Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    TRANSFORMASI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN : PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 9E TERINTEGRASI NILAI ISLAM BERBANTUAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HOTS DAN SELF REGULATION DI SMA

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil pra penelitian yang dilakukan di SMA N 4 Kota Pagar Alam diperoleh hasil bahwa model pembelajaran yang diterapkan belum dapat meningkatkan kemampuan HOTS dan Self Regulation peserta didik. Selain itu, peserta didik menganggap pelajaran Biologi cukup sulit dikarenakannya materinya yang banyak serta bahasa ilmiah yang harus dihapal dan diingat dalam pembelajarannya, kemudian juga guru biologi kelas XI belum mengetahui tentang penerapan model-model pembelajaran yang baru seperti model Learning Cycle 9E Terintegrasi Nilai Islam Berbantuan Media Animasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi serta peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Learning Cycle 9E Terintegrasi Nilai Islam Berbantuan Media Animasi terhadap HOTS dan Self Regulation peserta didik kelas XI di SMA pada mata pelajaran biologi, materi sistem Pertahanan Tubuh Terhadap Penyakit. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental, desain menggunakan Pretest-Posttest control group design, dengan populasi yang digunakan yaitu seluruh peserta didik kelas 11 di SMA Negeri 4 Pagar Alam. Tehnik sampel yang digunakan yaitu Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian berupa soal essay HOTS dan angket Self regulation, serta lembar observasi Self Regulation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapaan model pembelajaran Learning Cycle 9E Terintegrasi Nilai Islam berpengaruh terhadap kemampuan HOTS dan Self Regulation hal ini dapat dilihat dari hasil uji T-Independen kemampuan HOTS dan Self Regulation menunjukan sig. 0,000 < 0,05. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu terdapat kontribusi positif dari model tersebut terhadap peningkatan kemampuan HOTS yang diuji dengan nilai korelasi pearson sebesar 0,850** dengan signifikan 0,000 < 0,5. Serta Self Regulation dengan dengan nilai korelasi pearson sebesar 0,809** signifikan 0,000 < 0,5. Kemudian nilai koefisien determinasi menghasilkan R square Kemampuan HOTS sebesar 0,722, sedangkan Self Regulation sebesar 0,655. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kata Kunci: Animasi, HOTS, Model Learning Cycle 9E, Nilai Islam, Self Regulation. ii ABSTRACT Based on the results of pre-research conducted at SMA N 4 Pagar Alam City, the results show that the learning model applied has not been able to improve students' HOTS and Self Regulation abilities. In addition, students consider Biology lessons to be quite difficult because of the large amount of material and scientific language that must be memorized and remembered in learning, then also the 11th grade biology teacher does not know about the application of new learning models such as the Learning Cycle 9E model Integrated with Islamic Values Assisted by Animated Media obtained from interviews with biology subject teachers and students. This study aims to determine the effect of the Learning Cycle 9E Model Integrated with Islamic Values Assisted by Animated Media on HOTS and Self Regulation of class XI students in high school in biology subjects, the material of the Body's Defense system against Disease. The research method used is Quasy Experimental, the design uses Pretest-Posttest control group design, with the population used is all 11th grade students at SMA Negeri 4 Pagar Alam. The sample technique used is Cluster Random Sampling. The research instruments were HOTS essay questions and Self regulation questionnaires, as well as Self-Regulation observation sheets. The results of this study indicate that the application of the Learning Cycle 9E learning model Integrated with Islamic Values has an effect on HOTS and Self Regulation abilities, this can be seen from the results of the T-Independent test of HOTS and Self Regulation abilities showing sig. 0,000 < 0,05. Then H0 is rejected and H1 is accepted. In addition, there is a positive contribution of the model to the improvement of HOTS ability which is tested with a pearson correlation value of 0.850** with a significant 0.000 <0.5. As well as Self Regulation with a pearson correlation value of 0.809** significant 0.000 <0.5. Then the coefficient of determination produces an R square HOTS ability of 0.722, while Self Regulation is 0.655. Then H0 is rejected and H1 is accepted. Keywords: Animation, HOTS, Islamic Values, Learning Cycle 9E Model, Self Regulatio

    INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIOUS CULTURE UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MA MAMBA’UL ULUM MARGOYOSO TANGGAMUS

    No full text
    ABSTRAK Internalisasi nilai-nilai religious culture merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter pada peserta didik. Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin kompleksnya tantangan etika serta moral yang dihadapi oleh generasi muda di era modern, dimana nilai luhur sering terkikis oleh globalisasi dan indivualisme. Dalam hal ini, internalisasi nilai-nilai religious culture di lingkungan sekolah merupakan solusi yang sangat relevan. Lingkungan sekolah yang sarat akan praktik keagamaan dan pembiasaan positif diharapkan dapat menanamkan sifat-sifat fundamental. Internalisasi nilai-nilai religious culture merupakan kegiatan di MA Mamba’ul Ulum Margoyoso Tanggamus yang bertujuan untuk menanamkan atau menghayati sehingga melekat pada diri peserta didik berupa kesadaran akan nilai nilai keagamaan seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kasih sayang, toleransi serta akhlakul karimah. Dalam hal ini terdapat tahap tahap dalam internalisasi nilai-nilai religious culture untuk membanun karakter peserta didik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mencari bukti dan melihat nilai-nilai religius yang sudah diinternalisasikan dan proses dalam internalisasi nilai-nilai budaya religius tersebut. Pada skripsi ini, menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internalisasi Nilai Nilai Religious Culture untuk Membangun Karakter Peserta Didik di MA Mamba’ul Ulum Margoyoso Tanggamus merupakan kegiatan yang berjalan dengan baik dan dilakukan secara konsisten. Kegiatan tersebut terwujud melalui pembiasaan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan ii menggunakan berbagai kegiatan seperti ibadah bersama, penanaman akhlak melalui keteladanan guru serta pengimplementasian materi agama dalam pembelajaran. Tahap dari internalisasi nilai-nilai religius meliputi 3 tahap yaitu, tahap transformasi tahap transaksi dan tahap transiternalisasi. Secara keseluruhan, peneliti menemukan bahwa MA Mamba’ul Ulum Margoyoso Tanggamus telah berhasil menerapkan ketiga tahap tersebut. Kata Kunci : Internalisasi, Religious Culture, Pembentukan Karakter. iii ABSTRACT Internalization of religious culture values is one of the efforts to build character in students. This research is motivated by the increasingly complex ethical and moral challenges faced by the younger generation in the modern era, where noble values are often eroded by globalization and individualism. In this case, internalization of religious culture values in the school environment is a very relevant solution. A school environment that is full of religious practices and positive habits is expected to instill fundamental traits. Internalization of religious culture values is an activity at MA Mamba'ul Ulum Margoyoso Tanggamus which aims to instill or internalize so that it sticks to students in the form of awareness of religious values such as honesty, responsibility, discipline, compassion, tolerance and good morals. In this case, there are stages in the internalization of religious culture values to build student character. Therefore, it is necessary to conduct research with the aim of finding evidence and seeing the religious values that have been internalized and the process of internalizing these religious cultural values. In this thesis, a descriptive approach with a qualitative research method is used. Data collection was obtained through interview, observation, and documentation techniques. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and then drawing conclusions. The results of this study indicate that the Internalization of Religious Culture Values to Build Student Character at MA Mamba'ul Ulum Margoyoso Tanggamus is an activity that runs well and is carried out consistently. This activity is realized through the habituation of attitudes and behaviors that reflect religious values in everyday life in the madrasah environment. These values are internalized using various activities such as joint worship, instilling morals through teacher role models and implementing religious material in learning. The stages of internalization of religious values include 3 stages, namely the transformation stage, transaction stage and transternalization stage. iv Overall, the researcher found that MA Mamba'ul Ulum Margoyoso Tanggamus has succeeded in implementing these three stages. Keywords: Internalization, Religious Culture, Character Building

