Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Konsentrasi ZPT dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleracea)

    Get PDF
    Kailan (Brassica oleracea) adalah tanaman sayuran yang berdaun tebal, datar, mengkilap, berwarna hijau, dengan batang tebal. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman tidak sepenuhnya  dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman hal ini disebabkan karena ZPT pada umumnya hanya merangsang pembentukan hormon.ZPT harus dilengkapi dengan pemberian pupuk yang tepat, salah satunya adalah pemberian pupuk kompos. Pupuk kompos mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi yang terjadi pada pertumbuhan tanaman kailan akibat pemberian konsentrasi ZPT dan dosis pupuk kompos.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2019 di Green House Kampus II Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) Kota Malang, Jawa Timur.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara pemberian dosis kompos dan konsentrasi ZPT pada laju pertumbuhan 30 HST – 40 HST, luas daun di umur 10 HST, panjang akar pada umur 20 HST dan berat segar total konsumsi tanaman hasil panen. Pemberian dosis kompos sebesar 10 t ha-1 pada tanaman memberikan pengaruh yang nyata pada LPR di umur 20 HST hingga 30 HST, luas daun pada umur 20 HST hingga 40 HST dan panjang akar  pada umur 10 HST dan 40 HST, Pemberian kompos hingga 10 ton ha-1 meningkatan persentasi kandungan bahan organik pada tanah hingga 50% dari bahan organik sebelum tanam. Pemberian konsentrasi ZPT sebesar 4 ml L-1memberikan pengaruh yang nyata pada LPR di umur 10 HST hingga 30 HST, peningkatan luas daun tanaman pada umur 30 HST hingga 40 HST dan panjang akar pada umur 10 HST, 30 HST hingga 40 HST

    Pengaruh Sistem Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merill) Edamame var. Ryoko

    Get PDF
    Kedelai (Glycine max L. Merill) khusunya edamame memiliki rata-rata hasil panen yang rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan gulma yang mengganggu pertumbuhan edamame. Keberadaan gulma pada lahan edamame menyebabkan penurunan hasil hingga 80%. Oleh sebab itu upaya penyiangan perlu dilakukan. Selain penyiangan, sistem tanam jajar legowo perlu diterapkan karena memiliki efek tanaman pinggir yang baik untuk pertumbuhan edamame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu penyiangan gulma pada sistem tanam yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil edamame. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Malang pada bulan September sampai November 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dalam pola RAK. Perlakuan yang digunakan pada petak utama terdiri dari J1= tandur jajar, J2= jajar legowo. Anak petak terdiri dari P1= tanpa penyiangan, P2= penyiangan 1 kali, P3= penyiangan 2 kali, dan P4= penyiangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam jajar legowo dan waktu penyiangan 3 kali menghasilkan bobot polong 7,49 ton ha-1 (meningkat 22,29% dibandingkan dengan perlakuan sistem tanam tandur jajar dan waktu penyiangan 3 kali)

    Pertumbuhan, Hasil dan Pigmen Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Pemberian Pupuk Nitrogen dan Pupuk Kandang Ayam

    Get PDF
    Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu sayuran daun yang dibudidayakan di Indonesia baik yang hijau maupun yang merah. Peningkatan kualitas dan kuantitas bayam merah melalui pupuk nitrogen sebaiknya diimbangi dengan pemupukan organik seperti pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan, hasil dan pigmen (klorofil, karotenoid dan antosianin) tanaman bayam merah (A. tricolor L.). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan digunakan pada penelitian ini yang terdiri dari perlakuan dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk nitrogen (N) dengan empat taraf yaitu: 0 (N0), 60 (N1), 120 (N2), dan 180 (N3) kg N ha-1. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam dengan tiga taraf yaitu: 0 (A0), 5 (A1), dan 10 (A2) ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan tinggi tanaman paling tinggi dihasilkan dengan pemberian pupuk nitrogen sebesar 180 kg N ha-1 dan pupuk kandang ayam sebesar 10 ton ha-1.  Parameter pertumbuhan dan hasil yaitu bobot segar, bobot kering, bobot segar total dan bobot konsumsi tanaman dapat meningkat dengan pemberian pupuk nitrogen sebesar 180 kg N ha-1. Parameter pertumbuhan dan hasil yaitu bobot segar, luas daun, bobot kering, bobot segar total, bobot akar, bobot konsumsi tanaman dan kandungan nitrogen dapat meningkat dengan pemberian pupuk kandang ayam sebesar 10 ton ha-1. Pigmen tanaman (klorofil, karotenoid dan antosianin) tidak meningkat dengan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam

    Pengaruh Kombinasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair Azolla Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System)

