Jurnal Perangkat Nuklir
Not a member yet
    109 research outputs found

    PERANCANGAN PERANGKAT EMBEDDED CONTROLLER SEBAGAI KENDALl LAJU ALIR DEMINERALIZED WATER AND BORIC ACID UNTUK SIMULATOR PLTN TIPE PWR

    No full text
    Perancangan perangkat embedded controller sebagai kendali laju alir demineralize water and boric acid untuk simulator PL TN tipe PWR. Telah dirancang perangkat embedded controller dengan kemampuan untuk kendali valve laju alir demineralized water and boric acid pad a simulator PL TN tipe PWR. Dalam perancangan ini modul utamanya menggunakan PLC , dengan signal analog 0-5 volt dc sebagai masukkannya, dan signal pwm 0-100 Khz sebagai hasll keluarannya. Untuk memperkuat signal keluaran ditambahkan modul penggerak motor dc dengan semikonduktor mosfet yang terpasang secara push pull (penguat kelas C) sebagai penguat arusnya. Hal ini diperlukan agar asupan arus ke motor dc tercukupi. Dan gerakan valve dapat membuka atau menutup. Salah satu keunggulan perangkat kendali ini adalah dengan membenamkan algoritma PID pada PLC, sehingga perangkat dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus terkoneksi pad a PC

    PENENTUAN DEGRADASI KEMAMPUAN SISTEM PEMIPAAN PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS

    Full text link
    A DETERMINATION OF DEGRADATION CAPABLITY OF RSG-GAS PIPING SECONDARY COOLING SYSTEM. A research of degradation capabilities of RSG-GAS secondary cooling piping system has been done in G.A. Siwabessy Multy Purpose Reactor Serpong. The research involved hardness test and thickness inspection of the pipe wall. The results of the research are 139 BHN and 1,085 mm for minimum hardness and minimum thickness of the pipe wall respectively. Booth of these data were used to determine the current maximum stress of the pipe. The magnitude of degradation capablity is defined as the ratio of current stress and design time stress value. By knowing (measuring) the degradation capablity of the RSG-GAS secondary cooling system, better maintenance management system could be established in order to maintain safe and reliable operation of the reactor. PENENTUAN DEGRADASI KEMAMPUAN SISTEM PEMIPAAN PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS, Telah dilakukan penelitian penentuan degradasi kemampuan sistem pemipaan pendingin sekunder di Reaktor serba Guna-G.A.Siwabessy (RSG-GAS) Serpong. Penelitian yang dilakukan meliputi: pengujian kekerasan material dinding pipa dan inspeksi ketebalan dinding pipa. Hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai kekerasan minimum adalah 139 BHN dan tebal minimum pipa (tm) is 1,085 mm. Kedua data ini digunakan untuk menentukan degradasi kemampuan pada kondisi operasi normal saat ini. Perbandingan tegangan maksimum hasil penelitian ini dengan tegangan maksimum pada rancangan awal adalah merupakan besaran degradasi kemampuan sistem pemipaan tersebut. Dengan diketahuinya degradasi kemampuan sistem pemipaan pendingin sekunder ini, maka sistem managemen perawatan sistem pemipaan pendingin sekunder RSG-GAS dapat ditentukan, dan pengoperasian reaktor yang aman dan handal dapat dipertahankan.

    RANCANGAN CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA ALAT RENOGRAF

    No full text
    A Design of high voltage power supply for renograph has been made. A Renograph has two Nai(T/) detector unit. The detectors need to be supplied of high voltage about 800 Vdc until 1000 Vdc. Existing high voltage power supply is complicated and the dimension is big, while high voltage power supply in the chip form is expensive. For that reason, we design a high voltage power supply which is simple, in form of practical module and also provided with short circuit protection. This power supply is consisted of' oscillator, transconductance amplifier, push-pull amplifier, core ferrit transformer, voltage multiplier, divider and voltage regulator with feed back in order to remain to stabilize. Each sub units designed and calculated in detail in this paper. Result is in the form of module design of practical high voltage power supply. Rancangan catu daya tegangan tinggi pada alat renograf telah dibuat. Renograf ini mempunyai dua unit detektor Nal(TI). Kedua detektor tersebut memerlukan catu daya tegangan tinggi sekitar 800 Vdc sampai 1000 Vdc. Catu daya tegangan tinggi yang ada sekarang rangkaiannya rumit dan dimensinya besar, sedangkan catu daya tegangan tinggi yang berbentuk chip harganya mahal. Untuk itu akan dirancang sebuah catu daya tegangan tinggi yang rangkaiannya sederhana berbentuk modul sehingga praktis serta dilengkapi dengan proteksi hubung singkat. Catu daya ini terdiri dari sub bagian antara lain: osilator, penguat transkonduktan, penguat push-pull, penaik tegangan dengan trafo inti ferrit, pelipat tegangan, devider, pengatur tegangan dengan umpan balik agar tetap stabil. Setiap sub bagian dirancang dan dihitung secara rinci dalam makalah ini. Hasil yang diharapkan berupa rancangan modul catu daya tegangan tinggi yang prakti

