Jurnal Analisa
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Bilangan Satuan
Matematika merupakan pelajaran yang penting sehingga tidak asing kalau matematika dinobatkan sebagai ratu, karena dalam perkembangannya matematika tidak bergantung pada ilmu yang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa kelas 3 dalam belajar matematika, penyelesaian masalah dan faktor yang membuat siswa kesulitan belajar matematika. Karena apabila peserta didik belum memahami materi matematika terlebih materi dasar, maka akan kesulitan mempelajari pelajaran lainnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa di kelas III di salah satu MI di Bantul dan siswa tersebut tinggal di asrama. Ditemukan siswa mengalami kesulitan mempelajari matematika pada materi bilangan satuan, Siswa masih bingung membedakan antara bilangan satuan, puluhan dan ratusan. Siswa masih sering terbalik dalam membedakan bilangan satuan, puluhan dan ratusan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar seperti kurangnya minat peserta didik terhadap pelajaran matematika, kurangnya motivasi belajar dari dalam diri serta kurangnya penggunaan media belajar. Mathematics is an important subject so it is not surprising that mathematics is crowned queen, because in its development mathematics does not depend on other sciences. The aim of this research is that this research aims to determine the difficulties of grade 3 students in learning mathematics, solving problems and the factors that make students have difficulty learning mathematics. Because if students do not understand mathematics material, especially basic material, they will have difficulty learning other lessons. The type of research used is qualitative method research with a case study approach. The subject of this research was a student in class III at one of the MI in Bantul and the student lived in a dormitory. It was found that students had difficulty learning mathematics on unit numbers. Students were still confused about differentiating between units, tens and hundreds. Students still often have problems distinguishing between units, tens and hundreds. There are several factors that cause learning difficulties, such as students\u27 lack of interest in mathematics lessons, lack of inner motivation to learn and lack of use of learning media
Diagnostic Test as Formative Test in Mathematics Learning: A Meta-Analysis Study
Students have diverse learning abilities; thus, the role of the teacher as a facilitator is profoundly needed. Teachers have to recognize the initial abilities of each student through assessment activities so that teachers can identify students\u27 abilities. This article aims to determine the influence of using diagnostic tests as a formative test in improving mathematics outcomes. The method used is meta-analysis by comparing information from several identical literature studies. Based on the analysis of 4 literature, diagnostic tests can improve students\u27 learning outcomes by forming a heterogeneous group. A comparison of students\u27 learning improvement can be observed by the percentage of learning mastery results before and after the diagnostic test, which carries out a statistical test, paired t-test. Students\u27 learning outcomes were assessed by the percentage of learning mastery before and after using diagnostic tests, which were then processed using a statistical test paired sample. The test showed that the average increase in learning outcomes from the pretest was 63.93 to 81.68. It indicates that the student\u27s learning outcomes have improved after using a diagnostic test as a formative test in mathematics learning
Kemampuan Berpikir Divergen Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Barisan dan Deret Ditinjau dari Adversity Quotient
Kemampuan berpikir divergen perlu dikembangkan untuk menciptakan siswa yang kreatif. Namun, pada kenyataannya, kemampuan berpikir divergen masih memerlukan peningkatan. Soal open-ended menjadi salah satu cara yang memungkinkan siswa untuk memperluas pengetahuan mereka dengan menyelesaikan masalah melalui berbagai solusi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen siswa dalam menyelesaikan soal open-ended materi barisan dan deret ditinjau dari adversity quotient (AQ). Kemampuan berpikir divergen dalam penelitian ini di dasarkan pada tiga aspek yaitu fluency, flexibility dan originality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan paparan dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat variasi kemampuan berpikir divergen siswa. Siswa yang memiliki AQ tipe climber memenuhi semua indikator dari aspek berpikir divergen baik fluency, flexibility, dan originality. Siswa dengan AQ tipe camper memenuhi aspek fluency saja sedangkan flexibility dan originality tidak terpenuhi. Kemudian siswa dengan AQ tipe quitter tidak memenuhi semua indikator pada aspek berpikir divergen baik itu fluency, flexibility maupun originality. Divergent thinking abilities need to be developed to create creative students. However, in reality, divergent thinking skills are still require improvement. Open-ended questions are a way that allows students to expand their knowledge by solving problems through a variety of solutions. This research aims to describe students\u27 divergent thinking abilities in solving open-ended problems regarding sequences and series in terms of the adversity quotient (AQ). The ability to think divergently in this research is based on three aspects, namely fluency, flexibility and originality. This research uses a descriptive qualitative approach. The subjects in this research were 6 students of class XI. The data collection techniques used were tests, questionnaires and interviews. Data analysis uses the Miles and Huberman model which consists of 3 stages, namely data reduction, presenting data, and drawing conclusions. Based on the presentation and data analysis, it showed that there were variations in students\u27 divergent thinking ability. Students who have climber type AQ meet all indicators of divergent thinking aspects, including fluency, flexibility and originality. Students with camper type AQ only meet the fluency aspect, while flexibility and originality are not met. Then students with quitter type AQ do not meet all the indicators in the divergent thinking aspect, be it fluency, flexibility or originality
