Jurnal Analisa
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
Hambatan belajar matematika di pondok pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami santri dalam proses pembelajaran matematika di pondok pesantren. Kajian interpretatif digunakan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami santri dalam proses pembelajaran matematika di pondok pesantren. Tujuan utama kajian interpretatif ini adalah memahami secara mendalam suatu realitas yang berbasis filosofi fenomenologis. Terdapat beberapa hambatan belajar yang dialami santri dalam pembelajaran matematika di pondok pesantren, yaitu: 1) Hambatan ontogenik yang dialami santri berasal hambatan ontogenik instrumental dan hambatan ontogenik konseptual sehingga berpengaruh terhadap hambatan ontogenik psikologis, yaitu membuat motivasi dan ketertarikan santri terhadap pembelajaran matematika menjadi menurun; 2) Hambatan didaktik terjadi karena kurikulum matematika yang digunakan sama dengan kurikulum matematika di SMA atau MA sehingga berpengaruh terhadap penyajian dan pengajaran matematika oleh guru di kelas karena mengejar materi yang banyak sedangkan jam pelajaran yang terbatas jadi tidak dapat memaksimalkan proses pembelajaran matematika dan mengakomodir peningkatan kemampuan santri yang terkait dengan kebutuhan mereka sebagai kader ulama, termasuk dalam meningkatkan kemampuan berfikir; 3) Hambatan epistemologis terjadi karena proses pembelajaran terpaku kepada buku teks SMA atau MA sehingga konteks pembelajaran sama dengan pembelajaran matematika di SMA atau MA dan tidak dikaitkan dengan konteks pengetahuan agama Islam atau sesuai dengan situasi (muqtadhal hal) pondok pesantren setempat.Kata kunci: Hambatan Didaktik, Hambatan Epistemologi, Hambatan Ontogenik, Learning Obstacle, SantriThis study aims to identify learning obstacles experienced by santri (students) in the mathematics learning process in Pesantren (Islamic Boarding School). Interpretive studies are used to identify learning obtstacles. There are several learning obstacles experienced by santri in the mathematics learning in Pesantren, namely: 1) The ontogenic obstacles experienced by santri come from instrumental ontogenic obstacles and conceptual ontogenic obstacles, so that they affect psychological ontogenic obstacles (motivation and interest); 2) Didactic obstacles occur because the mathematics curriculum used is the same as the mathematics curriculum in SMA or MA so that it affects the presentation and teaching of mathematics by teachers in the classroom because they pursue a lot of material while the lesson hours are limited so they cannot maximize the mathematics learning process and accommodate increased santri abilities related to their needs as a cadre of ulama; 3) Epistemological obstacles occur because the learning process is fixated on SMA or MA textbooks so that the learning context is the same as learning mathematics in SMA or MA and is not linked to the context of Islamic religious knowledge or according to the situation of PesantrenKeywords: Didactic Obstacles, Epistemological Obstacles, Islamic Boarding School, Learning Obstacles, Ontogenic Obstacle
Analisis pembelajaran persamaan diferensial berdasarkan artikel-artikel penelitian
Artikel ini mengkaji beberapa penelitian sebelumnya tentang pembelajaran persamaan diferensial biasa untuk mendeteksi masalah yang sering muncul dalam mata kuliah persamaan diferensial biasa dan melihat metode-metode yang digunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi, serta mengkaji beberapa artikel teori APOS yang merupakan teori yang mempelajari bagaimana mahasiswa membangun konsep matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur artikel-artikel penelitian. Artikel yang dikaji sebagai sumber studi dipilih secara acak dengan ketentuan topik pembelajaran persamaan diferensial dan teori APOS. Artikel yang terpilih dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masalah yang sering muncul dalam pembelajaran persamaan diferensial adalah kesalahan konseptual sehingga model-model yang dipilih secara umum adalah model-model pembelajaran yang menekankan pada penguatan konsep. Salah satu model pembelajaran yang mendukung untuk menanamkan konsep matematika adalah model pembelajaran berdasarkan teori APOS. This article examines some of the previous research on learning ordinary differential equations to detect problems that often arise in ordinary differential equations courses and looks at the methods used to solve problems that occur, and examines several articles on APOS theory, which are theories that study how students build mathematical concepts. The method used in this research is literature study of research articles. The articles studied as study sources were randomly selected with the provisions of the topic of learning differential equations and APOS theory. The selected articles were analyzed descriptively. The results of the study show that the problem that often arises in learning differential equations is conceptual errors so that the models chosen in general are learning models that emphasize concept reinforcement. One of the learning models that support embedding mathematical concepts is a learning model based on the APOS theory
Analisis gaya belajar VAK pada pembelajaran daring terhadap minat belajar siswa