    Get PDF
    Tanaman Selada mengandung banyak gizi yang baik untuk tubuh, tetapi di Indonesia lahan pertanian semakin terbatas. Sehingga untuk memproduksi selada dengan cara yang sederhana yakni menggunakan hidroponik sistem sumbu. Pupuk organik cair Azolla dapat digunakan sebagai larutan nutrisi hidroponik, namun harus dikombinasikan dengan nutrisi AB mix yang memiliki unsur hara yang lengkap agar dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman dengan baik. Dikarenakan unsur hara pada pupuk organik cair Azolla saja belum dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari kombinasi nutrisi AB mix dan pupuk organik cair Azolla yang dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 8 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Dilakukan di Greenhouse FP UB pada bulan Februari-Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 (100%AB mix) dan P3 (85%AB mix+15%POC Azolla) lebih baik pada semua parameter pertumbuhan, kadar klorofil b dan kadar klorofil total dibandingkan dengan perlakuan lainnya. P1 (100%AB mix) mendapatkan hasil selada terbaik pada luas daun per tanaman, bobot segar total, bobot segar konsumsi dan kadar klorofil a dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi nutrisi AB mix dan Pupuk Organik Cair Azolla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Selain itu pada perlakuan P1 (100% AB mix) dan P3 (85% AB mix+15% POC Azolla) menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya

    Pengaruh Dosis Rhizobium dan Dosis Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

    Get PDF
    Kacang panjang (Vigna sinensis L.) ialah salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Menurut data statistik tanaman sayuran di Indonesia produksi kacang panjang terus mengalami penurunan dari tahun 2013 mencapai 450.859 ton dan pada tahun 2016 mencapai 399.056 ton. Usaha peningkatan produksi kacang panjang dapat dilakukan dengan kombinasi pemberian rhizobium dan urea. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis rhizobium dan dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil produksi kacang panjang. Percobaan ini dilaksanakan di screen house lahan percobaan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan November 2019 sampai Februari 2020. Percobaan disusun dengan menggunakan racangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama ialah dosis rhizobium yang terbagi atas 0 g/kg, 10 g/kg, dan 20 g/kg. Faktor kedua ialah dosis urea yang terbagi atas 0 kg/ha, 50 kg/ha, dan 100 kg/ha. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) atau uji F hitung. Apabila terjadi perbedaan nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi pemberian dosis urea dan dosis rhizobium terhadap bobot kering per tanaman, luas daun per tanaman, relative growth rate (RGR), net assimilation rate (NAR), bobot segar kacang panjang, dan hasil panen. Pemberian dosis rhizobium 20 g/kg dan dosis urea 100 kg/ha mampu meningkatkan berat kering per tanaman, luas daun per tanaman, bobot segar kacang panjang, dan hasil panen

    Pengaruh Aplikasi Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.)

    Get PDF
    Jagung manis (Zea mays saccharata L) ialah salah satu tanaman pangan yang dikonsumsi dan sangat disukai masyarakat Indonesia.  Jagung manis merupakan salah satu bahan pangan yang sangat potensial untuk dikembangkan.  Peningkatan produktivitas jagung manis belum mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Salah satu usaha untuk mengahasilkan produksi dan kualitas jagung manis yang optimal perlu pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung yaitu dilakukan dengan penggunaan pupuk organik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh aplikasi biourin terhadap tanaman jagung manis pada berbagai tingkat perlakuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 – Januari 2018 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, yaitu : P0 : Tanpa biourin (kontrol), P1 : Biourin 75 l ha-1, P2 : Biourin  150 l ha-1, P3 : Biourin 225 l ha-1, P4 : Biourin 300 l ha-1, Hasil penelitian ini ialah pemberian pupuk organik biourin sapi dengan perlakuan dosis 75 l ha-1, 150 l 1 ha-1, 225 1 ha-1 dan 300 1 ha-1 pada pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata L.) berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman pada umur tanaman 35 HST dan 42 HST, luas daun pada umur tanaman 40 HST dan 60 HST, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, bobot segar dan bobot kering tanaman

    Pengaruh Umur Bibit dan Tata Letak Tanaman terhadap Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Peningkatan produksi tanaman sawi hijau ialah dengan cara pengaturan tata letak penanaman dan pengunaan umur bibit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan metode dalam meningkatkan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea. L) pada bahan tanam benih langsung dan umur bibit dengan tata letak penanaman yang berbeda. Hipotesis yang diajukan ialah kombinasi perlakuan umur bibit 6 hari dan tata letak penanaman zig-zag dapat meningkatkan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Waktu penelitian dimulai pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Penelitian dilakukan di Desa Bokor Kec.Tumpang, Kab. Malang, Jawa timur. Rancangan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 10 perlakuan kombinasi perlakuan pengaturan tata letak tanaman dan umur bibit. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi perlakuan tata letak penanaman dan umur bibit terhadap produksi tanaman sawi hijau.  Kombinasi perlakuan tata letak penanaman zig-zag dengan  umur bibit 6 dan 9 hari setelah semai memberikan hasil bobot segar total tanaman dan bobot konsumsi tanaman lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya

    Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) di Kebun Teh Pasirmalang, Jawa Barat