    CALCULATION OF BUCKLING PIPE FOR PIPE SIZE 10", 40" AND 56" CROSSING AT NUCLEAR POWER PLANT

    No full text
    The actually buried pipe crossing in the project of NPP (Nuclear Power Plant) installation to be found the self problem for installation, especially if the crossing will be subjected to loads of vehicle traffics and weight of soil, this pipe shall be make sure is not buckling during operation with deflection calculation shall be lest then 1 ratio between radius of pipe  Pada proyek pekerjaan instalasi PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di lapangan sering ditemukan permasalahan instalasi silang pipa benam khususnya persilangan dengan ja/an yang memuat beban arus kendaraan dan beban berat tanah. Kalkulasi ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi buckling pada pip a selama operasi yang tidak melebihi dari 1 dibandingkan dengan radius pipa

    ANALISIS TEGANGAN PIPA PADA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER REAKTOR TRIGA MARK II BANDUNG

    No full text
    PIPE STRESS ANALYSIS IN SECONDARY REACTOR COOLING SYSTEM TRIGA MARK II BANDUNG. Pipe stress analysis has been performed on the primary coolant system of the reactor TRIGA Mark II Bandung. Analysis due to the influence of internal load to the strength of the piping system. Internal loads are loads that arise due to the effects of pressure and fluid temperature. Both loads are working simultaneously and can cause stress, force and moment as well as a shift in the piping system. There fore, in designing the piping system aligned to the stress, force and moment as well as the shift that occurs does not exceed the allowable limits. From the analysis with the help of software CAESAR II shows that the stress, force, torque and the shift is still below the allowable limit. ANALISIS TEGANGAN PIPA PADA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER REAKTOR TRIGA MARK II BANDUNG. Telah dilakukan analisa tegangan pipa pada sistem pendingin sekunder reaktor Triga Mark II Bandung. Analisa yang dilakukan adalah analisa yang disebabkan oleh pengaruh beban internal terhadap kekuatan sistem perpipaan. Beban internal merupakan beban yang timbul karena efek dari tekanan dan temperatur fluida. Kedua beban tersebut bekerja secara simultan dan dapat menimbulkan tegangan, gaya dan momen serta pergeseran sistem perpipaan. Oleh karena itu dalam merancang sistem perpipaan diupayakan agar tegangan, gaya dan momen maupun pergeseran yang terjadi tidak melebihi batasan-batasan yang diijinkan. Dari hasil analisa dengan bantuan perangkat lunak CAESAR II menunjukkan bahwa tegangan, gaya, momen dan pergeseran masih dibawah batasan yang diijinkan

