Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
Not a member yet
    167 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI KABUPATEN SANGGAU (STUDI KASUS DI KECAMATAN BALAI KABUPATEN SANGGAU)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa di 12 desa yang ada di Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau, serta untuk menganalisis dan menentukan strategi dan arah kebijakan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa agar lebih optimal, efektif, dan tepat sasaran. Alokasi Dana Desa merupakan dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota dan dibagikan secara proporsional yang ditujukan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pemberdayaan masyarakatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diambil secara purposive dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi. Hasil penelitian efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau berdasarkan target dan realisasi penggunaan anggaran menunjukkan hasil yang efektif dan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dengan rata-rata tingkat efektivitasnya sebesar 100%. Hasil analisis SWOT strategi peningkatan efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Balai berada pada arah trend Kelemahan-Peluang (W-O): (-0,30 ; 0,20) terletak pada kuadran ketiga yang artinya mendukung kebijakan stabilisasi atau strategi kebijakan turn around, yaitu dengan menekan kelemahan agar mampu memaksimalkan peluang-peluang yang ada atau dengan kata lain memanfaatkan peluang yang ada dengan mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Balai memiliki peluang yang sangat besar, tetapi dilain pihak juga memiliki kelemahan dan menghadapi beberapa kendala. Kata Kunci : Alokasi Dana Desa, Efektivitas, Realisasi, Target, SWOT

    PENGARUH INVESTASI PMDN, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, PENDIDIKAN, DAN BELANJA MODAL TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Keberhasilan pembangunan merupakan tujuan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada beberapa negara, proses pembangunan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Terdapat berbagai hambatan dan halangan yang membuat keberhasilan pembangunan mengalami perlambatan, bahkan kegagalan. Salah satu penghambat keberhasilan pembangunan suatu negara adalah kemiskinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah Investasi PMDN, TPT, Pendidikan, dan Belanja Modal terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi PMDN berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan, TPT berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan, Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan, dan Belanja Modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan. Kata Kunci: Kemiskinan, Investasi, Pengangguran, Pendidikan, Belanja Moda

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris pengaruh pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur terhadap Indeks Pembangunan Manusia baik secara langsung mau pun tidak langsung melalui pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/Kota Kalimantan Barat. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan  APBD berupa laporan dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Daerah  yaitu APBD 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat tahun 2010 sampai dengan 2014.Teknik analisis data menggunakan metode analisis SEM (Struktural Equation Model) dengan program pengolahan data Eviews 9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran pemerintah bidang kesehatan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia secara langsung, sementara secara tidak langsung melalui pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh negative tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Sedangkan Pengaruh pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur berpengaruh negative dan signifikan terhadap Indeks Pembanguan Manusia dan secara tidak langsung melalui pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh positif tidak signifikan terhadap Indek Pembangunan Manusia. Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

    IMPLIKASI BELANJA DAERAH MENURUT FUNGSI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    This study aimed to test: 1) the influence of the regional spending of ​​the economic functions of the HDI, 2) the impact of regional spending function fasum to HDI, 3) the influence of regional spending healthy functioning of the HDI, 4) the effect of regional spending educational functions of the HDI and 5) the impact of  regional spending social function area of ​​the HDI. This research uses a combination of data between the data time series with a cross Section. The sample used in this study as many as 14 districts / cities in 2010 to 2014. Selection of the research methods used by explanatory research method. The analysis used is multiple regression and t test statistic. The results showed regional spending the economic functions of, public facilities, health, education and social significant effect on the HDI simultaneously expressed in the coefficient of determination (R2) of 83.03%, which can be explained by the economic functions of regional spending, public facilities, health, education and social while the remaining 16.97% influenced by other variables. Research partially regional spending of public functions, education and social services Significant influence on the HDI, while spending on health and economic function area not significant effect on the HDI.   Keyword: regional spending, IP

    KONTRIBUSI DANA DESA DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN MELAWI

    Get PDF
    Dana desa merupakan dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukkan untuk desa, dananya ditransfer melalui anggaran belanja daerah kabupaten. Dana Desa ini digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Tujuan dana desa adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Penggunaan dana desa digunakan untuk pemerintahan desa sebesar 30% dan 70% untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dana desa pada pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa terhadap jumlah penduduk miskin.Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPMPDKesbangpol Kabupaten Melawi yang terdiri dari 169 desa dan data cross-section merupakan suatu data yang terdiri dari satu atau lebih variabel yang dikumpulkan pada waktu yang sama (at the same point in time). Variabel independen dalam penelitian ini adalah Belanja desa pada pembangunan desa, belanja desa pada pembinaan kemasyarakatan desa dan belanja desa pada pemberdayaan masyarakat desa sedangkan variabel dependen adalah penduduk miskin. Analisis dilakukan dengan menggunakan alat bantu EVIEWS seri 6.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana desa untuk pembangunan desa berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap angka kemiskinan hal ini dikarenakan keterlambatan pemerintah daerah dalam mensosialisasikan tentang penggunaan dana desa, sehingga Kepala Desa dalam menggunakannya tidak tepat sasaran sedangkan dana desa untuk pembinaan kemasyarakatan desa dan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat desa tidak berpengaruh signifikan dengan arah negatif hal ini dikarenakan kepala desa dalam menggunakan dana desa lebih diprioritaskan kepada pembangunan desa. Kata kunci : Dana desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, pemberdayaan masyarakat desa, penduduk miskin

