6927 research outputs found
Sort by
CAFE CULTURE (Studi Fenomenologi Tentang Kebiasaan Nongkrong dan Diskusi Mahasiswa di Tulungagung)
ABSTRAK
Cafe telah berkembang dari sekadar tempat untuk minum kopi menjadi aktivitas sosial,
kreatif, dan intelektual, membentuk apa yang sering disebut sebagai cafe culture. Penelitian
ini mengkaji terutama pada mahasiswa, yang memiliki kebiasaan nongkrong dan berdiskusi
di warung kopi maupun cafe, serta munculnya cafe culture di Tulungagung. Tujuan penelitian
ini untuk memahami kegiatan nongkrong dan diskusi mahasiswa oleh keberadaan cafe
culture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi
dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan tinjauan
pustaka. Fenomenologi, sebagai pendekatan filosofis, digunakan untuk menyelidiki
pengalaman manusia. Ini merupakan metode pemikiran logistik, kritis, sistematis, tidak
bersifat apriori, dan tidak dogmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cafe culture
menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan mendapatkan literasi baru di luar
lingkungan kampus. Dalam konteks Ngaji Ngopi, cafe culture memberikan warna baru bagi dunia literasi, terutama bagi mahasiswa yang dianggap sebagai agent of change. Kegemaran
mahasiswa dalam nongkrong dan berdiskusi, yang diakomodasi oleh Ngaji Ngopi dengan
forum diskusi umum, memberikan dimensi baru pada cafe culture di tulungagung. Cafe
culture menjadi sarana bagi Mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan tambahan dan
merangsang pemikiran kritis serta inovatif. Diskusi-diskusi di Ngaji Ngopi melibatkan
berbagai topik, mulai dari sosial, keagamaan, politik, hingga teknologi, yang mungkin tidak
tercakup dalam lingkup pembelajaran kampus. Dengan demikian, kebiasaan nongkrong di
Cafe, terutama Ngaji Ngopi, menjadi sebuah jembatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam
diskusi yang beragam dan mendapatkan pemahaman yang lebih luas di luar ruang kelas.
Kata Kunci: Cafe Culture, Mahasiswa, Kebiasaan Nongkrong, Diskus
KORBAN PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN FIQIH SIYASAH (Studi Kasus di Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Korban Penyalahgunaan Data Pribadi dalam Perspektif Hukum Positif Dan Fiqih Siyasah (Studi Kasus Di Kabupaten Tulungagung)” ini ditulis oleh Hani Lailatul Afifah, NIM 12103193110, Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Universitas Islam Sayyid Ali rahamatullah Tulungagung, 2023, dibimbing oleh Muksin S.H, M.H.
Kata kunci: Penyalahgunaan Data Pribadi, Hukum Positif, Fiqih Siyasah
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya banyak kasus kejadian penyalahgunaan data pribadi yang ada dalam masyarakat. Hal tersebut karena saat ini dunia tengah memasuki masa revolusi digital dimana hampir seluruh aktifitas kehidupan dilakukan secara elektronik, sehingga dalam mengakses sesuatu secara digital, seseorang hanya perlu menginput data diri untuk membuat akun. Dengan adanya hal tersebut sebenarnya manusia dimudahkan dalam menjalankan aktifitas, namun juga menjadikan orang lain bisa dengan mudah mengakses data informasi yang dimiliki seseorang. terlebih jika keamanan data yang disimpan secara digital dinilai kurang dapat melindungi. Sehingga menyebabkan kejahatan yang bisa merugikan masyarakat itu sendiri. karena itu, perlunya kesadaran masyarakat dan payung hukum yang kuat dalam melindungi keberadaan data pribadi milik seseorang.
Fokus rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana dampak kerugian penyalahgunaan data pribadi yang tersebar ke publik? 2) Bagaimana kesadaran masyarakat dalam melindungi data pribadi? 3) Bagaimana perlindungan hukum atas penyalahgunaan data pribadi berdasarkan perspektif hukum positif dan fiqih siyasah?
