JTR-Jurnal Tata Rias
Not a member yet
    143 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Mixing Foundation dengan Teknik Bakar Terhadap Kulit Wajah Bekas Jerawat Bopeng

    Get PDF
    The foundation mixing technique is a development in facial makeup techniques. One technique so that the mixed foundation is evenly mixed is to use the foundation burn technique. This can help maximize foundation mixing and cover problematic parts of the face to make it look more perfect. These two techniques can produce long-lasting and smoother facial makeup results. The aim of this research is to determine the effect and comparison of the results of mixing foundation with the burning technique and the results of mixing foundation without the burning technique. The method used in this research is True Experimental. Data analysis techniques Normality Test, Homogeneity Test, t Test and Duncan Test. The results of the analysis show that there is an effect of using mixed foundation without burning technique on the durability indicator X1 (2.28) which is significantly different from mixing foundation with burning technique X2 (3.85). The results of the analysis of the effect of using mixed foundation without burning techniques on the covering power indicator X1 (2.85) are significantly different from mixing foundations using burning techniques X2 (3.14).Teknik mixing foundation adalah pengembangan dalam teknik merias wajah. Salah satu teknik agar foundation yang sudah dimixing merata adalah menggunakan teknik bakar foundation. Hal tersebut dapat membantu memaksimalkan mixing foundation dan menutupi bagian wajah yang bermasalah agar terlihat lebih sempurna. Kedua teknik ini dapat menghasilkan hasil riasan wajah yang tahan lama dan lebih halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan hasil mixing foundation dengan teknik bakar dan hasil mixing foundation tanpa teknik bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Eksperimental. Teknik analisis data Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji t dan Uji Duncan. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan mixing foundation tanpa teknik bakar pada indikator ketahanan X1 (2.28) berbeda signifikan dengan mixing foundation dengan teknik bakar X2 (3.85). Hasil analisis pengaruruh penggunaan mixing foundation tanpa teknik bakar pada indikator daya tutup X1 (2.85) berbeda signifikan dengan mixing foundation dengan teknik bakar X2 (3.14

    Video Tutorial Tata Rias Pegantin Lintau Buo Tanah Datar Sumatera Barat

    Get PDF
    HANIFI ZIL AFI NASRIL, Video Tutorial Tata Rias Pengantin Lintau Buo Tanah Datar Sumatera Barat, Tugas Akhir : Jakarta Program Studi Diploma 3 Tata Rias, Jurusan Tata Rias, FakultasTeknik, Universitas Negeri Jakarta, 2022. Lintau Buo adalah kecamatan di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Daerah Lintau Buo memiliki karakteristik pada tata rias pengantinnya. Tata rias pengantin Lintau Buo Tanah Datar terdiri dari tata rias wajah, tata rias rambut atau hijab, tata busana dan aksesoris. Penilitian pada tugas akhir ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang akan menghasilkan produk yang telah teruji kefektifannya. Memperkenalkan tata rias pengantin Lintau Buo Tanah Datar Sumatera Barat kepada masayarakat luas, baik masyarakat Sumatera Barat maupun masyarakat diluar Sumatera Barat yang dikemas menjadi video tutorial. Dalam pembuatan video tutorial tersebut sudah melalui proses pra produksi, produksi, pasca produksi, penelitian, pengolahan data dan hasil penelitian. Video tutorial tersebut telah di uji kelayakannya dan sudah memenuhi kriteria validasi yang di dapat dari para ahli menggunakan skala likert. Ahli tata rias pengantin memberi nilai dengan persentase 98%  ahli media memberi nilai dengan persentase 100% dan ahli materi memberi nilai dengan persentase 82% . Dapat disimpulkan bahwa video tutorial tersebut Sangat Baik dan Layak untuk dijadikan media pembelajaran mengenai tata rias pengantin Lintau Buo Tanah Datar Sumatera Barat.    &nbsp

