Jurnal Analisa
Not a member yet
    165 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media Lottery Card Terhadap Pencapaian Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Smp Pada Pokok Bahasan Segiempat

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan Media Lottery Card berkelompok dan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan, perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa, sikap siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan Media Lottery Card berkelompok dengan pembelajaran yang menggunakan media Lottery Card berpasangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian (a) Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan sebesar 26%. Persentase aktivitas guru yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 57% menjadi 78,6%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. Persentase aktivitas siswa yang menggunakan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan mengalami peningkatan dari 54% menajdi 82%. (b) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa antara yang menggunakan pembelajaran konvensional, pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok dan yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan. (c) Sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berkelompok bersikap positif sedangkan sikap siswa yang menggunakan pembelajaran dengan media Lottery Card berpasangan bersikap negati

    Reasoning ability through challenge based learning kahoot

    Get PDF
    The main objective is to analyze the improvement of mathematical reasoning ability through the challenge based learning with kahoot application. An experimental study, pre-test and post-test control group design. The population subjects were all students of class XI of the SMAN 26 Bandung, by involving a sample of three classes through random sampling techniques from five parallel classes available. Instrument for mathematical reasoning tests. Findings: There was improvement in mathematical reasoning abilities of students who obtained a challenge based learning assisted by the kahoot application, challenge based learning without a kahoot, and conventional learning. Improvement of mathematical reasoning abilities of students who obtained a challenge based learning with kahoot application is better than challenge based learning without the kahoot, and expository learning. Challenge based learning kahoot applications can facilitate conflict processes, discovery, social interaction, and reflective to improve students’s mathematical reasoning abilities

    Pengaruh Model Active Learning Teknik Turnamen Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Sub Pokok Bahasan Kubus dan Balok

    No full text
    Pembelajaran yang diperkirakan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model active learning teknik turnamen belajar. Tujuan penelitian ini: mengetahui proses belajar mengajar dengan model active learning teknik turnamen belajar;  mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dengan pembelajaran active learning teknik turnamen belajar; mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model konvensional; perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model active learning teknik turnamen belajar dibandingkan dengan yang menggunakan model konvensional pada sub pokok bahasan kubus dan balok. Adapun hasil yang diperoleh: persentase rata-rata aktivitas siswa pada tiap pertemuannya meningkat yaitu dari  pertemuan I (56,69%) ke pertemuan II (61,61%) ke  pertemuan III (63,40%). dari pengolahan data hasil posttest kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen, kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model active learning teknik turnamen belajar diperoleh rata-rata 81,06% dengan kriteria penilaian tinggi; kelas VIIIA sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model konvensional kemampuan pemecahan masalah matematika siswa rata-ratanya adalah 74,44% dengan kriteria penilaian cukup; berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16.0 for window diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model active learning teknik turnamen belajar lebih baik dibandingkan pembelajaran dengan model konvensional pada sub pokok kubus dan balok sehingga dapat meninggkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa

    Kemampuan komunikasi dan pengelolaan kelas calon guru matematika

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar tingkat pengaruh kemampuan calon guru matematika dalam berkomunikasi dan pengelolaan kelas terhadap hasil dan motivasi belajar siswa serta hubungan antara hasil dengan motivasi belajar matematika siswa. Metode yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika salah satu universitas di kota Bandung yang telah selesai melaksanakan seminar proposal. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan :  kemampuan calon guru dalam berkomunikasi memberikan pengaruh terhadap hasil belajar dengan tingkat korelasi sangat rendah; kemampuan calon guru matematika dalam berkomunikasi memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa, dengan tingkat korelasi rendah; kemampuan calon guru matematika dalam pengelolaan kelas memberikan  pengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan tingkat korelasi sangat rendah; kemampuan calon guru matematika dalam pengelolaan kelas memberikan  pengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan tingkat korelasi sangat rendah; kemampuan calon guru matematika dalam berkomunikasi dan pengelolaan kelas memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan tingkat korelasi sedang (cukup); kemampuan calon guru matematika dalam berkomunikasi dan pengelolaan kelas memberikan pengaruh terhadap  motivasi belajar siswa dengan tingkat korelasi rendah; tidak terdapat hubungan antara hasil dan motivasi  belajar matematika sisw

    Motivasi Belajar matematika siswa pondok pesantren modern berdasarkan perbedaan gender: Studi kasus pada siswa Assaadah

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi belajar matematika siswa pondok pesantren modern berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif. Subjek penelitian adalah siswa Pondok Pesantern Modern Assaadah Kabupaten Serang sebanyak 60 siswa yang terdiri atas 30 laki-lai dan 30 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya yaitu angket motivasi belajar matematika. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi belajar siswa perempuan berada pada katagori tinggi dengan nilai skor rata-rata berada pada persentase 68%-83% dengan frekuensi jumlah siswa 63,3%  lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki yang hanya memiliki frekuensi jumlah siswa 53,3% yang juga berada di katagori motivasi tinggi dengan nilai skor rata-rata berada pada persentase 68%-83%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan. Artinya, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa Pesantren Modern berjenis kelamin perempuan lebih baik dibandingkan laki-laki.Katakunci : Motivasi Belajar, Matematika , Gender, Pesantren ModernTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi belajar matematika siswa pondok pesantren modern berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif. Subjek penelitian adalah siswa Pondok Pesantern Modern Assaadah Kabupaten Serang sebanyak 60 siswa yang terdiri atas 30 laki-lai dan 30 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya yaitu angket motivasi belajar matematika. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor motivasi belajar siswa perempuan berada pada katagori tinggi dengan nilai skor rata-rata berada pada persentase 68%-83% dengan frekuensi jumlah siswa 63,3% lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki yang hanya memiliki frekuensi jumlah siswa 53,3% yang juga berada di katagori motivasi tinggi dengan nilai skor rata-rata berada pada persentase 68%-83%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan. Artinya, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa Pesantren Modern berjenis kelamin perempuan lebih baik dibandingkan laki-laki.,,,,