    RANCANGBANGUN SISTEM DETEKSI FOAM COKE MENGGUNAKAN METODA BACKSCATTER NEUTRON

    No full text
    A foam coke detection system has been constructed using backscatter neutron method and has been implemented in oil refinery UP " Pertamina Dumai. Foam coke concentration mesurement is necessary to control the concentration of the foam coke so that there will be no foam coke out of the chamber during processing. For every concentration coke above a setpoint value the injection of anti foam coke will control its level of concentration. For measuring foam coke a chamber having pressure 25 bar and temperature 500°C was performed using backscater neutron method. Foam coke concentration will be proportional to hydrogen gas concentration in the coke chamber and intensity of backscatter neutron will be proportional to hydrogen gas concentration in material foam coke. This system concists of detector BF3, electronic operational amplifier, processor processing Signal using 4-20mA standard. Sistem deteksi foam coke menggunakan metoda backscatter neutron telah dikonstruksi dan telah diaplikasikan pada kilang coker UP /I Pertamina Dumai. Pengukuran konsentrasi foam coke sangat diperlukan untuk menjaga agar foam coke tidak terbawa keluar chamber pada saat proses berlangsung, jika terbawa keluar chamber dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada pipa pipa di unit hydrocaker lain. Pada saat konsentrasi foam coke mencapai nilai tertentu diperlukan injeksi anti foam coke sehingga konsentrasi foam coke pada chamber akan terkendali. Untuk menditeksi foam coke pada chamber bertekanan 25 bar dan bertemperatur 500 derajat celcius digunakan metoda backscater neutron. Konsentrasi foam coke yang terdapat didalam chamber mempunyai hubungan linier dengan konsentrasi hydrogen sedangkan intensitas backscatter neutron proporsional dengan jumlah kandungan hydrogen yang terdapat didalam material foam coke. Sistem ini tersusun dari detektor BF3, penguat awal elektronik, processor pengolah signal dengan standard keluaran 4-20 mA

    PERANCANGAN RUANGAN RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN SUMBER Co-60

    Full text link
    Radiotherapy roomdesign has been done using the isotope Co-60 source with activity 8000 Ci. The purpose of thedesign is to determine room wall thickness consisting of primary and secondary part. The materialis planned to use concrete walls. The thickness calculations is based on the provision of radiationsafety according to BAPETEN regulation, where the wall thickness depends on the distance of thesource, workload, use factor and factor usages. From  the calculation  results of primary wallthickness  1300 mm, 500 mm length  and 610 mm the secondary wall. By using the wall thicknessthat has been design the radiation exposure exit from the the wall will comply with BAPETENregulatoin No 7, 2009 Telah dilakukan perancangan ruangan radioterapi eksternal menggunakan sumber isotop Cobalt-60 (Co-60) dengan aktivitas 8.000 Ci yang memberikan radiasi gamma (γ). Tujuan dari perancangan untuk menentukan tebal dinding ruangan yang terdiri dari dinding primer dan dinding sekunder. Bahan dinding direncanakan menggunakan beton. Perhitungan ketebalan berdasarkan ketentuan keselamatan radiasi sesuai ketentuan keselamatan BAPETEN dimana ketebalan dinding tergantung dari jarak sumber isotop ke dinding, beban kerja, faktor penggunaan dan faktor pemakaian.  Dari hasil perhitungan didapatkan tebal dinding primer 1300 mm dengan panjang 500 mm  dan tebal dinding sekunder 610 mm. Dengan menggunakan ketebalan dinding yang telah dirancang diharapkan paparan radiasi yang keluar dinding akan sesuai dengan peraturan SK BAPETEN No 7 Th 2009.

    KARAKTERISASI PANEL PERISAI RADIASI SINAR-X DIAGNOSTIK

    No full text
    The characterization of shield panel of X-ray radiation was carried out. Aim of the characterization is to find the panel in that qualities comply with the reference, so the panel can be used for the folding door of nuclear medical. Panel consists of three sheets that is steel-lead-steel. In that sheet are 1,5 mm thickness respectively. The first, second, third, and forth panel consists of steel-lead-steel, steel-Iead-Iead-steel, steel- lead-Iead-Iead-steel, steel-Iead-Iead-Iead-Iead-steel,. Absorption strength of panel was tested by .X-ray unit in which 50 - 75 kV operation voltage were used during 0,06 second. Results of these test show that radiation dose rate were transmission trough panel I, II, III, IV, relative not difference for the same operation voltage.. Dose rate verification by British Standard show that the dose rate comply with the BAPETEN regulation. Conclusion of these experiments is that the panel shields can be used for the folding door for nuclear medica/. Telah dilakukan karakterisasi panel baja-timbal yang akan digunakan untuk perisai radiasi sinar-X diagnostik. Karakterisasi ini bertujuan untuk memperoleh kualitas panel yang memadai jika digunakan untuk daun pintu ruang kedokteran nuklir. Panel terdiri dari tiga lapisan, yaitu lembaran baja-timba/-baja. masing-masing lembaran mempunyai tebal 1,5 mm, dengan susunan sebagai berikut: Panel kesatu, kedua, ketiga, dan keempat, masing-masing terdiri dari lembaran baja-timbal-baja, baja-timbal-timba/-baja, baja-timba/-timba/-timbal-baja, dan baja-timba/-timba/-timba/-timba/··baja. Pesawat sinar- X dengan tegangan operasi 50 - 75 kV dan waktu ekspose 0,06 detik digunakan da/am pengujian ini. HasH pengujian menunjukkan bahwa laju dosis radiasi sinar-X yang melewati panel I, II, III, IV, (untuk tegangan operasi yang sama), relatif tidak berubah. Verifikasi laju dosis menggunakan British Standard diperoleh laju dosis radiasi setelah melewati panel, memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BAPETEN, Kesimpulan dari karakterisasi ini adalah bahwa panel perisai dapat digunakan sebagai daun