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PREZI PADA SUB KOMPETENSI PENGERITINGAN DESAIN

    Get PDF
    Prezi-based Learning media on the design materials are expected to provide innovation in learning media development in a more innovative and creative learning process. This research aims at (1) describe the procedure of learning media based Prezi in the design of the material. (2) describing the feasibility of Prezi-based learning media in the design curation material. This type of research is R&D (Research and Development) with data collection method using media assessment poll through Google form of 35 observer. The results showed that eligibility was well-deserved for use with a percentage yield of 85%. Media appeal can be said to be very attractive with a percentage yield of 82.14%. Media suitability is stated in accordance with the percentage yield of 83.57%. The quality of the media is declared good quality gains percentage yield of 80.28%. Media creativity is very creative with a percentage yield of 84.28%. Based on these results, the research has been able to reduce Prezi-based media that has been adapted to the subject of the design. Keywords: media development, Prezi, design scaling.Media pembelajaran berbasis prezi pada materi pengeritingan desain diharapkan dapat memberikan inovasi pengembangan media pembelajaran dalam proses belajar yang lebih inovatif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan prosedur perancangan media pembelajaran berbasis prezi dalam materi pengeritingan desain. (2) Mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran berbasis prezi dalam materi pengeritingan desain. Jenis penelitian ini adalah R&D (Research and Development) dengan metode pengumpulan data menggunakan angket penilaian media melalui google form dari 35 observer. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dengan hasil persentase sebesar 85 %. Daya tarik media dapat dikatakan sangat menarik dengan hasil persentase sebesar 82,14%. Kesesuaian media dinyatakan sangat sesuai dengan hasil persentase sebesar 83,57%. Kualitas media dinyatakan kualitas baik memperoleh hasil persentase sebesar 80,71%. Kreatifitas media dinyatakan sangat kreatif dengan hasil persentase sebesar 84,28%. Berdasarkan hasil tersebut, maka penelitian ini mengahasilkan media berbasis prezi yang layak dan telah disesuaikan dengan mata pelajaran pengeritingan desain. Kata Kunci : Pengembangan media, prezi, pengeritingan desain

    PEMANFAATAN BIJI BUAH MANGGA DAN MADU SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SABUN WAJAH JENIS KULIT KERING

    Get PDF
    Dry skin condition is a problem for some people and it feel uncomfortable. The indications of dry skin is a tight feeling on the skin as well as stiff, dull, rough, scaly, itching, redness to pain resulting in irritation. Therefore, it is necessary to treat dry skin. Facial soap is one of several types of skin care cosmetics. This research aims to know (1) mango seeds as facial soap to treat dry skin, (2) honey as facial soap to treat dry skin. Facial soap can treat facial skin by moisturizing the dry skin, it is the right treatment, and can minimize the error rate in choosing cosmetic care by utilizing natural ingredients that are easy and cheap found in the daily. Mango seeds are nutritious plants as antibacterial and honey to moisturize. The research is using the literature study method and observation by observing the results of previous research in collecting the data and or information for the study. Based on The results of a literature review show that mango seeds and honey are used in soap making face can moisturize and improve dry skin conditions.Kondisi kulit kering menjadi permasalahan untuk berbagai orang serta kerap menimbulkan perasaan tak nyaman. Tanda-tanda kulit kering diantaranya permukaan kulit terasa kencang serta kaku, kusam, kasar, bersisik, gatal-gatal, kemerahan hingga nyeri mengakibatkan iritasi. Maka dari hal tersebut, amat diperlukan perawatan pada kulit kering. Sabun wajah adalah satu di antara beberapa jenis kosmetik perawatan pada kulit. Tujuan penelitian berikut adalah guna tahu akan manfaat (1) biji mangga dalam sediaan sabun wajah untuk mengatasi kulit kering, (2) madu dalam sediaan sabun wajah untuk mengatasi kulit kering. Sabun wajah memberikan manfaat dapat merawat kulit wajah dengan melembabkan bagian kulit kering, sehingga dapat memberikan perlakuan yang tepat, serta dapat meminimalisir tingkat kesalahan dalam memilih kosmetik perawatan dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah dan murah ditemukan di lingkungan sehari-hari. Biji mangga merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri dan madu untuk melembabkan. Penelitian berikut memakai metode kajian literatur serta observasi dengan mengamati hasil penelitian terdahulu dalam pengumpulan data serta atau informasi yang bertujuan guna objek kajian penelitain yang dikaji. Berdasarkan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa biji mangga dan madu dalam pembuatan sabun wajah dapat melembabkan dan memperbaiki kondisi kulit kering

    Penerapan Model Pembelajaran Langsung pada Kompetensi Dasar Massage Wajah di SMK Negeri 6 Surabaya: Prosedur Penerapan Model Pembelajaran Langsung pada Kompetensi Dasar Massage Wajah untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Psikomotor.

