Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
Not a member yet
    167 research outputs found

    Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Di Kabupaten Kubu Raya (Studi Pada Nelayan Kecamatan Sungai Kakap)

    No full text
    abstra

    PENGARUH FDR, NPF DAN BOPO TERHADAP ROA UNIT USAHA SYARIAH (STUDI KASUS PADA UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2015-2017)

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Biaya Operasional, Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA) pada Unit Usaha Syariah di Indonesia tahun 2015-2017. Data yang digunakan alam penelitian ini diperoleh dari data Laporan Tahunan Unit Usaha Syariah periode 2015-2017.Populasi dalam penelitian ini adalah 21 Unit Usaha Syariah di Indonesia.  penelitian ini adalah Uji asumsi klasik yang dgunakan penelitian ini meliputi uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, Uji multikolinearitas, dan analisis Regresi Berganda. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Nilai prob. t hitung dari variabel bebas NPF sebesar 0,106 yang lebih besar dari 0,05  sehingga variabel bebas X1/NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y/ROA pada alpha 5% atau dengan kata lain, NPF berpengaruh tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada taraf keyakinan 95%.Sama halnya dengan pengaruh variabel bebas X2/FDR  terhadap variabel terikat Y, karena nilai prob.t hitung (0,000) yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dikatakanbahwa variabel bebas FDR berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat ROA pada alpha 5% atau dengan kata lain, FDR berpengaruh signifikan terhadap ROA pada taraf keyakinan 95%.Nilai prob. t hitung dari variabel bebas X3/BOPO sebesar 0,000 yang lebih kecil dari  0,05 sehingga variabel bebas X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y pada alpha 5% atau dengan kata lain, BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA pada taraf keyakinan 95%. Kata Kunci :  Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Return On Asset (ROA) Unit Usaha Syariah (UUS

    PENGARUH INVESTASI DAN KUALITAS TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2009-2015

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Investasi dan Kualitas Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Indonesia Tahun 2009 sampai dengan 2015, dengan tujuan adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi dan kualitas tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia pada tahun 2009 -2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, untuk melihat pengaruh variabel bebas yakni: investasi, kualitas tenaga kerja (tenaga kerja berpendidikan rendah, menengah dan tinggi) terhadap variabel terikat (pertumbuhan ekonomi) provinsi di Indonesia digunakan model regresi linier berganda, menggunakan data panel dengan jumlah observasi sebanyak 231 dari 33 provinsi di Indonesia, serta alat analisis statistik yaitu uji t, uji F dan koifisien determinasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa penanaman modal dalam negeri (X1) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penanaman modal asing (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia. Tenaga kerja berpendidikan rendah (X3) berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia, tenaga kerja berpendidikan menengah (X4) berpengaruh negatif namun signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia sedangkan tenaga kerja berpendidikan tinggi (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia. Kata Kunci : PMDN, PMA, Tenaga Kerja Berpendidikan Rendah, Tenaga Kerja Berpendidikan Menengah, dan Tenaga Kerja Berpendidikan Tinggi

    PENGARUH ROA, ROE, CAR, NPL, INFLASI DAN KURS TERHADAP BOPO PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2008 – 2015

    Get PDF
    This study aims to determine how the effect of variable ROA, ROE, CAR, NPL, inflation, and exchange rate against BOPO the player in global Islamic Bank, where ROA is the ratio to measure the efficiency of the Bank.            This study uses multiple regression analysis in which the data used are quarterly time series data as much as 32 (2008 quarter 1-2015 4th quarter), where secondary data downloaded through the BI and CPM, then processed using the help eviews 9.            The results showed independent variables affect the dependent variable then proceeds Return Of assets (ROA) explains that the profit of the Bank syariah high makes Efficiency Banking is getting better, while the Return Of Equity (ROE) explains the contrary, because of high taxes so the profit after tax low compared with the total capital of the islamic bank and then the bank has a capital adequacy Ratio (CAR) or higher capital adequacy of less efficient because it avoids the risk and manage the funds safer and lower in the portfolio. Meanwhile, non-performing loans (NPL) indeed leads to efficiency Islamic Bank declined since the Bank became burdened by customers who do not pay the loan, the inflation and the exchange rate (exchange rate) increases causing the efficiency of Islamic banking increased driven by people's desire to increase revenue so that communities can deposit their funds into islamic banks in the form of savings or investments (mudaraba muthlaqah) and islamic banks will use the funds into financing activitiesKeywords: BOPO, ROA, ROE, CAR, NPLs, Inflation And Exchang

