Jurnal Ilmu Perilaku
Not a member yet
143 research outputs found
Sort by
Daftar Isi
DAFTAR ISI
How Does Support by the Organization Decrease Employee’s Intention to Leave?
Novianthi Dian Purnamawati , Debora Eflina Purba…………...……………………………..61-74
Perlukah Kesehatan Mental Remaja? Menyelisik Peranan Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dalam Diri Remaja
Taufik Akbar Rizqi Yunanto…………………. …...……………………….……….…………..75-88
Profil Kebutuhan Pengasuhan Anak pada Pasangan Muda
Nurul Hidayah, Nissa Tarnoto, Ega Asnatasia Maharani.........................................................89-106
Pengujian Level Kreativitas Pada Siswa Berdasarkan Skala Kekuatan dan Kebajikan Karakter dan Tes Kreativitas Verbal
Zulmi Ramdani, Bagus Hary Prakoso, Silmi Amrullah,Lidwina Felisima Tae, Feri Indra Irawan...............................................................................................................................107-117
Kualitas Kelekatan Anak dengan Orangtua di Masa Remaja dan Keterampilan Sosial Remaja
Adijanti Marheni, I Made Rustika, Luh Kadek Pande Ary Susilawati……….....................118-131
 
Bahasa Indonesia
Abstract.
Consumer decision-making styles affect the customers’ decision making. With population that predominantly by teenagers, information on the decision-making style of young customers in Jakarta will greatly help producers and distributors to plan the sales. The purpose of this study was describing the decision-making styles of college students in Jakarta. We hypothesized that Jakarta’s college students’ decision-making styles dominated by hedonist. Data were collected by Consumer Style Inventory (CSI) to determine the decision-making styles of the participants. 284 students from age 18 to 24 years-old were participated in this study. The result showed that our hypothesis was rejected. The decision-making styles of Jakarta’s college students were strongly characterized by brand awareness (85%) and perfectionist (84%). Further details are discussed.
Keywords: Consumer decision-making styles; Consumer Style Inventory (CSI); College students; Jakarta.Abstrak.
Gaya pengambilan keputusan konsumen memengaruhi pengambilan keputusan mereka. Dengan populasi yang didominasi oleh remaja, informasi tentang gaya pengambilan keputusan pelanggan berusia muda di Jakarta akan sangat membantu produsen dan distributor untuk merencanakan penjualan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya pengambilan keputusan mahasiswa di Jakarta. Kami berhipotesis bahwa gaya pengambilan keputusan membeli mahasiswa di Jakarta didominasi oleh (karakter) hedonis. Data dikumpulkan dengan Consumer Style Inventory (CSI) untuk menentukan gaya pengambilan keputusan partisipan. 284 mahasiswa dari usia 18 hingga 24 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis kami ditolak. Gaya pengambilan keputusan mahasiswa Jakarta menggambarkan karakteristik kesadaran merek (85%) dan perfeksionis (84%). Rincian lebih lanjut dibahas dalam diskusi.
