Jurnal Analisa
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
Development of Islamic Value-Based Mathematics Teaching Materials to Improve Students\u27 Understanding of Mathematical Concepts
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media dalam modul berbasis Islam pada materi Aritmatika Sosial dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Tahapan yang dilakukan adalah Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes khusus. Hasil penilaian berdasarkan angket validasi ahli materi untuk modul ini termasuk dalam kategori “Valid†dengan skor rata-rata 83%. Penilaian ahli media memperoleh skor rata-rata 87% dalam kategori “Validâ€. Pada uji coba lapangan skala besar diperoleh rata-rata 83% dengan kriteria “Menarikâ€. Kualitas keefektifan produk dilihat dari tes hasil belajar. Hasil analisis data dengan menggunakan uji-t pembelajaran menggunakan modul matematika berbasis Islam yang diterapkan di kelas VII 1 lebih efektif daripada di kelas VII 2 yang pendidikannya tidak menggunakan modul matematika berbasis Islam. Hasil analisis menggunakan N-Gain adalah peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul berbasis Islam adalah valid (layak), menarik, praktis untuk digunakan sebagai sumber belajar, dan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa.  This study aims to produce media in Islamic-based modules on social arithmetic material in improving students\u27 understanding of mathematical concepts. The study method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. The stages carried out are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research data was obtained using questionnaires, interviews, and special tests. The assessment results based on a material expert validation questionnaire for this module are included in the "Valid" category with an average score of 83%. The media expert\u27s assessment obtained an average score of 87% in the "Valid" category. In a large-scale field trial, an average of 83% was obtained with the "Attractive" criteria. The quality of the product\u27s effectiveness is seen from the learning outcomes test. The results of data analysis using t-test learning using Islamic-based mathematics modules that are applied in class VII 1 are more effective than in class VII 2, whose education does not use Islamic-based mathematics modules. The analysis results using N-Gain are an increase in students\u27 understanding of mathematical concepts. Based on these results, it can be concluded that Islamic-based modules are valid (feasible), attractive, practical to be used as learning resources, and can improve students\u27 understanding of mathematical concepts
Analysis of Numerical Aspects in School Education Report
Penelitian ini fokus pada menyelidiki faktor-faktor utama yang menjadi sebab atau ebrpengaruh pada hasil nilai rapor Pendidikan pada khususnya aspek numerasi. Penelitian berfokus pada bagaimana pembelajaran matematika berjalan selama setahun sebelum diadakan Assessmen Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, dengan subjek penelitian merupakan siswa kelas VII, Guru, dan Kepala Sekolah dari sebuah SMP Negeri di Kota Bandung. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 merupakan masalah terbesar yang berimbas pada kurang optimalnya proses pembelajaran, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang bersifat mendadak dan tidak ada persiapan menyebabkan kurangnya kesiapan guru dalam mempersiapkan pembelajaran berbasis IT. Tipe soal AKM yang bersifat baru, sehingga siswa kesulitan memahami maksud dari soal. Selain itu, temuan bahwa capaian menalar siswa lebih tinggi daripada kemampuan mengaplikasikan merupakan data yang tidak sesuai dengan teori taksonomi Bloom dan perlu penelitian lebih lanjut. This research focuses on the major elements that cause or influence the outcomes of educational report cards, particularly in the area of numeracy. The study focuses on how students learn mathematics throughout the year leading up to the National Assessment. This research employs case study method. The 7th grade students, teachers, and principals from a public junior high school in Bandung were involved in this research. Interview and observation were used to obtain data. The study\u27s findings show that the Covid-19 epidemic is the most significant factor influencing the less-than-optimal learning process, and that a Hastily implemented Distance Learning policy results in a lack of teacher competence in preparing IT-based learning. Because the type of AKM questions was considered new, therefore students are having difficulties understanding them. Furthermore, the result that students\u27 reasoning achievement is higher than their ability to apply is contradictory to Bloom\u27s taxonomy hypothesis and warrants further investigation
Application of Group Resume Learning with Contextual Approach on Mathematical Problem Solving