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DI KABUPATEN SAMBAS

    Get PDF
    One of the biggest contributors to Local Revenue (PAD) of Sambas District is a local tax. Hotel tax is one of several local taxes that have a huge potential to increase regional revenue Sambas District. However, the enormous potential that can not be optimized by the local government. This study aimed to analyze the effectiveness of hotel tax as a source of Local Revenue (PAD) of Sambas District. The purpose of this study was to determine and analyze the amount of tax potential in Sambas, the level of effectiveness of tax capacity (tax-capacity) hotel in Sambas district that corresponds to the real potential of the hotel tax to increase tax revenues hotel, and the factors that affect the acceptance hotel tax in Sambas district. This research is descriptive quantitative and qualitative approaches. Quantitative methods are used to calculate the tax potential and tax effectiveness. While qualitative methods are used for technical analysis of SWOT. The population in this study is the number of hotels and inns, guesthouses and other accommodation in the district of Sambas 2012-2016. The data used is secondary data and primary data. The results of this study indicate that the Sambas District has the potential very large hotel tax and increasing every year. However, local authorities have not been able to optimize this potential, so the hotel tax revenue is not in accordance with the real situation. The results also show that tax collection in Sambas district is not effective because the results averaged below one hundred percent. However, the level of effectiveness is increasing every year. This shows the continuous improvement of government. Based on the SWOT matrix, the recommended alternative strategy is Strategy Turn-around. Management of hotel tax is in quadrant III taxation means that although the hotel has a huge opportunity, but on the other hand faces several constraints or internal weaknesses. It required the Turn-around strategy that minimizes internal problems so that it can seize better opportunities (Weaknesses-Opportunities Strategy). Keywords: Local Revenue (PAD), Potential of Hotel Tax, Effectiveness of Hotel Tax, SWO

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI (Studi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Periode 2012-2016)

    Get PDF
    ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan lokal dan pengangguran terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi di provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Biro Pusat Statistik Kalimantan Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan analisis Jalur sebagai teknik analisis, dari 14 kabupaten / kota di Kalimantan Barat. Analisis. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa (1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, (2) Pengangguran memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. (3) Pendapatan lokal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, (4) Pengangguran memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, (5) Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Variabel yang memiliki pengaruh besar pada kesejahteraan masyarakat adalah pendapatan lokal.Kata kunci: pendapatan daerah, tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyaraka

    Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah pada Setiap Kecamatandi Kabupaten Bengkayang

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian berjudul      Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah pada Setiap Kecamatan di Kabupaten Bengkayang, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efisiendi dan efektifitas penggunaan anggaran di setiap kecamatan di Kabupaten Bengkayang.Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, data yang digunakan adalah data skunder dari BPKAD Kabupaten Bengkayang, variabel yang dianalisis adalah DPA, realisasi pendapatan kecamatan, pelayanan (jumlah penduduk). Alat analisis adalah analisis efisiensi dan efektifitas.Hasil hitungan efektifitas pendapatan terhadap belanja setiap kecamatan rata-rata diatas 90% masuk katagori efektif. Kecamatan Ledo paling tinggi 99,24%, paling rendah adalah Kecamatan Teriak 88,03%. Dari penghitungan efisiensi belanja terhadap realisasi pendapatan di 17 kecamatan, Kecamatan Capkala paling efisien mencapai 345.25%.  Sedangkan kecamatan yang paling rendah adalah Suti Semarang 177.59% atau 51.59% dari Capkala yang paling efisien. Hasil hitungan efisiensi belanja terhadap pelayanan atau jumlah penduduk, Kecamatan Bengkayang paling efisien yakni 203,20% dengan rata-rata rasio belanja Rp22.255,96 per jiwa. Sedangkan paling besar biaya pelayanan (penduduk) adalah Suti Semarang Rp134.262,06 per jiwa atau 56,58% dari Kecamatan Bengkayang yang paling efisien.Kata kunci : Pendapatan, belanja, pelayanan, pendudu

    Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Masyarakat di Desa Magmagan Karya Kecamatan Lumar

