Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    IMPLEMENTASI MODAL SOSIAL PETANI PADI TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi pada Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonomi petani padi di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, yang masih rendah meskipun mereka bergantung pada sektor pertanian. Modal sosial berupa kepercayaan, norma, jaringan kerja, dan partisipasi komunitas menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan antarpetani. Dalam ekonomi Islam, modal sosial mencerminkan nilai ukhuwah, ta’awun, dan keadilan sosial sebagai dasar terciptanya kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi modal sosial petani padi serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat desa dalam perspektif ekonomi Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial petani cukup kuat melalui gotong royong, pinjam alat dan benih, serta kegiatan kelompok tani. Praktik tersebut meningkatkan efisiensi biaya dan hasil panen. Dalam perspektif Islam, aktivitas ini mencerminkan keikhlasan, amanah, dan tolong-menolong yang mendukung kesejahteraan material maupun spiritual secara berkelanjutan. ABSTRACT This study is motivated by the socio-economic conditions of rice farmers in Terbanggi Besar District, Central Lampung, whose welfare remains low despite relying on agriculture. Social capital such as trust, shared norms, cooperation networks, and community participation plays an important role in strengthening relationships among farmers. In Islamic economics, social capital reflects the values of ukhuwah, mutual assistance (ta’awun), and social justice that support collective well-being. This research aims to examine the implementation of social capital among rice farmers and its influence on improving rural welfare from an Islamic economic perspective. The study uses a descriptive qualitative approach with indepth interviews involving seven informants. The findings indicate that farmers possess strong social capital through mutual cooperation, borrowing tools and seeds, and active farmer groups. These practices enhance cost efficiency and increase yields. From an Islamic perspective, such activities embody sincerity, trustworthiness, and mutual support, contributing to sustainable material and spiritual welfare

    IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR NOMOR 56 TAHUN 2021 PADA HIBURAN ORGEN TUNGGAL

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena sosial dalam penyelenggaraan hiburan orgen tunggal di Desa Suka Mukti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, yang sering menimbulkan gangguan ketertiban berupa pesta minuman keras, musik bervolume tinggi, dan konflik sosial. Masalah penelitian difokuskan pada bagaimana implementasi Pasal 9 Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dapat mengatur hiburan masyarakat secara efektif serta sejauh mana kebijakan ini sesuai dengan prinsip fiqih siyasah tanfidziyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen peraturan bupati, literatur fiqih siyasah, dan arsip pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptifkualitatif dengan menekankan wewenang eksekutif dalam menjaga kemaslahatan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pasal 9 berjalan efektif melalui pembatasan waktu hiburan, pelarangan lagu remix, dan pengawasan lapangan, sehingga hajatan menjadi lebih tertib dan aman. Dari perspektif fiqih siyasah tanfidziyah, kebijakan ini sejalan dengan prinsip amar ma‘ruf nahi munkar dan maqāṣid al-syariah dalam menjaga akal, agama, dan ketertiban sosial. Pemerintah desa berperan sebagai pelaksana regulasi sekaligus pelindung nilai syariat melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan partisipatif. Abstract This study is motivated by social phenomena in the organization of single-organ entertainment in Suka Mukti Village, Mesuji District, Ogan Komering Ilir Regency, which often causes public disturbances such as alcohol parties, high-volume music, and social conflicts. The research problem focuses on how the implementation of Article 9 of the Regent Regulation Number 56 of 2021 on Public Order and Community Peace can effectively regulate community entertainment and to what extent this policy aligns with the principles of fiqh siyasah tanfidziyah. The study employs a qualitative approach with a case study design. Primary data were collected through interviews with the village head, village officials, and community members, while secondary data were obtained from regent regulations, fiqh siyasah literature, and other supporting documents. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively, emphasizing the executive authority in safeguarding public welfare. The findings indicate that the implementation of Article 9 is effective through entertainment time restrictions, prohibition of remix songs, and field supervision, resulting in more orderly and safe village celebrations. From the perspective of fiqh siyasah tanfidziyah, this policy aligns with the principles of amar ma’ruf nahi munkar and maqāṣid al-shari’ah in preserving reason, religion, and social order. The village government acts not only as a policy enforcer but also as a protector of Sharia values through persuasive, educational, and participatory approaches

    TINJAUAN MAQĀṢID SYARĪ‘AH DAN HUKUM POSITIF TERHADAP CERAI GUGAT KARENA SUAMI SELINGKUH (Studi Kasus di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus)