Tujuan diadakannya penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII salah satu sekolah di Cianjur. Metode penelitian yang dipilih yaitu kuasi eksperimen dengan design penelitian yaitu nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen tes kemampuan pemecahan masalah, lembar observsi dan lembar angket sikap siswa. Hasil penelitian diperoleh bahwa: Keterlaksanaan proses pembelajaran guru dan siswa menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual berada pada kategori baik sekali; peningkatan kemampuan pemcahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual lebih baik secara signifikan daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional; besar pengaruh model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual berada pada kategori sedang dengan persentase 73%; serta kebanyakan siswa memberikan sikap positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual.The purpose of this research was to improve students\u27 mathematical problem solving abilities using the group resume learning model with a contextual approach. This research was conducted in class VIII one of the schools in Cianjur. The research method chosen was quasi-experimental with a nonequivalent control group design. The instruments used were problem solving ability test instruments, observation sheets and student attitude questionnaire sheets. The results of the study showed that: The implementation of the teacher and student learning process using the group resume learning model with a contextual approach was in the very good category; increasing the mathematical problem solving abilities of students who use the group resume learning model with a contextual approach is significantly better than students who use conventional learning models; the influence of the group resume learning model with a contextual approach is in the moderate category with a percentage of 73%; and most students give a positive attitude towards learning mathematics using the group resume learning model with a contextual approach
Means End Analysis (MEA) Learning Model in Developing Algebraic Reasoning Ability: a Literature Study
Penelitian ini merupakan studi literatur mendeskripsikan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dalam mengembangkan kemampuan penalaran aljabar. Kemampuan penalaran aljabar adalah suatu kemampuan berpikir matematika dengan melibatkan proses representasi, penalaran, analisis dalam sebuah situasi sehingga diperoleh sebuah pola yang menuju pada generalisasi. Kemampuan ini penting untuk dimiliki siswa karena penalaran aljabar dalam penggunaannya dapat mengeksplorasi struktur matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan untuk mengembangkan kemampuan penalaran aljabar adalah model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Pada penelitian mengkaji sumber data berupa 1 buku dan 22 artikel yang relevan dengan kemampuan penalaran aljabar dan model pembelajaran MEA. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa Model MEA mendukung dalam mengembangkan kemampuan penalaran aljabar. Langkah-langkah pada pembelajaran MEA mendukung untuk setiap indikator dari kemampuan penalaran aljabar.This research is a literature study to describe the Means Ends Analysis (MEA) learning model to developed algebraic reasoning ability. Algebraic reasoning ability is the ability to think mathematics by involved the process of representation, reasoning, analysis in a situation so that a pattern that leads to generalization is obtained. This ability is important for students to have because, it use can explore the mathematical structures. One of the learning models that can be implemented to develop algebraic reasoning ability is the Means End Analysis (MEA) learning model. In this study, the data sources were examined in the form of 1 book and 22 articles relevant to algebraic reasoning ability and the MEA learning model. The data analysis technique used is content analysis. Based on the results of the study, it was found that the MEA Model supports the development of algebraic reasoning ability. The steps in the MEA learning support for each indicator of the algebraic reasoning ability
Ethnomathematics Exploration of Cemetery of Heroes in City Kampung Mesjid Labuhanbatu Utara
Ada keterkaitan antara pendidikan dan budaya hal ini setiap daerah yang terdapat sekelompok manusia yang menetap menjadi masyarakat akan timbul suatu budaya baik itu warisan para leluhur maupun timbulnya budaya baru akibat interaksi manusia. Etnomatematika sebagai penghubung antara pendidikan dan budaya dalam hal ini terpokus khususnya pada bidang matematika baik secara sadar maupun tidak masyarakat telah mengadopsi konsep-konsep matematika dalam kehidupannya. Penelitian ini hadir untuk mengulas eksplorasi etnomatematika situs warisan bersejarah yaitu Makam Pahlawan sebagai bentuk partisipasi masyarakat Kualuh Hilir terhadap para pahlawan Kesuma Bangsa. Jenis penelitian ini kualitatif eksploratif yang terfokus pada objek warisan bersejarah dengan observasi, analisa, dokumentasi, serta catatan-catatan dalam tugu monumen peresmian. Setelah dilakukan penelitian adanya konsep matematika yang dipergunakan saat pembuatan monumen bersejarah yaitu Makam pahlawan. Terbukti adanya enomatematika masyarakat Kualuh Hilir yang terlihat pada bangunan situs bersejarah Makam PahlawanThere is a link between education and culture, this is in every area where there are a group of people who settle down as a society, a culture will emerge, both the heritage of the ancestors and the emergence of a new culture due to human interaction. Ethnomatematics as a link between education and culture in this case is focused specifically on the field of mathematics, both consciously and unconsciously the community has adopted mathematical concepts in their lives. This research is here to review the ethnomathematics exploration of historic heritage sites, namely the Hero\u27s Cemetery as a form of participation by the people of Kualuh Hilir towards the heroes of Kesuma Bangsa. This type of research is exploratory qualitative research that focuses on historical heritage objects with observation, analysis, documentation, and notes on the inauguration monuments. After doing research, there is a mathematical concept that is used when making historical monuments, namely the hero\u27s tomb. It is proven that there is ethnomathematics of the people of Kualuh Hilir which can be seen in the building of the historic site of the Hero\u27s Cemetery
