Jurnal Konstruksi
Not a member yet
    76 research outputs found

    ANALISIS KEKUATAN BAJA CANAI DINGIN (COLD FORMED STEEL) SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK ELEMEN STRUKTUR BALOK RUMAH SEDERHANA YANG MERESPON GEMPA

    Get PDF
    Balok adalah komponen struktur yang memikul beban – beban gravitasi, seperti beban mati dan beban hidup. Komponen struktur balok merupakan kombinasi  dari elemen tekan dan tarik. Hasil riset yg cukup intensif terhadap perilaku baja canai dingin yang telah dituangkan di dalam design code di berbagai negara seperti Australia Standard(AS/NZS), American Iron and Steel Institute (AISI), British Standard (BS code) dan Eurocode telah meningkatkan kredibilitas baja canai dingin sebagai elemen struktur yang sama dengan baja biasa (hot-rolled steel) dan beton bertulang. Perhitungan pembebanan dihitung berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung (PPPURG 1987), yang terdiri dari analisa pembebanan, ketentuan – ketentuan pembebanan, struktur yang dianalisa yaitu struktur balok. Analisa pembebanan pada perhitungan struktur balok ini menggunakan analisa portal 2D. Perhitungan pembebanan dimulai dari beban atap, beban angin, beban dinding, beban lantai dan pengekivalenan beban lantai, sampai beban berat sendiri balok, balok yang di analisa menggunakan balok tipe LC12730 ( toe to toe ) yang nantinya dianalisa dan di cek terhadap Lendutan dan Geser. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini bahwa balok mampu menahan beban – beban yang dilimpahkan sesuai dari hasil perhitungan dan kontrol kekuatan terhadap profil baja canai dingin diketahui bahwa profil LC12730 tipe toe to toe  dapat digunakan sebagai elemen struktur balok, dengan didapat Mu 939.200N.mm, Du 5081,7 N, dan Pu 467,8  N, setelah di analisis balok mengalami lendutan sebesar 0,04 cm dan kekuatan kapasitas geser penampang (Pv) sebesar 68580 N

    ANALISIS BIDANG KERN PADA PROFIL BAJA RINGAN

    Get PDF
    Material Baja Ringan sudah banyak diaplikasikan terutama untuk rangka atap bangunan. Sambungan antar batang baja ringan menyalurkan gaya normal yang terjadi akibat beban beban yang ada berupa gaya tarik dan gaya tekan sebagai gaya gaya yang terjadi pada sistem rangka batang (Truss). Analisis Tegangan dalam Bidang Kern pada penampang profil Baja Ringan yang tidak simetris ini perlu dilakukan untuk melihat kekuatan dari pada material Baja Ringan. Profil Baja Ringan adalah material baja tipis dengan kekuatan tarik yang tinggi memungkinkan dimanfaatkan sebagai elemen struktur dengan kebutuhan melayani beban tarik dan beban tekan. Bidang Kern adalah suatu daerah dengan titik titik gaya normal berada dimana tegangan yang terjadi pada penampang tersebut adalah sejenis. Beban Normal Eksentris adalah beban normal yang bekerja diluar titik berat penampang. Analisis tegangan yang dilakukan sama dengan analisis tegangan pada beban sentris dan momen lentur yaitu σ = P / A ± Me . y / Ix. Momen tahanan Wax = Ix / y, Wbx = Ix / y, momen inersia Ix = 1/12. b.h3 + b.h.y2 Wkr y = Ix / c, Wkn y = Ix / y, batas atas sumbu x Ka x = Wbx / A, batas bawah sumbu x Kb x = Wax / A, batas kiri sumbu y Kkr y = Wkn y / A, batas kanan sumbu y Kkn y = Wkr y /A. Dari analisis yang sudah dilakukan diperoleh bidang kern yang tidak jauh berbeda dengan profil penampang bentuk C pada umumnya, yaitu Ka x = 25,29 mm Kb x = 25,29 mm Kkr y =18,775 mm Kkn y = 7,559 mm. Perbedaan mencolok diperoleh nilai Kkr y atau batas sebelah kiri dari sumbu y yang lebih jauh dibanding pada bentuk C. Hal ini dikarenakan adanya luasan tambahan dari bentuk kait pada profil tersebut

    ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS JALAN GUNTUR GARUT)

    Get PDF
    Ruas Jalan Guntur merupakan salah satu ruas  jalan yang cukup padat. Hal ini disebabkan karena ruas jalan tersebut berada dikawasan petokoan yang dimana banyak masyarakat yang bertransaksi jual beli di sekitar ruas Jalan Guntur ini, dengan wilayah seperti ini banyak aktivitas masyarakat yang terjadi di samping jalan, seperti pejalan kaki, kendaraan parkir, kendaraan lambat dan kendaraan keluar masuk dari atau ke Jalan Guntur. Penelitian ini dilakukan di ruas Jalan Guntur dengan mengambil batas dari Bundaran Guntur sampai Pertigaan Ciwalen. Data yang diambil dilapangan adalah data primer seperti kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas, kecepatan dan kepadatan kendaraan, dan faktor-faktor hambatan samping di sekitar lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, hambatan samping tertinggi pada ruas Jalan Guntur ini adalah dengan frekwensi bobot kejadian 553,63, nilai tersebut masuk ke dalam kelas hambatan samping tinggi (High). Hambatan samping tersebut berpengaruh terhadap arus lalu lintas, kecepatan menjadi berkurang, volume berkurang dan kepadatan tinggi. Pengaruh hambatan terhadap kapasitas bisa dilihat dari penurunan kapasitas sebelum adanya hambatan samping sebesar 3107,64 smp/jam dan dengan hambatan samping menjadi 2865,20 smp/jam. Tingkat pelayanan Jalan Guntur dalam kondisi B yaitu arus stabil, volume sedang dan kepadatan rendah, berdasarkan nilai DS = 0,48. Sedangkan nilai DS dengan hambatan samping dalam kondisi C yaitu arus stabil, volume sesuai untuk jalan kota tetapi kecepatan dipengaruhi oleh lalu lintas, berdasarkan nilai DS = 0,50

    EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK PADA KAWASAN PADAT LALULINTAS (Studi Kasus : Jl. Guntur Kecamatan Garut Kota)

    Get PDF
    Jalan Guntur merupakan salah satu bagian dari wilayah BWK 1 yang dimana berdasarkan survei lapangan volume lalulintas Jalan Guntur mencapai 1988 smp/jam. Kondisi RTH di Jalan Guntur masih belum memenuhi kelayakan dimana RTH di kawasan tersebut masih minim. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu didapat dari  hasil observasi lapangan dan ditunjang dengan data dari instansi - instansi terkait. Jalan Guntur merupakan kawasan jalan dengan keadaan lalulintas yang selalu padat, Lalulintas Harian Rata – rata (LHR)  selalu meningkat karena dipengaruhi oleh laju pertumbuhan kendaraan yang selalu meningkat setiap tahunnya. Dampak dari hal tersebut adalah peningkatan kadar zat pencemar diudara ambien yang menunjukan peningkatan pula setiap tahun. Jalan Guntur termasuk kedalam  Jalan Lokal kelas III A dimana Kondisi RTH Jalan Guntur masih belum mencapai 20 – 30%, RTH yang tersedia di Jalan Guntur baru mencapai ± 13% sehingga perlu penambahan RTH  ± 7 – 17% dimana RTH ini dapat ditempatkan disepanjang trotoar Jalan Guntur dengan menempatkan pot – pot tanaman di sepanjang jalan tersebut dengan jenis tanaman yang memiliki fungsi sebagai penyerap polusi udara

    EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK)