    PELAKSANAAN KONSELING BERFOKUS PADA SOLUSI (SOLUTION FOCUS CONSELING) DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 01 RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kemandirian belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Banyak siswa masih menunjukkan ketergantungan tinggi pada guru, kurang memiliki inisiatif, serta lemah dalam mengatur waktu dan menetapkan tujuan belajar. Layanan konseling yang berorientasi pada masalah dinilai belum efektif dalam merespons kebutuhan siswa secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan layanan Konseling Berfokus pada Solusi (Solution Focused Counseling/SFC) dalam mengembangkan kemandirian belajar peserta didik serta mengungkapkan langkah-langkah sistematis penerapan pendekatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling serta peserta didik yang mengikuti layanan konseling SFC di SMP Negeri 1 Rumbia. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik, serta analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sistematis Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling berfokus pada solusi telah diterapkan selama tiga tahun terakhir dengan delapan langkah yang meliputi: membangun hubungan, mengidentifikasi perubahan pra-sesi, mengeksplorasi pengecualian, pertanyaan skala, pertanyaan keajaiban, perumusan tujuan SMART, pemberian tugas berbasis solusi, dan evaluasi tindak lanjut. Temuan lapangan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kemandirian belajar siswa, seperti inisiatif, tanggung jawab, dan motivasi intrinsik, serta peningkatan nilai akademik siswa yang mengikuti layanan. Dengan demikian, pendekatan SFC terbukti efektif dalam mengembangkan kemandirian belajar peserta didik dan layak diimplementasikan lebih luas pada konteks pendidikan menengah. Kata Kunci : Kemandirian Belajar, Solution Focused Counseling, SMP Negeri 1 Rumbia ii ABSTRACT This study was motivated by the low level of learning independence among students at SMP Negeri 1 Rumbia, Central Lampung Regency. Many students still exhibited a high level of dependence on teachers, lacked initiative, and had poor time management and goal-setting abilities. Traditional problem-oriented counseling services were considered ineffective in optimally addressing students’ needs. Therefore, this study aims to describe the implementation of Solution Focused Counseling (SFC) services in fostering students’ learning independence, as well as to reveal the systematic steps involved in applying this approach. This research employed a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The subjects of the study consisted of the school guidance and counseling teacher and students who participated in the SFC services at SMP Negeri 1 Rumbia. Data validity was ensured using source and technique triangulation, and data were analyzed inductively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that solution-focused counseling has been implemented over the past three years using eight systematic steps: building rapport, identifying pre-session changes, exploring exceptions, using scaling questions, posing miracle questions, formulating SMART goals, assigning solution-focused tasks, and conducting evaluation and follow-up. Field findings revealed significant improvements in students’ learning independence— particularly in initiative, responsibility, and intrinsic motivation—as well as increased academic achievement among students who received the services. Thus, the SFC approach has proven to be effective in enhancing students’ learning independence and is suitable for broader implementation in secondary education contexts. Keywords: Learning Independence, Solution Focused Counseling, SMP Negeri 1 Rumbi