Analysis of Inverse Proportion in Mathematics Textbook Based on Praxeological Theory
Buku teks yang memiliki konten isi memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang proses pengetahuan siswa secara utuh. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar guru bergantung pada buku teks, hingga ada keluhan pada isi dan sajian buku teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sajian buku teks kelas tujuh pada materi perbandingan berbalik nilai ditinjau dari teori prakseologi yang memiliki empat elemen analisis, yaitu tugas, teknik, teknologi, teori. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah buku teks siswa kelas VII terbitan Kemendikbud, serta subjek penelitian melibatkan guru kelas tujuh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sajian buku teks materi perbandingan berbalik nilai sudah cukup baik. Namun, ada beberapa sajian yang perlu dilengkapi. Materi perbandingan berbalik nilai sudah bersifat kontekstual, tetapi terdapat ilustrasi tidak sesuai perkembangan kognitif siswa. Sajian teknik kurang lengkap dan tidak memberikan ruang bagi siswa untuk memilih cara menyelesaikan kasus perbandingan berbalik nilai, tidak ada kesempatan bagi siswa untuk memberikan justifikasi terhadap teknik yang dilakukan, serta beberapa tidak ada situasi untuk membuat siswa menyimpulkan terhadap hasil justifikasi yang dilakukan. Textbooks with content are very important in supporting the students’ knowledge process. The facts show that most teachers depend on textbooks, so there are complaints about the content and presentation of textbooks. This study aims to describe the characteristics of a seventh-grade textbook presented on inverse proportion in terms of the praxeological theory, which has four elements of analysis, namely task, technique, technology, and theory. This research is a qualitative descriptive study with the object of research being a textbook of class VII students published by the Ministry of Education and Culture. The research subject involves seventh-grade teachers. The study results show that the presentation of inverse proportion in textbooks is good enough. However, there is some present that needs to be completed. The inverse proportion is already contextual, but some illustrations do not match students\u27 cognitive development. The presentation of techniques is incomplete and does not provide space for students to choose how to solve cases of inverse proportion, there is no opportunity for students to justify the techniques used, and in some situations, there are no situations to make students conclude on the results of the justifications carried out
Penalaran matematis melalui group to group exchange berbantuan quizizz
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik setelah memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel 2 kelas disalah satu SMK di Bandung Barat. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan penalaran matematis. Hasil penelitian dan pengolahan data N-Gain, diperoleh bahwa rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik setelah memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz adalah 0,70 dan rata rata N-Gain  pada pembelajaran konvensional adalah 0,50. Disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz lebih baik daripada konvensional. The purpose of this study was to determine the increase in students\u27 mathematical reasoning abilities after receiving Group to Group Exchange assisted Quizizz learning. The used method is quasi-experimental design with The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The sample was taken by using the purposive sampling technique, to obtain a sample of 2 classes in one of the Vocational High Schools in West Bandung. The used instrument is test of mathematical reasoning ability. The results of research and processing of data N-Gain, it was found that the average increase in students\u27 mathematical reasoning abilities after receiving Group to Group Exchange assisted Quizizz learning was 0.70 and the N-Gain average in conventional learning was 0.50. It was concluded that the improvement of students\u27 mathematical reasoning abilities who received Group to Group Exchange assisted Quizizz learning was better than conventional
Analisis konten pada buku paket matematika siswa SMP menggunakan kriteria bell
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis konten pada buku paket matematika siswa edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud dengan menggunakan kriteria Bell.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah buku paket matematika siswa SMP edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud. Instrumen penelitian berupa lembar analisis kesesuaian buku. Pengambilan data berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti terhadap buku paket matematika siswa Sekolah Menengah Pertama edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud berdasarkan konten kriteria Bell. Berdasarkan analisisnya, kesesuaian buku paket matematika terbitan Kemendikbud dilihat dari konten kriteria Bell mencapai 74, 29% yang termasuk pada kategori baik.Kata kunci: Analisis, Konten dan Kriteria Bell.The purpose of this study was to find out the results of content analysis in students\u27 mathematics textbooks in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture using the Bell criteria. This research method is descriptive qualitative with the research subject is the mathematics textbook for junior high school students in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture. The research instrument was in the form of a book suitability analysis sheet. Data collection was based on the results of an analysis conducted by researchers on the mathematics textbooks for junior high school students in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture based on the content of Bell\u27s criteria. Based on his analysis, seen from the content of Bell\u27s criteria reached 74.29% which was included in the good category.Keywords: Analysis, Content and Bell’s Criteria