Adapun tujuan penelitin ini adalah 1) Untuk mengetahui dampak kerugian penyalahgunaan data pribadi yang tersebar ke publik. 2) Untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi data pribadi. 3) Untuk mengetahui perlindungan hukum atas penyalahgunaan data pribadi berdasarkan perspektif hukum positif dan fiqih siyasah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris yang menggunakan sifat deskriptif analitis. Untuk sumber data yang digunakan yakni sumber data primer dan sekunder dengan sumber data primer meliputi dari hasil wawancara mendalam terhadap pihak-pihak terkait. Sedangkan analisisnya menggunakan teknis analisis deskriptif dengan penyajian data secara deduktif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Dampak yang dialami oleh para korban atas tindakan penyalahgunaan data pribadi selain menyebabkan kerugian materi berupa uang juga meninggalkan rasa trauma terhadap para korbannya, dan bahkan sampai ada yang mengalami trus issue dan paranoid atas kejadian yang dialami. 2) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melindungi data pribadi yang dimiliki karena masih banyak masyarakat yang menganggap sepele dengan keberadaan data pribadi yang dimiliki. 3) Tindakan penyalahgunaan data pribadi dianggap sebagai tindakan kriminal yang melibatkan unsur-unsur seperti penipuan, penggelapan, dan pencurian dalam konteks hukum positif. Selain itu, dari perspektif fiqih siyasah, Pemerintah telah berhasil melaksanakan peranannya dalam melindungi data pribadi masyarakat, sejalan dengan ajaran agama Islam, terutama dalam konteks fiqih siyasah. Bukti konkret dari keterlibatan pemerintah ini adalah pembentukan peraturan Perundang-undangan Nomor 27 tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam peraturan tersebut secara mendalam mematuhi nilai-nilai ajaran Islam terkait keamanan dan privasi data pribadi, menegaskan kesungguhan pemerintah dalam menjaga integritas dan hak-hak individu sesuai dengan norma-norma Islam yang berlaku
PRAKTIK AKAD ISTISHNA’ DI KONVEKSI TIGA JAYA COLLECTION (Studi Kasus di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Vidya Eka Saputri, 126101202168, Praktik Akad Istishna‟ di Konveksi Tiga Jaya
Collection (Study Kasus Di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru
Kabupaten Tulungagung, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah,
Jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing Dr. Kutbuddin Aibak,
S.Ag., M.H.I.
Kata Kunci: Konveksi, Akad Istisnha’
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Praktik Akad Istishna‟ di Desa
Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Konveksi Tiga Jaya
Collection salah satu konveksi dibidang usaha pembuatan busana, dimana usaha
ini yang sudah memiliki konsumen dari daerahnya bahkan sampai luar daerah,
sistem praktik jual-beli diantaranya pihak kedua (pembuat) dan pihak pertama
(pemesan), sebelum terjadinya pembuatan busana terjadilah perjanjian untuk
memenuhi kebutuhan pemesan sesuai barang yang diinginkan, pembuatan produk
dengan model seperti apa, harga, jangka waktu produksi, dan pengambilan akhir
sekaligus pelunasan tanggal berapa.
Fokus penelitian ini tentang praktik akad istishna‟ di Desa Majan
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dengan pertanyaan sebagai
berikut: 1) Bagaimana praktik akad istishna‟ di konveksi Tiga Jaya Collection di
Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung? 2) Bagaimana
cara-cara penyelesaian ketika terjadi ketidaksesuaian barang pesanan yang sudah
jadi dalam praktik akad istishna‟ di Konveksi Tiga Jaya Collection Di Desa Majan
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung?.
Jenis metode penelitiannya menggunakan metode pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara wawancara
mendalam, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknis analisis datanya
menggunakan kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan
verifikasi, pengecekan keabsahan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik akad istishna‟ di Desa
Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung yang terjadi di
masyarakat Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung: 1)
Praktik pesanan di konveksi tiga jaya collection ini menggunakan system pesanan
yang dalam Islam disebut dengan akad Istishna‟. Dengan proses pembuatan
pemesanan di konveksi tiga jaya collection yaitu melalui beberapa tahap
diantaranya yaitu dengan tahap pemilihan bahan, tahap pembuatan desaian, tahap
pemotongan, tahap penjahitan, tahap finishing, dan yang terakhir packaging. 2)
Berdasarkan akad istishna‟ penyelesaian ketidaksesuaian terhadap pembeli akibat
terjadi ketidaksesuaian barang sudah sesuai dengan akad istishna yaitu denganxviii
cara menyelesaikan terhadap terjadinya penggantian bahan busana di konveksi
tiga jaya collection, mekanisme pemesanan dilakukan secara pesanan secara
langsung datang ke konveksi atau tidak langsung dengan cara melalui whatsapp,
guna mempermudah pihak pemesan untuk memesan tanpa datang kekonveksi.