    ANALISIS PELAKSANAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI POSYANDU NUSA INDAH TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Nusa Indah sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kader posyandu, orang tua anak, dan petugas puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PMT di Posyandu Nusa Indah dilakukan secara rutin selama 2 bulan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses pelaksanaannya meliputi tahapan penimbangan berat badan, pencatatan status gizi, penyuluhan gizi, serta pemberian makanan tambahan yang sehat, dan variatif. Keterlibatan kader, bidan, dan partisipasi aktif orang tua sangat mendukung keberhasilan program. Makanan yang disediakan berupa menu bergizi seimbang, seperti olahan ikan, olahan ayam, bubur, telur, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Seluruh kegiatan dilaksanakan di lingkungan posyandu yang bersih dan didukung oleh sarana prasarana yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan agar program PMT di posyandu terus dilaksanakan dan dikembangkan melalui peningkatan kualitas edukasi gizi kepada orang tua, inovasi menu makanan sehat, serta pelatihan berkelanjutan bagi kader posyandu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan anak usia dini yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Kata Kunci: Pemberian Makanan Tambahan, Stunting, Anak Usia Dini, Gizi, Posyandu ii ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that remains a serious challenge in Indonesia. This condition is characterized by a child's height being lower than the standard for their age due to long-term chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life. This study aims to analyze the implementation of Supplementary Feeding (PMT) at the Nusa Indah Integrated Health Post (Posyandu) as an effort to prevent stunting in early childhood. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The subjects in this study consisted of Posyandu cadres, parents of children, and community health center staff. The results showed that PMT implementation at the Nusa Indah Posyandu was carried out routinely for 2 months according to a predetermined schedule. The implementation process included weighing, recording nutritional status, nutrition counseling, and providing healthy and varied supplementary foods. The involvement of cadres, midwives, and active participation of parents greatly supported the program's success. The food provided was a balanced, nutritious menu, such as processed fish, processed chicken, porridge, eggs, vegetables, and fruits. All activities are conducted in a clean integrated health post (Posyandu) environment and supported by adequate infrastructure. This study recommends that the PMT program at Posyandu be continued and developed through improving the quality of nutrition education for parents, innovating healthy food menus, and providing ongoing training for Posyandu cadres. It is hoped that the results of this study can serve as a reference in developing sustainable, community-based early childhood health service policies. Keywords: Supplementary Feeding, Stunting, Early Childhood, Nutrition, Posyand

    IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI MTs NURUL HUDA PRINGSEWU

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi ini oleh peserta didik yang terindikasi mengalami permasalahanan kebiasaan belajar yang tidak optimal di sekolah. Kebiasaan belajar yang tidak optimal merupakan sebuah kendala yang signifikan yang dapat menghambat kemajuan akademik dan perkembangan potensi secara menyeluruh. Ketika peserta didik tidak memiliki rutinitas belajar yang teratur, strategi belajar yang tepat, dan kemampuan untuk mengelola waktu berbagai dampak negatif dapat timbul. Rendahnya frekuensi belajar, kurangnya fokus saat belajar, serta penundaan tugas dapat mengakibatkan pemahaman materi yang dangkal, hasil belajar yang tidak optimal, dan bahkan meningkatnya tingkat stress dan cemas yang mengakibatkan peserta didik tidak dapat mencapai potensi akademiknya secara maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dan informasi bersumber dari teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam yang kemudian dilakukan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi layanan konseling kelompok dengan teknik self management dalam meningkatkan kebiasaan belajar peserta didik di MTs Nurul Huda Pringsewu yang dilakukan oleh guru BK yaitu: 1.Tahap perencanaan layanan konseling kelompok, yang melibatkan identifikasi peserta didik dengan kebutuhan peningkatan kebiasaan belajar dan penyusunan rencana pelaksanaan layanan. 2.Tahap pelaksanaan layanan konseling kelompok, dengan melalui tahapan konseling kelompok guru BK mampu membuat peserta didik meningkatkan kebiasaan belajarnya sehingga dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kata Kunci: Konseling Kelompok, self management, Kebiasaan Belajar. ii ABSTRACT This research is motivated by students who are indicated to be experiencing problems with suboptimal learning habits at school. Suboptimal learning habits are a significant obstacle that can hinder academic progress and the development of overall potential. When students do not have a regular learning routine, the right learning strategy, and the ability to manage time, various negative impacts can arise. Low frequency of learning, lack of focus when studying, and delays in assignments can result in shallow understanding of the material, suboptimal learning outcomes, and even increased levels of stress and anxiety that result in students being unable to achieve their maximum academic potential. The method used in this study is a descriptive qualitative method. Data and information are sourced from data collection techniques using in-depth interview methods which are then validated through triangulation. The results of this study show the implementation of group counseling services with self-management techniques in improving student learning habits at MTs Nurul Huda Pringsewu carried out by BK teachers, namely: 1. The planning stage of group counseling services, which involves identifying students with learning habit improvement needs and preparing a service implementation plan. 2. Stage of implementing group counseling services, by going through the group counseling stages, BK teachers are able to make students improve their learning habits so that they can maximize their potential. Keyword: Group Counseling, Self Management, Study Habit

