JTR-Jurnal Tata Rias
Not a member yet
143 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kosmetika dengan Perilaku Menghindari Kosmetika yang Mengandung Rhodamin-B
Cosmetics is a necessity that has long been used and developed by humans. Along with the development of the era of increasing use of cosmetics, female students as consumers who use cosmetic products should have good knowledge about cosmetics. Cosmetics on the market are very diverse in terms of brands, types, uses, as well as colors and shapes. This study aims to determine the relationship between knowledge and behavior to avoid Cosmetics containing Rhodamine-B. This study uses a descriptive research method with a correlational approach and the sample of this research is the Make-up Education Students, Class of 2018 with total 30 students using random sampling. The data used is primary data and collected through a questionnaire. The analytical requirements test used in this study is the Kolmogorov-Smirnov Normality Test which shows a probability value (Sig.) of 0.080 for the cosmetic knowledge variable (X) and 0.198 for the behavioral variable to avoid cosmetics containing Rhodamine-B (Y). obtained > 0.05 significant level, so that both variables can be declared normally distributed. Hypothesis testing in this study uses the product moment correlation coefficient test and the significance test of the correlation coefficient. The results show r arithmetic of 0.625, which means it is greater than r table of 0.361, which means Ho is rejected and Ha is accepted. The correlation value of 0.625 indicates a strong correlation, this refers to the Correlation Coefficient Level. It can be concluded that there is a positive relationship between knowledge of cosmetics and behavior to avoid cosmetics containing Rhodamine-B.Kosmetik merupakan kebutuhan yang telah lama digunakan dan dikembangkan oleh manusia. Seiring perkembangan zaman penggunaan kosmetikkian meningkat, Mahasiswi sebagai konsumen yang menggunakan produk kosmetika seharusnya memiliki pengetahuan yang baik mengenai kosmetika. Kosmetika yang beredar di pasaran sangat beragam baik merek, jenis, kegunaannya, maupun warna dan bentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan pengetahuan dengan perilaku menghindari Kosmetika yang mengandung Rhodamin-B. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan korelasional serta sampel penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Tata Rias angkatan 2018 berjumlah 30 dengan menggunakan random sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui kuesioner. Uji persyaratan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov yang menunjukkan nilai probabilitas (Sig.) sebesar 0,080 untuk variabel pengetahuan kosmetika (X) dan 0,198 untuk variabel perilaku menghindari kosmetika yang mengandung Rhodamin-B (Y) perolehan kedua skor tersebut didapat > 0,05 taraf signifikan, sehingga kedua variabel dapat dinyatakan berdistribusi normal. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji koefisien korelasi product moment dan uji keberartian koefisien korelasi. Hasil menunjukkan r hitung sebesar 0,625, yang artinya lebih besar dari r tabel yaitu 0,361, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.Nilai korelasi sebesar 0,625 menunjukkan korelasi yang kuat, hal ini mengacu terhadap Tingkatan Koefisien Korelasi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pengetahuan kosmetika dengan perilaku menghindari kosmetika yang mengandung Rhodamin-B
Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Bahan Baku Perawatan Kecantikan Kulit