    Get PDF
    Transportasi darat khususnya angkutan umum perkotaan yang berada di kota-kota besarsangatlah penting keberadaanya dalam menjalankan salah satu fungsi utamanya yaitu sebagaipengangkut pergerakan masyarakat untuk mengerjakan aktifitas sehari-harinya dimana pelayananyang diberikan diharapkan dilakukan secara cepat, aman, nyaman, murah dan efisien. Data di dapatdengan penyebaran kuisioner kepada pemilik angkutan umum perkotaan/ sopir angkot trayekCilawu-Garut Kota Kabupaten Garut dan juga wawancara dengan pengusaha angkot kemudian datadianalisis, hasil analisis data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Sebelum dilaksanakan penelitian di lapangan haruslah disusun suatu tahapan adapun tahap-tahapdalam penelitian adalah survei pendahuluan, persiapan survei, dan pelaksanaan survei(pengumpulan data). Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 4.057,72,untuk tarif umum sebesar Rp. 5.000,00 dan untuk pelajar Rp. 2.000,00. Sebagian besar penggunaangkutan kota memiliki penghasilan rendah berkisar Rp.500.000,00-Rp. 1.000.000,00. Pemerintahperlu memberikan subsidi untuk penumpang agar mampu membayar sesuai kemampuannya

    STUDI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK UNTUK LAHAN PARKIR DI JALAN CIKURAY GARUT

    Get PDF
    Bentuk pemanfaatan ruang publik Kota Garut salah satunya adalah parkir khususnya Jalan Cikuray Garut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter dan ruang publik, mengetahui karakter dan  lahan parkir di ruang publik, dan menyusun arahan penataan lahan parkir di ruang publik. Metode penelitianya adalah observasi, wawancara, inventarisasi, dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Distribusi ruang publik di Kota Garut mengelompok di pusat kota dengan fungsi sebagai kawasan komersial, sebagai pusat kuliner dan sarana rekreasi. Pengembangan lahan parkir pada ruang publik didukung oleh Dinas Perhubungan, dan pengelolaan lahan parkir oleh masyarakat lokal. Hasil terakhir penelitian ini adalah penambahan serta pengadaan tempat khusus parkir kendaraan, pengadaan legalitas pengelola parkir, pemberdayaan terhadap petugas parkir legal, dan menjadikan lokasi ruang publik sebagai area parkir

    STUDI ANALISIS HUBUNGAN, KECEPATAN, VOLUME, DAN KEPADATAN DI JALAN MERDEKA KABUPATEN GARUT DENGAN METODE GREENSHIELDS

    Get PDF
    Fungsi utama dari suatu jalan adalah memberikan pelayanan transportasi sehingga pemakai jalan dapat berkendaraan dengan aman dan nyaman. Parameter volume lalulintas yang merupakan faktor penting dalam perencanaan lalulintas adalah volume, kecepatan, dan kerapatan lalulintas. Greenshields merumuskan bahwa hubungan matematis antara Kecepatan–Kepadatan diasumsikan linear (Ofyar Tamin, 2000). Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan model pendekatan lalu lintas melalui model Linier Greenshields, memberikan pedoman – pedoman untuk mendapatkan  Kapasitas dari suatu ruas jalan. Dari hasil penelitian di Jalan Merdeka Kabupaten Garut model Linier Greenshields mendapatkan kapasitas/ volume maksimum pada hari senin adalah 12065 smp/ jam dengan kecepatan 13,42 km/ jam, untuk hari kamis mendapatkan volume maksimum adalah 3881 smp/ jam dengan kecepatan 16.80 km/ jam dan untuk hari sabtu volume maksimum adalah 12.666 smp/ jam dengan kecepatan 11, 56 km/ jam dengan Pemodelan Linier Greenshields, Ini disebabkan latar belakang pemodel yang digunakan banyak yang berasal dari penelitian jalan – jalan di luar negeri sedangkan untuk Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI – 1997) menggunakan penelitiannya menggunakan  karateristik jalan yang ada di Indonesia

