JTR-Jurnal Tata Rias
Not a member yet
    143 research outputs found

    Pengaruh Kadar Sari Buah Stroberi (Fragaria vesca L.) Terhadap Kualitas Masker Gel Peel Off

    Get PDF
    A mask is a depth-cleansing cosmetic which works deeply because it can remove dead skin cells. The characteristics of a face mask can be recognized by its texture that can be smeared on the surface of face skin, causing a feeling of tightness on skin, and containing useful substances for skin’s health.             This study aims to examine the effect of strawberry juice levels on the quality of peel off gel masks. This study also applied experimental research method. The independent variable in this study is strawberry juice with concentrations of 10%, 15%, and 20%. Meanwhile, the dependent variable is the quality of strawberry juice peel off gel mask preparation level. The data collection technique used is an observation method through pH test, organoleptic test, as well as hedonic test which are conducted by three pharmacist lecturers. Meanwhile in analyzing the data, normality test, with the SPSS program, and Friedman test are applied. Findings suggest that strawberry juice can be formulated in a peel off gel mask with concentration variations of 10%, 15%, and 20%. The result of organoleptic test and hedonic test also show that the best concentration of peel off gel mask is the formula 3 with 20% strawberry juice. Meanwhile, the pH test result indicates that all the peel off gels produced meet the skin pH criteria, within the range of 4,5 to 7, and is compliant with the expected normal pH range.  Masker termasuk kosmetik depth cleansing yaitu kosmetik yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Ciri-ciri masker wajah yaitu dapat dioleskan pada kulit wajah, menimbulkan rasa kencang pada kulit dan terdapat unsur zat yang bermanfaat untuk kulit.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kadar sari buah stroberi terhadap kualitas masker gel peel off. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sari buah Stroberi dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, sedangkan variabel terikatnya adalah kualitas kadar sediaan masker gel peel off sari buah Stroberi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi melalui uji pH, uji organoleptik, uji hedonik yang dilakukan oleh 3 dosen ahli farmasi. Analisis data dengan menggunakan uji normalitas dengan program SPSS dan dilanjutkan uji Friedman Test. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa sari buah Stroberi dapat diformulasikan dalam sediaan masker gel peel off dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Hasil dari uji organoleptik dan uji hedonik menunjukkan bahwa konsentrasi masker gel peel off terbaik ialah formula 3 dengan sari buah stroberi 20%. Hasil uji pH menunjukkan semua gel yang dihasilkan memenuhi kriteria pH kulit yaitu dalam interval 4,5-7. Hal ini sesuai dengan yang diharapkan, yaitu pH berada pada rentang pH normal kulit yaitu antara 4.5 -7

    Analysis Of Consumer Preferences Analysis Of Consumer Preferences In The Selection Of Cosmetic Mascara: Analysis Of Consumer Preferences In The Selection Of Cosmetic Mascara