Untuk perawatan kulit wajah lebih aman menggunakan cara perawatan yang tradisional dari bahan-bahan alami. Salah satu bahan alami yang digunakan untuk perawatan kulit wajah yaitu menggunakan tumbuhan lidah buaya (Aloe vera). Berdasarkan hasil studi pustaka yang dilakukan oleh penulis, pemanfaatan dari tanaman lidah buaya (Aloe vera) sebagai salah satu tanaman perawatan kecantikan kulit yang sudah dikenal pemanfaatannya secara turun-temurun. Penulis menemukan lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai perawatan kesehatan dan kecantikan kulit seperti hand body lotion dan juga masker wajah yang alami. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, dilakukan saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Mengacu pada model analisis interaktif yang diajukan oleh Miles dan Huberman, yang prosesnya berbentuk siklus yakni memperlihatkan sifat interaktif kolektif data atau pengumpulan data dengan analisis data
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIPSTIK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Lipstik merupakan salah satu kosmetika dekoratif yang mana zat warna merupakan salah satu elemen terpenting dari formula lipstik. Penggunaan zat warna sintetik dalam sediaan lipstik dapat menimbulkan efek yang cukup berbahaya bagi kesehatan kulit. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan yaitu buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami dalam formulasi sediaan lipstik. Buah naga merah memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan juga mengandung pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna lipstik alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan lipstik dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), dan 20% (F3), dan mengetahui mutu sediaan lipstik dengan uji organoleptik dan uji pH. Hasil dari uji organoleptik menunjukan bahwa sediaan lipstik mempunyai kestabilan warna yang baik. Pada uji pH menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memiliki rerata pH berturut-turut 4,6, 4,3, dan 4,1. Berdasarkan hasil uji tersebut, sediaan lipstik dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) aman digunakan dan tidak menimbulkan reaksi negatif pada bibir
PENGEMBANGAN MODUL SENI MERANGKAI BUNGA TANGAN PENGANTIN (HAND BOUQUETE) (DITERAPKAN PADA MATA KULIAH SENI DEKORASI RUANG KHUSUS TATA RIAS)
Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menghasilkan pengembangan sebuah produk berupa Modul Pembelajaran Seni Merangkai Hand Bouquet Dasar untuk Dekorasi Pengantin yang digunakan sebagai media pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah Seni Dekorasi Ruang Khusus Tata Rias, Program Studi Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta.Modul Pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Thiagarajan dengan model 4D, meliputi define, design, develop, dan dissemination. Pada tahap develop, peneliti melakukan validasi modul dan revisi modul kepada Diniwaty Abidin sebagai ahli materi, Cecep Kustandi, M.Pd sebagai ahli media, dan mahasiswa program studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta angkatan 2018 sebanyak 31 mahasiswa sebagai pengguna.Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa modul pembelajaran ini telah layak untuk dijadikan sumber alternatif belajar pada mata kuliah Seni Dekorasi Ruang Khusus Tata Rias. Hal ini didukung dengan persentase hasil penilaian dari para ahli dan pengguna. Penilaian ahli materi mendapatkan persentase 87,09%, penilaian ahli media mendapatkan persentase 86,85% dan penilaian pengguna mendapatkan persentase 90,36% dari yang diharapkan 100%. Dengan demikian, media pembelajaran modul Seni Merangkai Hand Bouquet Dasar untuk Dekorasi Pengantin sudah memenuhi berbagai aspek dari syarat media pembelajaran dan dianggap sangat layak untuk dijadikan alternatif sumber belajar pada materi Seni Merangkai Hand Bouquet
UJI COBA KELAYAKAN PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI PEWARNA PADA CAT KUKU