    PENGARUH REALISASI ANGGARAN BELANJA BIDANG INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (STUDI KASUS PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG TAHUN ANGGARAN 2000-2015)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh realisasi anggaran belanja bidang infrastruktur  terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sintang, mengetahui dan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sintang, mengetahui dan menganalisis pengaruh langsung realisasi anggaran belanja bidang infrastruktur  terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sintang. Untuk menjawab permasalahan penelitian digunakan analisis berupa persamaan regresi simultan dan 2 (dua) tahap dengan metode OLS. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk data time series, selama tahun 2000-2015 ( lima belas tahun) tentang realisasi belanja bidang infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sintang. Hasil penelitian ini adalah belanja bidang infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang, pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sintang, belanja bidang infrastruktur secara langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sintang.   Kata kunci : Belanja bidang infrastruktur, pertumbuhan ekonomi  dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

    EVALUASI KEWAJARAN ANGGARAN KEGIATAN MELALUI ANALISIS STANDAR BELANJA DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING DI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat model  analisis standar belanja pada anggaran kegiatan  di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dalam rangka mengevaluasi anggaran kegiatan yang digunakan dengan pendekatan Activity Based Costing untuk mengukur secara kuantitatif biaya dan kinerja suatu kegiatan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung  standar belanja dengan menggunakan regresi sederhana dengan pendekatan  Activity Based Costing. Data yang digunakan adalah  data sekunder dari kegiatan anggaran yang memiliki output yang sama dalam bentuk kegiatan seminar, bimbingan teknis, pelatihan dan workshop. Berdasarkan model analisis standar belanja ditemukan sebagian besar anggaran kegiatan sudah menggunakan anggaran dalam kategori wajar serta adanya hubungan antara tingkat efesiensi pelaksanaan anggaran dengan tingkat kewajaran anggaran hal ini berguna dalam  penyusunan rencana anggaran kegiatan, menghindari  pemborosan anggaran sekaligus mengevaluasi pelaksanaan anggaran agar  efektif, efisien dan tidak melanggar peraturan keuangan negara.   Kata kunci : analisis standar belanja,activity based costing,efesiensi, anggara

    KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DAN KESERASIANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMIKABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    The title of this thesis is “Capability of Regional Finance and Its Steadiness towards Economic Growth within the Regencies / Cities of West Kalimantan Province in the Years from 2011 to 2015”. This research is conducted in the regencies/cities of West Kalimantan Province including twelve regencies and two cities within five years from 2011 to 2015. The issues of this research are: does the capability of regional finance influence the economic growth, does the steadiness ratio of development expenditures influence the economic growth, and does the steadiness ratio of routine expenditures influence the economic growth. The purposes of this research are to test the capability of regional finance which is represented by the variable of regional tax towards the economic growth, to test the steadiness ratio between the development expenditures and the economic growth, and the steadiness ratio between the routine expenditures and the economic growth within the regencies/cities. This research used the analysis instrument of the double-regression analysis by using Eviews 7 application program. The results obtained from the double-regression analysis towards regional tax, the steadiness ratio of development expenditures and the ratio of routine expenditures towards economic growth show that the regional tax gives negative influence insignificantly towards economic growth, meanwhile the steadiness ratio of development expenditures gives positive influence significantly towards the economic growth, and additionally, the ratio of routine expenditures gives positive influence insignificatnly towards the economic growth. Key words: Regional finance, Steadiness ratio, Economic growt

    PENGARUH PENYERTAAN MODAL DAERAH, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, DAN JUMLAH PENDUDUK USIA PRODUKTIF TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh Penyertaan Modal Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah ; (2) pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah; (3) pengaruh Jumlah Penduduk Usia Produktif terhadap Pendapatan Asli Daerah pada kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat data panel selama 5 (lima) tahun periode tahun 2010 sampai tahun 2014 dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Alat analisis data menggunakan model regresi linier berganda melalui Program Eviews 8. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari DJPK dan BPS. Hasil penelitian menunjukkan (1) penyertaan modal derah tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah; (2) produk domestik regional bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah; (3) jumlah penduduk usia produktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah pada kabupaten/kota di Kalimantan Barat.   Kata kunci : Penyertaan Modal Daerah , Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk Usia Produktif, Pendpatan Asli Daera

    PENGARUH VARIABEL EKONOMI MAKRO TERHADAP PENGANGGURAN DI KALIMANTAN TAHUN 2001-2015

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar tentunya juga mengalami masalah ketenagakerjaan. Banyaknya tenaga kerja dibandingkan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia menyebabkan terjadinya pengangguran. Begitu juga halnya yang terjadi di Pulau Kalimantan. Tingkat pengangguran yang terjadi di Kalimantan sejak tahun 2001 – 2015 cenderung menurun. Hal ini tentunya dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain perbaikan perekonomian suatu daerah, tingkat upah yang tiap tahunnya meningkat serta naik turunnya harga barang yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa (1) pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran; (2) pengaruh upah minimum regional terhadap pengangguran; (3) pengaruh inflasi terhadap pengangguran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif yaitu menganalisis data hasil penelitian dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).  Data yang dianalisis merupakan data panel yang terdiri dari 4 (empat) provinsi di Kalimantan selama 15 (lima belas) tahun. Analisis dilakukan dengan bantuan program software E-views seri 6.0. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial (1) pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pengangguran. Hal ini dikarenakan tenaga kerja banyak teralihkan ke sektor pertanian dan rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja. (2) upah minimum regional berpengaruh  signifikan negatif terhadap pengangguran, hal ini dikarenakan besarnya upah setiap tahun menyebabkan banyaknya penawaran tenaga kerja dan juga rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja (3) inflasi tidak berpengaruh signifikan negatif terhadap pengangguran, dimana inflasi terjadi disebabkan meningkatnya permintaan akan suatu barang menyebabkan perusahaan harus melakukan produksi lebih dengan menggunakan tenaga kerja yang lebih banyak. Sedangkan secara simultan pertumbuhan ekonomi, upah minimum regional dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pengangguran. Kata kunci : Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Regional, Inflas

    146

    full texts

    167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