6927 research outputs found
Sort by
DIMENSI INTUITIF LOGIS DALAM KISAH AL-QURAN (Studi Analisis Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an Karya Sayyid Quthb)
Kisah al-Qur’an adalah salah satu metode al-Qur’an yang relevan dalam upaya menyampaikan pesan Agama. Dinamika kontroversi dan persepsi tokoh-tokoh terhadap kisah al-Qur’an menunjukkan urgensinya. Kisah-kisah al-Qur’an tersirat banyak hal di dalamnya, misalnya nilai-nilai filosofis, pendidikan, hukum, akidah, akhlak, sosial dan kecerdasan intelektual serta kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah bagian dari intuisi. Intuisi adalah sumber pengetahuan yang berbasis pada keyakinan dan pengalaman. Dimensi ini terdapat di dalam kisah al-Qur’an dalam bermacam bentuk, pada awalnya bersifat ghaib tidak dapat diukur namun akhirnya menjadi logis karena sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat dan dapat divalidasi melalui pendekatan keilmuan modern. Sayyid Quthb adalah tokoh otoritatif yang memiliki kepiawaian perihal upaya mengkristalisasikan dimensi intuitif logis dalam kisah-kisah al-Qur’an. Ia adalah mufassir dan sastrawan besar dari Mesir yang pandai menggunakan narasi persuasif untuk menggugah kesadaran jiwa dan lugas sehingga dapat diterima oleh akal karena sesuai dengan realitas kehidupan dan hukum yang berlaku serta berkembang di masyarakat.
Dari latar belakang di atas, muncul persoalan-persoalan berikut ini: (1) Bagaimana wawasan umum tentang kisah-kisah al-Qur’an? (2) Bagaimana kisah al-Qur’an perspektif Sayyid Quthb? (4) Bagaimana dimensi intuitif logis dalam beberapa kisah al-Qur’an?
Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian pustaka) yaitu, meneliti data yang berkaitan dengan pembahasan dengan cara menelaah kitab primer yang ditulis oleh Sayyid Quthb yakni Fi@ Zhila@l al-Qur’a@n yang merupakan kitab populer dan banyak dijadikan obyek penelitian yang menggunakan metode bi al-iqtirany atau bi al-izdiwajy dari segi sumber tafsir, tahlily berdasar sasaran ayat, ithnaby atau tafshily secara keluasan penjelasan dan muqarin dari segi cara penjelasannya serta memiliki corak adabi ijtima’iy.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, maka didapatkan beberapa temuan di antaranya adalah: (1) Kisah al-Qur’an adalah sebuah berita tentang peristiwa yang terjadi pada umat terdahulu baik Nabi maupun orang shalih, juga pada masa nabi Muhammad SAW yang mengandung pelajaran dan nasihat. (2) Kisah al-Qur’an dalam pandangan Sayyid Quthb adalah sebuah manifestasi seni sastra dari Tuhan dengan beragam metode penyajian, diantaranya adalah pengulangan. Hampir tidak ditemukan pengulangan pada episode pokok. Apabila ditemukan pengulangan pasti disebutkan berikutnya sesuatu yang baru sesuai dengan konteks dan tujuan. Sehingga disimpulkan tidak terdapat repetisi dalam kisah al-Qur’an. (3) Dimensi intuitif lebih global dari nilai kecerdasan spiritual dalam kisah, sehingga segala bentuk pengetahuan yang berbasis pada keyakinan dan pengalaman yang diperoleh tanpa melalui nalar ratio dan panca indera termasuk ke dalamnya. Kristalisasinya berbentuk insting, mimpi, mukjizat, ilham, wahyu, naluri dan ikatan bathin. Intuisi logis adalah intuisi yang dapat diterima akal karena sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat dan dapat divalidasi melalui pendekatan keilmuan modern
PENGARUH MEDIA PODCAST TERHADAP KETERAMPILAN BERCERITA TEKS IMAJINASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI I SUMBERGEMPOL
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Media Podcast pada Keterampilan
Bercerita Siswa Kelas VII F SMP Negeri 1 Sumbergempol” ini ditulis oleh
Solahutdin Baraheng, NIM:12210183151, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Drs. Siti Zumrotul Maulida. M.Pd.I.
