Jurnal Analisa
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
Tingkat Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS pada Materi Perbandingan
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan pemahaman konsep yang mendalam, salah satunya pada materi perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi perbandingan. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan 32 siswa di salah satu MTs di Kota Bandung dengan pemilihan sampel secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematis pada materi perbandingan, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk meringkas variabel dalam data seperti rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori tinggi sebesar 25%, kategori sedang sebesar 43,75%, dan kategori rendah sebesar 31,25%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan soal HOTS berada pada kategori sedang. Penelitian ini menyarankan perlu adanya pendekatan pembelajaran yang efektif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi yang lebih kompleks
Building Teacher Capacity For ESD: Implementing Kids\u27 STEAM Pixel Art For Quality Early Childhood Education (SDG4)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memainkan peran vital dalam membangun fondasi yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang kualitas pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dengan pixel art untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang berkualitas bagi anak usia dini. Program pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research dan Service Learning untuk melibatkan guru secara aktif dalam proses pengembangan kompetensi. Implementasi program mencakup asesmen kebutuhan bersama mitra, workshop STEAM dan pixel art kepada guru dan siswa, evaluasi kemajuan melalui asesmen guru dan portofolio siswa, serta berbagi hasil melalui sumber terbuka dan jaringan profesional. Pixel art diperkenalkan melalui berbagai metode termasuk berbasis kertas, mainan impor dengan harga terjangkau, alat digital, serta lembar kerja untuk mendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan respons positif dari peserta khususnya guru dengan tingkat kepuasan terhadap metode penyampaian sebesar 92%, kemampuan memotivasi 82%, relevansi dengan bidang 83%, kemampuan menjawab pertanyaan 75%, dan tampilan slide yang digunakan 63% sedangkan kepada siswa anak usia dini dijaring melalui wawancara dengan hasil dan jawaban menyenangkan melakukan aktivitas steam pixel art. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi STEAM dan pixel art efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD
Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) Berbantuan Aplikasi Microsoft Math Solver untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP
This research aims to improve the ability to understand mathematical concepts of junior high school students through the application of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model assisted by the Microsoft Math Solver application. This study uses a quantitative approach with the quasi experiment method. The population in this study consisted of four classes with a sample of two classes selected through cluster random sampling techniques, namely class VII-A as the control class and class VII-B as the experimental class. The results of the study show that the implementation of teacher and student activities in the learning process of Auditory Intellectually Repetition (AIR) assisted by the Microsoft Math Solver application is categorized as very good. In addition, the improvement of students\u27 ability to understand mathematical concepts using the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model assisted by the Microsoft Math Solver application is better than the conventional learning model, and students\u27 attitudes towards the application of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model assisted by the Microsoft Math Solver application were categorized as positive.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan aplikasi Microsoft Math Solver. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment. Populasi pada penelitian ini terdiri atas empat kelas dengan sampel dua kelas yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan aplikasi Microsoft Math Solver dikategorikan sangat baik. Selain itu, peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan aplikasi Microsoft Math Solver lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, serta sikap siswa terhadap penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan aplikasi Microsoft Math Solver dikategorikan positif
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Materi Barisan dan Deret Aritmatika
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas X Fase E di SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Timur dalam memecahkan masalah materi barisan dan deret aritmetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan penalaran matematis, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, disertai teknik think aloud (proses berpikir lisan), dan wawancara semi terstruktur. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan variasi kemampuan yang signifikan pada setiap subjek. Siswa dengan kemampuan tinggi mampu memenuhi hampir seluruh indikator penalaran, seperti memahami pola, melakukan perhitungan, menggeneralisasi konsep, dan menguji hasil. Sebaliknya, siswa dengan kemampuan sedang dan rendah hanya menunjukkan pemahaman yang baik pada tahap memahami pola dan perhitungan dasar, namun masih lemah dalam menggeneralisasikan konsep dan mengevaluasi kebenaran solusi. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan pembelajaran yang menekankan proses berpikir logis, sistematis, dan reflektif.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Melalui Model Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP)
Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP yang berada di Bandung. Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP), karena berpikir reflektif merupakan hal penting yang akan dibutuhkan siswa dalam proses belajar, namun faktanya kemampuan berpikir siswa masih rendah. Metode penelitian yang dipilih yaitu kuasi eksperimen. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) mengalami peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang, kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran konvensional (ekspositori) mengalami peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang, peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) lebih baik secara signifikan dibandingkan siswa yang melalui model pembelajaran konvensional (ekspositori), respon siswa terhadap model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa memberikan respon positif yang lebih tinggi daripada respon negatif. The research was carried out at one of the junior high schools in Bandung. This research was conducted on students in class VIII A as the experimental class and class VIII D as the control class. The aim of this research is to improve students\u27 mathematical reflective thinking skills through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model, because reflective thinking is an important thing that students will need in the learning process, but in fact students’ thinking abilities are still low. The research method chosen was quasi-experimental. The results of this research showed that the mathematical reflective thinking ability of students who went through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model experienced an increase which was included in the moderate category, the mathematical reflective thinking ability of students who went through the conventional (expository) learning model experienced an increase which was included in the moderate category, an increase The mathematical reflective thinking ability of students who go through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model is significantly better than students who go through the conventional (expository) learning model. positive responses are higher than negative responses
Improving Learning Outcomes with Supported Liveworksheets: A Constructivist Approach to Teaching Linear Equations of Two Variables System
Sebagian besar pembelajaran matematika tidak membangun pemahaman siswa tentang fakta, konsep, prinsip, dan kemampuan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan E-LKPD dengan menggunakan pendekatan konstruktivis yang didukung dengan Liveworksheet pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Jenis penelitian ini disebut Research and Develepoment. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Subyek penelitian ini sebanyak 20 siswa kelas VIII di salah satu SMP Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum dilakukan pengujian, produk diverifikasi oleh ahli materi dan ahli media. Setelah produk dinyatakan valid, dilakukan tes di kelas eksperimen kecil sebanyak 10 siswa dan kelas eksperimen besar sebanyak 23 siswa untuk memperoleh tanggapan evaluasi mengenai kualitas E-LKPD. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan cara hasil angket yang diolah dengan perhitungan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata ahli sumber daya, sebesar 110 dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata ahli media adalah sebesar 89 dengan kategori sangat baik, kelas eksperimen kecil hasil respon siswa dalam adalah 97,7 (Baik), dan hasil respon siswa terhadap eksperimen kelas besar sebesar 96,6 (Baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa, E-LKPD dengan pendekatan konstruktivisme didukung Liveworksheets pada materi SPLDV untuk Kelas VIII layak digunakan dalam pembelajaran matematika. Most mathematics learning does not build students\u27 understanding of facts, concepts, principles, and abilities according to what they have. This development research aims to develop and test the feasibility of Electronic worksheets using a constructivist approach supported by Liveworksheet on Two-Variable Linear Equation System. This type of research called Research and Development. The development model used is ADDIE. The subjects of this study were 20 8th-grade students in one of the junior high schools in Sleman Regency, Yogyakarta. Before testing, the product was verified by material and media experts. After the product was declared valid, tests were conducted in a small experimental class of 10 students and a large experimental class of 23 students to obtain evaluation responses regarding the quality of Electronic worksheets. Data analysis used qualitative and quantitative descriptive analysis using questionnaire results processed with Likert scale calculations. The results showed that the average value of resource experts amounted to 110 (good), the average value of media experts was 89 (good), the small experimental class of student response results was 97.7 (Good), and the results of student responses to large class experiments amounted to 96.6 (Good). It can be concluded that Electronic Worksheets using a constructivist approach is supported by Liveworksheets on Systems of Linear Equations in Two Variables for Grade 8th is suitable for use in mathematics education
Investigasi Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika
Siswa harus belajar untuk berpikir secara aljabar karena berpikir aljabar menjadi bagian dari beberapa cara berpikir dalam pembelajaran matematika. Berpikir aljabar erat juga kaitannya dengan membuat pola generalisasi. Berpikir aljabar merupakan berpikir yang menyatakan keterkaitannya ke dalam hubungan umum, lalu membandingkan dan memanipulasinya. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir aljabar. Namun faktanya kemampuan berpikir alajabar peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk melakukan investigasi terhadap kemampuan berpikir alajar peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini yaitu satu soal cerita materi aljabar dan pedoman wawancara. Uji keabsahan data menggunakan validitas internal (credibility) dalam bentuk triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan matematika yang baik juga memiliki kemampuan berpikir aljabar yang baik karena peserta didik mampu memenuhi semua indikator yaitu genarsional, transformasi, dan level meta global dengan tepat. Peserta didik dengan kemampuan matematika sedang hanya mampu memenuhi indikator transformasi, dan level meta global, namun dengan jawaban tidak tepat. Peserta didik dengan kemampuan matematika rendah memenuhi indikator transformasi, dan level meta global, namun dengan jawaban tidak tepat. Students must learn to think algebraically because algebraic thinking is part of several ways of thinking in learning mathematics. Algebraic thinking is also closely related to making generalization patterns. Algebraic thinking is thinking that expresses connections into general relationships, then compares and manipulates them. Therefore, it is important for students to hone algebraic thinking skills. However, the fact is that students\u27 algebraic thinking abilities are still low. The aim of this research is to investigate students\u27 natural thinking abilities in solving mathematical problems. The approach used is qualitative descriptive research. The instruments in this research were one algebra story question and an interview guide. Data validity testing uses internal validity (credibility) in the form of technical triangulation. The results of this research show that students with good mathematical skills also have good algebraic thinking skills because students are able to fulfill all indicators, namely genarsional, transformational, and global meta levels correctly. Students with moderate mathematical abilities are only able to fulfill the transformation indicators and global meta level, but with incorrect answers. Students with low mathematical abilities meet the transformation indicators and global meta level, but with incorrect answers