Kata Kunci: Gaya pengambilan keputusan konsumen; Consumer Style Inventory (CSI); Mahasiswa Jakarta
Dampak Futsal-Berbasis-Psikologi-Positif pada Anak Usia Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intervensi olahraga futsal yang didesain dengan prinsip psikologi positif: positive emotion, engagement, relationships, meaning, dan accomplishment, yang biasa disingkat sebagai PERMA pada anak siswa sekolah dasar. Sejumlah 22 anak dari kelas I hingga kelas VI sekolah dasar berpartisipasi dalam penelitian ini. Perlakuan olahraga futsal diberikan selama 2 jam per minggu di sore hari sepulang sekolah. Data mengenai PERMA sebelum dan sesudah mengikuti futsal selama 10 kali diperoleh dari pelatih dan guru kelas menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan skor yang sangat signifikan setelah mengikuti kegiatan futsal positif pada semua faktor PERMA. Namun guru kelas dan pelatih tampak memiliki perspektif yang berbeda dalam melihat peningkatan anak. Menurut guru kelas, perubahan yang paling menonjol terletak pada emosi positif dan pemaknaan (meaning). Sedangkan menurut pelatih, perubahan yang paling menonjol pada anak terlihat dalam hal keterlibatan (engagement), pencapaian (accomplishment), dan pemaknaan (meaning). Hasil penelitian ini merekomendasikan kegiatan olahraga futsal positif untuk anak-anak siswa sekolah dasar, terutama yang mengalami problem emosi dan perilaku. Penelitian serupa pada anak perempuan maupun remaja perlu dilakukan
Parenting Self Efficacy pada Orang Tua dengan Tuna Netra
This research aims to explore significant description and factors that influence parenting self efficacy toward blind parents with middle childhood children. This research basically applies phenomenology qualitative method. The subject of this research focuses on two couples of blind parents who live with their middle childhood children. The data collection is conducted by applying the interview and observation. All responses were analysed with Van Kaam phenomenology method which has been modified by Moustakas (1994). Parenting self efficacy of the four informant shows great value on domain nurturance, however it shows less value on domains of discipline and recreation. There are various factors that affect parenting self efficacy on these subjects, such as limitation of eyesight, childhood experience, culture and community, experience with children, cognitive level, sociomarital support, and busy hours. Besides, number of children, economy, and children’ severe disease can also be influential factors of parenting self efficacy.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi parenting self efficacy pada orang tua tunanetra yang memiliki anak usia kanak-kanak madya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi. Informan penelitian ini adalah dua pasangan tunanetra yang memiliki anak usia kanak-kanak madya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Prosedur analisis data yang digunakan adalalah metode fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat orang tua tunanetra memiliki keyakinan yang lebih ketika melaksanakan pengasuhan pada domain nurturance. Namun, orang tua tunanetra cenderung merasa tidak yakin bahwa mereka mampu melaksanakan pengasuhan pada domain disiplin dan rekreasi. Faktor yang mempengaruhi parenting self efficacy informan juga berbeda-beda, seperti keterbatasan penglihatan, pengalaman masa kecil, budaya dan komunitas, pengalaman dengan anak-anak, tingkat kesiapan kognitif, dukungan sociomarital, serta kesibukan bekerja. Selain itu, jumlah anak, faktor ekonomi, dan keparahan penyakit anak juga berpengaruh.
 
Dinamika Psikologis Remaja Korban Perceraian: Sebuah Studi Kasus Kenakalan Remaja
Parental divorce can be a very stressful experience for adolescents. Adolescents will lose their parent figure and feel different atmosphere in the family. This study aimed to identify the psychological dynamics of adolescents that have experienced parental divorce developing into juvenile delinquency. This was a case study research. The subject of this study was a 13-year-old boy with divorced parent and lived in an orphanage. Data were collected through observations, interviews, and psychological tests. The result revealed that juvenile delinquency happens because of the need of gaining attention from others. The wrong mindset "I will get attention if I commit juvenile delinquency and disturb others" became the basis of the subject’s socially inappropriate behaviors. It was the way to compensate his inferior feelings to the environment.