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT (TEAM GAME TOURNAMENT) BERBANTUAN MEDIA KAHOOT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS KELAS IV SDN 1 BRATASENA MANDIRI

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Kahoot terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV SDN 1 Bratasena Mandiri. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep IPAS yang ditunjukkan dari kelemahan siswa dalam menyatakan ulang konsep, menyajikan informasi dalam bentuk representasi visual, dan menyimpulkan materi secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan model TGT berbantuan Kahoot dan kelas kontrol yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan video. Instrumen yang digunakan berupa tes esai yang dikembangkan berdasarkan indikator pemahaman konsep menurut taksonomi Bloom, yaitu penerjemahan, penafsiran, dan ekstrapolasi. Data dianalisis menggunakan uji-t independent sample dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif TGT berbantuan Kahoot berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep IPAS siswa. Kata Kunci: Team Games Tournament (TGT), Kahoot, Pemahaman Konsep, IPAS. iii ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by Kahoot media on students' conceptual understanding of IPAS (Integrated Science and Social Studies) in Grade IV at SDN 1 Bratasena Mandiri. The background of this research is the low level of conceptual understanding among students, as evidenced by their difficulties in restating concepts, presenting information through various representations, and drawing accurate conclusions from the material. This research employed a quantitative approach with a quasi experimental method and a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of an experimental class using the TGT model with Kahoot and a control class applying the Problem-Based Learning model supported by video. The instrument used was an essay test developed based on Bloom’s taxonomy indicators of conceptual understanding: translation, interpretation, and extrapolation. Data were analyzed using an independent sample t-test with the aid of SPSS 25. The results showed a significant difference between the experimental and control classes, with a significance value of 0.000 < 0.05. Therefore, it can be concluded that the TGT cooperative learning model assisted by Kahoot has a significant effect on improving students' conceptual understanding of IPAS. Keywords: Team Games Tournament (TGT), Kahoot, Conceptual Understanding, IPAS

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING BERBANTU JURNAL BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF CONFIDENCE DI SMA 1 GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil pra penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan menunjukkan bahwa Kemampuan pemecahan masalah dan Self Confidence masih tergolong rendah. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student centered learning berbantu jurnal belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah dan Self Confidence peserta didik Kelas X Di SMA Negeri 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-posttest control group design. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan dengan teknik sampling yaitu Cluster Random Sampling yang menghasilkan sampel kelas X IPA 1 Sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA II sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Tes Essay dan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1. Terdapat pengaruh model pembelajaran Student Centered Learning berbantu jurnal belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah dan self confidence pada peserta didik Kelas X Di SMA Negeri 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan 2. Terdapat pengaruh model pembelajaran Student Centered Learning berbantu jurnal belajar terhadap self confidence pada peserta didik Kelas X Di SMA Negeri 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan dengan nilai Sig. p-value 0,00<0,005. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran Student Centered Learning Berbantu Jurnal Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Self Confidence Di SMA 1 Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan Kata Kunci: Jurnal Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah Self Confidence, Student Centered Learning iii ABSTRACT Preliminary research conducted at SMA Negeri 1 Gunung Labuhan, Way Kanan Regency, indicated that students' problem solving skills and self-confidence were still relatively low. This study aims to determine the effect of the Student-Centered Learning model assisted by learning journals on the problem-solving skills and self confidence of Grade X students at SMA Negeri 1 Gunung Labuhan, Way Kanan Regency. The research employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The population consisted of all Grade X students at SMA Negeri 1 Gunung Labuhan. The sampling technique used was Cluster Random Sampling, resulting in class X IPA 1 as the experimental group and class X IPA II as the control group. The research instruments included essay tests and questionnaires. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, and independent sample t-test. The results showed that: (1) The Student-Centered Learning model assisted by learning journals had a significant effect on students’ problem-solving skills and self-confidence in Grade X at SMA Negeri 1 Gunung Labuhan, Way Kanan Regency; (2) There was a significant effect of the Student-Centered Learning model assisted by learning journals on students’ self-confidence, with a p-value of 0.00 < 0.005. Therefore, it can be concluded that the Student Centered Learning model assisted by learning journals has a positive effect on students’ problem-solving skills and self-confidence at SMA Negeri 1 Gunung Labuhan, Way Kanan Regency. Keywords: Learning Journal, Problem-Solving Skills, Self Confidence, Student-Centered Learnin