    KAJIAN PEMANFAATAN AIR BAKU TERHADAP AREA PELAYANAN DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Air merupakan salah satu sumber kehidupan atau sumber daya alam yang amat penting bagi kehidupan, dalam setiap aktivitasnya manusia mutlak membutuhkan air bersih. Dalam hal kebutuhan akan air bersih dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pasokan air baku untuk air bersih semakin menurun baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Dalam upaya kebutuhan air maka perlu adanya Sistem Penyedian Air Minum dari sumber air permukaan di area pelayanan tersebut yang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, sumber air permukaan ini debit (Q) air yang akan dimanfaatkan sebesar 20 liter/ detik diharapkan dapat mengaliri air ke area pelayanan tersebut dengan optimal dan dapat mengaliri ke wilayah area pelayanan baru untuk beberapa tahun kedepan. Kajian Pemanfaatan Air Baku Terhadap Area Pelayanan disini yaitu untuk mengkaji debit air permukaan dan mengetahui kesesuaian antara diameter pipa dengan debit yang dialirkan oleh pipa tersebut, sehingga diameter pipa dapat mengalirkan air dengan jumlah debit yang sesuai dengan debit yang dibutuhkan untuk setiap Area Pelayanan, serta kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh aliran pada pipa dapat diganti dengan menambahkan panjang ekuivalen pipa

    Pengaruh Curah Hujan Harian terhadap Ketersediaan Air pada Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sungai Cisanggiri Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut

    Get PDF
    Hidrologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sistem kejadian air di atas, pada permukaan dan di dalam tanah untuk mendapat nilai aliran di sungai. Data-data yang diperlukan dalam perencanaan hidrologi adalah: curah hujan harian, luas daerah aliran sungai, serta perbedaan ketinggian antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dari data-data tersebut akan diperoleh curah hujan harian rata-rata, curah hujan minimum, curah hujan maksimun, standar deviasi, koefisien variasi, koefisien kemencengan, koefisien kurtosius, sebaran normal, sebaran gumbel, debit yang menggunakan rumus rasional, intensitas hujan, serta debit andalan. Selanjutnya dengan debit andalan tersebut kita dapat menghitung seberapa besar enegri listrik yang berasal dari tenaga air. Energi listrik itu diperoleh dari perhitungan debit dikali dengan beda ketinggian yang akan dijadikan sebagai terjunan air dan dikalikan dengan gravitasi bumi. Hasil analisis itu adalah energi listrik kotor karena belum memasukan efisiensi hidrolik yang berasal dari turbin, generator, serta transmisi mekanik. Dalam penelitian ini penulis tidak menghitung energi bersih yang dihasilkan oleh pembangkit karena hal itu diluar dari ruang lingkup teknik sipil yaitu hidrologi

    ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR PADA BADAN JALAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LALU LINTAS (STUDI KASUS: JALAN SILIWANGI KABUPATEN GARUT)

    Get PDF
    Salah satu ruas jalan yang tinggi aktivitasnya di Kabupaten Garut adalah Jalan Siliwangi. Jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelayanan akses tetapi dijadikan pula sebagai fungsi mobilitas sebagai tempat parkir pada badan jalan (on street parking). akibatnya dapat menimbulkan permasalahan lalu lintas pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik parkir dan kebutuhan parkir serta mengetahui dampaknya terhadap lalu lintas. Data yang diperlukan meliputi data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data pencatatan langsung nomor polisi kendaraan yang masuk dan keluar di lokasi studi pada 3 interval waktu, jam 07.00-09.00, 11.00-13.00, 15.00-17.00 dalam jangka waktu 3 hari yaitu, Minggu, Senin, dan Kamis. Hasil kajian menjelaskan bahwa, selama penelitian volume puncak tertinggi kendaraan ringan sebanyak 43 kendaraan dan sepeda motor 439 kendaraan dengan akumulasi maksimum 184 kendaraan. Durasi parkir maksimum kendaraan ringan 1,448 jam/kendaraan dengan parking turnover 2,182 mobil/petak dan sepeda motor 1,017 jam/kendaraan dengan parking turnover 4,722 motor/petak. Kapasitas parkir maksimum kendaraan ringan sebanyak 28 petak dan sepeda motor 123 petak. Indeks parkir maksimum kendaraan ringan sebesar 434,36%, dan untuk sepeda motor 944,33%. Jumlah petak parkir yang diperlukan yaitu 25 petak parkir kendaraan ringan dan 135 petak parkir sepeda motor, dan dampak yang ditimbulkannya yaitu pengurangan kapasitas ruas jalan dan kemacetan

    56

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Konstruksi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