Kata Kunci: Keterampilan Bercerita, Media Podcast
Keterampilan berbahasa merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap
orang yang belajar bahasa. Siswa merupakan orang yang belajar bahasa. Maka
setiap siswa harus memiliki empat keterampilan berbahasa, salah satunya adalah
keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara berbagai macam jenis salah
satunya adalah keterampilan bercerita. Pada saat ini banyak siswa yang belum
mampu dalam bercerita karena berbagai hal, untuk menambah kemampuan siswa
harus ada hal-hal mendorong atau memotivasi siswa untuk bisa keterampilan
berbicara salah satunya dalam pembelajaran dengan menggunakan media podcast.
Jenis Penelitian ini menggunakan pre-experimental designs dengan tipe
one-goup pre-test-post-test design yaitu sebuah eksprimen yang dalam
pelaksanaannya hanya melibatkan satu kelas tanpa melibatkan kelas yang lain
(kelas pembanding) yang bertujuan untuk mengetahui dalam penggunaan media
podcast dalam bercerita pada siswa kelas VII F SMP Negeri 1 Sumbergempol.
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII F dengan jumlah siswa
sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes pre-test
sebelum diberikan media podcast, kemudian diberikan perlakuan melalui kegiatan
pembelajaran media podcast dan post-test dilakukan setelah diberikan perlakuan
dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
podcast berpengaruh terhadap keterampilan bercerita. Hal ini menunjukkan bahwa
sebelum menggunakan media podcast tergolong rendah dengan skor 53 point dan
skor tertingginya 88 point. Tetapi setelah menggunakan media podcast
keterampilan bercerita tergolong tinggi dengan skor terendah 63 point dan skor
tertinggi 88 point. Apa bila dikaitkan dengan kategori hasil belajar setelah diberikan
media podcast dengan kategori sangat baik terdapat 38%, baik 44%, cukup 16%
dan kurang 2%. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa penggunaan media podcast memiliki pengaruh terhadap keterampilan
bercerita siswa kelas VII F SMP Negeri 1 Sumbergempol setelah diperoleh t hitung
= 6.456 dan t tabel= (0,05= 1.69092) maka diperoleh 6.456 > 1.69092. Sehingga
hasil tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan media podcast berpengaruh
positif karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel
PRIMORDIALISME REMAJA (Studi Fenomenologi Solidaritas Sosial di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar di Lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sikap primodialisme dapat
mempengaruhi pola interaksi dan upaya pembentukan hubungan yang harmonis pada para
Penerima Manfaat di UPT PSBR Blitar. Mengingat UPT PSBR Blitar memiliki tujuan yaitu
terwujudnya kemampuan berfungsinya sosial bagi remaja, baik dalam berkeluarga, kelompok
maupun dalam bermasyarakat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi . Teknik pengumpulan data yang digunakan
melalui observasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwasanya terdapat perubahan pola interaksi baik secara individu maupun kelompok yang terjadi
pada PM, dimana PM yang awalnya dalam berinteraksi masih melihat dari sisi latar belakang dan
berkelompok menjadi aktif berinteraksi terlepas perbedaan yang ada. Perubahan tersebut dilatar
belakangi oleh kesadaran secara kolektif dan keterlibatan para PM dalam kegiatan-kegiatan yang
ada di organisasi karang taruna UPT PSBR Blitar. Maka dari itu dengan melibatkan seluruh PM
dalam kegiatan-kegiatan yang ada di karang taruna, upaya menciptakan solidaritas sosial di antara
para PM dapat tercapai.
Kata kunci : primordial, remaja, solidarita
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN BAKSO A’IM 13 DI KOTA TRENGGALEK
Loyalitas pelanggan memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan,
mempertahankan pelanggan berarti meningkatkan kinerja dan mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini menjadi alasan utama suatu perusahaan untuk
menarik dan mempertahankan pelanggan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji pengaruh kualitas produk terhadap
loyalitas pelanggan Bakso A’im 13, menguji pengaruh harga terhadap loyalitas pelanggan
Bakso A’im 13, menguji pengaruh promosi terhadap loyalitas pelanggan Bakso A’im 13,
menguji pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap loyalitas pelanggan Bakso
A’im 13.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling
dengan teknik sampling insidental, dengan jumlah sampel sebesar 75 responden, yaitu
konsumen Bakso A’im 13. Teknik pengambilan data menggunakan skala likert melalui
penyebaran angket, yang selanjutnya dilakukan analisis yang dilakukan dengan
menggunakan software SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Secara parsial terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan Bakso A’im 13. Secara
parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan Harga terhadap Loyalitas Pelanggan Bakso
A’im 13. Secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan Promosi terhadap
Loyalitas Pelanggan Bakso A’im 13. Kualitas Produk, Harga, dan Promosi memberikan
pengaruh secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen dengan hasil 86,4% dan
sisanya 13,6% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian.
