39192 research outputs found
Sort by
PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN DENGAN PENGALAMAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI MENURUT PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Pada Pelaku Usaha UMKM di Bandar Lampung)
ABSTRACT
Article history:
Received Jun 9,
2018
Revised Nov
20, 2018
Accepted Jan
11, 2019
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
Ketidakpastian Lingkungan dan Strategi Pemasaran
terhadap
Peningkatan
Kata Kunci:
Ketidakpastian
Lingkungan
Strategi
Pemasaran
Peningkatan
Penjualan
Pengalaman
Kerja
Perspektif
Maqashid
Syariah
Penjualan
dengan
Pengalaman Kerja sebagai variabel moderasi
menurut perspektif Maqashid Syariah. Dengan
11.848 populasi pelaku usaha UMKM di Bandar
Lampung dan menggunakan perhitungan rumus
Taro Yamane atau Slovin didapatkan sampel
sebanyak 100 responden pelaku usaha UMKM
dalam pengolahan data. Data dikumpulkan melalui
kuesioner dan wawancara dengan uji data pada
aplikasi SmartPLS yang menggunakan uji validitas,
reliabilitas, multikolinearitas, r-square, dan uji
hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Ketidakpastian Lingkungan memiliki pengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap Peningkatan
Penjualan. Sementara Strategi Pemasaran memiliki
pengaruh
positif
dan
signifikan
terhadap
Peningkatan Penjualan. Selain itu, Pengalaman
Kerja terbukti memoderasi dan memperkuat
Ketidakpastian Lingkungan terhadap Peningkatan
Penjualan
dan Pengalaman Kerja terbukti
memoderasi dan memperlemah Strategi Pemasara
PENGARUH GREEN MARKETING DAN GREEN PACKAGING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUKSKINCARE RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAN PERSPEKTIF BISNIS ISLAM ( Studi Pada Konsumen Avoskin di Bandar Lampung )
ABSTRAK
Peningkatan industri kecantikan di Indonesia secara tidak langsung
berkontribusi terhadap masalah lingkungan, khususnya limbah
kemasan. Limbah ini muncul baik dari proses produksi oleh produsen
maupun dari perilaku konsumen dalam menggunakan produk tersebut,
terutama kemasan yang sulit terurai. Menanggapi masalah ini, beberapa
perusahaan, termasuk Avoskin sebagai salah satu merek lokal,
menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada keberlanjutan
seperti green marketing dan green packaging sebagai bentuk tanggung
jawab terhadap lingkungan. Namun, berdasarkan hasil prariset yang
dilakukan, diketahui bahwa tidak semua konsumen menyadari atau
mempertimbangkan strategi pemasaran ramah lingkungan dalam
keputusan pembelian mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green marketing dan
green packaging terhadap keputusan pembelian produk skincare ramah
lingkungan Avoskin dari perspektif bisnis Islam. Pendekatan penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif, dengan sampel yang terdiri dari 100
konsumen Avoskin di Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan
melalui kuesioner online, dan analisis data dilakukan menggunakan
metode Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS
4.0 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing dan green
packaging berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian produk Skincare ramah lingkungan. Temuan ini
mengindikasikan bahwa semakin optimal penerapan green marketing
dan green packaging, semakin tinggi pula keputusan konsumen untuk
membeli produk perawatan kulit ramah lingkungan Avoskin. Lebih
lanjut, perilaku ini selaras dengan nilai-nilai bisnis Islam yang
menekankan pentingnya pentingnya tanggung jawab sosial dan
kelestarian lingkungan.
Kata Kunci : Green Marketing, Green Packaging, Keputusan
Pembelian, Skincare Ramah Lingkungan , Avoskin ABSTRACT
The increasing of the beauty industry in Indonesia indirectly contributes
to environmental problems, especially packaging waste. This waste
arises both from the production process by producers and from
consumer behavior in using these products, particularly packaging that
is difficult to decompose. Responding to this issue, several companies,
including Avoskin as one of the local brands, implement sustainabilityoriented marketing strategies such as green marketing and green
packaging as a form of environmental responsibility. However, based
on preliminary research, not all consumers realize or consider
environmentally friendly marketing strategies in their purchasing
decisions.