Penggantian bahan busana secara tertutup atau sepihak ini dilakukan pihak
konveksi disebabkan karena spekulasi dikarenakan banyak pembeli yang tidak
paham mengenai bahan yang digunakan. Dalam kasus tersebut cara-cara untuk
menyelesaikannya dengan menggembalikan uang muka atau panjar, dan pembeli
mengurangi harga jualnya supaya jual beli bisa berjalan dengan lancar dan tidak
ada pihak yang dirugikan
IMPLIKASI PENERAPAN METODE AVERAGE TERHADAP NILAI AKHIR PERSEDIAAN BARANG JADI SEROK PADA PERUSAHAAN INNOVA KALIWUNGU
Kemampuan perusahaan dalam menyediakan persediaan harus diimbangi dengan perusahaan mampu dalam mengendalikan persediaan akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung persediaan akhir melalui angka-angka yang sudah dihitung lalu dilihat seberapa besar pengaruh angka-angka tersebut. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dekskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data penjualan pembelian selama bulan Januari 2023 dan bulan Februari 2023. Hasil dari penelitian ini pada bulan Januari 2023 diketahui nilai persediaan akhir Rp 194.801.400., Harga Pokok Penjualan Rp 1.264.155.600., laba kotor Rp 221.044.400., Sedangkan pada bulan Februari 2023 diketahui nilai persediaan akhir Rp 143.807.400., harga pokok penjualan Rp 1.224.020.000., dan laba kotor Rp 406.780.000., Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya dibuatkan kartu persediaan agar perusahaan mengetahui seberapa besar pemasukan dan pengeluaran barang di gudang setiap harinya. Dengan begitu nilai persediaan akhir setiap bulannya dapat terkendali.Kata Kunci : Implikasi; Persediaan; Metode Averag
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR FIQIH PESERTA DIDIK KELAS VII DI MTsN 2 BLITAR
Pendidikan di era globalisasi mendorong manusia untuk beranjak dari
proses hidup ke arah yang berwawasan global. situasi ini banyak bermunculan
masalah yang bersifat global. Model pembelajaran Picture and Picture adalah
model pembelajaran yang menggunakan gambar-gambar yang dapat menarik
perhatian Peserta Didik sehingga dapat memotivasi Peserta Didik dan
meningkatkan minat belajar Peserta Didik dalam mengikuti pembelajaran dikelas.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1)Adakah pengaruh model
pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada
mata pelajaran fiqih di MTsN 2 Blitar? 2)Adakah pengaruh model pembelajaran
picture and picture terhadap hasil belajar afektif peserta didik pada mata pelajaran
fiqih di MTsN 2 Blitar? 3)Adakah pengaruh model pembelajaran picture and
picture terhadap hasil belajar psikomotorik peserta didik pada mata pelajaran fiqih
di MTsN 2 Blitar?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan test, dokumentasi dan
observasi yang dilakukan kepada Peserta Didik kelas VIII MTsN 2 Blitar. Uji
hipotesis menggunakan Uji Hipotesis dengan Uji T (Independent Sample t-test).