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BILINGUAL BERBASIS INSHOT UNTUK MENUMBUHKAN HIGH ORDER THINKING SKILL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

    No full text
    ABSTRAK High Order Thinking Skill (HOTS) dan pengambilan keputusan mahasiswa di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil PISA 2022. Metode pembelajaran tradisional sering kali kurang efektif dalam mengembangkan kedua kompetensi penting ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran bilingual menggunakan aplikasi Inshot guna menumbuhkan HOTS dan kemampuan pengambilan keputusan mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Matematika jenjang SMA di perguruan tinggi Islam. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model DDDE (Decide, Design, Develop, Evaluate). Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika, dengan sampel dua kelas yang berjumlah total 44 peserta. Produk divalidasi oleh delapan ahli dan diuji menggunakan desain pretest-posttest untuk mengukur hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan video. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan tes uraian, lalu dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan analisis N-Gain. Hasil validasi menunjukkan bahwa video yang dikembangkan sangat layak, dengan skor rata-rata ahli sebesar 85,58%. Namun, peningkatan HOTS dan pengambilan keputusan masih rendah, dengan rata-rata nilai N-Gain hanya mencapai 0,248. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media telah memenuhi standar kelayakan, efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut. Media ini memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama jika dipadukan dengan strategi pembelajaran aktif dan konten yang lebih mendalam. Peneliti berkontribusi dalam merancang prototipe awal berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan mengidentifikasi area yang perlu disempurnakan pada tahap pengembangan selanjutnya. Kata Kunci: Keterampilan berpikir tingkat tinggi, HOTS, Pengambilan keputusan, Video pembelajaran bilingual, Inshot. ABSTRACT High Order Thinking Skills (HOTS) and decision-making abilities among university students in Indonesia remain relatively low, as reflected in the results of the 2022 PISA assessment. Traditional teaching methods are often ineffective in developing these two essential competencies. This study aims to develop bilingual instructional videos using the Inshot application to foster HOTS and decision-making skills in the Senior High School Mathematics Education course at Islamic higher education institutions. The research employed a Research and Development (R&D) method using the DDDE model (Decide, Design, Develop, Evaluate). The study population consisted of students majoring in Mathematics Education, with a sample of two classes totaling 44 participants. The product was validated by eight experts and tested using a pretest posttest design to measure learning outcomes before and after the implementation of the videos. Data were collected through questionnaires, interviews, and essay tests, then analyzed using validity tests, reliability tests, and N-Gain analysis. The validation results showed that the developed video was highly feasible, with an average expert score of 85.58%. However, the improvement in HOTS and decision-making was still low, with an average N-Gain score of only 0.248. These findings indicate that although the media met feasibility standards, its effectiveness in enhancing student competencies remains limited. Therefore, further development is needed. This media has potential, especially when combined with active learning strategies and deeper content. The researchers contributed by designing an initial prototype based on student needs and identifying areas for improvement in the next development phase. Keywords: Higher Order Thinking Skills, HOTS, Decision Making, Bilingual Instructional Video, Inshot