    No full text
    Women define beauty as the condition of the skin on the body and face that looks clean and has curly eyelashes. The beauty of the eyes does not radiate perfectly without a hint of mascara. This study aims to determine and analyze the attributes of mascara products that are consumer preferences and the types of mascara attributes that most influence consumer preferences for purchasing decisions in the selection of mascara cosmetics on consumers at Kota Kasablanka Mall. The sample in this study was obtained using incidental sampling technique with the slovin formula. The analytical method used is a quantitative method with a descriptive approach. Determining mascara attributes to be consumer preferences using the Chi Square test and which is the main preference requires Fishbein's multi-attribute analysis test. Based on the results of Fishbein's multi-attribute analysis test on mascara attributes, it was found that the attitude value of respondents (Ao) was product quality 23.70, color 22.93, brand 20.50, price 18.00, and packaging 13.88. The higher the value (Ao), the mascara attribute is the first most considered by respondents. The preference that consumers consider the most in the selection of cosmetic mascara is the quality of the product. Based on the results of the Chi Square analysis test on mascara attributes, it was found that Asymp. Sig product quality 0.642 > 0.05, Asymp. Sig color 0.161 > 0.05, Asymp. Brand sig 0.31 > 0.05, Asymp. Sig price 0.001 < 0.05, and Asymp. Sig packing 0.002 < 0.05. Product quality, color and brand have significant values ​​because Ho is accepted and Ha is rejected. Mascara attributes that have an influence on respondents' preferences in choosing mascara cosmetics are product quality, color, and brand.   Keywords: Mascara attributes, consumer preferences, product qualityWanita mendefinisikan cantik sebagai kondisi kulit tubuh dan wajah terlihat bersih serta memiliki bulu mata yang lentik. Keindahan mata tidak terpancar sempurna tanpa pulasan maskara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis atribut produk maskara yang menjadi preferensi konsumen serta jenis atribut maskara yang paling mempengaruhi preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian dalam pemilihan kosmetik maskara pada konsumen di Mall Kota Kasablanka. Sampel dalam penelitian ini didapat menggunakan teknik sampling incidental dengan rumus slovin. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Menentukan atribut maskara menjadi preferensi konsumen menggunakan uji Chi Square dan yang menjadi preferensi utama membutuhkan uji analisis multiatribut Fishbein. Berdasarkan hasil uji analisis multiatribut Fishbein terhadap atribut maskara, didapati nilai sikap responden (Ao) adalah kualitas produk  23.70, warna sebesar 22.93, merek 20.50, harga 18.00, dan kemasan 13.88. Semakin tinggi nilai (Ao) maka atribut maskara tersebut menduduki peringkat pertama yang paling dipertimbangkan oleh responden. Preferensi yang paling dipertimbangkan konsumen dalam pemilihan kosmetik maskara adalah kualitas produk. Berdasarkan hasil uji analisis Chi Square terhadap atribut maskara, didapati Asymp. Sig kualitas produk 0.642 > 0.05, Asymp. Sig warna 0.161 > 0.05, Asymp. Sig merek 0.31  > 0.05, Asymp. Sig harga 0.001 < 0.05, dan Asymp. Sig kemasan 0.002 < 0.05. Kualitas produk, warna dan merek memiliki nilai signifikan karena Ho diterima dan Ha ditolak. Atribut maskara yang memiliki pengaruh preferensi responden dalam pemilihan kosmetik maskara adalah kualitas produk, warna, dan merek.   Kata Kunci : Atribut maskara, Preferensi konsumen, Kualitas produ

    HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN RAMBUT DENGAN PERILAKU PERAWATAN RAMBUT PASCA-PEWARNAAN RAMBUT (Studi Kasus Remaja Wanita Kampung Bojong Desa Pamagersari Kabupaten Bogor)

    No full text
    This research is based on the differences in the behavior of adolescent women in caring for post-coloring hair and the level of knowledge of hair health in adolescent women in Kampung Bojong. To answer the extent of the relationship between knowledge of hair health and post-coloring behavior in adolescent women in Bojong Village, Pamagersari Village, Bogor Regency, a correlational approach was used quantitative research methods. Data were collected using a questionnaire that was distributed directly to female respondents who did hair coloring in Bojong Village, Pamagersari Village. The results of calculations with product moment correlation obtained rcount (rxy) = 0.637 so that > ​​0.5 so that there is a positive relationship between variable X and variable Y. From the calculation of the simple regression correlation equation the correlation between the two variables is Y = 94.599 + 0.8933X. Hypothesis with t-test, obtained tcount = 4.373 while ttable at significance level of 0.05 with dk (n-2) = (30-2) = 28 of 2.048. So tcount > ttable because 4.373 > 2.048. The conclusion is that there is a significant relationship between variable X and variable Y. KD calculations show that knowledge of hair health in adolescent women in Bojong Village, Pamagersari Village has an influence on post-hair coloring treatment behavior of 40.64%, while 59.36% is determined by other factors not calculated on this research. Knowledge of hair health in adolescent women in Bojong Village, Pamagersari Village, contributes in the form of a positive relationship to the behavior of post-coloring hair care, so that increased knowledge of hair health is very supportive of caring for post-coloring hair.Penelitian ini didasari adanya perbedaan perilaku wanita remaja dalam merawat rambut pasca-pewarnaan dan tingkat pengetahuan kesehatan rambut pada wanita remaja Kampung Bojong. Untuk menjawab sejauh mana hubungan antara pengetahuan kesehatan rambut dengan perilaku perawatan pasca-pewarnaan rambut pada wanita remaja Kampung Bojong Desa Pamagersari Kabupaten Bogor digunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan korelasional. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disebar langsung ke responden wanita remaja yang melakukan pewarnaan rambut di Kampung Bojong Desa Pamagersari. Hasil perhitungan dengan korelasi product moment diperoleh rhitung (rxy) = 0,637 sehingga ρ > 0,5 sehingga terdapat hubungan yang positif antara variabel X dan variabel Y. Dari perhitungan persamaan korealsi regresi sederhana korelasi antara kedua variabel adalah Y= 94,599 + 0,8933X. Hipotesis dengan Uji-t, didapatkan thitung = 4,373 sedangkan ttabel pada taraf signifikasi 0,05 dengan dk (n-2) = (30-2) = 28 sebesar 2,048. Sehingga thitung > ttabel karena 4,373 > 2,048. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Perhitungan KD menunjukan pengetahuan kesehatan rambut pada wanita remaja Kampung Bojong Desa Pamagersari memiliki pengarh dengan perilaku perawatan pasca-pewarnaan rambut sebesar 40.64%, sedangkan 59,36% ditentukan oleh faktor lain tidak dihitung pada penelitian ini. Pengetahuan kesehatan rambut pada wanita remaja Kampung Bojong Desa Pamagersari memberikan kontribusi berupa hubungan positif terhadap perilaku perawatan pasca-pewarnaan rambut, sehingga meningkatnya pengetahuan kesehatan rambut sangat mendukung merawat rambut pasca-pewarnaan