Penerapan Model Pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Confidence Siswa
Kemampuan berpikir kritis matematis dan self confidence siswa masih perlu ditingkatkan, salah satu cara untuk meningkatkannya digunakan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC). Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui self confidence siswa yang menggunakan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Situraja tahun ajaran 2023/2024 dengan mengambil dua sampel dari sepuluh kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) lebih baik secara signifikan daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dan self confidence siswa yang menggunakan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) menunjukkan respon positif. Hal ini memperlihatkan bahwa adanya pengaruh antara kemampuan berpikir kritis siswa dengan self confidence siswa
Model Problem Based Learning Berbantuan E-Komik dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan e-komik membantu siswa memahami konsep matematis. Model PBL dan e-komik dikombinasikan untuk membuat pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan relevan bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tes pemahaman matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih memahami konsep matematis dengan bantuan e-komik. Kemampuan pemahaman matematis siswa meningkat sebesar 49%, yang tergolong dalam kategori sedang, berdasarkan analisis data Ngain; nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada pretest dan posttest masing-masing meningkat menjadi 50,6% dan 75%, sedangkan persentase siswa tuntas dari 7,1% mencapai 89%. Angket respon menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika, sebesar 60,4% siswa menyatakan respon yang positif. Oleh karena itu, menerapkan model ini dapat menjadi strategi pembelajaran matematika yang efektif pada kemampuan pemahaman konsep matematis
Aktivitas Pemodelan Matematis dalam Praktik Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Kejuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pedagogical content knowledge (PCK) dalam praktik pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa foto dan video mengajar. Prosedur penelitian meliputi pemberian lembar kuesioner dan pelaksanaan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Data observasi menunjukkan bahwa guru berhasil memotivasi siswa melalui penyajian masalah nyata yang relevan dan sistematis, namun masih terdapat kekurangan dalam fase formulasi model, validasi pemahaman, serta pengembangan tugas pemodelan yang menggali aplikasi logika dalam konteks dunia nyata. Selain itu, penggunaan teknologi atau media pembelajaran interaktif masih terbatas. Studi ini merekomendasikan peningkatan pada pendampingan siswa dalam menyusun model matematika, penggunaan masalah kontekstual yang lebih kaya, dan pengintegrasian media interaktif untuk memperkaya pengalaman belajar. Temuan ini memberikan wawasan untuk pengembangan strategi pembelajaran logika matematika yang lebih efektif
Dampak Program Pendidikan Profesi Guru Matematika: Studi Bibliometrik pada Database Scopus 2013-2023
Program pendidikan profesi guru, khususnya dalam konteks pendidikan matematika, masih menjadi sorotan yang menarik dalam dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk menjelajahi lebih mendalam aspek tersebut dengan fokus pada pemetaan tren penelitian, kolaborasi ilmiah, dan tema-tema utama dalam publikasi terkait pengembangan profesi guru matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan wawasan mengenai data publikasi ilmiah terkait Program Pengembangan Profesi Guru dalam Pembelajaran Matematika, termasuk trennya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, disertai dengan visualisasi network, overlay, dan density, serta interpretasi dari ketiga visualisasi tersebut. Analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOS Viewer dilakukan terhadap penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal yang terindeks Scopus di berbagai belahan dunia. Penelitian ini merupakan jenis literatur review dengan fokus pemetaan. Sebanyak 1.080 artikel dikumpulkan dari basis data Scopus dalam rentang waktu 2013-2023 dengan topik yang berkaitan dengan program pendidikan profesi guru matematika. Hasilnya menunjukkan bahwa tema yang paling sering diangkat dalam pemetaan penelitian adalah pengembangan profesi dan keterkaitannya dengan perkembangan profesi guru, pendidikan guru, dan pengembangan pendidikan guru berkelanjutan. Sebaliknya, aspek pengembangan pendidikan, pengetahuan konten pedagogik, dan pengembangan pendidikan berkelanjutan masih jarang dibahas, dan penelitian di masa depan disarankan untuk lebih memfokuskan pada tema-tema tersebu
Pengembangan Media Tutorial Praktikum Geometri Berbasis Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konstruksi Geometri Mahasiswa
ditumbuhkembangkan. Pembelajaran dan praktikum geometri diberikan untuk menumbuhkembangkan KPKG mahasiswa. Pengembangan media tutorial merupakan hal yang penting untuk membantu mahasiswa dalam belajar mandiri. Studi ini merupakan penelitian pengembangan untuk membuat media tutorial geometri berbasis GeoGebra. Melalui lima langkah pengembangan telah dihasilkan produk berupa media tutorial praktikum geometri berbasis GeoGebra pada materi konstruksi geometri. Media tutorial praktikum geometri berbasis GeoGebra yang dikembangkan sesuai dengan tingkat berpikir dan perkembangan mahasiswa, hal ini terlihat berdasarkan pencapaian pembelajaran mahasiswa yang terkategori baik. Respon mahasiswa terhadap media tutorial praktikum geometri berbasis GeoGebra pada komponen pembelajaran sebagian besar positif dan menyatakan sangat senang