Pewarna kuku cair atau cat kuku merupakan bahan berbentuk cair yang biasanyadigunakan untuk mewarnai dan mempercantik penampilan kuku. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk melakukan uji coba pemanfaatan pada bahan alam untuk dijadikan cat kuku.Bahan alam yang digunakan di bedakan dengan 3 bahan yaitu, kulit buah naga merah,rimpang kunyit dan umbi bit. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen.Dengan demikian hasil yang diperoleh dari kelayakan pewarna kuku oleh ahli farmasi yaitubahan alam 1 dan bahan alam 3 belum layak digunakan karena tidak memberikan warna danketercampuran bahan yang maksimal. Pewarna alami yang digunakan dalam sediaan pewarnakuku tidak dapat bercampur dengan baik sehingga terlihat gumpalan di dasar wadah sediaan.Pada bahan alam 2 sudah cukup layak untuk digunakan karena kunyit yang ditambahkandapat bercampur dengan baik dengan sediaan formulasi pewarna kuku sehingga dapatmemberikan warna yang baik setelah diaplikasikan. Namun, masih terlihat gumpalan di dasarwadah sediaan. Sedangkan hasil kuesioner, nilai kesukaan yang tertinggi pada indikatorbentuk atau tekstur yaitu bahan alam 2 (rimpang kunyit), indikator aroma pada bahan alam 1(buah naga) dan indikator warna pada bahan alam 2 (rimpang kunyit)
PENGEMBANGAN SILABUS STUDENT DAY TATA RIAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMA PLUS PGRI CIBINONG
Salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran adalah silabus. Silabus adalah rancana pembelajaran pada suatu mata pembelajaran atau tema tertentu yang mecangkup komptensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengembangkan silabus Student Day tata rias menggunakan model pembelajaran kontekstual di SMA Plus PGRI Cibinong yang layak dan praktik. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini berupa uji validitas ahli kurikulum, uji validitas materi, uji validitas pengajar. Hasil dari ialah berupa uji validitas ahli materi, uji validitas kurikulum, uji validitas pengajar untuk mendapatkan hasil pengembangan silabus yang layak dan praktiks untuk digunakan oleh pengajar. Dan pada uji validitas ahli materi dan uji validitas kurikulum menunjukan silabus layak untuk digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip silabus. Berdasarkan hasil tersebut maka silabus di uji validitas oleh pengajar silabus yang dikemabngan sangat praktiks sehingga dapat membantu pengajar
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MOTIVASI BELAJAR LIFE SKILL (TATA RIAS) SISWA SMP TERBUKA CAKUNG 1 JAKARTA TIMUR
ABSTRAK
Lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama. Terdapat faktor yang berpengaruh pada belajar siswa di lingkungan keluarga ialah: (1) Cara orang tua mendidik, (2) Suasana rumah, (3) Keadaan ekonomi keluarga, (4) Pengertian orang tua terhadap anak. Perbedaan pendapatan keluarga dapat berpengaruh pada fasilitas dan prasarana belajar anak. Life skill Tata Rias memiliki peran penting dalam rangka membekali peserta didik agar dapat hidup secara mandiri. Hal ini bermaksud dapat memberi peluang mengetahui bakat minat siswa dan diharapkan dapat berguna apabila siswa harus terjun langsung ke dunia usaha, karena siswa memiliki pengalaman dan menguasai kompetensi produktif. Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui seberapa besar hubungan antara lingkungan keluarga dengan motivasi belajar life skill Tata Rias siswa SMP Terbuka Cakung 1 Jakarta Timur.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga (X) terhadap motivasi belajar (Y) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,633. Korefisien determinasi (R2) pada penelitian ini memnunjukkkan besar pengaruh lingkungan keluarga (X) terhadap motivasi belajar (Y) sebesat 40,1% dan sisanya sejumlah 59,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Dengan perhitungan regresi linear sederhana diperoleh nilai koefisien regresi lingkungan keluarga (X) terhadap motivasi belajar (Y) sebesar 10,392 yang berarti setiap peningkatn lingkungan keluarga sebesar 1, maka motivasi belajar siswa akan meningkatkan sebesar 10,392. Dengan persamaan regresi dapat ditulis Y = 11.392 + 10.172X.