    STUDI LITERATUR: PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH: STUDI LITERATUR: PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH

    Get PDF
    Sebagian masyarakat di Indonesia masih banyak sekali yang tidak memanfaatkan kulit buah manggis. Dalam beberapa penelitian, kulit buah manggis memiliki banyak manfaat untuk merawat kulit wajah. Untuk mendapatkan zat aktif pada buah manggis perlu dilakukan proses ekstraksi. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekstrak kulit buah manggis untuk perawatan pada kulit wajah, dan mengetahui apa saja pemanfaatan ekstrak kulit buah manggis untuk perawatan kulit wajah. Metode penelitian yang dilakukan dengan Systematic Literature Review (SLR). Populasi dalam tugas akhir ini adalah artikel jurnal yang berjumlah 8 dan 1 buku dengan teknik sampling berupa total sampling dimana populasi dijadikan sampel atau sampling jenuh. Berdasarkan kajian literature yang dilakukan terhadap artikel jurnal dan buku tersebut diperoleh bahwa ekstrak kulit buah manggis dapat digunakan untuk merawat kulit wajah dan dapat dijadikan bahan dalam kosmetika untuk perawatan kulit wajah

    Persepsi Masyarakat Terhadap Manfaat Akupunktur Untuk Mengatasi Kerontokan Rambut

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat terhadap manfaat akupunktur untuk mengatasi kerontokan rambut. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang terapi akupunktur untuk mengatasi kerontokan rambut dengan jumlah sampel penelitian adalah 30 responden. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup untuk pengumpulan data, guna mendapat gambaran tentang indikator pengetahuan, kebutuhan, dan pengalaman masyarakat terhadap manfaat akupunktur untuk mengatasi kerontokan rambut. Pengujian instrumen dengan uji validitas menggunakan rumus Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap manfaat akupunktur untuk mengatasi kerontokan rambut berdasarkan persepsi pengetahuan termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan skor nilai 848, pada persepsi kebutuhan termasuk dalam kategori tinggi dengan skor nilai 699, dan persepsi pengalaman termasuk dalam kategori tinggi dengan skor nilai 1195. Dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap manfaat akupunktur untuk mengatasi kerontokan rambut dilihat dari berbagai indikator adalah tinggi (bermanfaat) dimana kerontokan rambut berkurang dan pertumbuhan rambut lebih baik