    PENGARUH KOMPETENSI, PENGENDALIAN INTERNAL DAN TEKNOLOGI TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MENURUT PERSPEKTIF ISLAM (Studi Pada BPKAD KabupatenTulang Bawang)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengendalian internal, dan teknologi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi (SIA) di BPKAD Kabupaten Tulang Bawang, dengan pendekatan perspektif Islam. Dalam konteks ini, SIA dianggap sebagai sarana yang penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja keuangan daerah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Apakah kompetensi, sistem pengendalian internal, dan teknologi berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada BPKAD Kabupaten Tulang Bawang? (2) Apakah kompetensi, sistem pengendalian internal, dan teknologi berpengaruh secara simultan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada BPKAD Kabupaten Tulang Bawang? (3) Bagaimanakah efektivitas sistem informasi akuntansi pada BPKAD Kabupaten Tulang Bawang dilaksanakan menurut perspektif ekonomi Islam? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan SIA di BPKAD. Variabel yang diteliti meliputi kompetensi sumber daya manusia, pengendalian internal, dan pemanfaatan teknologi informasi, yang diukur melalui indikator-indikator yang relevan dengan efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal dan teknologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas SIA, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya penerapan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan SIA, yang menekankan pada kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dalam setiap aspek pengelolaan keuangan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan efektivitas SIA di pemerintahan daerah, khususnya di BPKAD Kabupaten Tulang Bawang, serta menjadi referensi dalam pengembangan SIA berbasis nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Kompetensi, Pengendalian Internal, Teknologi, Sistem Informasi Akuntansi, Efektivitas, Perspektif Islam.ABSTRACT This study aims to analyze the influence of competence, internal control, and technology on the effectiveness of accounting information systems (AIS) at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Tulang Bawang Regency, using an Islamic perspective. In this context, AIS is considered an essential tool for enhancing transparency, accountability, and regional financial performance. The research is guided by the following problem formulations: (1) Do competence, internal control systems, and technology individually (partially) influence the effectiveness of the AIS at BPKAD Tulang Bawang? (2) Do competence, internal control systems, and technology simultaneously influence the effectiveness of the AIS at BPKAD Tulang Bawang? (3) How is the effectiveness of the AIS at BPKAD Tulang Bawang implemented according to the Islamic economic perspective? This study uses a quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to employees directly involved in managing the AIS at BPKAD. The variables examined include human resource competence, internal control, and the utilization of information technology, measured using relevant indicators of system effectiveness. The results of this study indicate that internal control and technology have a significant influence on the effectiveness of the Accounting Information System (AIS), while competence does not have a significant effect. The study also highlights the importance of applying Islamic principles in managing AIS, which emphasize honesty, responsibility, and justice in every aspect of financial management. These findings are expected to contribute to the improvement of AIS effectiveness in local governments, particularly at BPKAD Tulang Bawang Regency, and serve as a reference for the development of AIS based on Islamic values. Keywords: Competence, Internal Control, Technology, Accounting Information System, Effectiveness, Islamic Perspective

    PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENGOPTIMALKAN KINERJA TENAGA PENDIDK DI MTS NURUL HIDAYAH KACAPURA KECAMATAN SEMAKA KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pentingnya kepala madrasah dalam mengoptimalkan kinerja tenaga pendidik adalah salah satu upaya Kepala madrasah mampu mensupervisi tenaga pendidik, merupakan komponen pendidikan yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja Tenaga Pendidik. penelitian ini akan menjawab permasalahan: 1) Bagaimana cara merencanakan program supervisi akademik dalam rangka mengoptimalkan kinerja Tenaga Pendidk Di Mts Nurul Hidayah Kacapura Kec. Semaka Kab Tanggamus? 2) Bagaimana pelaksanaan supervisi akademik Di Mts Nurul Hidayah Kacapura Kec. Semaka Kab Tanggamus? 3) Bagaimana cara menindaklanjuti supervisi akademik Di Mts Nurul Hidayah Kacapura Kec. Semaka Kab Tanggamus? Peneliti menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil tempat di MTs Nurul Hidayah Kacapura Semaka Tanggamus, penelitian ini di tujukan kepada kepala madrasah dan Tenaga Pendidik, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan uji keabsahan data dalam penelitian menggunakan triangulasi sumber, triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data dari ketiga sumber tersebut dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana spesifik dari tiga sumber data tersebut. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan penarikan kesimpulan, dengan subjek penelitian kepala madrasah, Tenaga Pendidik, dan staf tat usaha. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam merencanakan program supervisi akademik, karena beliau membuat jadwal dan membuat data nama Tenaga Pendidik yang akan di supervisi, dalam kegiatannya kepala madrasah sangat membantu ketika program pembelajaran tersebut ada yang kesulitan beliau selalu membantu semua Tenaga Pendidik yang akan di supervisinya. Selain itu kepala madrasah sudah matang dalam merencanakan program supervise tersebut sehingga sesuai dengan tujuannya. Dalam melaksanakan program supervsi akademik dengan menerapkan teknik-teknik supervisi belum dirasa oleh semua Tenaga Pendidik, karena kemampuan kepala madrasah hanya bisa dilihat oleh atasannya sedangkan Tenaga Pendidik belum bisa mengetahui apakah kepala madrasah sudah mampu dalam menerapkan teknik tersebut. Dan mestinya Tenaga Pendidik juga diberikan kesempatan untuk ii menilai kemampuan kepala madrasah ketika beliau sedang melakukan program supervisinya, sehingga tahu bagaimana kemampuan kepala madrasah dalam melakukan program supervisi. Dalam menindaklanjuti program supervisinya beliau selalu menekankan kekurangan dan kelebihan seorang Tenaga Pendidik itu dimana, dan disampaikan langsung oleh beliau ketika ada kegiatan rapat, kemudian hasil rekap nilai yang sudah disupervisi diberitahukan kepada semua Tenaga Pendidik kurangnya dimana dan apa yang harus diperbaiki agar menjadi Tenaga Pendidik yang professional. Kata kunci : Supervisor, Profesionalisme Tenaga Pendidik iii ABSTRACT The importance of the madrasah head in optimizing the performence of teaching staff wes one of the efforts of the madrasah head to be able to supervisi teaching staff, which is a very influential component of education in improving teh performance of educators. the research will answer the problem: 1) How to plan an academic supervision program in order to optimizing the performance of educators in MTs Nurul Hidayah Kacapura Semaka Tanggamus? 2) how wes the implementation of academic supervision at MTs Nurul hidayah Kacapura Semaka Tanggamus? 3) How to folloe up in academic supervision at MTs Nurul Hidayah Kacapura Semaka Tanggamus? The researcher used a descriptive qualitative research method, this research took place at MTs Nurul Hidayah Kacapura Semaka Tanggamus, this research was aimed at the head of madrasa and teachers, the data collection techniques used in this study were observation, documentation, and interviews. While the validity of the data in the study used triangulation of sources, triangulation of sources to test the credibility of the data was done by checking the data that had been obtained from several sources. The data from the three sources is described, categorized, which views is the same, which is different, and which is the specifics of the three data sources. The data analysis technique in this study used data reduction, data display, and drawing conclusions, with the research subject being the head of the madrasa, teachers, and administrative staff. The results of this study prove that the role of the madrasa principal as a supervisor in planning academic supervision programs is quite good because he makes a schedule and makes data on the names of teachers to be supervised, in his activities the madrasa head was very helpful when the learning program has difficulties he always helps all teachers who will be supervised. In addition, the head of the madrasa has matured in planning the supervision program so that it wes in accordance with its objectives. In carrying out the academic supervision program by applying supervision techniques, all teachers have not felt it, because the ability of the head of the madrasa can only be seen by his superiors while the teacher cannot yet know whether the head of the madrasa wes able to apply these techniques. And teachers should also be given the opportunity to assess the ability of the madrasa principal when he is carrying out his supervision program, so that he knows how the madrasa principal's ability to carry out the supervision program is. In following up on his supervision iv program, he always emphasizes the strengths and weaknesses of a teacher, which is conveyed directly by him when there is meeting activities, then the results of the recap of values that have been supervised is notified to all teachers where and what needs to be improved in order to become professional teachers. Keywords: Supervisor, Teacher Professionalis

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