    No full text
    ABSTRAK Di Indonesia fenomena cerai gugat semakin meningkat dan salah satu penyebab utamanya adalah perselingkuhan yang dilakukan suami maupun istri. Sebagaimana yang terjadi di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi rumusan masalah adalah apa faktor-faktor penyebab suami selingkuh di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus?, Bagaimanakah tinjauan hukum positif dan Maqāṣid Syarī‘ah terhadap cerai gugat karena suami selingkuh di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus? Dan bagaimanakah persamaan dan perbedaan antara tinjauan hukum positif dan Maqāṣid Syarī‘ah terhadap cerai gugat karena suami selingkuh di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan analisis komparatif yaitu pendekatan penelitian yang membandingkan dua atau lebih objek, fenomena, atau sistem untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, pola, atau hubungan sebab-akibat. Dalam hal ini data maupun informasi bersumber dari observasi, wawancara dan dokumentasi dengan pihak yang bersangkutan yang ada di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus, serta data di analisis secara komparatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan Faktor penyebab suami selingkuh di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus disebabkan beberapa faktor yaitu: Faktor ekonomi/ LDR, Faktor perjodohan dan ketidakpuasan seksual, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ditinjau dari Hukum Positif dan Maqāṣid Syarī‘ah terhadap cerai gugat karena suami selingkuh merupakan alasan sah bagi istri untuk mengajukan cerai gugat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta UU Penghapusan KDRT, dalam konsep Maqāṣid Syarī‘ah juga menekankan pentingnya kemaslahatan dan perlindungan terhadap martabat manusia serta nilai keadilan dalam kehidupan rumah tangga dan perselingkuhan telah melanggar konsep Ḥifẓ an-Nafs (menjaga jiwa), karena menyebabkan penderitaan batin dan psikologis pada istri, Ḥifẓ al-‘Irḍ (menjaga kehormatan), karena melanggar prinsip kesetiaan dan kehormatan keluarga, Ḥifẓ an-Nasl (menjaga keturunan). Persamaan antara Hukum Positif dan Maqāṣid Syarī‘ah adalah terletak pada sahnya cerai gugat yang diajukan seorang istri apabila cerai gugat itu terjadi diakibatkan karena adanya hal-hal yang merusak kehidupan berumah tangga. Perbedaan dalam menghukumi cerai gugat akibat suami berselingkuh antara Hukum Positif dan Maqāṣid Syarī‘ah adalah terletak pada pendekatan, dasar filosofis, dan fokus tujuannya. Hukum positif lebih menekankan pada aspek prosedural dan kepastian hukum formal, sedangkan maqashid syariah berfokus pada pencapaian kemaslahatan (kesejahteraan) dan penghindaran kemudaratan bagi para pihak. ABSTRACT In Indonesia, the phenomenon of divorce lawsuits is increasing and one of the main causes is infidelity committed by husbands and wives. As happened in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency. Based on this, the formulation of the problem is what are the factors causing husbands to cheat in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency?, How is the positive legal review and Maqāṣid Syarī‘ah on divorce lawsuits due to husband infidelity in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency? And what are the similarities and differences between the positive legal review and Maqāṣid Syarī‘ah regarding divorce lawsuits due to husband cheating in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency? The method used in this study is field research. This study employs comparative analysis, a research approach that compares two or more objects, phenomena, or systems to identify similarities, differences, patterns, or cause-and-effect relationships. Data and information are sourced from observations, interviews, and documentation with relevant parties in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency, and the data are analyzed comparatively. Based on the results of this study, it can be concluded that the factors causing husbands to cheat in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency are caused by several factors, namely: Economic factors/LDR, matchmaking factors and sexual dissatisfaction, and domestic violence (KDRT). Viewed from the Positive Law and Maqāṣid Syarī‘ah, a divorce lawsuit because the husband is cheating is a valid reason for the wife to file for a divorce lawsuit, as regulated in the Marriage Law, Compilation of Islamic Law, and the Law on the Elimination of Domestic Violence, in the concept of Maqāṣid Syarī‘ah also emphasizes the importance of the benefit and protection of human dignity and the value of justice in household life and infidelity has violated the concept of Ḥifẓ an-Nafs (protecting the soul), because it causes mental and psychological suffering to the wife, Ḥifẓ al-‘Irḍ (protecting honor), because it violates the principle of loyalty and family honor, Ḥifẓ an-Nasl (protecting offspring). The similarity between Positive Law and Maqāṣid Syarī‘ah lies in the validity of a divorce lawsuit filed by a wife if the divorce lawsuit occurs due to things that damage household life. The differences in ruling on divorce due to a husband's infidelity between Positive Law and Maqāṣid Syari'ah lie in their approach, philosophical basis, and focus. Positive law places greater emphasis on procedural aspects and formal legal certainty, while Maqāṣid Syari'ah focuses on achieving the benefit (welfare) and avoiding harm for the parties