Hasil penelitian ini adalah:1)Pengaruh model pembelajaran picture and
picture terhadap hasil belajar kognitif Peserta Didik pada mata pelajaran fiqih di
MTsN 2 Blitar yaitu Hasil pengujian tersebut menunjukkan melalui tabel equal
variances assumed diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,009 < 0,05, maka dapat
disimpulkan yaitu H0 ditolak atau pengaruh model pembelajaran picture and picture
terhadap hasil belajar kognitif Peserta Didik pada mata pelajaran fiqih di MTsN 2
Blitar. 2)Pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar
afektif Peserta Didik pada mata pelajaran fiqih di MTsN 2 Blitar yaitu hasil
pengujian tersebut menunjukkan melalui tabel equal variances assumed diketahui
nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,004 < 0,05, maka dapat disimpulkan yaitu H0 ditolak
atau pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar afektif
Peserta Didik pada mata pelajaran fiqih di MTsN 2 Blitar. 3) Pengaruh model
pembelajatan picture and picture terhadap hasil belajar psikomotorik Peserta Didik
pada mata pelajaran fiqih di MTsN 2 Blitar yaitu hasil pengujian tersebut
menunjukkan melalui tabel equal variances assumed diketahui nilai sig. (2-tailed)
sebesar 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan yaitu H0 ditolak atau pengaruh model
pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar psikomotorik Peserta Didik
pada mata pelajaran fiqih di MTsN 2 Blitar
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UPAH KARYAWAN DI PT CAHAYA ADIN ABADI UNIT PT SUKSES MITRA SEJAHTERA KEDIRI
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat
Upah Karyawan di PT Cahaya Adin Abadi unit PT Sukses Mitra Sejahtera
Kediri” ini ditulis oleh Ahmad Sofa Sofiyyuddin, NIM. 17402163675, Jurusan
Ekonomi Syariah (ES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas
Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahamatullah Tulungagung, 2022, Dosen
Pembimbing Acmad Syaichoni, M.Sy.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa faktor yang melatar
belakangi jumlah atau tingkatan upah yag diterima oleh karyawan dari
perusahannya. Banyak penelitian menganalisis faktor-faktor penentu dan
perbedaan tingkat upah yang disebabkan faktor modal manusia. Perkembangan
seterusnya faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat upah tidak hanya
disebabkan oleh modal manusia tetapi juga faktor-faktor lainnya seperti ciri-ciri
individu, jenis pekerjaan, keluarga, ras, status pekerjaan dan lokasi.
fokus-fokus penelitian pada penelitian ini yaitu: 1) Apakah faktor-faktor
yang mempengaruhi tingkat upah karyawan di PT CAA? 2) Diantara faktor-faktor
upah karyawan apakah faktor yang paling dipertimbangkan di PT CAA? Sehingga
selanjutnya diperoleh tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat upah karyawan di PT CAA. 2) Untuk
menguji diantara faktor-faktor upah karyawan apakah faktor yang paling
dipertimbangkan di PT CAA.
Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif
yaitu statistik yang berfungsi untuk mendiskripsikan terhadap obyek yang diteliti.
Dengan demikian, penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian
kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, yang bertujuan untuk
menggambarkan kondisi obyektif tentang Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Tingkat Upah Karyawan di PT CAA. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan angket. Analisis data yang digunakan melalui
beberapa langkah, diantaranya: 1) Analisis Faktor dengan melalui beberapa
tahapan yaitu Menyusun Matriks Korelasi, Ekstraksi Faktor, Menentukan Jumlah
Faktor, Rotasi dan Penamaan Faktor. 2) Melakukan Uji Hipotesis.
Hasil dari penelitian ini adalah: Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
upah karyawan di PT CAA adalah: 1) upah yang sesuai dengan kemampuan kerja,
2) upah yang sesuai dengan waktu kerja, 3) upah sesuai dengan lama kerja, 4)
upah yang sesuai dengan standart UMR, 5) upah sesuai dengan pengalaman kerja,
6) upah sesuai dengan peraturan perusahaan, 7) upah sesuai kebutuhan sehari-hari,
8) upah akan naik apabila harga kebutuhan naik. Faktor-faktor upah karyawan
yang paling dipertimbangkan di PT CAA yaitu: 1) Faktor Pertama (kemampuan
kerja dan upah standart), indikator pembentuknya yaitu kemampuan kerja yang
dimiliki, upah yang diterima sesuai dengan banyak sedikitnya hasil yang dicapai
dalam waktu kerja dan upah yang diberikan perusahaan sesuai standart UMR. 2)
Faktor Kedua (lama kerja dan kebutuhan) indikator pembentuknya yaitu upah
yang diterima sesuai dengan lamanya bekerja, upah yang diterima sesuai dengan
peraturan perusahaan yang berlaku dan upah yang diperoleh sudah cukup
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kata Kunci: Upah, Faktor-Faktor, Tingkata
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT) DI RA KARTINI PAKISREJO TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengelolaan Pembelajaran dengan Model
Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di RA Kartini
Pakisrejo Tulungagung” ini ditulis oleh Chasnaul Choiriyah, NIM
12206193035, pembimbing Errifa Susilo, M.Pd.
