dan Ariesto Hadi Sutopo yang digunakan untuk mengetahui prosedur dalam pembuatan media yang terdiri dari enam tahapan yaitu (a) concept, berupa identifikasi masalah, analisis kebutuhan dosen dan mahasiswa, (b) design, berupa penyusun konsep tampilan media, (c) material collecting, berupa pengumpulan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan produk, (d) assembly, menggabungokan semua komponen yang telah dipersiapkan dan dibuat untuk media pembelajaran, (e) testing dan (f) Distribusi. 2)Kelayakan media pembelajaran video tutorial pembuatan desain busana 3 dimensi mencapai kategori sangat layak dari 2 ahli materi dengan presentase 76% dan 84%, dari 2 ahli media dengan presentase sebesar 89,52% dan 93,33% dan respon 15 mahasiswa sebesar 85,6% termasuk dalam kategori Sangat Layak (Valid).ABSTRACT - This study aims to: 1) determine the procedure for developing instructional media for video tutorials for making 3-dimensional (3D) clothing designs in fashion design courses 2) to determine the feasibility of learning media for video tutorials for making 3-dimensional (3D) clothing designs in fashion design courses . This research is a type of research development or Research and Development (R&D). This research was conducted at the Laboratory of Family Welfare Education, Faculty of Engineering, Makassar State University. The subjects used were 15 students majoring in D3 Fashion Design 2019. The data collection instruments used were observation / interviews and questionnaires. This research uses descriptive analysis techniques. The results of this study 1) the procedure for developing instructional media based on this video tutorial refers to the development model of Borg and Gall and Ariesto Hadi Sutopo which is used to determine the procedure in making media which consists of six stages, namely (a) concept, in the form of problem identification, and analysis of lecturers' needs. and students, (b) design, in the form of compilers of media display concepts, (c) material collecting, in the form of collecting tools and materials needed for product manufacture, (d) assembly, combining all components that have been prepared and made for learning media, (e) ) testing and (f) Distribution. 2) The feasibility of the learning media video tutorial for making 3-dimensional clothing designs reaches the very feasible category of 2 material experts with a percentage of 76% and 84%, from 2 media experts with a percentage of 89.52% and 93.33% and 15 student responses of 85 , 6% are in the Very Eligible (Valid) category.
Inovasi Pembuatan Kue Pukis Dengan Substitusi Tepung Beras Hitam Dan Tepung Beras Ketan Hitam
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam, proses pembuatan kue pukis substitusi tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam, penerimaan panelis terhadap kue pukis substitusi tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam, dan kandungan gizi pada kue pukis substitusi tepung beras yang terpilih. Tempat penelitian di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dan scoresheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam dimulai dari pencucian, perendaman, penirisan, penghalusan, pengayakan pertama, penyangraian, penjemuran, pengayakan kedua, dan penyimpanan. Proses pembuatan kue pukis substitusi tepung beras hitam dan tepung beras ketan hitam dimulai dari proses persiapan dan penimbangan bahan, pembuatan biang dan adonan, penambahan tepung beras hitam 25% (F1) dan tepung beras ketan hitam 25% (F2), proses fermentasi, dan pemanggangan. Hasil penerimaan panelis menunjukkan hasil terbaik yaitu F2, dengan persentase warna 60%, aroma 55%, tekstur 55%, dan rasa 65%. Adapun nilai rata-rata: warna 4,3; aroma 4,3; tekstur 4,35; dan rasa 4,5 dengan total rata-rata 4,4. Hasil uji kandungan gizi dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar menunjukkan bahwa per 100 gram kue pukis yang terpilih (F2) mengandung karbohidrat 31,56%; lemak 7,82%; protein 7,31%; kadar air 36,32%; dan kadar abu 0,99%. Kata kunci - Inovasi, kue pukis, beras hitam, beras ketan hita
pemberdayaan ibu-ibu pkk kelurahan tello baru melalui pelatihan daur ulang kain perca pada pembuatan topi
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), yang bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran pelaksanaan pelatihan daur ulang kain perca pada pembuatan topi di kelurahan Tello Baru dan 2) efektifitas pelaksanaan pelatihan peserta keterampilan peserta dalam pelatihan daur ulang kain perca di kelurahan Tello Baru. Subjek penelitian adalah ibu-ibu PKK dengan jumlah sampel sebanyak 6 orang yang dipilih secara sampling purposive. Data penelitian diperoleh dengan observasi, dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode kualitati
KOMPONEN-KOMPONEN AKREDITASI PROGRAM DIPLOMA VOKASIONAL
Proses akreditasi merupakan penilaian terhadap komponen-komponen yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan program diploma untuk mencapai kualitas pendidikan sesuai dengan standar atau ketentuan yang telah ditetapkan, dan sesuai pula dengan karakteristik program pendidikan diploma. Komponen-komponen tersebut merupakan komponen kegiatan sehari-hari yang berlaku di setiap lembaga pendidikan. Proses akreditasi program diploma yang dimaksudkan adalah akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program diploma tersebut yang meliputi beberapa program studi tingkat diploma satu sampai dengan diploma empat. Keywords: komponen akreditasi, Program Diplom