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI NEMBUNG DALAM PERKAWINAN PADA MASYARAKAT ADAT JAWA DI DESA BULUREJO KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    ABSTRAK Tradisi nembung dalam perkawinan masyarakat adat Jawa adalah suatu perkawinan yang dilakukan untuk mengambil seorang wanita dengan syarat pemberian jenang gulo dodol yang sudah dibungkus dengan daun pisang dan telah disepakati oleh keluarga dari wanita tersebut dengan memenuhi permintaan lain yang telah disepakati. Tradisi nembung sendiri sudah ada sejak zaman dahulu. Adapun dampak yang terjadi dari tradisi nembung yaitu perempuan tidak bisa mendapatkan warisan kemudian jika ada hal-hal yang dilakukan oleh keluarga perempuan maka tidak boleh mengunjungi keluarganya sekalipun sudah meminta izin kecuali jika si perempuan di jemput oleh keluarganya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode menghasilkan data deskriptif. Sumber dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder, data primer diperoleh langsung dengan wawancara kepada masyarakat di Desa Bulurejo Kabupaten Pringsewu, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen atau artikel tentang perkawinan. Peneliti menggunakan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Praktik tradisi nembung dalam perkawinan adat Jawa di Desa Bulurejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu diawali dengan pemberitahuan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan kemudian dari pihak perempuan melakukan rundingan untuk kepastian kapan diadakan lamaran dan akad serta pesta pada hari yang ditentukan. Maka pihak laki-laki nembung kepada pihak perempuan dengan membawa seperangkat pakaian dan alat-alat yang diperlukan diminta oleh perempuan juga untuk syukuran atau pesta itu dan disertai dengan tradisi makanan berupa jenang gulo dodol. Sedangkan posisi anak laki-laki dari calon tidak boleh masuk ke rumah perempuan setelah ada kesepakatan maka baru boleh masuk kerumah untuk menentukan kapan akad nikah dan pesta dilaksanakan. Tradisi nembung dalam perspektif hukum Islam termasuk dalam kategori ūrf ṣahih oleh karena itu tradisi yang sudah berjalan di masyarakat Bulurejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu itu tidak bertentangan dengan hukum Islam hukumnya mubah dibolehkan mengingat harus ada budaya nembung hal ini untuk memberikan keluasan bagi pihak perempuan untuk berunding atau untuk rembukan dalam rangka menentukan kapan pastinya akad nikah dalam hukum Islam dibolehkan sepanjang tidak melampaui dari syarat dan rukunnya sebagaimana Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 tahun 2019. ABSTRACT The nembung tradition in Javanese traditional marriage is a marriage that is carried out to take a woman with the condition of giving jenang gulo dodol which has been wrapped in banana leaves and has been agreed upon by the woman's family by fulfilling other agreed requests. The nembung tradition itself has existed since ancient times. The impact of the nembung tradition is that women cannot get inheritances and then if there are things done by the woman's family, they are not allowed to visit their family even though they have asked for permission unless the woman is picked up by her family. The method used is a qualitative method, namely a method of producing descriptive data. The sources in this study are primary and secondary, primary data were obtained directly by interviewing the community in Bulurejo Village, Pringsewu Regency, while secondary data were obtained from documents or articles about marriage. Researchers use data collection including: observation, interviews, and documentation. The results of the study can be concluded that the practice of the nembung tradition in Javanese traditional marriage in Bulurejo Village, Gadingrejo District, Pringsewu Regency begins with notification from the groom to the woman, then the woman negotiates for certainty when the proposal and marriage contract and party will be held on the specified day. Then the man nembung to the woman by bringing a set of clothes and necessary tools requested by the woman also for the thanksgiving or party and accompanied by a food tradition in the form of jenang gulo dodol. While the position of the male child of the candidate is not allowed to enter the woman's house after an agreement is made, then they are allowed to enter the house to determine when the marriage contract and party will be held. The tradition of nembung in the perspective of Islamic law is included in the category of ūrf ṣahih therefore the tradition that has been running in the Bulurejo community, Gadingrejo District, Pringsewu Regency is not contrary to Islamic law, it is permissible considering that there must be a culture of nembung, this is to provide flexibility for women to negotiate or to deliberate in order to determine when the marriage contract in Islamic law is permitted as long as it does not exceed the conditions and pillars as per Marriage Law Number 16 of 2019

    PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENGELOLAAN KEUANGAN, DAN SEGMENTASI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN UMK (USAHA MIKRO KECIL) BIDANG KULINER DI BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN MAQASHID SYARIAH (Studi pada pelaku Usaha Mikro Kecil di Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Usaha Mikro Kecil (UMK) di sektor kuliner memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan usahanya, khususnya terkait dengan literasi keuangan, pengelolaan keuangan, dan strategi segmentasi pasar. Minimnya pemahaman keuangan serta kurangnya pemetaan pasar yang tepat sering kali menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, pengelolaan keuangan, dan segmentasi pasar terhadap peningkatan penjualan UMK kuliner di Bandar Lampung dalam perspektif manajemen maqashid, yang menekankan pada kesejahteraan dan keberlanjutan usaha secara holistik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 pelaku UMK yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode SmartPLS. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan UMK yang berorientasi pada nilai-nilai maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan, pengelolaan keuangan, dan segmentasi pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan UMK baik secara parsial maupun simultan. Nilai R-square sebesar 0,861 menunjukkan2 bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 86,1% variasi peningkatan penjualan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penjualan UMK tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran, tetapi juga oleh tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap prinsip-prinsip keuangan yang baik sesuai nilai-nilai Maqashid Syariah. Dengan literasi dan pengelolaan keuangan yang baik, serta segmentasi pasar yang tepat, UMK dapat meningkatkan efisiensi, profitabilitas, dan keberlanjutan usahanya

    PENGARUH PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS BENDA NYATA

    No full text
    ABSTRAK Penguasaan konsep merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran sains, khususnya biologi. Namun, dalam praktiknya, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak seperti keanekaragaman hayati, yang seringkali hanya diajarkan secara teoritis tanpa pengalaman konkret. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X di salah satu SMA negeri di Bandar lampung. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposif, yaitu satu kelas sebagai kelompok eksperimen(n=35) dan satu kelas sebagai kelompok kontrol(n=35). Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning berbasis benda nyata, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah dan diskusi tanpa media konkret. Instrumen pengumpulan data berupa tes penguasaan konsep berbentuk pilihan ganda beralasan, serta lembar observasi aktivitas belajar.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model Discovery Learning berbasis benda nyata efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi keanekaragaman hayati. Kata kunci: Penguasaan konsep, keanekaragaman hayati, discovery learning, benda nyata, pembelajaran biologi. iii ABSTRACT Mastery of concepts is an important aspect in the science learning process, especially biology. However, in practice, many students still experience difficulties in understanding abstract concepts such as biodiversity, which are often only taught theoretically without concrete experience. This research uses a quasi-experimental method with a pretest posttest control group design. The population in this study were class X students at one of the state high schools in Bandar Lampung. The research sample consisted of two classes selected purposively, namely one class as the experimental group (n=35) and one class as the control group (n=35). The experimental group received learning using the Discovery Learning model based on real objects, while the control group used lecture and discussion methods without concrete media. The data collection instrument is a concept mastery test in the form of reasoned multiple choice, as well as a learning activity observation sheet. The conclusion of this research is that the application of the Discovery Learning model based on real objects is effective in increasing students' mastery of concepts in biodiversity material. Keywords: Concept mastery, biodiversity, discovery learning, real objects, biology learning