Improving Students\u27 Mathematical Reasoning Ability and Self-Efficacy Based on DNR-Based Instruction
Kemampuan Penalaran Matematis (KPM) dan efikasi-diri sangat penting bagi mahasiswa calon guru matematika. Namun, fakta menjunjukkan bahwa dua hal tersebut belum sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari model DNR-based Instructions terhadap KPM dan efikasi-diri mahasiswa. Metode eksperimen semu digunakan pada penelitian ini dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari 39 mahasiswa kelompok model DNR-based Instructions dan 39 mahasiswa kelompok model konvensional. Penelitian ini menggunakan instrumen tes-KPM dengan validitas tinggi dan angket efikasi-diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: KPM mahasiswa kelompok model DNR-based Instructions lebih baik dari pada KPM mahasiswa kelompok model konvensional, ditinjau secara keseluruhan maupun berdasarkan Pengetahuan Awal Matematis (PAM); Efikasi-diri mahasiswa kelompok model DNR-based Instructions berada pada kategori baik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah KPM dan efikasi-diri dapat ditingkatkan melalui aktivitas pembelajaran yang didasarkan pada cara memahami dan cara berpikir, kebutuhan intelektual dan penalaran berulang. Mathematical Reasoning Ability (MRA) and self-efficacy are very important for prospective mathematics teacher students. However, the facts show that these two things have not met expectations. The aim of this research is to analyze the impact of the DNR-based Instructions model on MRA and student self-efficacy. The quasi-experimental method was used in this research with a nonequivalent control group design. The sample for this study consisted of 39 students from the DNR-based Instructions model group and 39 students from the conventional model group. This research has used MRA-test instruments with high validity and self-efficacy questionnaires. The research results show that: MRA for students in the DNR-based Instructions model group is better than MRA for students in the conventional model group, both overall and based on Prior Mathematics Knowledge (PMK); The self-efficacy of students in the DNR-based Instructions model group is in the good category. The implication of the results of this research is that MRA and self-efficacy can be improved through learning activities that are based on ways of understanding and ways of thinking, intellectual needs and repetitive reasoning
The Impact of Flipped Classroom Implementation in Mathematics Learning at Schools : Systematic Literature Review
Salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan perkembangan teknologi adalah flipped classroom. Namun, terjadi inkonsistensi dalam desain dan implementasi flipped classroom dan dampaknya pada pembelajaran matematika. Tujuan dari studi ini menganalisis studi empiris secara sistematis tentang flipped classroom pada matematika sekolah untuk memahami dasar-dasar teoretis yang mengarah pada pendekatan berbeda untuk flipped classroom dan dampak flipped classroom pada pembelajaran siswa di kelas matematika. Metode yang digunakan adalah metode systematic literature review, mengikuti tujuh langkah yang disarankan oleh Cooper. Setelah terpilih 16 studi empiris kemudian dianalisis secara kualitatif dan hasilnya menunjukkan bahwa: (1) ada lebih banyak literatur yang diterbitkan tentang flipped classroom yang diidentifikasi di tingkat high school, (2) desain flipped classroom didominasi didasarkan pada kerangka teoretis konstuktivisme sosial, dan (3) flipped classroom memiliki efek positif secara keseluruhan terhadap hasil belajar matematika siswa. Pentingnya menggunakan kerangka teoritis eksplisit selaras dengan teori pembelajaran kontemporer untuk memandu desain, implementasi, dan evaluasi flipped classroom. Selain itu,  pemanfaan metodologi berbasis desain untuk memaksimalkan dampak positif dari flipped classroom pada pembelajaran siswa. Adanya keterbatasan dalam studi ini mengenai basis data yang digunakan terbatas pada base internasional scopus menjadikan peluang untuk peneliti selanjutnya agar data yang didapat lebih banyak lagi. One of the learning that is student-centered and in accordance with technological developments is the flipped classroom. However, there are inconsistencies in the design and implementation of flipped classrooms and their impact on mathematics learning. The aim of this study is to systematically analyze empirical studies of flipped classrooms in school mathematics to understand the theoretical underpinnings leading to different approaches to flipped classrooms and the impact of flipped classrooms on student learning in mathematics classes. The method used in this study is the systematic literature review method, by following the seven steps suggested by Cooper. The results showed that: (1) there is more published literature on flipped classrooms identified at the high school level, (2) the flipped classroom design is predominately based on social constructivism theoretical frameworks, and (3) ) flipped classroom has an overall positive effect on students\u27 mathematics learning outcomes. This study highlights the importance of using an explicit theoretical framework aligned with contemporary learning theory to guide the design, implementation, and evaluation of flipped classrooms. There are limitations in this study regarding the database used which is limited to the Scopus international base, making it an opportunity for further researchers to obtain even more data