This study aims to examine the effect of green marketing and green
packaging on purchasing decisions for Avoskin environmentally
friendly skincare products from an Islamic business perspective. The
research approach is quantitative, with a sample consisting of 100
Avoskin consumers in Bandar Lampung. Data collection is conducted
through online questionnaires, and data analysis is carried out using the
Partial Least Squares (PLS) method with SmartPLS 4.0 software to test
validity, reliability, and relationships between variables.
The results show that both green marketing and green packaging have
a positive and significant effect on purchasing decisions for
environmentally friendly skincare products. This finding indicates that
the more optimal the application of green marketing and green
packaging, the higher the consumer’s decision to buy Avoskin
environmentally friendly skincare products. Furthermore, this behavior
aligns with Islamic business values that emphasize the importance of
social responsibility and environmental sustainability.
Keywords: Green Marketing, Green Packaging, Purchasing Decisions,
Environmentally Friendly Skincare, Avoski
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ PERCEPTIONS OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) IN SPEAKING SKILL: STUDY IN SMP MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG
ABSTRACT
This study aimed to analyze students' perceptions of the
problem-based learning (PBL) method in developing English speaking
skills at SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung. Using a qualitative
descriptive design, the study collected data through questionnaires and
interviews with 27 seventh-grade students.
The results showed very positive perceptions, with 23
students agreeing that PBL made speaking practice more enjoyable,
and 17 respondents reporting increased confidence through
collaborative group work. Questionnaire analysis showed an average
perception score of 41, which falls within the positive category.
Interview data highlighted how the real-world problem-solving
approach of PBL improved vocabulary, pronunciation, and sentence
construction skills.
The study identified several key benefits of PBL
implementation. Students appreciated the interactive nature of group
discussions, with 21 respondents noting increased vocabulary and 14
respondents noting improved pronunciation. Teacher guidance was
also highly valued, with 26 respondents emphasizing its importance.
However, several challenges emerged, including an initial fear
of mistakes and difficulty with unfamiliar vocabulary, which students
successfully overcame through peer support and repeated practice.
These findings align with previous research demonstrating the
effectiveness of PBL in creating engaging and student-centered
learning environments.
The study concluded that PBL significantly improves
speaking skills by encouraging active participation, critical thinking,
and real-world language application. Recommendations include wider
adoption of PBL in English classrooms, with additional scaffolding
for less confident learners. Future research could explore the long
term impact of PBL across different proficiency levels and cultural
contexts. This work contributes to the growing body of evidence
supporting innovative and interactive approaches to language
education.
Keywords: Problem-Based Learning, speaking skills, students’
perception
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OIDDE (ORIENTATION, IDENTIFY, DISCUSSION, DECISSION, AND ENGAGE IN BEHAVIOR) BERBASIS ACTIVE KNOWLADGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X
ABSTRAK
Kemampuan berpikir kritis adalah keterampilan kognitif yang
sangat berkaitan dengan proses identifikasi, analisis, dan pemecahan
masalah yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat dan
akurat.
Setiap
komponen berkontribusi pada pengembangan
kemampuan berpikir yang sistematis dan objektif. Berdasarkan pra
penelitian yang telah dilakukan di kelas X SMAN 1 Abung Semuli,
siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Oleh karena
itu, inovasi baru diperlukan untuk menerapkan model pembelajaran
yang sesuai. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana model
OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, and Engage In
Behavior) berbasis Active Knowladge Sharing terhadap kemampuan
berpikir kritis peserta didik pada pelajaran biologi di kelas X.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental Design. Teknik
pengambilan sampel dengan cara acak kelas. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas
X.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.4 sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data
menggunakan uji independent sample t-test. Berdasarkan pengujian diperoleh
nilai p oleh sig. (2-tailed) memiliki nilai Sig 0.008< 0,05, yang artinya
Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh signifikan penggunaan model OIDDE berbasis active
knowladge sharing terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik
peserta didik pada pelajaran biologi di kelas X.
Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, OIDDE, Active
Knowladge Sharing
iii
ABSTRACT
Critical thinking skills is a cognitive skill that is closely
related to the process of identification, analysis, and problem solving
required to make informed and accurate decisions. Each component
contributes to the development of systematic and objective thinking
skills. Based on pre-research that has been conducted in class X
SMAN 1 Abung Semuli, students have low critical thinking skills.