    PENGARUH GAYA MENGAJAR INTERAKSIONAL PENDIDIK TERHADAP HASILBELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VIII DI SMP NEGERI 22 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Gaya mengajar merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran karena berpengaruh langsung terhadap efektivitas penyampaian materi dan tingkat pemahaman peserta didik. Gaya mengajar interaksional, yang menekankan komunikasi dua arah antara pendidik dan peserta didik, diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya mengajar interaksional pendidik terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan agama dan budi pekerti (PAI) kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 32 peserta didik yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur gaya mengajar interaksional pendidik serta tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat pencapaian peserta didik pada mata pelajaran PAI. Analisis data dilakukan menggunakan uji koefisien korelasi, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi untuk mengetahui pengaruh dan kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya mengajar interaksional berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,998 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Persamaan regresi Y = 8,889 + 1,081X serta nilai F hitung sebesar 6781,179 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model regresi signifikan secara statistik. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 mengindikasikan bahwa 99,6% variasi hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh gaya mengajar interaksional. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendidik perlu secara konsisten menerapkan gaya mengajar interaksional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI. Kata kunci: Gaya Mengajar Interaksioanal, Hasil Belajar, Pendidikan agama dan budi pekerti. ii ABSTRACT Teaching style is an essential component of the learning process because it directly influences the effectiveness of material delivery and students’ level of understanding. The interactional teaching style, which emphasizes two-way communication between teachers and students, is believed to create a more active and participatory learning environment, enabling learning objectives to be achieved optimally. Based on this problem formulation, this study aims to analyze the influence of teachers’ interactional teaching style on students’ learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) for eighth-grade students at SMP Negeri 22 Bandar Lampung. This study employed a quantitative method with a correlational approach. The research subjects consisted of 32 students selected randomly. Data were collected through questionnaires to measure teachers’ interactional teaching style and achievement tests to assess students’ learning outcomes in the PAI subject. Data analysis included correlation coefficient testing, simple linear regression, and the coefficient of determination to determine the influence and strength of the relationship between variables. The results indicate that the interactional teaching style has a highly significant effect on students’ learning outcomes. This finding is supported by a correlation coefficient (R) of 0,998, indicating a very strong and positive relationship. The regression equation Y = 8.889 + 1.081X and an F-value of 6781.179 with a significance level of 0.000 demonstrate that the regression model is statistically significant. The coefficient of determination (R²) of 0.996 shows that 99.6% of the variation in students’ learning outcomes is influenced by the interactional teaching style. These findings imply that teachers should consistently apply an interactional teaching style to enhance the quality of learning and improve students’ outcomes in the PAI subject. Keywords: Interactional Teaching Style, Learning Outcomes, Islamic Religious Education

    BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI KEGIATAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SANTRI DIPONDOK PESANTREN FATHUL ULUM BANDAR SARI KECAMATAN WAY TUBA KABUPATEN WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Kehidupan di pesantren Fathul Ulum memberikan tantangan tersendiri bagi para santri, terutama dalam menghadapi berbagai masalah pribadi dan sosial yang dapat memengaruhi karakter mereka. Kondisi ini membuat para santri mengalami ketidakstabilan diri karena kurangnya bimbingan yang tepat. Oleh sebab itu, Pondok Pesantren Fathul Ulum menerapkan proses bimbingan kelompok yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada santri yang mengalami kesulitan dalam membentuk karakter religius dan akhlak mulia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan kelompok dalam membentuk karakter religius santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari 8 orang informan, yang terdiri dari 5 santri putri kelas 7 SMP, 1 kyai, 1 lurah pondok, dan 1 pembimbing pondok. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari buku, dokumen, internet, dan media cetak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di Pondok Pesantren Fathul Ulum dapat membentuk karakter religius santri. Pelaksanaan bimbingan tersebut melalui: 1.) Tahap pembentukan adalah adanya perkenalan setiap anggota dan ustadzah pembimbing, memberikan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok yang akan dilaksanakan. 2) Tahap peralihan adalah segala persiapan bimbingan kelompok untuk tahap selanjutnya seperti menjelaskan kegiatan selanjutnya dan menawarkan kesepakatan agar terciptanya suasana kelompok yang nyaman dan efisien, hal ini dilakukan pada tahap peralihan. 3) Tahap pelaksanaan adalah adanya penyampaian topik pembahasan, tanya jawab, diskusi kelompok dan pemecahan masalah secara bersama. 4). Tahap akhir adalah adanya penyampaian hasil bimbingan dan penyampaian kesan dari pemimpin kelompok dan anggota yang menikuti kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pribadi santri terhadap pembentukan karakter religius yang telah ditanamkan pada tahap-tahap sebelumnya. Bimbingan ini membantu santri dalam memecahkan masalah, membina keakraban, melatih keterampilan sosial, dan memahami diri mereka dalam hubungannya dengan orang lain. Kesimpulannya, bimbingan kelompok berperan penting dalam membentuk karakter religius santri dan diharapkan santri dapat lebih memahami pentingnya mengenali karakter mereka melalui bimbingan yang diberikan. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Karakter Religius. ABSTRACT Life at the Fathul Ulum Islamic Boarding School presents unique challenges for the students, particularly in dealing with various personal and social issues that can impact their character. This situation can lead to students experiencing self-strangement due to a lack of appropriate guidance. Therefore, the Fathul Ulum Islamic Boarding School implements a group guidance process aimed at providing assistance to students experiencing difficulties in developing religious character and noble morals. The purpose of this study is to determine how the implementation of group guidance in shaping the religious character of students at the Fathul Ulum Islamic Boarding School. This study was field research with a descriptive qualitative approach. Primary data sources were obtained from 8 informants: five seventh-grade female students, 1 kyai (Islamic cleric), 1 village head (lurah), and 1 village counselor. Secondary data were obtained from books, documents, the internet, and print media. Data collection techniques used included interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of group guidance at the Fathul Ulum Islamic Boarding School can shape the religious character of students. The implementation of the guidance is through: 1.) The formation stage is the introduction of each member and the supervising female teacher, providing an understanding and purpose of the group guidance that will be implemented. 2) The transition stage is all preparations for group guidance for the next stage such as explaining the next activities and offering agreements to create a comfortable and efficient group atmosphere, this is done at the transition stage. 3) The implementation stage is the delivery of discussion topics, questions and answers, group discussions and joint problem solving. 4). The final stage is the delivery of guidance results and the delivery of impressions from the group leader and members who participated in the activity. This activity aims to strengthen the personal commitment of students to the formation of religious character that has been instilled in the previous stages. This guidance helps students in solving problems, fostering intimacy, practicing social skills, and understanding themselves in relation to others. In conclusion, group guidance plays an important role in shaping the religious character of students and it is hoped that students can better understand the importance of recognizing their character through the guidance provided. Keywords: Group Guidance, Religious Character

    IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-CONTROL UNTUK MEREDUKSI PERILAKU MEROKOK PESERTA DIDIK DI SMK BLK BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Merokok masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia karena tingginya jumlah perokok, terutama di kalangan remaja. Pada masa remaja, individu mudah terpengaruh oleh lingkungan dan teman sebaya, sehingga merokok sering dianggap hal yang biasa. Fenomena ini juga tampak pada peserta didik SMK BLK Bandar Lampung, di mana sebagian masih terbiasa merokok di dalam maupun di luar sekolah. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari pihak sekolah, terutama guru bimbingan dan konseling (BK), melalui layanan konseling kelompok untuk membantu peserta didik mengurangi kebiasaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan dan pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik Self control dalam menekan perilaku merokok di SMK BLK Bandar Lampung. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data triangulasi, penelitian melibatkan enam partisipan: satu guru BK, dan lima peserta didik perokok yang telah mengikuti konseling kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik Self control melalui empat tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, serta pengakhiran dan evaluasi berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap pengurangan kebiasaan merokok peserta didik. Komponen teknik ini meliputi self monitoring, self reward, self contracting, dan stimulus control.Penulis merekomendasikan agar sekolah memberikan waktu khusus bagi guru BK untuk melaksanakan layanan konseling secara rutin dan berkelanjutan, serta mendorong peserta didik agar meninggalkan kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas dan dapat menyempurnakan agar hasilnya lebih komprehensif. Kata kunci : Konseling kelompok, Self control, perilaku merokok, konseling. ii ABSTRACT Smoking remains a serious health problem in Indonesia due to the high number of smokers, especially among adolescents. During adolescence, individuals are easily influenced by their environment and peers, so smoking is often considered normal. This phenomenon is also evident among students at SMK BLK Bandar Lampung, where some still smoke both inside and outside of school. This situation requires special attention from the school, especially guidance and counseling (BK) teachers, through group counseling services to help students reduce this habit. This study aims to determine the planning and implementation of group counseling using self-control techniques in reducing smoking behavior at SMK BLK Bandar Lampung. Using a qualitative approach and triangulated data analysis, the study involved six participants: one BK teacher and five smoker students who had participated in group counseling. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results showed that group counseling using self-control techniques, through four stages: formation, transition, activities, and termination and evaluation, was effective and had a positive impact on reducing students' smoking habits. The components of this technique include self-monitoring, self-reward, self-contracting, and stimulus control. The author recommends that schools provide dedicated time for guidance and counseling teachers to provide routine and ongoing counseling services, as well as encourage students to abandon self-harming habits. Further research is recommended to expand and refine the results to be more comprehensive. Keywords: Group counseling, self-control, smoking behavior, counseling