Kata kunci: Kualitas Produk, Harga, Promosi, Loyalitas Pelanggan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI INTEGRAL FUNGSI ALJABAR KELAS XI MA BUSTANUL MUTA’ALLIMIN KOTA BLITAR
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Lembar Kerja Siswa Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Integral Fungsi Aljabar Kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar” ini ditulis oleh Vita Niken Yulianti, NIM 12204193252, Tadris Matematika, Dosen Pembimbing Dr. Ummu Sholihah, S.Pd., M.Si.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Discovery Learning, Lembar Kerja Siswa, Minat Belajar, Hasil Belajar Siswa.
Kurang berminatnya siswa pada mata pelajaran matematika menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kecenderungan ini relatif membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, juga masih ditemukannya hasil belajar siswa yang rendah. Tidak tersedianya sumber belajar yang efektif menimbulkan kesulitan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu diperlukan strategi pembelajaran yang bisa mengatasi
permasalahan tersebut. Dalam hal ini, peneliti menerapkan model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (1) pengaruh model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa
terhadap minat belajar siswa pada materi integral fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar, (2) pengaruh model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa terhadap hasil belajar siswa
pada materi integral fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar, (3) pengaruh model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi integral
fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dengan postest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas XI IIK 1 dan XI IIK 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test dan uji MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) pengaruh model
pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa terhadap minat belajar siswa pada materi integral fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 <
0,05 (2) pengaruh model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa terhadap hasil belajar siswa pada materi integral fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,002 < 0,05 yang ditunjukkan pada tabel independent samples test (3) pengaruh model pembelajaran discovery learning menggunakan media lembar kerja siswa terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi integral fungsi aljabar kelas XI MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 effect size sebesar 67,5% yang ditunjukkan pada tabel multivariate test. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa ditolak dan diterima
JUAL BELI FOLLOWER, LIKES, DAN VIEWER DI INSTAGRAM UNTUK MENARIK MINAT MASYARAKAT MEMBELI PRODUK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DAN HUKUM ISLAM (Studi kasus di Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Yayaneta Putri Gutawati, 126101202172 “Jual Beli Followers, Likes dan Viewer
Instagram untuk menarik minat masyarakat membeli produk menurut
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik dan Hukum Islam” ini ditulis oleh Yayaneta Putri Gutawati,
Fakultas Syari‟ah dan Ilmu Hukum, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah,
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang
dibimbing oleh Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I.
Kata Kunci: Jual Beli Followers, Likes dan Viewer Instagram, Undang-undang
Nomor 11 Tahun 2008, Hukum Islam.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hal yang sering terjadi di Tulungagung
pembeli merasa sudah membayar pesanan namun tidak kunjung mendapatkan
barang yang telah dibayar ataupun seringkali barang yang tidak sesuai dengan
yang telah dipesan, menurut Arta sebagai salah satu penjual Follower, likes dan
viewer beralasan karena saat ini banyak online shop yang menjual barangnya
melalui instagram sehingga mereka mengambil kesempatan dengan menjual
follower, likes dan viewer instagram supaya konsumen lebih menarik untuk dibeli
karena salah satu penilaian konsumen sebelum membeli barang di instagram
adalah banyaknya follower, likes dan viewer.
Fokus penelitian ini tentang jual beli Follower, Likes dan Viewer dengan
pertanyaan sebagai berikut : 1. Bagaimana mekanisme jual beli followers, likes
dan viewers Instagram untuk menarik minat masyarakat di Tulungagung? 2.
Bagaimana tinjauan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan
transaksi elektronik menurut perspektif hukum islam? 3. Bagaimana jual beli
followers Instagram untuk kepentingan berjualan menurut hukum islam?
Jenis metode penelitiannya menggunakan metode pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknis analisis datanya
menggunakan kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi,
pengecekan keabsahan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Mekanisme yang
dilakukan dalam praktik jual beli followers ini dilakukan seperti jual beli online
pada umumnya dengan cara memesan barang atau jenis followers yang diinginkan
melalui dm Instagram ataupun aplikasi Whatsapp, followers yang diperjualbelikan
terdapat 2 jenis yaitu followers aktif dan followers pasif. 2. Ditinjau dari UndangUndang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dilihat
dari ketentuan melakukan transaksi elektronik yang tertuang di dalam pasal 17
sampai 21 praktik jual beli ini dapat dilakukan secara elektronik, karena dianggap
memenuhi untuk dilakukannya transaksi elektronik, namun jika dilihat dari pasal
26 dan 27 praktik jual beli ini dianggap melanggar undang-undang ITE. 3.
