HomeEC (Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan)
Not a member yet
65 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN KAIN PERCA DALAM PEMBUATAN SEMI JAS DENGAN TEKNIK PATCHWORK BERNUANSA MOTIF TENUN RONGKONG
ABSTRAK─ Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa dan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Negeri Makassar. Tujuan pelaksanaan penelitian yaitu untuk mengetahui 1)desain semi jas dengan teknik patchwork perca kain sumber ide motif tenun Rongkong; 2)proses pembuatan motif tenun Rongkong dengan teknik patchwork; 3)proses membuat semi jas dengan teknik patchwork perca kain sumber ide motif tenun Rongkong, 4) tanggapan panelis terhadap semi jas dengan teknik patchwork perca kain sumber ide motif tenun Rongkong. Panelis dalam panelitian ini secara keseluruhan berjumlah 20 orang yang terbagi menjadi 5 orang dosen PKK, 10 orang mahasiswa, dan 5 orang masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian yaitu metode Focus Group Discussion (FGD), observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu menggunakan stastik deskriptif dengan perhitungan persentase dan skala likert. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu 1) desain semi jas menggunakan kerah shawl collar, lengan suai, dan rok model A, siluet H, menonjolkan motif tenun Rongkong dengan teknik patchwork serta menggunakan kombinasi warna earth tone; 2) proses pembuatan motif tenun Rongkong dengan teknik patchwork yaitu pembuatan pola motif tenun Rongkong, pengguntingan kain perca, menyetrika bahan, menjelujur bahan serta menjahit menggunakan mesing jahit 3) proses pembuatan semi jas pada penelitian ini yaitu menggambar desain, menjahit bahan semi jas menggunakan mesin hingga menyetrika busana semi jas; 4) hasil uji skala likert menunjukkan persentase pada angka 86,64% yang menyatakan sangat baik dengan kriteria interpretasi sangat baik.Kata kunci: patchwork, semi jas, sumber ide motif tenun Rongkon
Pengembangan Media Video pada Mata Pelajaran Pembuatan Hiasan Busana Kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 1 Takengon
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana. Penelitian didesain dengan model penelitian Research and Development (R&D) dan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Takengon. Tahapan awal penelitian yaitu dengan menganalisis potensi dan masalah yang dihadapi oleh sekolah dengan menganalisis kebutuhan guru dan analisis kebutuhan siswa. Tahap kedua adalah mengumpulkan data, kemudian tahap ketiga yaitu dengan mendesain produk. Tahap keempat yaitu dengan melakukan validasi produk berupa media kepada para ahli dan tahap kelima adalah melakukan revisi media. Hasil dari validasi yang dilakukan terhadap media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana menunjukkan bahwa persentase skor untuk keseluruhan aspek media sebesar 90,35% dengan kategori sangat baik, dan untuk keseluruhan aspek materi mendapat persentase skor sebesar 95,75% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media video dikategorikan layak dan dapat digunakan sebagai bantuan belajar untuk siswa. Kata Kunci - Pengembangan Media, Video, Hiasan Busana, Sulaman, Smoc
Pengembangan Modul Pembelajaran Grading berbasis Proyek
ABSTRAK–Penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan tujuan pelaksanaan penelitian yaitu untuk mengetahui: 1)Prosedur pengembangan modul pembelajaran grading berbasis proyek pada mata kuliah grading; 2) Kelayakan modul pembelajaran grading berbasis proyek pada mahasiswa prodi D3 tata busana jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga; 3) Respon mahasiswa prodi D3 tata busana jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga terhadap modul pembelajaran grading berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang mengembangkan dan menghasilkan produk dengan model pengembangan oleh Thiagarajan (1974) yaitu 4D. Subjek penelitian adalah 15 orang mahasiswa prodi D3 angkatan 2019 Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu 1) Prosedur pengembangan modul pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). 