Therefore, new innovations are needed to implement an appropriate
learning model. This study aims to determine how the OIDDE
(Orientation, Identify, Discussion, Decision, and Engage In Behavior)
model based on Active Knowladge Sharing on students' critical
thinking skills in biology lessons in class X.
This research is a Quasi Experimental Design research.
Sampling technique by means of class randomization. The samples in
this study were class X.3 as the experimental class and class X.4 as
the control class. Data collection techniques in the form of critical
thinking skills test. Data analysis technique using independent sample
t-test. Based on the test obtained p value by sig. (2-tailed) has a Sig
value of 0.008 <0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted.
This shows that there is a significant effect of using the OIDDE model
based on active knowladge sharing on the critical thinking skills of
students in biology lessons in class X.
Keywords: Critical Thinking Skills, OIDDE, Active Knowladge
Sharin
PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2019-2023
ABSTRAK
Perkembangan pasar modal syariah di indonesia menjadi alternatif
bagi para investor untuk tertarik melakukan investasi ke saham
syariah, namun masih terdapat fluktuasi terhadap return saham
yang diduga dipengaruhi oleh kinerja keuangan dan tata kelola
perusahaan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat pengaruh kinerja keuangan perusahaan yang diukur
melalui rasio Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE),
Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) serta good
corporate governance diukur melalui kepemilikan manajerial yang
dapat mempengaruhi return saham pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 209-2023.
Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan
sampel sebanyak 9 perusahaan dari 30 perusahaan yang terdaftar
di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2019-2023. Data
dikumpulkan dari laporan tahunan dan diolah menggunakan
Microsoft Excel 2019 serta program Eviews 13 dengan metode
regresi data panel. Hasil penelitian secara parsial ROA dan DER
berpengaruh positif dan signifikan, sementara ROE, CR dan
kepemelikan manajerial berpengaruh negatif. Secara simultan
ROA, ROE, CR, DER dan kepemilikan manajerial bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap return saham ABSTRACT
The development of the sharia capital market in Indonesia is an
alternative for investors to be interested in investing in sharia
stocks, but there are still fluctuations in stock returns which are
allegedly influenced by poor financial performance and corporate
governance. This study aims to look at the influence of a
company’s financial performance as measured through the ratio
of Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Current
Ratio (CR), and Debt To Equity Ratio (DER) as well as good
corporate governance measured through managerial ownership
that can affect returns shares in manufacturing companies listed
on the Jakarta Islamic Index (JII) for the 2019-2023 period. This
study uses a purposive sampling method with a sample of 9
companies from 30 companies registered in the Jakarta Islamic
Index (JII) for the 2019-2023 period. The data is collected from
the annual report and processed using the panel data regression
method. The results of the study were partially ROA and DER had
a positive and significant effect, while ROE, CR and managerial
ownership had a negative effect. Simultaneously, the independent
variables ROA, ROE, CR, DER and managerial ownership
together have a significant effect on the dependent variable stock
return.
Keywords: Financial Perfomance, Good Corporate Governance,
Stock Retur
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 4 UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Lembaga Perkumpulan Damar)
ABSTRAK
Implementasi Pasal 4 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang bertujuan mencegah kekerasan
dalam rumah tangga, melindungi korban, dan merehabilitasi pelaku.
Kekerasan dalam rumah tangga mencakup tindakan kekerasan fisik,
psikis, seksual, dan penelantaran yang terjadi dalam lingkup rumah
tangga. Hukum Islam melalui Al-Quran dan Hadits tegas menentang
kekerasan dalam rumah tangga, namun implementasinya memerlukan
interpretasi kontekstual dalam perspektif maqashid syariah. Lembaga
Perkumpulan Damar, organisasi non-pemerintah di Lampung, berperan
penting melalui sosialisasi, pendampingan korban, advokasi kebijakan,
dan pengembangan sistem pelaporan. Rumusan masalah pada
penelitian ini yaitu Bagaimana Impelentasi Pasal 4 Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah
Tangga menurut Lembaga Perkumpulan Damar? Bagaimana Analisis
Hukum Islam terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga berdasarkan
tinjauan Maqosyid Syariah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
imprlrntasi pasal 4 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di perkumpulan damar
dalam hukum islam
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun jenis
penelitian ini adalah penelitian (Field reseach) Penelitian ini
menggunakan Teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.
Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sumber
data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dan
sumber data sekunder yaitu pendukung dari seumber data primer yang
diperoleh dari al- Qur’an, Hadis, dan buku litelatur yang berhubungan
dengan pokok permasalahan.
Berdasarkan penelitian ini dapat ditemukan bahwa Implementasi
program Lembaga Perkumpulan Damar dalam menangani kekerasan
dalam rumah tangga telah sesuai dengan Pasal 4 UU No. 23 Tahun
2004. Damar melakukan pendampingan sistematis melalui pelaporan
maupun investigasi, serta mengawal proses hukum demi keadilan
korban. Dalam perspektif Islam, kekerasan rumah tangga melanggar
prinsip maqashid syariah, khususnya perlindungan jiwa dan
kehormatan. Karena itu, program Damar sejalan dengan ajaran Islam
dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi korban.
Kata kunci: Kekerasan, UU PKDRT, Hukum Islam, Maqosyid
Syariah, Pendampingan Korban.ABSTRACT
The implementation of Article 4 of Law No. 23 of 2004
concerning the Elimination of Domestic Violence aims to prevent
domestic violence, protect victims, and rehabilitate perpetrators.
Domestic violence includes acts of physical, psychological, sexual
violence, and neglect that occur within the household. Islamic law
through the Quran and Hadith firmly opposes domestic violence, but its
implementation requires contextual interpretation from the perspective
of maqashid sharia. The Damar Association Institute, a non
governmental organization in Lampung, plays an important role
through socialization, victim assistance, policy advocacy, and the
development of a reporting system. The formulation of the problem in
this study is: How is the Implementation of Article 4 of Law No. 23 of
2004 concerning the Elimination of Domestic Violence according to the
Damar Association Institute? How is the Analysis of Islamic Law on
Domestic Violence based on the Maqashid Sharia review? This study
aims to determine the implementation of Article 4 of Law No. 23 of 2004
concerning the Elimination of Domestic Violence in the Damar
Association in Islamic law.
This research is a qualitative study. The type of research is field
research. This study uses interview and documentation data collection
techniques. The data sources used are primary data sources and
secondary data sources. Primary data sources are obtained from
interviews and secondary data sources, namely supporting primary
data sources obtained from the Qur'an, Hadith, and literature related
to the main problem.
Based on this research, it can be found that the implementation
of the Damar Association program in handling domestic violence is in
accordance with Article 4 of Law No. 23 of 2004. Damar provides
systematic assistance through reporting and investigation, and
oversees the legal process for justice for victims. From an Islamic
perspective, domestic violence violates the principles of maqashid
sharia, particularly the protection of life and honor. Therefore, the
Damar program is in line with Islamic teachings in providing
comprehensive protection for victims.
Keywords: Violence, Domestic Violence Law, Islamic Law, Maqashid
Sharia, Victim Assistance
IMPELEMENTASI PASAL 4 PERATURAN DAERAH OGAN KOMERING ULU NOMOR 05 TAHUN 2017 TENTANG PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA LOKAL PERSPEKTIF FIQH SIYĀSAH TANFIDŻIYYAH (Studi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Komering Ulu)
ABSTRAK
Tenaga Kerja ialah seseorang dengan usia yang produktif
yang mampu melakukan pekerjaaan guna menghasilkan barang atau
jasa dan seseorang yang masih aktif untuk mencari pekerjaan dan
belum mendapatkan pekerjaan dapat dikatakan Pengangguran.
Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu mengeluarkan
peraturan daerah tentang pemberdayaan tenaga kerja lokal yang
bertujuan untuk memeratakan tenaga kerja lokal di perusahaan
perusahaan yang ada di wilayah tersebut, sehingga tidak
meningkatnya angka pengangguran di daerah Kabupaten Ogan
Komering Ulu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) .Bagaimana
Implementasi Pasal 4 Peraturan Daerah Ogan Komering Ulu Nomor
05 Tahun 2017 Tentang Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Dalam
Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan pemerataan
pendapatan disetiap daerah ? (2). Bagaimana Tinjauan Siyasah
Tanfidziyah Syar’iyyah Terhadap Implementasi Pasal 4 Peraturan
Daerah Ogan Komering Ulu Nomor 05 Tahun 2017 Tentang
Pemberadayaan Tenaga Kerja Lokal ? Metode Penelitian ini adalah
penelitian lapangan (Field research) yang dilakukan di Dinas Tenaga
Kerja Ogan Komering Ulu, Teknik pengumpulan yang di dapatkan
untuk di gunakan yaitu data primer dan sekunder. Adapun teknik
pengumpulan data penelitian ini memelui observasi dan wawancara
kepada pejabat di dinas tenaga kerja yang berwenang untuk
melakukan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Untuk menganalisis data
digunakan metode kualitatif menggunakan pendekatan berfikir
induktif.
Hasil Penelitian ini menggungkapkan bahwa Masyarakat
kurangnya mendapatkan perhatian dari pemerintah . Yang dalam hal
ini Pemerintah daerah ataupun Dinas Tenaga Kerja ( DINASKER )
Sebagai yang berwenang dalam hal pemberdayaan tenaga kerja local.
Pelayanan yang diberikan Pemerintah daerah ataupun Dinas Tenaga
Kerja Lokal belum optimal dalam menangani Pemberdayaan Tenaga
Kerja Lokal.
Kata kunci : Tenaga Kerja , Peraturan Daerah Kabupaten Ogan
Komering Ulu. ABSTRACT
Workforce is a person of productive age who is able to do
work to produce goods or services and a person who is still actively
looking for work and has not found a job can be said to be
unemployed. The Regional Government of Ogan Komering Ulu
Regency issued a regional regulation on the empowerment of local
workers which aims to equalize local workers in companies in the
region, so that the unemployment rate in Ogan Komering Ulu
Regency does not increase.
The formulation of the problem in this study is: (1) How is the
Implementation of Article 4 of Ogan Komering Ulu Regional
Regulation Number 05 of 2017 Concerning the Empowerment of
Local Workers in Economic Development aimed at improving people's
standard of living, expanding employment opportunities and
equalizing income in each region? (2). How is the Review of Siyasah
Tanfidziyah Syar'iyyah on the Implementation of Article 4 of Ogan
Komering Ulu Regional Regulation Number 05 of 2017 Concerning
the Empowerment of Local Workers? This research method is field
research conducted at the Ogan Komering Ulu Manpower Office, the
collection techniques obtained for use are primary and secondary
data.
The data collection technique for this study is through
observation and interviews with officials at the manpower office who
are authorized to empower local workers. To analyze the data, a
qualitative method was used using an inductive thinking approach.
The results of this study reveal that the community receives less
attention from the government. In this case, the local government or
the Department of Manpower (DINASKER) as the authority in
empowering local workers. The services provided by the local
government or the local Manpower Department have not been optimal
in handling the Empowerment of Local Workers.
Keywords: Labor, Regional Regulation of Ogan Komering Ulu
Regency
PRAKTIK PENGUPAHAN DENGAN SISTEM BAWON TERHADAP HASIL PERTANIAN GAGAL PANEN DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Trirahayu Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran)
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik pengupahan dengan
sistem bawon terhadap hasil pertanian gagal panen yang dilakukan oleh
sebagian masyarakat Desa Trirahayu. Akad bawon buruh tani memiliki
ketidak pastian (Gharar) dalam kontrak tentang berapa upah yang akan
diterima, sehingga upah berlebih merugikan pemilik lahan dan jika upah
terlalu rendah akan merugikan buruh tani padi, namun dalam penelitian ini
buruh tani padi dirugikan karena pemilik lahan sawah mengalami gagal
panen hampir 50% sehingga tenaga yang dikeluarkan buruh tani padi dari
masa tanam hingga masa panen tidak dibayar dengan cukup.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana praktik
pengupahan dengan sistem bawon terhadap hasil pertanian gagal panen di
Desa Trirahayu Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran dan
bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap pengupahan dengan