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian berjudul “Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan Ekonomi  Masyarakat di Desa Magmagan Kecamatan Lumar” bertujuan mengkaji dan menganalisis kesesuaian pengelolaan keuangan dana desa dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, Permendes No 21 Tahun 2015 tentang prioritas penggunaan dana, kesesuaian rencana dan program kerja BPMPD Kalimantan Barat serta menganalisis kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa.Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, variabel yang diteliti adalah penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan publikasi, rencana penggunaan dana dan program pembangunan. Menggunakan data primer dan skunder hasil wawancara dengan responden (informan). Analisis dilakukan oleh peneliti langsung di lapangan dengan metode dokumenter, observasi dan wawancara terstrutur dengan menggunakan angket (kuesioner).Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa pengelolaan keuangan di Desa Magmagan Karya sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yang mengacu pada  Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 113 tahun 2014, dimana dalam proses penganggaran melalui prosedur perecanaan, pelaksanaan pencairan dana, penatausahaan, pelaporan pertanggungjawaban dan publikasi. Dalam penentuan prioritas penggunaan dana sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Desa Nomor 21 tahun 2015 serta berpedoman pada RKP dan RPJM Desa, dimana dalam penyusunan RKP dan RPJM Desa melibatkan semua unsur pemerintahan, BPD dan masyarakat secara umum. Penggunaan dana juga sesuai dengan visi misi BPMPD Kalimantan Barat, terbukti dengan adanya prioritas pembangunan yaitu penguatan Kapasitas Petani, Penguatan ekonomi masyarakat, Peningkatan sarana prasarana, Peningkatan (kesehatan), Peningkatan (pendidikan), dan Peningkatan dan pendalaman iman dan ketaqwaan.  Kendala-kendala yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, banyak peraturan berubah-ubah, masalah rendahnya pendapatan penduduk, rendahnya kepedulian sosial, masalah geografis, jauhnya jarak antar kampung dan RT sehingga sulit untuk  berkoordinasi  dan  sulitnya akses iformasi.Kata kunci : Dana Desa, Alokasi Dana Desa pembangunan des

    Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pendidikan Terhadap Pengangguran dan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pendidikan terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kalimantan Barat. Analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis Model).Berdasarkan hasil analisis deskriptif serta hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa (1) pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran, pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kalimantan Barat. (2) pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan, inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan sedangkan pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. (3) tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Pendidikan, Pengangguran, Kemiskinan, Analisis Jalur

    ANALISIS POTENTIAL LOSS PENERIMAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potential loss penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang terjadi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya potential loss penerimaan BPHTB tersebut serta untuk mengetahui langkah-langkah strategis apa saja yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya untuk mengoptimalkan penerimaan BPHTB.Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 kawasan sampel yang berada di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2016 menunjukkan bahwa telah terjadi potential loss penerimaan BPHTB sebesar 82,16%. Terjadinya loss penerimaan BPHTB ini disebabkan adanya kecenderungan wajib pajak BPHTB yang berusaha untuk menghindari pembayaran BPHTB dengan cara menyampaikan nilai transaksi atau nilai pasar objek pajak tidak dengan sebenarnya, keterbatasan sarana dan prasarana, regulasi serta kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh BPPRD Kabupaten Kubu Raya. Dengan menggunakan analisis SWOT, diketahui bahwa strategi optimalisasi penerimaan BPHTB di Kabupaten Kubu Raya dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain yaitu melakukan inovasi atau langkah-langkah strategis dalam meningkatkan penerimaan BPHTB sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kubu Raya, menyusun program unggulan dan target tahunan terhadap penerimaan BPHTB dengan sistematis dan sesuai dengan potensi yang ada, memperbaiki sarana dan prasarana pelayanan terhadap wajib pajak sebagai salah satu faktor penunjang pengelolaan pajak daerah khususnya BPHTB, memperkuat kerjasama antar lembaga atau instansi pengelola pendapatan daerah khususnya BPHTB seperti Notaris/PPAT, BPN, KPP Pratama untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan kepada wajib pajak, memperbanyak sosialisasi pajak daerah kepada masyarakat, meningkatkan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dimana salah satunya adalah meningkatkan kualitas dan kinerja aparat pemungut pajak dengan peningkatan pemberian insentif apabila target penerimaan pajak terpenuhi, serta memberikan kemudahan dalam hal investasi dan perizinan kepada investor yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan ekonomi dan pusat-pusat perekonomian baru. Kata Kunci: Potential loss penerimaan BPHTB, ketidakjujuran wajib pajak

    146

    full texts

    167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