Kata kunci: Pengelolaan Pembelajaran, Model Pembelajaran Beyond Centers and
Circle Time
BCCT (Beyond Center dan Circle Time) adalah model pembelajaran yang
digunakan untuk melatih perkembangan anak dengan menggunakan metode
bermain. Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan model pembelajaran
BCCT di RA Kartini Pakisrejo. Dalam hal ini peneliti ingin mendeskripsikan
terkait pengelolaan pembelajaran model pembelajaran Beyond Center and Circle
Time (BCCT) di RA Kartini Pakisrejo.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kelebihan dan
kekurangan penataan ruang bermain dalam model BCCT di RA Kartini
Pakisrejo?, (2) bagaimana kelebihan dan kekurangan serta antisipasi guru
kedepannya dalam pengelolaan bahan main model BCCT di RA Kartini
Pakisrejo?,(3) bagaimana kelebihan dan kekurangan serta antisipasi guru
kedepannya dalam pengelolaan kegiatan bermain model BCCT di RA Kartini
Pakisrejo ?.
Skripsi ini disusun berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui beberapa metode
yaitu metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
diguanakan yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran dengan
model pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di RA Kartini
Pakisrejo Tulungagung sebagai berikut: (1) kelebihan penataan ruang bermain
model BCCT dalam pelaksanaan pembelajaran guru mudah mengawasi anak,
kekurangannya pada saat penataan ruang di hari senin lebih sibuk karena ada
banyak yang perlu dipersiapkan, (2) kelebihan pengelolaan bahan main yaitu
pengadaan bahan main yang jumlahnya tidak banyak, kekurangannya jika anak-
anak bermain dan bahan main tidak dikembalikan pada, antisipasi guru
kedepannya menekan kekurangan ini dengan membiasakan anak untuk
mengembalikan mainnya setelah digunakan, (3) kelebihan dari pengelolaan
kegiatan bermain yaitu tujuan dari kegiatan belajar dapat tercapai, guru dapat
fokus mengawasi anak serta anak-anak lebih mandiri, kekurangan dalam
pengelolaan saat pengadaan alat dan bahan menemukannya pada saat akan
penerapan , antisipasi guru kedepannya untuk menekan kekurangan dalam
pengelolaan kagiatan bermain dengan memanfaatkan berbagai sarana dan
prasarana yang tersedia dan perlu perencanaan yang matang
PERBEDAAN MAKNA SIMBOLIK DAN FUNGSI NYADRAN SEBELUM MENIKAH DAN AKAN MELAHIRKAN DI DUSUN KEPUHREJO DESA TUGU KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Tradisi merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang dilaksanakan turun temurun oleh
masyarakat. Tradisi Islam-Jawa yang masih melekat adalah tradisi Nyadran, seperti yang
dilaksanakan di Dusun Kepuhrejo Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Kabupaten
Tulungagung yang dilakukan ketika ada hajatan seperti sebelum acara pernikahan dan akan
melahirkan. Menurut salah satu masyarakat Dusun Kepuhrejo tradisi Nyadran adalah tradisi
yang dilakukan ketika ada keperluan oleh masyarakat Dusun Kepuhrejo dan jika mempunyai
nadzar dengan membawa cok bakal dan berdoa dengan mengunjungi kuburan atau punden,
yang merupakan lokasi yang dipandang sebagai cikal bakal suatu desa. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbedaan makna simbolik dan fungsi tradisi Nyadran sebelum
menikah dan akan melahirkan. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan dua teori yaitu teori
interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead untuk mengetahui makna simbolik dan
teori fungsionalisme struktural oleh Talcott Parsons untuk mengetahui fungsi tradisi Nyadran
di Dusun Kepuhrejo. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan makna simbolik tradisi
Nyadran sebelum menikah dan makna simbolik tradisi Nyadran akan melahirkan. Selain itu,
menunjukkan perbedaan pada fungsi tradisi Nyadran sebelum menikah dan juga fungsi tradisi
Nyadran akan melahirkan. Tradisi Nyadran ini pada dasarnya merupakan kebutuhan atau
kewajiban bagi masayarakat Dusun Kepuhrejo Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Kabupaten
Tulugagung yang telah berhubungan dengan kehidupan masyarakat.