sistem bawon terhadap hasil pertanian gagal panen di Desa Trirahayu
Kecamata Negerikaton Kabupaten Pesawaran. Tujuan dilakukannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pengupahan
dengan sistem bawon terhadap hasil pertanian gagal panen di Desa Trirahayu
Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran serta untuk mengetahui
bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap pengupahan dengan
sistem bawon terhadap hasil pertanian gagal panen di Desa Trirahayu
Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif deskriptif dan penelitian lapangan
(field research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan
yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian didapatkan kesimpulan bahwa praktik upah
mengupah dengan sistem bawon yang dilakukan sebagian masyarakat Desa
Trirahayu sudah menjadi sesuatu yang biasa atau bisa dikatakan telah
menjadi kebiasaan. Hal ini dapat dianggap sebagai suatu tradisi yang telah
berlangsung sejak lama, terutama dalam konteks pengupahan dengan sistem
bawon. Praktik ini menjadi umum karena dianggap efektif bagi pemilik lahan
dan buruh tani yang tidak memiliki lahan persawahan. Akad yang digunakan
pada sistem bawon adalah akad ijarah (upah-mengupah). Metode
pembayaran upah dengan sistem bawon yaitu buruh tani menunggu hasil dari
masa tanam sampai masa panen dimana besarnya upah yang diberikan
tergantung dari hasil panen yang di dapat pemilik lahan. Jika hasil panen
berhasil maka upah yang di dapat sangat cukup atau bahkan lebih. Jika hasil
panen gagal maka pemilik lahan dan buruh tani sama-sama dirugikan dalam
hal ini. Namun keduanya sama-sama menyadari bahwa sistem bawon tidak
memiliki kejelasan mengenai hasil panen yang di dapat, kedua belah pihak
terutama buruh tani tidak menuntut apabila tenaga yang dikeluarkan dan upah
yang didapatkan tidak sesuai.
Kata Kunci: Sistem Bawon, Hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT
This research is motivated by the practice of paying wages with the
bawon system for failed agricultural products carried out by some people in
Trirahayu Village. The bawon contract for farm laborers has uncertainty
(Gharar) in the contract about how much wages will be received, so that
excessive wages are detrimental to land owners and if wages are too low it
will be detrimental to rice farm laborers. However, in this study, rice farm
laborers were disadvantaged because rice field owners experienced almost
50% crop failure so that the energy expended by rice farm laborers from
planting to harvesting was not paid sufficiently.
The formulation of the problem of this study is how the practice of
wages with the bawon system for failed agricultural products in Trirahayu
Village, Negerikaton District, Pesawaran Regency and how the legal review
of Islamic economics on wages with the bawon system for failed agricultural
products in Trirahayu Village, Negerikaton District, Pesawaran Regency. The
purpose of this study was to determine the practice of wages with the bawon
system for failed agricultural products in Trirahayu Village, Negerikaton
District, Pesawaran Regency and to determine the legal review of Islamic
economics on wages with the bawon system for failed agricultural products
in Trirahayu Village, Negerikaton District, Pesawaran Regency. The method
used in this study is descriptive qualitative analysis and field research. The
data sources used in this study are primary and secondary data sources. The
data
collection
methods used are observation, interviews, and
documentation.
The results of the research conducted concluded that the practice of
paying wages with the bawon system carried out by some of the people of
Trirahayu Village has become something common or can be said to have
become a habit. This can be considered a tradition that has been going on for
a long time, especially in the context of wages with the bawon system. This
practice is common because it is considered effective for landowners and
farm laborers who do not have rice fields. The contract used in the bawon
system is the ijarah contract (wages-wages). The method of paying wages
with the bawon system is that farm laborers wait for the results from the
planting season to the harvest season where the amount of wages given
depends on the harvest obtained by the landowner. If the harvest is
successful, the wages received are sufficient or even more. If the harvest fails,
the landowner and farm laborer are both disadvantaged in this case.
However, both are aware that the bawon system does not have clarity
regarding the harvest results obtained, both parties, especially farm laborers,
do not sue if the energy expended and the wages received are not
appropriate.