Menurut hukum Islam dilihat dari segi ijab qabul sudah memenuhi syarat akad,
namun jika dilihat dari segi obyek jual beli follower, likes dan viewer lebih
banyak mendatangkan madarat
PERAN KIAI SYAMSU DLUHA DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL-MUSTHOFA TAHUN 1985-1997
Penelitian ini berfokus pada peran Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa pada tahn 1985-1997. Terdapat tiga rumusan masalah pertama, bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Kedua, bagaimana peran Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Ketiga, bagaimana dampak sosial berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan yaitu, pemilihan topik, pencarian sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah atau historiografi. Batas temporal yang diambil yaitu 1985-1997. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan, pertama berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa dilatarbelakangi dengan nasehat para guru kepada Kiai Syamsu Dluha, selain itu juga sebagai wujud meneruskan usaha kakek buyut Kiai Syamsu Dluha yang melakukan Islamisasi di Dusun Kemiri. Kedua, adapun peran yang dilakukan Kiai Syamsu Dluha dalam mengembangkan pesantren dengan memberikan perubahan di kurikulum pembelajaran dengan menerapkan metode An-Nahdliyah, kemudian membuat inovasi baru berupa DVD untuk pengenalan penerapan metode An-Nahdliyah yang akhirnya mempengaruhi jumlah santri yang awalnya hanya dihuni santri kalong dan berkembang adanya santri yang mukim. Ketiga, dampak berdirinya Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa dimasyrakat Kemiri cukup signifikan dari segi pendidikan dan segi sosial keagamaan masyarakat.
Kata Kunci: Kiai Syamsu Dluha; Peran; Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Musthofa
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MTSN 6 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di MTSN 6 Tulungagung” yang ditulis oleh Setiyono, NIM 17207163086, Dosen pembimbing Bapak Prof Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I
Kata Kunci: Manajemen, Peserta Didik, Mutu Pendidikan, MTsN 6 Tulungagung
Penelitian ini dilatar belakangi pada Mutu pendidikan tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan kegiatan pembelajaran madrasah. Terutama dalam hal ini masalah kesiswaan. Penunjang untuk proses berjalan ke depannya dalam madrasah yang bersangkutan. Letak permasalahan mutu pendidikan terjadi karena banyak faktor salah satunya terletak pada kesiswaan di dalam madrasah. Berdasarkan Observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa di MTsN 6 Tulungagung mengenai Manajemen peserta didik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. MTsN 6 Tulungagung adalah sekolah ini termasuk salah satu sekolah menengah yang memiliki kualitas cukup baik dalam lingkup sekolah negeri, sekolah menengah ini termasuk sekolah yang memiliki peserta didik cukup banyak, dengan adanya peserta didik ini dapat menjadi kekuatan bagi madrasah untuk memingkatkan mutu pendidikan di MTsN 6 Tulungagung.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1)Untuk mendeskripsikan dalam menganalisis kebutuhan peserta didik dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 6 tulungagung. 2)Untuk mendeskripsikan rekruitmen pada peserta didik dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 6 tulungaung. 3)Untuk mendeskripsikan pembinaan bakat dan Minat pada peserta didik dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 6 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, serta menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) a. Peserta didik kelas 7 tahun ini yang mendaftar di MTsN 6 Tulungang sejumlah 341 siswa-siswi. Dan yang kami terima sejumlah 320 siswa dan kami cadangkan sebanyak 10 untuk mengantisipasi siswa yang mengundurkan diri. 11 orang tidak lolos. untuk kelas 8 sebanyak 320 siswa-siswi dan kelas 9 sebanyak 320 siswa-siswi b. Sarana prasarana yaitu LCD pada setiap kelas. wifi sekolah, lep IPA beserta peralatannya, Lep Komputer, lapangan voly dan bola voly, lapangan futsal dan bola futsal, lapangan basket dan bola basket. Peralatan hadroh dan peralana dramband.2) a. Tahah awal MTsN 6 Tulungagung akan mensosialisasikan ke sekolah baik SD atau MI dan mengshare lewat media social, sekolah memulai pendaftaran online lalu tes secara online hingga pengumuman hasil tes di umumkan secara online. Kemudian siswa bisa mendaftar ulang. b. Materi yang di ujikan, seperti tes IPA, MTK, bahasa, IPS serta baca tulis al-quran. Adanya tes IQ itu untuk bakat minat sebagai tujuan pengkelasan. c. MTsN 6 Tulungagung memiliki tray out khusus yaitu KOMPAK BIMA SITA ( kompetensi matematika ipa dan agama bahasa ) bagi siswa yang lulus tes nantiakan diberi golden tiket. Tahun kemarin ada 50 golden tiket. 3) awal ajaran baru guru dan osis akan mendata siswa yang akan mengikuti ekstra kurikuler, kemudian di data serta langsung bisa mengikuti esktra yang dipilih. Sekolah akan mendatangkan tenaga pengajar secara khusus