Kata Kunci : Tradisi Nyadran, makna simbolik, dan fungsi
PENGARUH SELF DISCLOSURE DAN TRUST TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN BERPACARAN LONG DISTANCE RELATIONSHOP
Hubungan jarak jauh kini menjadi trend dikalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pencapaian pendidikan dan pekerjaan dari laki-laki dan perempuan. Dalam hubungan jarak jauh tidak akan terlepas dengan konflik-konflik. Maka dari itu individu dalam hubungan jarak jauh harus meningkatkan kualitas komunikasi, salah satunya dengan meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh antara self disclosure (keterbukaan) dan trust (kepercayaan) terhadap komunikasi interpersonal pasangan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kausal-komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis snowball sampling dengan mengambil sampel sejumlah 84 responden. Teknik pengambilan data menggunakan skala self disclosure, skala trust, dan skala komunikasi interpersonal yang telah diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh self disclosure dan trust secara parsial dan simultan terhadap komunikasi interpersonal. Sehingga semakin tinggi tingkat self disclosure dan trust akan semakin tinggi pula tingkat komunikasi interpersonalnya.
Kata kunci: Self disclosure, Trust, Komunikasi interpersonal, Hubungan jarak jau
RESILIENSI IBU SINGLE PARENT SEBAGAI KEPALA KELUARGA (Studi Kasus di Dusun Polaman Desa Bluluk Kabupaten Lamongan)
ABSTRAK
Feby Angela Yunica Safara, NIM 12306193020. 2023. Resiliensi Ibu Single
parent Sebagai Kepala Keluarga (Studi Kasus Di Dusun Polaman Desa
Bluluk Kabupaten Lamongan). Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling Islam
Fakultas Ushuluddin Adan dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Febranti Putri Navion, M.Pd
Kata Kunci : Resiliensi, Single parent, Kepala Keluarga
Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi oleh ibu
Single parent sebagai kepala keluarga baik permasalahan internal ataupun
eksternal. Menjalani peran single parent tentunya tidak mudah karena harus
berperan ganda sebagai ibu dan juga ayah, namun para single parent harus tetap
kuat dengan segala permasalahan demi keluarganya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kemampuan resiliensi ibu single parent sebagai kepala keluarga
di Dusun Polaman Desa Bluluk Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif (studi kasus). Teknik
yang digunakan untuk mengambil sampel penelitian yaitu purposive sampling.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi dan juga wawancara. Untuk
teknik analisis data yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Triangulasi data digunakan untuk mengecek keabsahan data dari
berbagai sumber.
Peneliti mengambil 4 single parent sebagai informan utama, untuk informan
tambahan peneliti melakukan wawancara dengan keluarga dan tetangga dari
subjek penelitian. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ke 4 subjek memiliki
kemampuan resiliensi sebagai kepala keluarga dan mampu menjalankan peran
sebagai kepala keluarga mencakup sebagai pengambil keputusan, memberikan
pendidikan dan mencari nafkah. Aspek yang mempengaruhi resiliensi ke 4 subjek
berbeda, 3 subjek memiliki 7 aspek yang mempengaruhi yaitu mampu tenang
dalam keadaan yang menekan (regulasi emosi), mampu menekan keinginan dalam
dirinya (pengendalian implus), memiliki rasa percaya diri (optimisme),
menganalisis penyebab masalah yang terjadi (analisis kausal), memiliki rasa
kepedulian (empati), memiliki kepercayaan akan kemampuan diri dalam
menghadapi masalah (efikasi diri), mampu mencapai keberhasilan dalam
hidupnya (reaching out) subjek dapat mengambil hikmah dengan statusnya
sebagai single parent. 1 subjek memiliki 6 aspek resiliensi, regulasi emosi,
pengendalian implus, optimisme, analis kausal, efikasi diri dan reaching out