Keywords: Bawon System, Sharia Economic Law
PENERAPAN REBT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN ADAPTASI SOSIAL DI KALANGAN REMAJA UPTD PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Adaptasi sosial dalam konteks remaja adalah proses di mana
remaja belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma, nilai, harapan,
dan interaksi sosial di lingkungan mereka. Masa remaja adalah
periode penting dalam perkembangan manusia yang melibatkan
perubahan signifikan dalam fisik, emosional, dan sosial. Dengan
demikian adaptasi sosial yang baik harus ditingkatkan untuk mecegah
kemungkinan buruk yang terjadi kepada masa remaja dan
memperburuk masa depannya nanti.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research),
pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
sifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah seluruh remaja
binaan di UPTD Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Raden Intan
Lampung sebanyak 19 orang. Dari jumlah 19 remaja terdapat 5 orang
yang sesuai dengan kriteria. Maka yang menjadi sumber data primer
dalam penelitian ini adalah 7 orang. Terdiri dari 5 remaja yang
memiliki adaptasi sosial yang kurang baik yg dalam pengawasan dan
2 pekerja sosial (konselor).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan
oleh konselor telah dilakukan dengan tahapan yaitu: tahap pengajaran,
tahap persuasive, tahap konfrontasi, tahap pemberian tugas. Jika
dilihat dari penerapan REBT yang dilakukan oleh UPTD Pelayanan
Bina Sosial Remaja (PSBR) Raden Intan Bandar Lampung dapat
dapat disimpulkan bahwa penerapan REBT sebagai Upaya
meningkatkan Adaptasi Sosial di kalangan remaja UPTD Pelayanan
Bina Sosial Remaja (PSBR) Raden Intan Bandar Lampung terbukti
efektif sebagai strategi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi
sosial remaja binaan. Pendekatan ini tidak hanya membantu mereka
memahami dan mengubah pola pikir yang menghambat, tetapi juga
memperkuat kesiapan mereka untuk berintegrasi kembali dengan
masyarakat secara sehat dan produktif
Kata Kunci : Penerapan, Rational Emotive Behavior Therapy,
Adaptasi Sosial, Remaja. ABSTRAC
Social adaptation in the context of adolescence is a process in
which adolescents learn to adjust to the norms, values, expectations,
and social interactions in their environment. Adolescence is an
important period in human development that involves significant
changes in physical, emotional, and social aspects. Therefore, good
social adaptation must be improved to prevent negative outcomes
during adolescence and worsening of their future prospects.
This type of research is field research, and the approach used
by the author is a qualitative approach with a descriptive nature. The
data collection techniques used are observation, interviews, and
documentation. The total number of adolescents under the care of the
UPTD Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Raden Intan Lampung
is 19. Out of the 19 adolescents, 5 met the criteria. Therefore, the
primary data sources in this study are 7 individuals. These include 5
adolescents with poor social adaptation under supervision and 2
social worker (counselor).
The results of this study indicate that the efforts made by the
counselor were carried out in stages: the teaching stage, the
persuasive stage, the confrontation stage, and the task assignment
stage. When examining the application of REBT by the UPTD
Pelayanan Bina Sosial Remaja (PSBR) Raden Intan Bandar
Lampung, it can be concluded that the implementation of REBT as an
effort to improve social adaptation among adolescents at the UPTD
Pelayanan Bina Sosial Remaja (PSBR) Raden Intan Bandar Lampung
has proven effective as a strategy to enhance the social adaptation
skills of the adolescents under their care. This approach not only
helps them understand and change thought patterns that hinder
adaptation but also strengthens their readiness to reintegrate into
society in a healthy and productive manner.
Keywords : Application, Rational Emotive Behavior Therapy, Social
Adaptation, Adolescents
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS WISATA MATA AIR WAY TEBING CEPA DI DESA TAMAN BARU KECAMATAN PENENGAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Way Tebing Ceppa dibentuk oleh Pokdarwis sebagai
pengurus dengan beberapa warga lainnya pada tahun 2018 guna untuk
usaha bersama dan mengurangi terjadinya pembegalan, dengan tujuan
memperbaiki perekonomian Masyarakat sekitar Way Tebing Ceppa
Sebagaimana tempat wisata ini dibentuk untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi Masyarakat. Rumusan masalah pada penelitian
ini adalah Bagaimana pemberdayaan ekonomi wisata Mata Air Way
Tebing Cepa dapat dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan
ekonomi masyarakat Desa Taman Baru dan Bagaimana tingkat
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Mata Air Way
Tebing Cepa. Adapun persoalan yang dihadapi: Kurangnya dana
untuk pembangunan, dan pratisipasi masyarakat, Tujuan penelitian ini
yaitu untuk Menganalisis strategi optimal dalam pemberdayaan
ekonomi melalui wisata Mata Air Way Tebing Cepa dan Menilai
tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Mata Air
Way Tebing Cepa.