    Pengaruh Masker Kesemek terhadap Kecerahan Kulit

    Get PDF
    This study aims to analyze whether there is any effect of persimmon mask to brighten skin. This study applied quasi experimental research methods, skin color chart as an instrumental that use to evaluation the skin color. Sampling was done by purposive sampling where sampling was conducted based on the physical appearance or characteristic of the population in accordance with the purpose of the research. The total of the sample was 10 people, divided into two treatment groups. Five people used persimmon masks as the research group and the other five people used papaya masks as the control group. Each group received 8 treatments for four weeks and the treatment was done twice a week .After obtaining the data, analysis requirement test by normality test using Lilliefors test and two test of variance homogeneity. The result for group A Lhitung < Ltabel is 0,221 < 0,337, so the experiment A have a normal distribution. Whereas experiment B obtained Lhitung < Ltabel, 0,163 < 0,337 so the experiment B are normally distributed. For testing the homogeneity of two variances the writer used F test, Fhitung < Ftabel is 2,19< 6,39, this means the data are homogenous. The writer also applied T test average of two directions which indicated t= 2,72 at the signigicance level of α = 0,05 and Ttable= 1,86 so, the null hypothesis (Ho) is rejected and (Hi) received. It means that the type of facial skin care using soursop leaf persimmon mask totally has influence to brighten the skin.This study aims to analyze whether there is any effect of persimmon mask to brighten skin. This study applied quasi experimental research methods, skin color chart as an instrumental that use to evaluation the skin color. Sampling was done by purposive sampling where sampling was conducted based on the physical appearance or characteristic of the population in accordance with the purpose of the research. The total of the sample was 10 people, divided into two treatment groups. Five people used persimmon masks as the research group and the other five people used papaya masks as the control group. Each group received 8 treatments for four weeks and the treatment was done twice a week .After obtaining the data, analysis requirement test by normality test using Lilliefors test and two test of variance homogeneity. The result for group A Lhitung < Ltabel is 0,221 < 0,337, so the experiment A have a normal distribution. Whereas experiment B obtained Lhitung < Ltabel, 0,163 < 0,337 so the experiment B are normally distributed. For testing the homogeneity of two variances the writer used F test, Fhitung < Ftabel is 2,19< 6,39, this means the data are homogenous. The writer also applied T test average of two directions which indicated t= 2,72 at the signigicance level of α = 0,05 and Ttable= 1,86 so, the null hypothesis (Ho) is rejected and (Hi) received. It means that the type of facial skin care using soursop leaf persimmon mask totally has influence to brighten the skin

    Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Make Up Artist Pria

    Get PDF
    Asya Aulia Nifa, Thesis : Consumer Perception Of Service Quality Of Men's Make Up Artist. Cosmetology Education Study Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University. 2021   The desire of women and men to beautify themselves through make-up is very high. The high need for make-up is used as a business opportunity for all circles of society, men and women. One way to determine the quality of a make-up service is to know the service quality of a male make-up artist. The purpose of this study is to find out about consumer perceptions of the service quality of male make up artists. This research is a descriptive quantitative research in collecting data this research uses purposive sampling technique. Sources of data used are primary data sources and secondary data instruments are observations, interviews and documentation. Based on the results of the chi square analysis test on aspects of service quality Asymp. Sig Responsiveness 0,000 < 0.05, Asymp. Guaranteed sig 0,000  < 0.05, Asymp. Empathy sig 0,000  < 0.05, and Asymp. Sig Reliability 0,000  < 0.05. Aspects of service quality that have an influence on consumer perceptions of the service quality of male make up artists are responsiveness, assurance, physical evidence, empathy and reliability.Asya Aulia Nifa, Skripsi : Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Make Up Artist Pria. Program Studi Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. 2021   Keinginan wanita dan pria untuk mempercantik diri melalui make up sangat tinggi. Kebutuhan yang tinggi akan make up dijadikan peluang bisnis untuk semua kalangan masyarakat, pria maupun wanita. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas suatu jasa tata rias adalah dengan mengetahui kualitas pelayanan make up artist pria. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tentang persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan make up artist pria. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan skunder instrumen data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji analisis chi square terhadap aspek kualitas pelayanan Asymp. Sig daya tanggap 0,000 < 0.05, Asymp. Sig jaminan 0,000 < 0.05, Asymp. Sig bukti fisik 0,000 < 0.05, Asymp. Sig empati 0,000 < 0.05, dan Asymp. Sig keandalan 0,000 < 0.05. Aspek kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan make up artist pria adalah daya tanggap, jaminan, bukti fisik, empati dan keandalan