Penelitian ini termasuk pada penelian deskriptif kualitatif. Tujuan dilakukan nya penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar VAK yang dapat menimbulkan minat belajar siswa pada pembelajaran daring. Subjek penelitian yaitu siswa sebanyak 36 orang yang berasal melalui SMA di Kota Rantauprapat. Instrumen dalam kajian ini berupa angket/kuesioner, interviu, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian yang didapat memperlihatkan bila gaya belajar sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa dengan jumlah presentase peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual 64%, sedangkan auditori sebanyak 25% dan kinestik 11%. Dengan demikian, hasil kajian menjelaskan jika murid kelas XII yang mengikuti pembelajaran daring cenderung memiliki gaya belajar visual. Hal ini dilihat dari banyak nya siswa mengerjakan tugas dari guru ketika proses belajar mengajar mempergunakan gaya belajar visual. Kata kunci: Gaya Belajar, Pembelajaran Daring, Minat BelajarThis research is included in qualitative descriptive research. The purpose of this research is to analyze VAK learning styles that can generate student interest in learning online. Research subject were 36 people who come from one of the high schools in the city of rantauprapat. The instrument in this study was a questionnaire, interviews, observation and documentation. The results obtained indicate that the learning style is very influential on students interest in learning with the number of student presentations who have a visual learning style of 64%, while the auditory is 25% and 11% kinesthetic. So from the results of this study it can be concluded that class XII students who take online learning tend to have a visual learning style Keywords: Learning Styles, Online Learning, Learning InterestsÂ
Analisis masalah belajar mahasiswa pada materi integral ditinjau dari perspektif disposisi matematis
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan masalah belajar mahasiswa pada materi integral khususnya pada aplikasi mencari luas daerah ditinjau dari perspektif disposisi matematis. Subjek penelitian ini adalah 8 mahasiswa semester 2 Program Studi Matematika Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto yang terdiri dari 5 mahasiswa kategori disposisi matematis positif rendah dan 3 mahasiswa kategori disposisi matematis positif sedang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik dan wawancara untuk mendapatkan data kesulitan belajar, sedangkan instrumen angket untuk mendapatkan data disposisi matematis. Validasi data penelitian ini menggunakan metode triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan yang dialami mahasiswa pada materi aplikasi integral untuk luas daerah mahasiswa pada kategori disposisi matematis positif rendah dan positif sedang mengalami kesulitan belajar yang sama pada mata kuliah kalkulus 2 materi aplikasi integral untuk luas daerah, yaitu kesulitan dalam menggambar grafik fungsi dan menentukan luas daerah yang dicari. Selain dua kesulitan tersebut, mahasiswa yang masuk kategori disposisi matematis positif rendah adalah kesulitan menentukan batas integral dan kesulitan memahami integral. Selain itu, dapat disimpulkan juga mahasiswa yang masuk kategori disposisi matematis positif sedang akan lebih berusaha dan bertahan dalam menyelesaikan kesulitan dibandingkan mahasiswa pada kategori positif rendah. This study aims to describe student learning problems on integral material in the application of finding the area in terms of the perspective of mathematical disposition. The subjects of this study were 8 students of the mathematics study program of a university in Purwokerto, consisting of 5 students in the low positive mathematical disposition category and 3 students in the moderate positive mathematical disposition category. The results showed that the difficulties experienced by students in integral application material in the category of low and moderate positive mathematical dispositions were experiencing the same learning difficulties in the calculus 2 course, integral application material for area, namely difficulties in drawing function graphs and determining the area sought. In addition to these two difficulties, students who were in the category of moderate positive mathematical disposition will try and strive more to overcome the difficulties than those who were in low positive category
Efektivitas media video kine master terhadap hasil belajar matematika siswa secara daring
 Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media video. Penelitian dilakukan dengan Metode penelitian Quasi Experimental Design merupakan penelitian dengan eksperimen, menggunakan pengembangan dari rancangan eksperimen sejati melalui “ Non Equivalent Control Grup Design â€. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa/siswi di kelas XII IPA 1 SMA Negeri II Pangkatan membuka 34 orang. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi secara berani melalui whatsapp Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video berbasis kine master meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri II Pangkatan lebih tinggi 14,41 poin dari siswa yang tidak menggunakan media video. Kata kunci: Media video, Hasil Belajar,Pembelajaran Daring This study aims to determine the increase in student learning outcomes using video media. The research was conducted by using the Quasi Experimental Design research method, namely experimental research, using the development of true experimental design through the "Non Equivalent Control Group Design". The subjects in this study were 34 students in class XII IPA 1 SHS ( Senior High School ) II Pangkatan . Methods and data collection techniques using tests and online observations via WhatsApp. The results showed that kine master-based video media improved student learning outcomes of class XII IPA 1 SHS ( Senior High School )  II Pangkatan 14.41 points higher than students who did not use video media.Kata Kunci: Media Video, Hasil Belajar, Pembelajaran Onlin
Kontribusi sejarah aljabar Babilonia dan aljabar Arab terhadap berpikir aljabar