Kata Kunci: Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga, Life Skill, Tata Ria
Pengembangan Modul Pembelajaran Tata Rias Pengantin Barat Di Program Studi Pendidikan Tata Rias
Modul adalah suatu bahan ajar pembelajaran alternatif yang isinya relatif singkat dan spesifik yang disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran. Modul dapat dipergunakan untuk pembelajaran mandiri. Dengan modul, peserta didik dapat mengukur sendiri tingkat penguasaan materi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan media modul pembelajaran dalam materi Tata Rias Pengantin Barat di program studi Pendidikan Tata Rias. Modul ini diharapkan menjadi media alternatif materi Tata Rias Pengantin Barat, sehingga dapat dijadikan sumber yang layak diterapkan bagi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang termasuk di dalam tahap pendefinisian dalam prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Al-Tabany (2014). Penelitian ini hanya terbatas pada analisis kebutuhan yang bersumber dari skala literatur dan hasil wawancara awal pada mata kuliah Tata Rias Pengantin Barat. Sasaran penelitian dan pengembangan yang digunakan sebagai objek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta yang sudah mengambil mata kuliah Tata Rias Pengantin Barat Tahun 2015 dan 2016. Hasil penelitian ini adalah modul sebagai media pembelajaran dibutuhkan digunakan sebagai bahan ajar mandiri dan bisa menarik minat siswa serta pengembangan media modul sebagai bahan ajar yang bervariasi di program studi Pendidikan Tata Rias
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA RAMBUT DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG ( Caesalpinia sappan L)
Sediaan kosmetika pewarna rambut pada umumnya menggunakan jenis pewara sintetik yang seringkali menimbulkan reaksi alergi. Melimpah nya hasil tanaman secang (Caesalpinia sappan L) di indonesia membuat adanya penelitian tentang pemanfaatan kulit batang secang sebagai bahan dasar pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan pewarna sintetik, selain itu juga untuk meminimalisir efek toksik yang dihasilkan oleh pewarna berbahan kimia. yang dapat digunakan dalam sediaan kosmetika salah satunya adalah sediaan pewarna rambut. Kandungan antosianin yang dapat menghasilkan warna orange hingga merah. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakan sediaan pewarna rambut ekstrak kulit batang secang berpengaruh terhadap rambut.pada penelitian ini dibuat 3 jenis formula. F1= konsentrasi ekstrak 20%, F2= konsentrasi ekstrak 25%, F3= konsentrasi ekstrak 25%. Penelitian sediaan ini menghasilkan warna rambut dari merah terang hingga merah gelap. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah berupa pengujian organoleptik, uji homogenitas sediaan pewarna rambut, pengujian pH, pengujian stabilitas warna terhadap sinar matahari , pengujian stabilitas pencucian dan uji biiologis (uji iritasi). Rambut yang di ujikan di rendam dalam cairan pewarna selama 30 menit lalu dibilas dan dilihat hasil nya. Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi yang menghasilkan warna terbaik adalah formula 3 yang menghasilkan warna merah terang pada rambut.
Kata Kunci : Caesalpinia sappan L. Sediaan pewarna rambut. Antosianin.
Ekstrak
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L)
Abstrak
Latar Belakang: Secang (Caesalpinia Sappan L) termasuk familia Caesalpiniaceae. Warna oren hingga merah tua pada kulit batang secang disebabkan oleh brazilin dalam antosianin. Antosianin ialah pigmen yang dapat digunakan pada lipstik dan menggantikan pewarna lipstick yang pada umumnya menggunakan pewarna sintetis.
Tujuan: Penelitian ini untuk memformulasikan sediaan pewarna lipstik menggunakan zat warna dari kulit batang secang.
Metode Penelitian: Pembuatan ekstrak kulit batang secang dilakukan dengan metode maserasi selama 1x24jam dalam suhu kamar menggunakan pelarut etanol 70% dengan bantuan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental rendemen 75%. Bahan sediaan lipstik terdiri dari carnauba wax, cera alba, setil alcohol, vaselin, oleum ricini, lanolin, propilen glikol, butil hidroksitoluen, nipagin, dan pewarna dari ekstrak kulit batang secang dengan konsentrasi 14%, 22%, dan 30%. Pengujian sediaan yang dibuat meliputi, uji daya oles, uji homogenitas, uji titik leleh, uji pH, uji kekuatan dan uji organoleptik.
Hasil: Sediaan lipstik yang dihasilkan memberikan warna merah muda hingga merah tua yang mudah dioleskan. Titik lebur lipstik 64,20C; 61,90C dan 60,60C. Nilai pH sediaan adalah 5; 5,7 dan 6,4. Stabilitas warna, bentuk, dan bau stabil..
Kesimpulan: Pengembangan pembuatan sediaan pewarna lipstik dengan ekstrak kulit batang secang dapat digunakan sebagai pengganti pewarna sintetis.
Kata kunci: secang, lipstick, pewarna, zat warn