    No full text
    Beauty Industry in Indonesia develops so fast so Vocational schools, especially having the beauty departments, have to be able to run after by training their students. One of adorable skills is Face Massage. These schools, therefor eagerly have an effort in improving their students output. Direct Instruction is an answer of the need of the Beauty Industry in which this technique is going to build the professional skill of students. This research aims to know the achievement of the syntax of Direct Instruction, improving of Cognitive and Psychomotor output result, students’ activities and responses along the progress. The kind of this research is pre-experimental design. Research Plan uses one group pre and post-test design. The subject of the research is 30 students of X Grade Tata Kecantikan of State Vocational School 6 of Surabaya. The collecting data uses observation method, Knowledge and Skill Test and Questionnaire. The result of the research shows that the achievement of the syntax, activities and responses of students, generally categorised as Good Grade. The output of students’ study shows an improvement. T-Test also shows that the improvement of the Face Massage achievement. Hereby, it can conclude that the direct instruction to Basic Competency of Face Massage can improve the result of the students’ study of X grade Tata Kecantikan of State Vocational School 6 of Surabaya.Industri kecantikan di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini harus mampu diimbangi oleh sekolah kejuruan dengan melatih siswanya agar lebih terampil, salah satu kompetensi tersebut adalah Massage wajah. Untuk itu sekolah harus mampu mengembangkan diri dengan memiliki metode dan teknik pengajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi siswa. Penerapan model pembelajaran langsung yang tepat merupakan jawaban untuk meningkatkan kompetensi dasar Massage wajah di sekolah. Oleh sebab itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung, peningkatan hasil belajar kognitif dan psikomotor, aktivitas siswa dan respon siswa selama proses pembelajaran. Jenis penelitian ini Pre Eksperimental Design. Dengan rancangan penelitian menggunakan one group Pretest Posttest Desain. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 6 Surabaya. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes pengetahuan dan keterampilan dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterlaksanaan sintaks, aktivitas siswa dan respon siswa secara keseluruhan dikategorikan sangat baik. Hasil belajar siswa yang didapat menunjukkan peningkatan. Hasil uji T juga menunjukkan bahwa adanya peningkatan penguasaan kompetensi Massage wajah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung pada kompetensi dasar Massage wajah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 6 Surabaya

    Minat Beli Serum Bulu Mata melalui Media Sosial Instagram

    Get PDF
      ABSTRACT ERFINA NURFITRIA RIFANI. Interest in Buying Eyelash Serum via Instagram Social Media. Jakarta. Diploma Three Makeup Study Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University, 2021. This study aims to found out how interest in buying eyelash serum through social media for students of the D3 Makeup Program 2019 Jakarta State University. This research was made using quantitative descriptive methods by distributing questionnaires to students of the D3 Makeup program 2019 at Jakarta State University. Based on theoretical studies and data collection conducted in this study, itu produces 81,11%.    ERFINA NURFITRIA RIFANI. Minat Beli Serum Bulu Mata Melalui Media Sosial Instagram. Jakarta. Program Studi Diploma Tiga Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat beli serum bulu mata melalui media sosial pada mahasiswa program studi D3 Tata Rias 2018 Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dibuat menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada mahasiswa program studi D3 Tata Rias Universitas Negeri Jakara 2019. Berdasarkan kajian teoritis dan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan 81,11%.   Kata Kunci : Minat Beli, Serum Bulu Mata, Media Sosial Instagra

    Pengembangan media pembelajaran video interaktif pada materi pengeritingan desain