Adapun jenis Penelitian ini termasuk penelitian lapangan
(field research) dengan metode kualitatif. Penelitian lapangan
dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi atau
lapangan penelitian yang berkenaan. Dan sifat Penelitian ini bersifat
deskriptif analitis yang berarti bersifat menggambarkan suatu hal
secara objektif. Menggambarkan dalam hal ini yaitu menggambarkan
dan menjelaskan data-data yang didapat dari lapangan. Adapun data
yang didapat oleh peneliti, Sumber data primer merupakan data utama
yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber- sumber terkait,
seperti: ketua, wakil, sekretaris, Perkerja, dan beberapa Masyarakat
desa Taman Baru yang dijadikan sumber data dilapangan. Sedangkan
Data sekunder adalah data pendukung dapat berupa referensi yang
secara tidak langsung berkaitan dengan judul penelitian ini. Pada
penelitian kali ini cara pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu
dengan cara, obresvasi, wawancara dan dokumentasi sesuai kejadian
yang ada dilapangan. Begitupun gengan analisis Data yang
dikumpulkan berasal dari wawancara dengan 5 Informa yang sudah
ditentukan dengan fokus penelitian Partisipasi Masyarakat.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Berbasis Wisata dan mendapat beberapa temuan
yakni: (1) Setelah Melihat potensi yang ada di Way Tebing Ceppa Pok darwis Mengajak masyarakat untuk mengembangkan. (2) Para
Masyarakat berpartisipasi dalam mengembangkan dan mengelolah
tempat wisata .Dalam pemberdayaan masyarakat desa Taman Baru
dapat dibilang mampu menyikapi keadaan lapangan, sebab apa yang
sudah mereka lakukan itu membuahkan hasil yang sangat bermanfaat.
Dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pokdarwis dan
masyarakat yang melakukan pengelolahan wisata way teebing ceppa
dengan baik.
Kata kunci : Pemberdayaan, Ekonomi Masyarakat, Berbasis
Wisata.ABSTRACT
Way Tebing Ceppa was established by the Tourism Awareness
Group (Pokdarwis) as administrators and several other residents in
2018 to foster a collaborative effort and reduce the incidence of
muggings. The goal of this research is to improve the economic well
being of the community surrounding Way Tebing Ceppa. The research
questions are: How can the economic empowerment of Way Tebing
Cepa Spring tourism be optimized to support the economic
empowerment of the Taman Baru Village community? The research
questions are: Lack of funding for development and community
participation. The purpose of this research is to analyze optimal
strategies for economic empowerment through Way Tebing Cepa
Spring tourism and to assess the level of community participation in
the management of Way Tebing Cepa Spring tourism.
This research is field research using qualitative methods.
Field research is conducted by gathering data from the relevant
research location or field. The nature of this research is descriptive
and analytical, meaning it aims to describe something objectively.
"Describing" in this case means describing and explaining data
obtained from the field. The data obtained by the researcher is based
on primary data collected directly by the researcher from relevant
sources, such as the head, deputy, secretary, workers, and several
members of the Taman Baru village community, who served as data
sources in the field. Secondary data, on the other hand, is supporting
data, which can be in the form of references indirectly related to the
title of this research. In this study, the researcher collected data
through observation, interviews, and documentation based on the
events in the field. Likewise, the data analysis was conducted through
interviews with five predetermined informants, with the research
focusing on Community Participation.
In this study, the researcher used the theory of Tourism-Based
Community Economic Empowerment and obtained several findings,
namely: (1) After recognizing the potential of Way Tebing Ceppa,
Pokdarwis invited the community to develop it. (2) The community
participated in developing and managing the tourist attraction. In
empowering the Taman Baru village community, it can be said that
they were able to respond to the situation on the ground, as their
efforts have yielded very beneficial results. In terms of community economic empowerment, Pokdarwis and the community have
effectively managed the Way Tebing Ceppa tourist area.
Keywords: Empowerment, Community Economy, Tourism Based