    ANALISIS PENGETAHUAN TATA RIAS WAJAH SEHARI-HARI DAN PERILAKU PENGGUNAAN KOSMETIKA : Indonesia

    Get PDF
      CHIKA ERFIANDI GAUTAMA. Analisis Pengetahuan Tata Rias Wajah Sehari-hari dan Perilaku Penggunaan Kosmetika (Studi pada PNS Wanita di Kementriaan Pendidikan dan Kebudayaan). Jakarta. Program Studi Diploma Tiga Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negri Jakarta, 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai gambaran pengetahuan tata rias wajah dan perilaku penggunaan kosmetika di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita di KEMENDIKBUD. Objek penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu sebanyak 25 orang. Penelitian ini dibuat menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita yang bekerja di KEMENDIKBUD. Berdasarkan kajian teoritis dan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan nilai pengetahuan tata rias sebesar 92.5% dan perilaku penggunaan kosmetika sebesar 86.04%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tata rias serta perilaku penggunaan kosmetika di kalangan PNS wanita KEMENDIKBUD termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil ini dapat diperoleh karena didukung oleh faktor-faktor seperti faktor pendidikan, faktor pekerjaan, dan faktor pengalaman

    Hubungan Pengetahuan Sanitasi dan Higiene dengan Perilaku Kesehatan Kerja Beautician di Salon Kecantikan di Kota Sukabumi

    Get PDF
    Knowledge of sanitation and hygiene is a understanding of maintaining health and avoiding disease, occupational health behavior of beautician has an important role for everyone who is in the workplace so that they live healthy and free from health problems and bad influences from work. This study aims to find out the level of the relation between sanitation and hygiene knowledge with occupational health behavior of beauticians at beauty salons in Sukabumi City. This research was conducted in a beauty salon in Sukabumi City. This research method is a quantitative method, survey with a correlational approach. The population in this research were beauticians at beauty salons in Sukabumi City with a sample of 36 people drawn from 36 people in the total population. Data for variable X (sanitation and hygiene knowledge) was obtained by means of a multiple choice test. Meanwhile, the variable Y (occupational health behavior) was obtained by distributing questionnaires with a Likert scale. The results of simple linear regression testing and hypothesis testing have a correlation significance value of 0.000 < 5% significance level (0.05) with a Pearson Product Moment value of 0.624, so there is a relation between X and Y variables. Based on the results of the coefficient of determination test, it was found that the health behavior of the beautician in a beauty salon in Sukabumi City was determined by the knowledge of sanitation and hygiene of 38.94%Pengetahuan sanitasi dan higiene adalah pemahaman seseorang terhadap menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari penyakit, perilaku kesehatan kerja beautician memiliki peran penting bagi setiap orang yang berada di tempat kerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan dari pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan pengetahuan sanitasi dan higiene dengan perilaku kesehatan kerja beautician di salon kecantikan di Kota Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan di salon kecantikan di Kota Sukabumi. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif, survey dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah beautician di salon kecantikan di Kota Sukabumi dengan sampel berjumlah 36 orang yang diambil dari 36 orang total populasi. Data untuk variabel X (pengetahuan sanitasi dan higiene) di dapat dengan cara penyebaran tes pilihan ganda. Sedangkan, data variabel Y (perilaku kesehatan kerja) di dapat dengan cara penyebaran kuisioner dengan skala likert. Hasil pengujian regresi linear sederhana dan pengujian hipotesis memiliki nilai signifikansi korelasi 0,000 < taraf signifikansi 5% (0,05) dengan nilai Pearson Product Moment 0,624, maka terdapat hubungan antara variabel X dan Y. Berdasarkan hasil Uji koefisien determinasi didapati bahwa perilaku kesehatan kerja beautician di salon kecantikan di Kota Sukabumi ditentukan oleh pengetahuan sanitasi dan higiene sebesar 38,94%

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI KARAKTER LUKA BAKAR DENGAN TEKNIK 3D MENGGUNAKAN BAHAN LATEKS PADA MATA KULIAH PENATAAN RAMBUT DAN RIAS FANTASI

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran berbasis animasi untuk membantu proses belajar mengajar pada mata kuliah penataan rambut dan rias fantasi di program studi Pendidikan Tata Rias FT UNJ. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode riset dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Pada proses pengembangan media pembelajaran peneliti melakukan kelayakan kepada tiga dosen ahli. Pertama yaitu uji kelayakan materi peneliti mendapatkan hasil 91.72% termasuk kedalam kategori “Sangat Valid.” Pada kelayakan media 73.33% termasuk kedalam kategori “Valid.” Pada kelayakan Bahasa 83.33% termasuk kedalam kategori “Sangat Valid.” dan pada uji kepraktisan 84.95% termasuk kedalam kategori “Sangat Praktis.”Kata kunci: media pembelajaran, animasi, karakter luka bakar, teknik 3

    124

    full texts

    143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JTR-Jurnal Tata Rias
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