    Efektivitas program pembekalan kemampuan calon guru matematika dalam bidang penilaian

    Get PDF
    This study aims to develop learning programs and effectiveness in order to improve the ability of prospective mathematics teachers in the field of assessment. This type of research is research and development design (R & D design). This study consists of four stages, namely preliminary studies, program planning, program development and program validation. Preliminary studies were carried out during the initial research activities using various sources in the field and literature review. Program design is done by preparing learning programs in the form of syllabus, Semester Learning Plans , teaching materials, media and evaluation tools. The program that was designed was then developed by means of judgment, trial and revision. From the results of the development then a hypothetical product program is obtained which will be tested for its effectiveness. Effectiveness testing is carried out in program validation activities through the implementation of hypothetical product programs. The results of the study showed that it was effective and efficient in improving the mastery of the theory and practice of evaluating mathematics learnin

    Pengaruh metode lightening the learning climate terhadap kreatifitas dan kemampuan berpikir siswa

    Get PDF
    Berpikir merupakan proses kognitif untuk memperoleh pengetahuan. Kemampuan berpikir manusia berdasarkan prosesnya dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kemampuan berpikir dasar dan kemampuan berpikir kompleks atau kemampuan berpikir tingkat tinggi. Proses kemampuan berpikir tingkat tinggi, diantaranya meliputi kemampuan berpikir kritis (tajam dalam menganalisis dan kreatif dan bersifat daya cipta). Kemampuan berpikir baik kemampuan berpikir kritis maupun berpikir kreatif merupakan hal penting dan sangat diperlukan peserta didik untuk menghadapi persoalan hidup di masa yang akan datang. Akan tetapi, kemampuan berpikir dan kreatifitas ini sering terabaikan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa adalah metode Lightening The Learning Climate. Dalam model pembelajaran ini siswa kebebasan untuk mengungkapkan ide dan pendapatnya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode design research. Penelitian ini dilakukan di kelas VIIIC MTsN 2 Sidenreng Rappang Tahun Ajaran 2018/2019. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah observasi untuk penentuan kelas yang dijadikan subyek penelitian, hasil uji kreatifitas dan kemampuan berpikir siswa serta penilaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dicapai setelah dianalisis menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran melalui penerapan metode Lightening the Learning Climate dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dari 11,76% menjadi 47,06% untuk kategori tinggi; (2) Terjadi juga peningkatan untuk kemampuan kreatifitas siswa dari 23,53% menjadi 26,47%. Dari penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa kelas VIIIC MTsN 2 Sidenreng Rappang melalui penerapan metode Lightening the Learning Climate

    Hubungan kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa SMK kelas XII pada pelajaran matematika

    Get PDF
    Kemandirian belajar siswa merupakan peran serta aktif dari siswa secara metakognitif dalam proses pembelajaran yang mereka alami untuk mencapai suatu kompetensi. Kemandirian belajar perlu dimiliki oleh siswa dalam rangka mencapai keberhasilan di sekolah. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, kemandirian belajar siswa kelas XII salah satu SMK di Kota Tangerang sebagian besar masih rendah. Sementara itu hasil belajar siswa pada pelajaran matematika sebagian besar mendapatkan hasil yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dalam bentuk korelasional. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif secara signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar sebesar 0,400

    Pembelajaran berbasis TIK terhadap hasil belajar matematika dan motivasi belajar matematika siswa

    Get PDF
    Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis TIK Terhadap Hasil Belajar Matematika Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis TIK terhadap hasil belajar dan motivasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi Siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat dan melalui teknik simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 64 siswa. Teknik Manova digunakan untuk analisis data dengan menggunakan program aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajran berbasis TIK berpengaruh terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa

    Pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan habit of mind matematis mahasiswa melalui teknik self-explanation

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari pembelajaran dengan teknik self-explanation pada mahasiswa yang mengikuti kuliah geometri analitik terhadap kemampuan pemecahan masalah dan habit of mind matematis.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu desain Nonequivalent Control Grup Design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas dengan teknik self-explanation (30 orang) dan kelas dengan model pembelajaran langsung (33 orang). Data yang diperoleh berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan skala habits of mind matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang memperoleh teknik self-explanation lebih baik dibandingkan dengan yeng memperoleh pembelajaran langsung; (b) Pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang memperoleh strategi self-explanation lebih baik dibandingkan dengan yang memperoleh pembelajaran langsung berdasarkan tingkat Pengetahuan Awal Matematis (PAM). (c) Mathematical Habit of Mind untuk dimensi: komitmen, kapabilitas dan kebijakan semuanya terkategori positif setelah memperoleh strategi self-explanation

    147

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Analisa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