 
Persepsi Resiko Bencana Alam Ditinjau dari Sentralitas Jaringan Informasi Kebencanaan
This research aims to understand the risk perception of Merapi disaster in hazardous community, based on social network centrality. Quantitative approach with psychology scale is used to reveal perceptions of volcanic risk of Merapi, collaborated with name generator to reveal index of social network centrality from 83 people. Result of this research proves that degree, betweeness, closeness, and eigenvector centrality all together are able to predict Merapi’s disaster risk perception, with 17% coefficient determination value (R2). Which means that the research hypothesis is convicted. Separately, betweenness, closeness and eigenvector centrality contribute negatively with perceptions of Merapi volcanic risk. Strong, influential and independent actors consider the potential danger of Merapi as predictable and avoidable. The availability of support, information and access further enhances confidence in the ability of the self to control the impact of Merapi exposure. Conversely, peripheral actors have concerns and more assumptions about the dangers of Merapi, which results from a lack of information, access, support that ultimately reduces his beliefs. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi posisi dan peran aktor dalam jejaring informasi kebencanaan terhadap persepsi resiko vulkanik merapi. Pendekatan kuantitatif dengan skala digunakan untuk mengungkap persepsi resiko vulkanik merapi, dikolaborasikan dengan generator nama untuk mengungkap indeks sentralitas jaringan sosial. Responden penelitian ini sebanyak 83 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa keempat bentuk sentralitas (kedekatan, keperantaraan, eigenvektor dan derajat sentralitas) secara bersama-sama mampu memrediksikan persepsi resiko bencana vulkanik merapi, dengan nilai koefisien determinansi (R2) sebesar 17%. Secara terpisah, sentralitas kedekatan, sentralitas eigenvektor dan sentralitas keperantaraan aktor ternyata memberikan kontribusi negatif dengan persepsi resiko gunung merapi (vulkanik). Aktor sentral, yang berpengaruh dan independen menganggap potensi bahaya merapi sebagai terprediksi dan dapat dihindari. Ketersediaan dukungan, informasi dan akses semakin meningkatkan keyakinan akan kapasitas dalam mengendalikan dampak paparan merapi. Sebaliknya, aktor-aktor perifer memiliki kehawatiran dan anggapan lebih tentang bahaya merapi, yang terbentuk dari kurangnya informasi, akses, dukungan yang pada akhirnya mereduksi keyakinan-nya
Pemahaman dan Penerapan Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram Tentang Raos Persatuan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Keberagaman budaya merupakan salah satu topik yang paling penting di dunia saat ini. Keanekaragaman budaya selain telah menciptakan lingkungan yang indah, juga memiliki potensi kesalahpahaman yang dapat menyebabkan kebingungan, kemarahan dan meningkatkan eskalasi permusuhan. Adalah warga Dusun Bangun Rasa, Kabupaten Bantul, para warganya menerapkan raos persatuan dari ajaran Ki Ageng Suryomentaram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami rasa persatuan di Dusun Bangun Rasa sehingga dapat dijadikan sebagai model sebuah masyarakat yang berkesatuan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada para subyek dan informan sebagai sumber data dan observasi partisipan maupun non partisipan secara live in. Sumber data lain adalah written documents dan unwritten documents. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, rasa persatuan bagi warga Bangun Rasa dipahami sebagai “Rasa Samaâ€, guyub rukun dan kegotongroyongan. Kedua, penerapan dari rasa persatuan di dalam kehidupan sehari-hari oleh warga dusun Bangun Rasa tercermin dalam dua penerapan, yaitu (1) penerapan di keluarga berupa musyawarah dan tidak memaksakan kehendak, dan (2) penerapan di masyarakat, berupa perilaku gotong royong. Ketiga, manfaat dari rasa persatuan yaitu urip dadi sugih (hidup menjadi “kayaâ€), urip dadi entheng (hidup menjadi “ringanâ€), hubungan antarindividu menjadi tidak kaku, menanamkan rasa “kita tidak bisa hidup tanpa orang lainâ€, menanamkan rasa empati, dan beban pemerintah menjadikan ringan. Dan keempat, kondisi psikologis para warga dari diterapkannya roas persatuan adalah melahirkan rasa nyaman, sumeleh, dan tenteram
Efektifitas Assertiveness Training untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Abstract. This research is aimed to improve early adolescent student’s assertiveness. Hypotheses in this research is . Experimental research design is used by implementing randomized pretest-posttest control group design. The subjects are students of VIII SMPK at Malang, 30 students for experimental group and 30 students for control group. Assertiveness scale is used to measure the level of assertiveness which has 27 items with the realibility index is 0,729. Assertiveness training module has been written as the procedure to guide its process. Paired sample t-test and independent sample t-test are used to analyze the data. The results show significance score 0,000 < 0,005 that means there are differences between pretest-posttest and groups. Moreover, the effect size result shows 0,93 that means the treatment gives a big effect for student’s assertiveness. Therefore, it can be concluded that assertiveness training is effective to improve student’s assertiveness.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas siswa yang berada pada masa perkembangan remaja awal. Hipotesis dari penelitian ini adalah assertiveness training efektif dalam meningkatkan asertivitas siswa. Rancangan penelitian adalah eksperimental dengan desain randomized Pretest-Postest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK X di Malang, 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa skala asertivitas yang berjumlah 27 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,729. Instrumen perlakuan berupa modul Assertiveness Training. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda paired sample t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang diartikan adanya perbedaan antara hasil pretest-posttest dan kedua kelompok. Penghitungan effect size diperoleh hasil 0,93 masuk dalam kategori efek besar. Dapat disimpulkan bahwa Assertiveness Training efektif dalam meningkatkan kemampuan asertivitas siswa.