    Get PDF
    Abstract This study is R&D of  interactive video on hair curling lesson and this is the other form of learning media that complete the common one. This video shows the lesson with video, animation, audio, and the question for final evaluation. The result that can be reached from this learning media making is knowing the appropriateness of the interactive video media on hair curling design lesson by the experts. Also to make it easy for teacher to deliver the lesson by online or in a classroom. The result of the appropriateness of this interactive video media on hair curling design lesson by experts is : the presentation of the score is 86,25% with a little repair, the experts said that the interactive video media on hair curling lesson is appropriate to try during the lesson section. Keywords: Lesson, Interactive Video, Hair Curling DesignAbstrak Penelitian ini ialah penelitian R&D yakni pengembangan video interaktif kepada mata pelajaran pengeritingan rambut  yang adalah pengembangan dari model pembelajaran dengan bentuk lainnya, yang memiliki sifat sebagai bahan pelengkap pembelajaran yang telah ada. Video ini menyediakan materi dengan interaktif diikuti video, animasi, audio serta dilengkapi atas penilaian yang berbentuk latihan soal. Hasil yang hendak didapatkan dari pembuatan media pembelajaran ini ialah mengetahui kelayakan dari media video interaktif ini untuk mata pelajaran pengeritingan desain sesuai penilaian para ahli. Serta mempermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran ketika proses belajar mengajar jarak jauh ataupun pada saat proses belajar mengajar di sekolah. Hasil penilaian kelayakan terhadap media video interaktif pada mata pelajaran pengeritingan desain oleh ahli media serta ahli materi adalah: persentase jumlah skor penilaian dari para ahli yaitu 86,25%  dengan perbaikan kecil, ahli media serta ahli materi menyatakan bahwa media video interaktif pada mata pelajaran pengeritingan desain ini layak untuk diuji cobakan pada proses belajar mengajar.   Kata kunci: Pembelajaran, Video Interaktif, Pengeritingan Desai

    PERSEPSI ALUMNI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA RIAS TERHADAP KESESUAIAN KURIKULUM MATA KULIAH KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DENGAN BIDANG KERJANYA

    Get PDF
    Kurikulum Mata Kuliah Kecantikan Kulit dan Rambut sejak tahun 2019 belum mengalami evaluasi. Mengingat perkembangan sains dan teknologi yang kian pesat dan beragam pekerjaan alumni, maka diperlukan evaluasi kurikulum untuk melihat sejauh mana kurikulum tersebut dapat diaplikasikan dalam pekerjaan alumni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya kesesuaian kurikulum mata kuliah kecantikan kulit dan rambut dengan bidang kerja alumni saat ini sebagai hairstylist, hairdresser, dan wirausaha salon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey serta sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak (66,7 %) responden menilai tujuan kuliah sangat sesuai dengan pekerjaannya. Sebanyak (70,0 %) responden menilai materi perkuliahan sangat sesuai dengan bidang kerjanya. Sebanyak (56,7 %) responden menilai media perkuliahan yang digunakan sangat sesuai. Sebanyak (70,0 %) responden memberikan penilaian metode yang digunakan sangat sesuai dengan bidang kerjanya. Sebanyak (60,0 %) responden memberikan penilaian sangat sesuai untuk aspek sarana dan prasarana. Kemudian, sebanyak (70,0 %) responden menilai sangat sesuai untuk aspek evaluasi. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa sejumlah 19 responden (63,3 %)  menilai kurikulum mata kuliah kecantikan kulit dan rambut yang digunakan sangat sesuai dengan pekerjaan alumni saat ini sebagai hairstylist, hairdresser, dan wirausaha salon

    PERSEPSI PENATA RIAS TERHADAP PENGGUNAAN TEKNIK AIRBRUSH DALAM TATA RIAS WAJAH PENGANTIN: PERCEPTION OF MAKEUP STYLE ON THE USE OF THE AIRBRUSH TECHNIQUE in BRIDAL MAKEUP