2) Hasil uji validasi ahli materi 92,86%, Sedangkan ahli desain 85,53% dan uji kelayakan oleh mahasiswa terhadap modul pembelajaran sebesar 86% dengan kriteria Sangat Valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai sumber materi. 3) Respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran grading berbasis proyek sangat baik dan secara keseluruhan penilaian dari 15 orang mahasiswa prodi D3 tata busana menunjukkan bahwa modul grading berbasis proyek bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata kunci: Penelitian pengembangan, Modul, Grading, Berbasis proye
INOVASI PEMBUATAN COOKIES SUBSTITUSI PUREE KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI Innovation of Making Green Puree Substitution Cookies (Vigna Radiata) to Increase Nutritional Value
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk; 1) mengetahui proses pembuatan puree kacang hijau, 2) mengetahui proses pembuatan cookies substitusi puree kacang hijau, 3) mengetahui respon panelis terhadap cookies susbtitusi puree kacang hijau, dan 4) mengetahui kandungan gizi cookies substitusi puree kacang hijau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket (kuesioner), serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif kuantitatif, berupa analisis mean, uji annova, dan uji duncan menggunakan aplikasi SPSS series 22, analisis perhitungan Daftar Komposisi Bahan Makanan serta data hasil uji laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Hasil penelitian ini adalah; (1) proses pembuatan puree kacang hijau meliputi sortasi, penimbangan, perendaman, pencucian, perebusan, penirisan, penghalusan, dan penimbangan; 2) proses pembuatan cookies substitusi puree kacang hijau meliputi penimbangan bahan, pencampuran bahan, pencetakan cookies, pemanggangan cookies, penyimpanan cookies; 3) respon panelis terhadap cookies substitusi puree kacang hijau dengan formula terbaik yaitu F1 80% tepung terigu dan 20 % puree kacang hijau; 4) hasil uji kandungan gizi cookies substitusi puree kacang hijau di Balai Besar Labolatorium Kesehatan Makassar dengan lima parameter yang diuji diperoleh kandungan (a) karbohidrat sebanyak 50,17%, (b) protein sebanyak 6,73%, (c) lemak sebanyak 15,32%, (d) kadar air sebanyak 4,96%, dan (e) kadar abu sebanyak 2,97% yang menunjukkan bahwa cookies substitusi puree kacang hijau mengalami peningkatan nilai gizi dari resep dasar sehingga sangat baik dikonsumsi. Kata kunci : Kacang Hijau, Puree, Cookie
INOVASI ROTI MANIS SUBTITUSI TEPUNG SUKUN UNTUK MENAMBAH NILAI GIZI.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan tepung sukun, mengetahui proses pembuatan roti manis subtitusi tepung sukun, mengetahui tingkat penerimaan panelis serta analisis kandungan gizi produk. Tempat penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, dan Score sheet. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, mean dan anova. Proses pembuatan tepung sukun melalui tahap pemilihan bahan, pengupasan, pengirisan, pencucian, pengeringan, penghalusan, pengayakan. Proses pembuatan roti manis tepung sukun melalui tahap penimbangan bahan, pencampuran, pengadukan, fermentasi, dan pemanggangan. Hasil uji organoleptik roti manis subtitusi tepung sukun mutu terbaik dan disukai panelis adalah F1 (20% : 80%) dengan atribut warna coklat gelap, tekstur lembut, aroma harum dan rasa enak. Analisis gizi dengan empat paramete
PEMBUATAN BUSANA PESTA MUSLIMAH YANG DIMODIFIKASI DENGAN SARUNG TENUN KHAS BIMA