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk siswa SMP kelas VII
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang telah disusun secara sistematis untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar yang diberikan kepada murid haruslah bahan ajar yang baik dan berkualitas. Bahan ajar yang berkualitas dapat menghasilkan murid yang berkualitas. Bahan ajar yang baik salah satunya menekankan terhadap ilmu pengetahuan, sosial dan budaya (kearifan lokal). Untuk itu maka tujuan penalitian ini adalah menghasilkan bahan ajar matematika melalui kearifan lokal untuk siswa SMP kelas VII pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel yang layak dan sesuai kebutuhan siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan tahapan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analyze (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implement (implementasi) dan evaluate (evaluasi). Jenis data yang diambil berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dilakukan dengan teknik penarikan kesimpulan. Pengambilan data dilakukan dengan instrument angket tertutup. Kelayakan bahan ajar diperoleh berdasarkan data angket penilaian para ahli yaitu ahli materi dan ahli media, angket respon guru matematika, dan angket respon siswa. Berdasarkan penelitian dan pengolahan data diperoleh hasil validasi ahli materi memiliki kriteria layak, ahli media memiliki kriteria layak, respon guru memiliki kriteria baik dan respon siswa memiliki kriteria baik. Secara keseluruhan bahan ajar ini dapat di terima dengan baik oleh guru dan siswa didukung oleh hasil validasi dari para ahli yang menyatakan bahan ajar layak digunakan untuk kegiatan belajar. Teaching material is systematically arranged materials used for learning. It must be qualified when given to students. Focusing on science, social, and culture are qualified teaching materials\u27 several characteristics. This study purposed to produce culture-based mathematics teaching material for seventh-grade junior high school students on one variable linear equations and inequalities. This research type is Research and Development used the ADDIE model stages. Quantitative and qualitative are data types. Descriptive percentage technique was used for quantitative data analysis, Drawing conclusions was used for qualitative data analysis. Closed questionnaire instrument was used to collect data. Teaching material feasibility was obtained based on questionnaires of material experts, media experts, mathematics teacher, and students. The result showed material experts\u27 and media experts\u27 validations have completed the criteria, teachers\u27 and students\u27 responses had good criteria. Overall, this teaching material was well received by teacher and students, supported by validation results from experts
Analisis kebutuhan pengembangan e-modul etnomatematika berbasis budaya melayu Kepulauan Riau
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pengembangan E-modul Etnomatematikaberbasis budaya melayu Kepulauan Riau pada materi transformasi geometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap guru yang mengampu mata pelajaran matematika kelas IX dan memberikan angket terhadap responden menggunakan Google Form kepada guru dan siswa. Objek pada penelitian ini adalah analisis pengembangan e-modul Etnomatematika berbasis budaya melayu Kepulauan Riau pada materi transformasi geometri. Subjek penelitian ini ialah peserta kelas X IPS SMA Negeri 2 Tanjungpinangyang berjumlah 129 orang, 27 siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tanjungpinang dan satu orang guru matematika kelas IX SMP Negeri 7 Tanjungpinang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis kurikulum, analisis materi dan analisis kondisi lapangan berdasarkan latar belakang budaya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa dibutuhkan oleh siswa suatu bahan ajar berupa modul berbasis elektronik yang dapat membantu siswa memahami matematika terutama pada materi transformasi geometri serta dapat mengaitkan pembelajaran matematika tersebut dengan budaya sehari-hari di lingkungan sekitar siswa.The purpose of this study was to determine the need for developing an E-module based on Malay culture in KepulauanRiau Ethnomathematics on the material of geometric transformation. This study used qualitative research methods. Data collection techniques were carried out by interviewing teachers who teach mathematics in class IX and giving questionnaires to respondents using Google Forms to teachers and students. The object of this research is the analysis of the development of the Ethnomathematics e-module based on the Malay culture of the Kepulauan Riau on the material of geometric transformation. The subjects of this study were 129 class X Social Studies students at SMA Negeri 2 Tanjungpinang, 27 class IX students at SMP Negeri 7 Tanjungpinang and one math teacher for class IX at SMP Negeri 7 Tanjungpinang. The data collection methods used are curriculum analysis, material analysis and field condition analysis based on cultural background. Based on the results of the analysis, it was found that students need a teaching material in the form of an electronic-based module that can help students understand mathematics, especially on the material of geometric transformation and can relate the learning of mathematics to the everyday culture in the environment around students