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa
Kemampuan berpikir reflektif adalah kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir reflektif matematis siswa masih di bawah ekspektasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi direct instruction dalam pembelajaran matematika terkait dengan kemampuan berpikir reflektif siswa. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas 8A dan guru matematika yang mengajar di salah satu sekolah menengah pertama di Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis fenomenologis. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dan data dikumpulkan melalui lembar tes kemampuan berpikir reflektif siswa serta wawancara dengan siswa dan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa masih rendah karena mereka hanya fokus pada masalah contoh yang diberikan oleh guru dan tidak mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri. Proses pembelajaran belum efektif mendukung perkembangan keterampilan berpikir reflektif siswa, karena mereka hanya memenuhi indikator elaborating, sementara indikator reacting dan contemplating belum terpenuhi dengan baik. Penerapan model pembelajaran interaksi langsung dapat digunakan sebagai solusi alternatif dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan model tersebut serta situasi dan kondisi siswa yang diajarkan. The reflective thinking ability is a very essential ability in mathematics learning. Data shows that students\u27 mathematical reflective thinking skills are below expectations. This study aims to evaluate the implementation of direct interaction in mathematics learning related to students\u27 reflective thinking skills. Subjects of this study were all students of class 8A and mathematics teachers who taught at one of the junior high schools in Bandung. The method used is a qualitative approach of the phenomenological type. The researcher served as the main instrument, and data was collected through test sheets on students\u27 reflective thinking abilities and interviews with students and teachers. The results show that students\u27 mathematical reflective thinking abilities are still low because they only focus on sample problems given by the teacher and do not explore knowledge independently. The learning process hasn\u27t effectively supported the development of students\u27 reflective thinking skills, as they only meet the elaboration indicators, while the indicators of reacting and contemplating are not properly fulfilled. The application of the direct intraction learning model can be used as an alternative solution by considering the advantages and disadvantages of the model as well as the situation and conditions of the students being taught
Development of Pop Up Book Media Based on an Investigative Approach to Improve The Matematical Communication Skill of Junior High School Students
Siswa SMP sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika yang abstrak dan membutuhkan bantuan visual dalam proses pembelajaran. Pengembangan media buku pop-up berbasis pendekatan investigasi bertujuan memberikan representasi visual dari konsep matematika. Penelitian ini bertujuan menilai validitas, praktikabilitas, dan efektivitas media buku pop-up berbasis pendekatan investigasi serta mengukur peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan setelah menggunakan buku pop-up. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, and disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini sangat valid dari segi media dan materi. Praktikabilitas media ini dinilai sangat praktis, dan efektivitasnya diklasifikasikan sebagai sangat tinggi. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis siswa, yang dikategorikan sebagai tinggi. Junior high school students often struggle with grasping abstract mathematical concepts and benefit from visual aids in their learning process. The development of investigative-based pop-up book media aims to provide visual representations of these concepts. This research aims to assess the validity, practicality, and effectiveness of the investigative-based pop-up book media and to measure the improvement in students\u27 mathematical communication skills before and after using the pop-up book. The research methodology employed is Research and Development (R&D) using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The results indicate that the media is highly valid in terms of both media and content aspects. Its practicality is rated as highly practical, and its effectiveness is classified as very high. There is a significant improvement in the mathematical communication skills of junior high school students, categorized as high
Peran Literasi Matematika pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Memiliki kemampuan literasi dan berpikir kritis bagi siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari dengan tepat dan cepat. Penelitian ini akan mengkaji peran literasi matematika pada kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan metode pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII salah satu SMP di Kabupaten Bandung dengan jumlah siswa 40 orang pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV). Indikator berpikir kritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi, analisis, evaluasi, penarikan kesimpulan, dan penjelasan. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, setenganya siswa memiliki kemampuan literasi matematis dan berpikir kritis berada dalam kategori sedang. Berdasarkan data ini menjadi pertimbangan untuk mengkondisikan pembelajaran matematik yang menekankan kemampuan literasi dan berpikir kritis matematik yang diharapkan dapat membantu siswa menjadi, pembuat keputusan yang bijak, dan pemecah masalah yang efektif