    Get PDF
    Tanaman teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai jual di pasaran. Teh merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air mineral. PT. Perkebunan Nusantara VIII mengekspor 40% hasil teh yang telah diolah ke luar negri. Namun pada 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2009 - 2018 terjadi fluktuasi produksi teh di PT. Perkebunan Nusantara VIII khususnya Kebun Pasirmalang. Produksi teh dipengaruhi oleh beberapa faktor unsur iklim seperti curah hujan, suhu udara, sinar matahari, kelembaban udara dan kecepatan angin. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendiskusikan dampak dari perubahan iklim terhadap produktivitas teh di kebun Pasirmalang serta mengkaji dan menganalisis unsur-unsur iklim yang berpengaruh terhadap produktivitas teh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019 menggunakan data sekunder produktivitas Kebun Teh Pasirmalang dan data unsur-unsur iklim. Pada pengamatan ini menggunakan data unsur iklim meliputi data curah hujan, suhu, kelembaban, lama penyinaran, dan kecepatan angin serta data produksi teh dari kebun Pasirmalang selama 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2009-2018. Hasil yang diperoleh nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1.160 < 6.256) dan memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari α (0.456 > 0.050), sehingga H1 diterima. Artinya bahwa secara simultan/serentak, variabel bebas yaitu X1 (curah hujan), X2 (suhu), X3 (kelembapan), X4 (lama penyinaran), dan X5 (kecepatan angin) berpegaruh nyata terhadap variabel Y (produktivitas). Besar koefisien determinasi R sebesar 0,592 yang berarti sebesar 59.2%, sedangkan 40.8% lainnya disumbang oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah curah hujan dan lama penyinaran merupakan dua unsur paling berpengaruh dalam fluktuasi produktivitas teh. Perubahan unsur iklim di Kebun Pasirmalang dapat meningkatkan ataupun menurunkan produktivitas teh

    Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Krop (Lactuca sativa L.)

    Get PDF
    Selada krop (Lactuca sativa L.) ialah tanaman sayur yang memiliki daun berlapis-lapis membentuk krop. Salada krop banyak diminati untuk konsumsi karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Permintaan yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen tidak sebanding dengan peningkatan produksi selada krop. Sehingga, perlu pemupukan berupa pupuk organik cair dan pengaturan jarak tanam yang optimal dapat menghasilkan bobot dan diameter krop yang optimal. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dengan pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil selada krop. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2019 di Kebun Percobaan PT. BISI Internasional Tbk. Farm Pujon. Letak ketinggian tempat yaitu 1.080 mdpl. Suhu harian rata-rata tempat yaitu 20-25 ℃. Alat yang akan digunakan dalam penelitian yaitu cangkul, gunting, ember, cetok, sprayer, jangka sorong, meteran, penggaris, kayu, timbangan analitik, tray, dan gembor. Bahan yang digunakan yaitu benih tanaman selada krop LT 18001, pupuk cair organik, raffia, benih, polibag mini, papan label (alfa board) dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan pemberian POC konsentrasi 5 ml menghasilkan bobot segar sebesar 22,12 ton Ha-1. Perlakuan jarak tanam 35 cm x 35 cm memberikan hasil pertumbuhan tanaman pada lebar kanopi dan diameter kanopi yang terbaik dari pada perlakuan lainya. Perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi 5 ml mampu memberikan respon yang baik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter krop, dan diameter krop saat panen

    Dampak Populasi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) terhadap Produktivitas dan Kadar Steviosida Stevia (Stevia rebaudiana B.) pada Sistem Tanam Tumpangsari

    Get PDF
    Stevia ialah tanaman herbal yang cocok sebagai alternatif pengganti tanaman tebu sebab mengandung bahan pemanis yang disebut dengan steviosida dan rebaudiosida. Potensi stevia sebagai tanaman obat yang bermanfaat untuk mengobati obesitas, mencegah dan melawan diabetes. Permasalahan yang ada saat ini ialah terbatasnya pengembangan model budidaya tumpangsari untuk meningkatkan kualitas tanaman stevia di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dampak populasi jagung manis terhadap lingkungan mikro tanaman stevia dalam tumpangsari dan mempelajari dampak penaungan tanaman jagung manis terhadap hasil brangkasan daun dan kadar steviosida dari tanaman stevia. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Maret-Mei 2019 selama 2 bulan. Penelitian menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis anova dengan menggunakan anailis uji F pada taraf 5 % untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman terhadap perlakuan. Apabila hasilnya nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kesalahan 5 % untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman jagung manis dengan populasi 60.000 dan 40.000 tanaman ha-1 menghasilkan lingkungan mikro yang memberikan dampak positif terhadap kandungan steviosida yang memiliki kandungan sama tingginya dengan yang ditanam monokultur. Naungan jagung manis berdampak negatif pada brangkasan daun stevia tumpangsari dibandingkan monokultur. Populasi jagung manis mempunyai pengaruh terhadap lingkungan mikro stevia sehingga mempengaruhi brangkasan daun stevia dan kadar steviosida sebesar 82 %. Populasi optimum 15.000 tanaman ha-1 ialah yang populasi jagung manis yang optimum untuk ditumpangsarikan dengan stevia

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