PEMBACAAN QS. AL-FATIHAH DAN AL-IKHLAS PADA TRADISI SURONAN DI DUSUN TALAPAN DESA WAUNG KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG (Kajian Living Al-Qur’an)
Adanya pengistimewaan QS. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, memperlihatkan bagaimana dengan teguh masyarakat setempat menjaga tradisi hingga Qur’an hidup di tengah masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta tujuan pembacaan QS. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas pada Tradisi Suronan di Dusun Talapan, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dari Edmund Husserl. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data primer didapat dari observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumentasi. Alur analisa data merujuk pada teori fenomenologi Husserl yang telah dimodifikasi, dengan teknik analisa data studi ini memakai triangulasi data. Dari hasil kajian disimpulkan bahwa 1) terdapat berbagai keunikan dalam pelaksanaan ritual Suronan Dusun Talapan, yakni pembuatan sekar mayang atau kembar mayang, tumpeng, penyatuan air dari berbagai sumber air, pembacaan QS. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, dan pengarakan air, 2) sejarah pembacaan QS. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas pada tradisi Suronan di Dusun Talapan adalah tradisi dari leluhur sebagai upaya melestarikan budaya, menghidupkan al qur’an di tengah masyarakat,makna sekar mayang yang berarti syahadat, tumpeng yang bermakna sebuah jati diri, gentong wadah air yang bermakna tempat sebuah ilmu, dirangkai menjadi sebuah tradisi masyarakat, 3) resepsi masyarakat terhadap pembacaan QS. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas adalah dapat mendatangkan keberkahan dan menyembuhkan berbagai penyakit.
Kata Kunci: Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Surona
JAMINAN KESEJAHTERAAN SOSIAL TRADISIONAL DI INDONESIA (Studi Kasus Pada Kegiatan Jimpitan di Dusun Mojosari Kabupaten Nganjuk)
Jaminan kesejahteraan sosial tradisional merupakan suatu jaminan sosial yang sumbernya dari
luar institusi pemerintah yang secara turun menurun bentuk jaminan sosial akan diberikan atau
diterima dari adanya hubungan-hubungan sosial seperti kepada masyarakat, tetangga dan
kerabat. Adanya tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk jaminan
kesejahteraan sosial secara tradisional dibentuk dengan melalui kegiatan jimpitan.Studi kasus
dalam penelitian ini fokus pada kegiatan jimpitan yang merupakan tradisi masyarakat secara
tradisional yang lazim dilakukan di lingkungan pedesaan yakni berupa bentuk iuran/uang.
Jimpitan biasanya diletakkan dalam wadah atau kaleng rokok yang akan diletakkan di depan
rumah warga. Petugas akan mengambil uang tersebut dan mengumpulkannya uang tersebut.
Sumber data penelitian diambil dari warga masyarakat Dusun Mojosari Kabupaten Nganjuk.
Dalam penelitian ini menggunakan teori solidaritas sosial Emile Druhkeim. Solidaritas
merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat maupun kelompok sosial karena
pada dasarnya setiap masyarakat membutuhkan solidaritas. Menurut Drukheim solidaritas
sosial merupakan kesetiakawanan yang menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara
individu dan kelompok. Teknik pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sedangkan fokus penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Dengan diadakannya jaminan kesejahteraan sosial ini dapat
mempererat tali silahturahmi dan rasa kepedulian kepada warga/masyarakat. Dari hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jimpitan digunakan untuk membangun dan
memperbaiki fasilitas lingkungan sekitar, dan akan digunakan untuk membantu berupa
sumbangan kepada warga yang kesusahan. Dengan begitu masyarakat menjadi berpengalaman
dalam mengelola jaminan kesejahteraan sosial secara tradisional dengan melalui kegiatan jimpitan, dan yang utama yaitu sikap kemasyarakatan solidaritas sosial secara gotong-royong
mampu menumbuhkan nilai sosial dan gotong royong dalam membangun lingkungannya.
Kata Kunci: Kesejahteraan Sosial, Jimpitan, Masyarakat