ABSTRAK - Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui. Proses pembuatan baju pesta muslimah dari sarung tenun khas bima, mulai dari pembuatan desain busana pesta muslimah langkah kerja busana pesta muslimah, teknik pembuatan busana pesta muslimah,sampai hasil pembuatan busana pesta muslimah. Spesifikasi produk yang diharapkan dalam rancangan ini adalah, model busana ini berbentuk gaun terusan dengan siluet A serta menggunakan teknik opnaisel yang menggunakan perpaduan kain organza dan sarung tenun khas bima, serta bagian lengannya menggunakan lengan lonceng, bahan yang digunakan adalah sarung tenun khas bima, kain organza, dan kain satin Roberto, warna yang digunakan adalah merah, kuning, putih, biru, hijau dan hitam, tekstur bahan pada busana ini adalah pada bahan utama yaitu kain satin Roberto kasar, sarung tenun khas bima lembut, organza lembut, motif yang digunakan pada busana ini adalah bunga samobo, garnitur yang digunakan pada busana ini adalah mutiara dengan warna hijau hitam. Hasil akhir busana pesta yang di buat menjadi busana pesta muslimah yang lebih modern dan elegan dengan memodifikasikan kain tenun yaitu : Proses pembuatan busana pesta muslimah ini dimulai dari pembuatan desain, busana ini berbentuk gaun terusan, dibagian badan menggunakan teknik opnaisel serta lengannya menggunakan lengan lonceng dan rok satu lingkaran penuh, kain yang digunakan untuk badan, rok, dan lengan yaitu kain satin roberto, kain organza, sarung tenun khas bima. Langkah kerja pembuatan busana mulai dari desain, persiapan alat dan bahan, pengambilan ukuran, pembuatan pola dasar dan pecah pola, pengguntingan, pemberian tanda, penjelujuran, serta proses menjahit dan pengepasan, Teknik pembuatan busana menggunakan teknik penyelesaian tailoring, Hasil busana pesta muslimah ini terdiri dari satu bagian dengan perpaduan warna merah, hijau, biru putih, kuning, dan hitam.Kata kunci: Baju pesta muslimah, Modifikasi, Sarung tenu
Pengembangan Macromedia Flash 8 Pada Kompetensi Bertenun Uis Nipes Di Smk Negeri 1 Berastagi
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan media Macromedia Flash 8 pada kompetensi Bertenun Uis Nipes siswa kelas XI SMK Negeri 1 Berastagi. Penelitian ini merupakan Research and development (R&D). Hasil validasi ahli materi didapat skor persentase 96%, masuk kategori sangat baik untuk digunakan karena telah memenuhi standart kelayakan isi dengan presentase 98% dan penyajian materi dinyatakan sangat baik dengan presentase 95%. Validasi ahli media didapat skor persentase 94%, masuk kategori sangat baik dengan aspek kelayakan isi media 91%, penyajian visual 94% dan penyajian manfaat 97%. Uji coba kelompok kecil hasilnya masuk kriteria sangat baik dengan presentase 89%, Uji coba kelompok sedang dengan presentase 92% masuk kriteria sangat baik, pada tahap uji coba kelompok besar didapat presentase 93% masuk kriteria sangat baik, disini terlihat peningkatan antara uji kelompok. Penelitian menunjukkan hasil efektivitas siswa termasuk kriteria sangat baik dengan presentase 94%, hasil penilaian efektivitas guru masuk kriteria sangat baik dengan presentase 92%, dapat disimpulkan bahwa media Macromeida Flash 8 pada kompetensi Bertenun Uis Nipes sangat efektif digunakan dalam pembelajaran kompetensi Bertenun Uis Nipes. Kata Kunci - Pengembangan Macromedia Flash 8, Bertenun Uis Nipe
Pemanfaatan Perca Kain Brokat Pada Pembuatan Tas Wanita Dengan Konsep Upcycling
ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian rekayasa yang bertujuan (1) untuk mengetahui desain tas wanita dari perca kain brokat, (2) untuk mengetahui teknik penempelan perca kain brokat, (3) untuk mengetahui proses pembuatan tas wanita dari perca kain brokat, (4) untuk mengetahui pendapat panelis terhadap pembuatan tas wanita dari perca kain brokat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu FGD, observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan presentasi dan skala Likert. Hasil penelitian ini adalah (1) desain tas wanita (tas selempang) dari perca kain brokat memiliki bentuk persegi, dengan kombinasi warna dan motif kain perca brokat yang berbeda, (tas pesta) memiliki bentuk persegi, runcing pada bagian penutup tas dengan kombinasi warna serta motif perca kain brokat