Aljabar dan matematika adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai materi pokok dalam matematika, aljabar memiliki peranan yang penting karena aljabar merupakan dasar atau landasan dalam mempelajari matematika terutama dalam pemecahan masalah dan pembuktian teorema-teorema matematika. Namun sayangnya dalam pengembangan aljabar tidak banyak pendidik yang mengetahui sejarah berkembangnya aljabar sehingga pembelajaran matematika cenderung monoton dengan satu metode dan hal itu menyebabkan terhambatnya perkembangan peserta didik dalam berpikir aljabar. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk membuka wawasan pembaca mengenai perkembangan aljabar khususnya pada Matematika Babilonia dan pada Matematika Arab serta kontribusinya terhadap berpikir aljabar masa kini. Melalui metode kajian pustaka, kita dapat mengetahui metode-metode yang digunakan matematikawan Babilonia dan Arab dalam membuktikan teori mereka sehingga kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari khusunya dalam pembelajaran matematika di sekolah.  Algebra and mathematics are inseparable entities. As the subject matter in mathematics, algebra has an important role because algebra is the basis or foundation in studying mathematics, especially in problem-solving and the proof of mathematical theorems. But unfortunately in algebra development not many educators know the history of the development of algebra so that learning mathematics tends to constant with one method and it causes inhibition of the development of students in thinking algebra. Therefore, the purpose of this article is to open the reader\u27s insight on the development of algebra, especially to Babylonian Mathematics and to Arabian Mathematics and its contribution to contemporary algebraic thinking. Through the literature study method, we can know the methods used by Babylonian and Arabian mathematicians in proving their theory so that we can apply it in everyday life especially in learning mathematics in school
Perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari self-regulated learning
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 (4C) dan kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting dikuasai siswa. Sedangkan, berdasarkan laporan TIMSS tahun 2015 dan 2013 ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih rendah didukung data UNBK 2019 dan beberapa penelitian. Padahal, upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis gencar dilakukan pemerintah melalui pengembangan Kurikulum. Artikel ini berupa hasil penelitian dengan tujuan menganalisis ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari sisi afektif Self-Regulated Learning (SRL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Sampel penelitian ini adalah 105 orang siswa kelas XI salah satu SMAN di Yogyakarta. Data kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dengan menggunakan tes, sedangkan data SRL diperoleh dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis yang signifikan antara siswa dengan kategori SRL rendah, sedang, dan tinggi; 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang signifikan ditinjau dari dimensi SRL, yaitu motivation; time management; self-testing; dan using academic resources. Penelitian ini merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa.Critical thinking skills is one of the skills in the 21st century (4C) also one of the High Order Thinking Skills (HOTS) abilities. Thus, students need to master mathematical critical thinking skills. However, based on TIMSS reports in 2015 and 2013 supported by the data from UNBK 2019 and several studies, it was found that Indonesian students\u27 critical thinking skills are still low. The efforts in improving critical thinking skills have been done intensively by the government through the development of the Curriculum. This article is a research result that aims to analyze whether there are differences in students\u27 mathematical critical thinking skills reviewed from affective side of  Self-Regulated Learning (SRL). This study used a quantitative approach with a comparative descriptive method. The sample of this study were 105 eleventh grade students in one public high school in Yogyakarta. The results showed: 1) there is a significant difference in mathematical critical thinking skills between students with low, medium, and high SRL categories. 2) there is a significant difference in students\u27 mathematical critical thinking skills reviewed from the SRL dimension, which are motivation; time management; self-testing; and using academic resources. Penelitian merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa
Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui penerapan model pembelajaran JUCAMA
Di abad ini, pendidikan menjadi lebih penting untuk memastikan siswa mendapatkan kreatifiatas maka dalam pengembangan kreatifitas secara umum maupun berpikir kreatif matematis pun menjadi penting. Namun, fakta dilapangan ditemukan kemampuan berpikir siswa masih kurang dan perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran JUCAMA (Pengajuan dan Pemecahan Masalah) serta perbedaan pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan kategori PAM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Desain yang sampel nya diambil secara purposive sampling di salah satu sekolah Menengah Pertama di daerah Bandung. Dengan menggunakan instrumen tes PAM dan Tes Kemampuan Berpikir Kreatif ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran JUCAMA dengan model konvensional (Pembelajaran langsung), dengan rata-rata N-Gain kelas JUCAMA 0,16 > kelas konvensional 0,10. Model pembelajaran JUCAMA ini berbasis pemecahan dan pengajuan masalah karena keduanya mendorong berkembangnya kreatifitas sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Dapat disimpulkan setelah siswa memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran JUCAMA lebih baik dari pembelajaran konvensional.Kata kunci: Berpikir Kreatif, JUCAMA, Pemecahan Masalah, Pengajuan MasalahIn this century, education is becoming more important to ensure students get creativity, so in general the development of creativity and mathematical creative thinking is also important. However, the facts in the field found that students\u27 thinking skills were still lacking and needed to be improved. The purpose of this study was to determine the differences in the improvement of students\u27 mathematical creative thinking skills after obtaining JUCAMA (Problem Submission and Solving) learning and the differences in the achievement of mathematical creative thinking abilities based on the PAM category. The research method used is a quasi experimental method with a Non Equivalent Control Group Design whose samples were taken by purposive sampling in one of the junior high schools in the Bandung area. Using the PAM test instrument and the Creative Thinking Ability Test resulted in several findings, namely: there are differences in the improvement of students\u27 mathematical creative thinking skills using the JUCAMA learning model with the conventional model (Direct learning), with an average JUCAMA class N-Gain 0.16 > conventional class 0.10. This JUCAMA learning model is based on problem solving and proposing because both encourage the development of creativity so as to improve mathematical creative thinking skills. It can be concluded that after students get learning with the JUCAMA learning model, it is better than conventional learning.Keywords: Creative thinking skill, JUCAMA, Problem Based, Problem Posin
Pemahaman konsep matematika siswa dengan strategi everyone is a teacher here
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Everyone is a Teacher Here di kelas VIII E SMPN 4 Sukasada tahun ajaran 2019/2020 karena memahami konsep matematika merupakan hal penting serta menjadi kemampuan dasar yang mesti dikuasai siswa supaya dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi, namun faktanya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa masih rendah. Jenis pene-litian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini berupa tes pemahaman konsep berbetuk soal uraian dengan 6 pertanyaan di masing-masing siklus dan non tes berupa angket untuk mengetahui tanggapan siswa. Setelah dilaksanakan dengan 3 siklus didapatkan hasil bahwa model pembelajaran kooperatif dengan strategi Everyone is a Teacher Here mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa serta siswa menanggapi dengan positif pembelajaran dengan menerapkan model ini.Kata kunci: Pemahaman konsep, Matematika, Strategi Everyone is a Teacher HereThis study aims to improve students\u27 understanding of mathematical concepts through the application of cooperative learning models with the Everyone is a Teacher Here strategy in VIII E class of SMPN 4 Sukasada academic year 2019/2020 because understanding mathematics concepts is important and becomes the basic ability that students must master to develop high-level mathematical thinking skills, but the fact is the ability to understand students\u27 mathematical concepts is still low. This type of research is classroom action research. The instrument in this study was a test of understanding the concept of problem-solving questions consisting of 6 questions in each cycle and non-test in the form of a questionnaire to determine student responses. After being carried out with 3 cycles, the result is the cooperative learning model with Everyone is a Teacher Here strategy can improve students\u27 understanding of mathematical concepts and students respond positively to learning by applying this model.Keywords: Conceptual Understanding, Mathematics, Everyone is a Teacher Here Strateg
Media pembelajaran berbasis andrioid untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
Pembelajaran Jarak Jauh selama pandemic memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa. Sumber belajar yang praktis dan ramah kuota sangat diperlukan bagi siswa. Peneliti membuat sebuah inovasi media pembelajaran berbasis android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis android yang dibuat oleh peneliti, terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 15 Bandung dengan mengggunakan tes yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) kemudian diberikan treatment dan tes yang diberikan setelah perlakuan (posttest).Instrumen yang digunakan berupa angket dan soal tes. Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajara berbasis android dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kata kunci: media pembelajaran, android, motivasi, hasil belajarDistance Learning during a pandemic provides new learning experiences for students. Practical and quota-friendly learning resources are indispensable for students. Researchers create an innovative learning media based on android. This study aims to determine the effect of using android-based learning media made by researchers on student motivation and learning outcomes. The research was conducted at SMAN 15 Bandung by using the Pre-Experiment Design. The one group pretest-posttest design research design was measured using a test given before treatment (pretest) then given treatment and a test given after treatment (posttest). The instruments used were questionnaires and test questions. The results of data processing concluded that the use of Android-based learning media can increase student motivation and learning outcomes Keywords: learning media, android, motivation, learning outcome