    MODEL MATEMATIS SEDERHANA UNTUK PERKIRAAN JANGKAUAN PENGUKURAN PADA DETEKTOR GEIGER MULLER

    Full text link
    A SIMPLE MATHEMATICAL MODEL FOR THE ESTIMATION OF THE MEASUREMENT RANGE ON GEIGER-MULLER DETECTORS. Proposed here is a simple mathematical model which allows the use of information on dead time and sensitivity of a Geiger Muller (GM) detector for back-ofthe-evenlope estimation of resolution,dose rate measurement range, and thedose rate measurement error as a function of incident dose rate. The aforemention model was then employed for comparing the measurementrange and resolution of 34 types of GM detectors  manufactured by LND,Inc. It was found that they generally did not attain the widest   Measurement range and the finest resolution at the same time. Futher, itwas found that among the 34 detector types analyzed, the 7802 possessed the finest measurement resolution while the 71623 possessedthe widest measurement range.Keyword : GM detector, mathematical model, measurement rangeMODEL MATEMATIS SEDERHANA UNTUK PERKIRAAN JANGKAUAN PENGUKURAN PADA  DETEKTOR GEIGER-MULLER. Suatu model matematis sederhana untuk menggunakan informasi mengenai waktu mati (dead time) dan sensivitas suatu detektor Geiger Muller (GM) untuk mendapatkan perkiraan kasar secara cepat atas resolusi, jangkauan pengukuran yang timbul pada saat laju dosis yang sebenarnya bernilai tertentu. Model matematis tersebut kemudian digunakan untuk membandingkan jangkauan pengukuran dan resolusi 34 jenis detektor GM yang dibuat oleh LND, Inc. Ditemukan bahwa detektor-detektor GM tersebut secara umum tidak sekaligus mencapai jangkauan ukur dan resolusi tertinggi. Diantara 34 jenis detektor GM tersebut, jenis 7802 memiliki resolusi yang tertinggi, sedangkan 71623 memiliki jangkauan ukur terbesar.Kata kunci: detektor GM, model matematis, jangkauan pengukura

    DESAIN DASAR PERANGKAT SCINTIGRAPHY

    Full text link
    The Basic Design of Scintigraphy Equipment. The basic design of scintigraphy equipment for imaging small organs has been made. The equipment is a mini gamma camera. The function of the equipment is provide images of metbolism process in a body organ. The result of the equipment can be used to diagnose an illness. Radiation detection from a body organ is designed using single scintillation crystal detector which is coupled to a position sensitive photomultiplier tube (PSPMT). With this basic design of scintigraphy equipment is expected that scintigraphy equipment engineering activity can be carried out. Desain Dasar Perangkat Scintigraphy. Telah dilbuat desain dasar perangkat scintigraphy untuk pencitraan organ tubuh berukuran kecil. Perangkat ini merupakan kamera gamma dalam bentuk mini. Perangkat ini berfungsi untuk menghasilkan citra proses metabolisme suatu organ tubuh. Keluaran dari perangkat ini digunakan untuk diagnosis suatu penyakit. Pendeteksian radiasi dari organ tubuh akan dilakukan dengan menggunakan detektor scintilasi kristal tunggal yang dihubungkan dengan tabung pengganda foton yang sensitif terhadap posisi datangnya radiasi (Position Sensitive Photo Multiplier Tube – PSPMT. Dengan adanya desain dasar perangkat scintigraphy ini diharapkan perekayasaan perangkat scintigraphy dapat dilaksanakan dengan lebih baik

    56

    full texts

    109

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perangkat Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