    TINJAUAN SIYA<SAH TANFIZ|IYAH SYAR’IYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 8 AYAT 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG NOMOR 6 TAHUN 2019 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (Studi Di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang)

    No full text
    ABSTRAK Merokok adalah suatu kegiatan menghisap gulungan tembakau yang berbalut daun nipah atau kertas yang dibakar kemudian asapnya dimasukkan ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar. Dalam kehidupan sehari-hari kta dapat menemukan orang-orang yang merokok di tempat-tempat umum bahkan disekitar lingkungan rumah kita sendiri. Namun berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok ada beberapa tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Khususnya fasilitas kesehatan, tempat ibadah, fasilitas olahraga dan, tempat kerja. Yang dijelaskan bahwa setiap orang dilarang merokok di KTR berdasarkan Pasal 8 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Pasal 8 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang? Dan Bagaimana Pespektif Fiqh Siya<sah Tanfiz|iyah Syar’iyyah Terhadap Implementasi Pasal 8 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang?. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bagaimana Implementasi Pasal 8 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang. Dan Mengetahui Pespektif Fiqh Siya<sah Tanfiz|iyah Syar’iyyah Terhadap Implementasi Pasal 8 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dan sifat penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu editing dan sistematika data, kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dengan kerangka berfikir secara induktif. Teori yang digunakan adalah Siya<sah Tanfidz|iyah yang merupakan suatu ilmu tata negara dalam islam yang membahas tentang pelaksanaan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kampung Bumi Dipasena Agung Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang belum terlaksana secara maksimal khususnya di tempat pelayanan kesehatan, tempat ibadah, tempat olahraga, dan tempat kerja hal ini terjadi karena belum dilaksanakannya sosialisasi oleh pihak terkait dan belum diadakannya tempat khusus untuk merokok seperti yang tertuang pada peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sementara itu dalam perspektif Siya<sah Tanfiz|iyah Syar’iyyah mengenai Kawasan Tanpa Rokok masih belum dilaksanakan dengan baik sesuai ajaran agama islam, dikarenakan masih banyak masyarakat yang melanggar aturan yang sudah ditentukan tersebut ABSTRACT Smoking is an activity of smoking tobacco rolls wrapped in nipa leaves or paper which are burned then the smoke is put into the body and exhaled back out. In everyday life we can find people smoking in public places and even around our own neighborhoods. However, based on the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning NonSmoking Areas, there are several places designated as Non-Smoking Areas (KTR). Specifically health facilities, places of worship, sports facilities and, workplaces. Which is explained that everyone is prohibited from smoking in KTR based on Article 8 Paragraph 1 of the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning Non-Smoking Areas. Based on this background, the problem formulation in this study is How is the Implementation of Article 8 Paragraph 1 of the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning Non-Smoking Areas in Bumi Dipasena Agung Village, East Rawajitu District, Tulang Bawang Regency? And how is the perspective of Fiqh Siya<sah Tanfiz|iyah Syar’iyyah towards the implementation of Article 8 Paragraph 1 of the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning No Smoking Areas in Bumi Dipasena Agung Village, East Rawajitu District, Tulang Bawang Regency? The purpose of this research is to find out how the implementation of Article 8 Paragraph 1 of the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning Smokefree Areas in Bumi Dipasena Agung Village, East Rawajitu District, Tulang Bawang Regency. This research uses the type of field research (field research), and the nature of this research is descriptive analytical. The data sources used are primary and secondary data types. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Data processing techniques are editing and systematizing data, then the data is analyzed using qualitative analysis methods with an inductive framework. The theory used is Siya<sah Tanfiz|iyah which is a science of state administration in Islam that discusses the implementation of legislation. The results showed that the implementation of the No Smoking Area (KTR) in Bumi Dipasena Agung Village, East Rawajitu Subdistrict, Tulang Bawang Regency has not been implemented optimally, especially in health service places, places of worship, sports venues, and workplaces, this is because socialization has not been carried out by related parties and there is no special place for smoking as stated in the Regional Regulation of Tulang Bawang Regency Number 6 of 2019 concerning No Smoking Areas. Meanwhile, in the perspective of Siya<sah Tanfiz|iyah Syar’iyyah regarding the No Smoking Area, it is still not implemented properly according to Islamic teachings, because there are still many people who violate the rules that have been determined

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