yang berbeda, (totetag) memiliki bentuk persegi, dengan kombinasi perca kain brokat yang bersusun dan memiliki dua buah tali dan memakai aksesoris berupa kancing bungkus (2) teknik penempelan perca kain brokat yaitu teknik tumpukan (layering) dan sambungan (patck work), (3) proses pembuatan tas wanita yaitu menyiapkan alat dan bahan, mendesain, pembuatan pola, menggunting bahan, memberi tanda, menjahit dan penyelesaian. (4) pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan perca kain brokat pada pembuatan tas wanita dengan konsep upcycling dikategorikan sangat baik, hal ini dapat terlihat dari hasil uji panelis dengan menggunakan 24 indikator penilaian menunjukkan persentase nilai rata-rata jumlah keseluruhan item dengan 24 indikator yaitu sebanyak 88,28% dikategorikan sangat baik.Kata Kunci : Perca, Kain Brokat, Tas Wanita, Upcyclin
Analisis Penggunaan Kulit Kayu Mahoni Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Mori Primissima Dengan Teknik Ikat Celup
ABSTRAK – Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pengelolahan kulit kayu mahoni menjadi ekstraksi pewarna alami; 2) proses pembuatan motif teknik ikat celup pada kain mori primissima; 3) proses pencelupan pewarna alam kulit kayu mahoni pada kain mori primissima dengan menggunakan teknik ikat celup; 4) pendapat panelis terhadap hasil warna yang dihasilkan zat pewarna alami kulit kayu mahoni dengan teknik jumputan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium PKK FT UNM dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan focus group disscusion (FGD) dengan responden 5 orang panelis ahli (dosen tata busana), 10 orang panelis terlatih (telah memprogram matakuliah Kriya Tekstil), dan 5 orang panelis tidak terlatih (tidak memprogram matakuliah Kriya Tekstil). Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengolahan ekstrak warna dengan menyiapkan alat dan bahan, potong-potong kecil kulit kayu mahoni dengan takaran 3.000 gram kulit kayu mahoni dalam 18.000 ml air sampai menyusut menjadi 9.000 ml, ekstrak warna siap digunakan. (2) Pembuatan ikat celup menggunakan satu teknik yaitu teknik ikat ganda. (3) Pencelupan zat warna alam kulit kayu mahoni pada kain mori primissima dilakukan hanya 1 kali pencelupan dan direndam selama 30 menit. (4) Pendapat panalis terhadap hasil persentase produk fiksator tawas 76,6% terletak pada kategori baik, produk fiksator kapur tohor 80,4% terletak pada kategori sangat baik dan produk fiksator tunjung 82,2% terletak pada kategori sangat baik.Kata Kunci: Kulit Kayu Mahoni, Kain Mori Primissima, Ikat Celu
KEUNTUNGAN MEMPERKENALKAN MESIN PRODUKSI TERUTAMA MESIN JAHIT UNTUK UNIT PRODUKSI DI SMK DALAM DESAIN FASHION
ABSTRAK - Proyek ini meneliti keuntungan memperkenalkan mesin jahit (Trade Mark Juki) untuk unit produksi di Smk terutama untuk fashion Design Departmen terungkap. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dalam memperkenalkan mesin jahit akan menjadi alat yang penting dan sangat berguna untuk memperluas unit produksi di sekolah kejuruan.Keberadaan mesin jahit dalam produksi uit akan menghasilkan kerja yang lebih efisien dan efektif dan produk unit produksi di SMK bisa lebih baik yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan sekolah itu sendiri.Hasil pengamatan saya di Departemen Desain Mode (SMKN1 Jayapura) semua menggunakan mesin itu dengan merek dagang Juki dan semuanya suka menggunakan mesin jahit itu (Hasil ini diperoleh dengan menanyai beberapa siswa di Departemen Desain Fashion sehingga proyek ini akan mengeksplorasi keuntungan dari mesin jahit dan menunjukkan diskusi dan analisis hasil, instruksi manual untuk jahit Juki dan juga sampel produksi menggunakan mesin jahit JukiLaporan proyek ini terdiri dari penjelasan unit produksi (unit produksi), kegiatannya di Sekolah Kejuruan struktur organisasi dan saran untuk sekolah kejuruan terutama bagi mereka di Indonesia. Kata kunci - unit produksi, mesin jahit Juk