Kata Kunci : assertiveness training, asertivitas, sisw
Pembelian Kompulsif Ditinjau dari Kontrol Diri Guru Sekolah Dasar
The purpose this research to view negative correlation between self-control and compulsive buying of teacher at State Elementary School (SDN) in Kab. Tangerang. This research was conducted at SDN A, B, and C in Kab. Tangerang and use technique total population sampling, mean all of teachers in SDN A, B, and C as population this research is 46 teachers. Method use this research is quantitative with correlation test pearson products moments. Pearson products moments used for view negative correlation between self-control with compulsive buying of teacher at State Elementary School (SDN) A, B, and C in Kab. Tangerang. This research use compulsive buying scale adaptation from Faber & O’Guinn (1992) α = 0.870 and self-control scale adaptation from Tangney, Baumeister, & Boone (2004) α = 0.890. Result correlation test indicated negative correlation between self-control and compulsive buying of teacher at State Elementary School (SDN) in Kab. Tangerang.Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan negatif antara kontrol diri dan pembelian kompulsif pada guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kab. Tangerang. Penelitian ini dilakukan di SDN A, B, dan C Kab. Tangerang dan menggunakan teknik total population sampling, yang berarti seluruh guru di SDN A, B, dan C merupakan populasi penelitian ini yaitu 46 guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan uji korelasi pearson products moments. Pearson products moment digunakan untuk melihat apakah ada hubungan negatif antara kontrol diri dengan pembelian kompulsif pada guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kab. Tangerang. Skala yang digunakan adalah skala pembelian kompulsif yang diadaptasi dari Faber & O’Guinn (1992) α = 0.870 dan skala kontrol diri yang diadaptasi dari Tangney, Baumeister, & Boone (2004) α = 0.890. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif antara kontrol diri dan pembelian kompulsif pada guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kab. Tangerang
Mitra Bebestari
Semua naskah pada Jurnal Psikologi Andalas yang diterbitkan pada Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018 telah ditelaah oleh Mitra Bestari berikut ini :
Dr. Firman, M.S. Kons., Universitas Negeri Padang
Dr. H.R. Partino, M.Pd., Universitas Cenderawasih
Dr. Sutarto Wijono, M.A., Universitas Satywa Wacana, Indonesia
Y. Bagus Wismanto, M.S.,Universitas Katholik Soegijapranata Semarang
Listyo Yuwanto, S.Psi., M.Psi., Universitas Surabaya
Danan Satriyo Wibowo, S.Sos., M.Si., Universitas Muhammadiyah Jember
Christiany Suwartono, M.Si., Ph.D.Cand., Unika Atmajaya Jakarta, Indonesia
Triantoro Safaria, Ph.D, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
Nanik Prihartanti, M.Si., Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
Indra Yohanes Kiling, M.A., PhD, The University of Adelaide, Australia