    Get PDF
    This study aims to determine the perception of makeup artists on the use of airbrush techniques in bridal makeup. This study uses a qualitative method. Collecting data through questionnaires at the beginning of the study and interviews at the end of the study. The data were analyzed through the stages of data presentation, data reduction and data verification and then tested for credibility using source triangulation. The questions asked to 5 informants who work as bridal makeup artists who use airbrush techniques include educational background, knowledge of airbrush techniques, knowledge of bridal makeup and the impact of using airbrush techniques in bridal makeup. The results showed that: (1) The use of the airbrush technique can produce makeup on the bride's face that is more durable, smooth makeup texture, and the dimensions of the color gradations are blended. (2) The airbrush technique can be applied to several types of cosmetics in the make-up process, including foundation, contour, and blush. In addition, it is also used for coating the results of makeup using conventional techniques. (3) The use of the airbrush technique in bridal makeup can improve the ability, performance, and value of the existence of makeup artists because they have abilities that other bridal makeup artists in general do not have. (4) Airbrush technique is one of the techniques in applying makeup, it looks easy but when used it is difficult. So to be able to use the airbrush technique in bridal makeup, you must have its own expertise in order to produce maximum makeup. (5) There are obstacles in using the airbrush tool, namely the airbrush pen hole is often clogged with dried cosmetic residue. Therefore, makeup artists who use airbrushes are required to take care of every component of the airbrush tool to keep it functioning properly.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penata rias terhadap penggunaan teknik airbrush dalam tata rias wajah pengantin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui kuisioner pada awal penelitian dan wawancara pada akhir penelitian. Data dianalisis melalui tahap penyajian data, reduksi data dan verifikasi data lalu diuji kredibilitasnya menggunakan triangulasi sumber. Pertanyaan yang ditanyakan kepada 5 informan yang berprofesi sebagai penata rias pengantin yang menggunakan teknik airbrush meliputi latar belakang pendidikan, pengetahuan tentang teknik airbrush, pengetahuan teantang tata rias wajah pengantin dan dampak penggunaan teknik airbrush dalam tata rias wajah pengantin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Penggunaan teknik airbrush dapat menghasilkan riasan pada wajah pengantin yang lebih tahan lama, tekstur riasan yang halus, serta dimensi gradasi warna yang membaur. (2)Teknik airbrush dapat diaplikasikan pada beberapa jenis kosmetik dalam proses tata rias, diantaranya dapat diaplikasikan untuk foundation, contour, dan blush on. Selain itu, digunakan pula untuk pelapis dari hasil riasan yang menggunakan teknik konvensional. (3)Penggunaan teknik airbrush pada tata rias wajah pengantin dapat meningkatkan kemampuan, performa, serta nilai eksistensi penata rias karena memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh penata rias wajah pengantin lainnya secara umum. (4)Teknik airbrush merupakan salah satu teknik dalam merias wajah, terlihat seperti mudah akan tetapi saat digunakan sulit. Maka untuk dapat menggunakan teknik airbrush pada tata rias wajah pengantin harus memiliki keahlian tersendiri agar dapat menghasilkan riasan yang maksimal. (5)Terdapat hambatan dalam penggunaan alat airbrush yaitu lubang pena airbrush sering tersumbat sisa kosmetik yang mengering. Maka dari itu, penata rias yang menggunakan airbrush diharuskan untuk melakukan perawatan setiap komponen alat airbrush agar tetap berfungsi secara baik

    Pelatihan Keterampilan Wajah Pamgguh Penari Remo Di Sanggar Umbul Arum Jombang

    No full text
    Tari remo merupakan kesenian tari tradisional yang asalnya ialah dari Jawa Timur. Tari ini awalnya berfungsi sebagai penyampai kisah yang isinya mengenai cerita pangeran yang sedang berada di peperangan, namun seiring dengan berkembangnya zaman, tarian itu sekarang berubah menjadi kesenian pertunjukan.Sanggar Umbul Arum Jombang ialah sanggar yang memfasilitasi anggota sanggar untuk belajar beragam tarian, dan satu diantaranya ialah tarian remo, namun pada pelaksanaannya ada masalah yang dialami oleh pemilik sanggar yakni mengenai tata rias, mereka tidak bisa melakukan penataan rias mereka sendiri sehingga mengharuskan mereka memanggil pihak luar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait : 1) Keterlaksanaan pelatihan  merias wajah panggung penari remo di Sanggar Umbul Arum Jombang, 2) Aktivitas peserta pada pelatihan merias wajah panggung penari remo di Sanggar Umbul Arum Jombang, 3) Hasil keterampilan merias wajah panggung penari remo di Sanggar Umbul Arum Jombang, 4) Respon peserta pelatihan merias wajah panggung penari remo di Sanggar Umbul Arum Jombang. Penelitian ini berjenis pre-experimental design dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitian ialah anggota Sanggar Umbul Arum Jombang yang jumlahnya ada 5 orang. Teknik pengumpulan data memakai observasi, tes dan angket. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya keterlaksanaan pelatihan mendapat jumlah nilai rata-rata 4,52 (sangat baik), aktivitas peserta pelatihan mendapat jumlah nilai rata-rata 4,56 (sangat baik), penilaian kemampuan merias menurut  wajah panggung penari remo memperoleh nilai 3,6 (sangat baik), respon peserta pelatihan mendapat jumlah nilai rata-rata 92,5% (sangat baik). Kata Kunci: Pelatihan, Tata Rias Panggung Penari Rem

    124

    full texts

    143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JTR-Jurnal Tata Rias
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