Jurnal Konstruksi
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
PENGATURAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH HULU DAS CIMANUK SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR
Sungai Cimanuk merupakan salah satu sungai besar yang ada di wilayah propinsi Jawa Barat. DAS Cimanuk merupakan salah satu penopang utama sumberdaya air di Jawa Barat. Meningkatnya lahan kritis di daerah hulu DAS Cimanuk dapat mengancam kelangsungan Sungai Cimanuk sebagai salah satu sumberdaya air di Jawa Barat ini. Mengingat DAS sebagai satu kesatuan ekosistem maka perencanaan penggunaan lahan yang utuh sangat penting dan merupakan konsekuensi logis untuk menjaga kesinambungan pemanfaatan DAS Cimanuk sebagai sumberdaya air di propinsi Jawa Barat. Upaya untuk menyelamatkan hulu DAS Cimanuk dapat dilakukan melalui pendekatan administrative maupun teknis. Pendekatan adminstratis dilakukan dengan kebijakan pengawasan yang ketat terhadap perubahan tata ruang di daerah hulu. Disamping itu perlu pula dibentuk komunitas-komunitas dari masyarakat di sekitar DAS yang bisa mengelola lahan kritis menjadi lahan konservasi yang produktif. Secara teknis upaya dilakukan dengan membangun cekdam di sepanjang DAS yang berfungsi menampung lumpur yang terbawa arus sungai. Lumpur atau kerikil yang tertampung di cekdam tersebut nantinya boleh dimanfaatkan warga, untuk dijual. Dengan demikian, limbah alam itu memiliki nilai ekonomi. Keterkaitan faktor penggunaan lahan dengan kemampuan sungai menyediakan sumberdaya air adalah kemampuannya dalam memberi sanggahan (buffer) terhadap masukan atau resapan curah hujan sehingga tidak menimbulkan sedimentasi dan debit air yang berlebih (banjir) akibat besarnya aliran permukaa
STUDI PERSIMPANGAN BUNDARAN SUCI KABUPATEN GARUT
Persimpangan Bundaran Suci Kabupaten Garut merupakan dua persimpangan yangberdekatan dengan kondisi yang berpotensi terjadi kemacetan dan kecelakaan. Hal ini disebabkanruas jalan mayor merupakan jalan menuju pusat perekonomian dan permukiman. Dari hasilanalisis dapat disimpulkan bahwa di Bundaran Suci Kabupaten Garut memiliki nilai DerajatKejenuhan (DS) = 0,72, Tundaan (DT) = 12,06 det/jam serta menghasilkan peluang antrian (QP)= 9% - 31%. Nilai derajat kejenuhan sesuai dengan nilai yang disarankan oleh MKJI 1997. Hal inidapat dilihat dari nilai derajat kejenuhan pada Bundaran Suci Kabupaten Garut yaitu DS = 0,75.Setelah dilakukan rekayasa dengan menggunakan manajemen lalulintas pada lokasi ini maka,derajat kejenuhannya menurun dan memenuhi kriteri. Dengan melakukan pelebaran setiappendekat bagian jalinan dan lebar jalinan pada bagian jalinan Bundaran Suci KabupatenGarut,maka di peroleh nilai Derajat Kejenuhan Bundaran sebesar 0,72, sehingga sudah sesuaidengan persyaratan MKJI yaitu DS ≤ 0,75
PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEMAKAIAN ALAT BERAT BULLDOZER DAN EXCAVATOR DIBANDINGKAN DENGAN BACKHOE LOADER PADA PEMBANGUNAN PETERNAKAN AYAM DAYEUH MANGGUNG
Pembangunan Peternakan Ayam Dayeuh Manggung terletak di Kampung Warukai DesaDayeuh Manggung Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Luas lahan yang akan dibangun ± 200 Ha,Penggunaan alat berat pada Pembangunan Peternakan Ayam Dayeuh Manggung ini yaitu alat beratyang sering dipakai dalam pelaksanaan gali timbun antara lain: bulldozer, excavator, backhoe loaderdan truk. Penelitian ini berupa analisis perbandingan pemakaian kombinasi alat berat bulldozer danexcavator dibandingkan dengan pemakaian backhoe loader untuk pekerjaan galian dan timbunan/pemindahan material, permodelan penggunaan alat berat dilakukan dalam tinjauan biayadan waktu pekerjaan kemudian membandingkan hasil analisis perhitungan tersebut. Dari hasilanalisis perhitungan, maka waktu yang diperlukan oleh kombinasi excavator dengan bulldozer sebesar 2089,86 jam, sedangkan waktu untuk backhoe loader sebesar 2835,48 jam. Maka waktutercepat dengan menggunakan kombinasi antara excavator dengan bulldozer dengan selisih waktu745,62 jam. Berdasarkan perbandingan biaya pelaksanaan pekerjaan, waktu yang diperlukan olehkombinasi excavator dengan bulldozer sebesar Rp.981.294.412,00- sedangkan biaya untuk backhoeloader sebesar Rp. 897.394.401,00- Maka biaya termurah dengan menggunakan backhoe loaderdengan selisih biaya Rp. 83.900.012,00-. Untuk pekerjaan perataan tanah sebaiknya menggunakankombinasi excavator dengan bulldozer karena lebih efisien dari segi waktu, Namun bila meninjau dari segi biaya atau penghematan maka disarankan menggunakan backhoe loader
KAJIAN PENGELOLAAN ASET DAERAH IRIGASI CIMANUK UPTD SDAP BAYONGBONG DINAS SUMBER DAYA AIR DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN GARUT
Kajian ini dilatar belakangi oleh kondisi aset-aset jaringan irigasi yang kurang terpelihara, dikarenakan minimnya pengelola jaringan irigasi. Sedangkan irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam produksi bahan pangan, yang merupakan satu kesatuan dari berbagai komponen yang menyangkut upaya penyediaan, pembagian, dan pengaturan air dalam rangka upaya peningkatan produksi pertanian. Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah dengan penelusuran jaringan Irigasi dan konsultasi / wawancara terkait dengan kondisi Daerah Irigasi Cimanuk yang merupakan salah satu irigasi teknis di Kabupaten Garut dengan luas areal 874 ha yang memanfaatkan air Sungai Cimanuk. Dimana pelaksanaan pengelolaan aset jaringan irigasi ini dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut dengan melalui UPTD SDAP Bayongbong. Ketersediaan air rata-rata dalam satu tahun sebesar 7.851,42 l/det masih mencukupi untuk mengairi areal 874 Ha. Sedangkan pengelolaan aset jaringan pada Daerah Irigasi Cimanuk masih belum maksimal, hal ini diakibatkan oleh kurangnya kepedulian dari pemerintah dan masyarakat sekitar jaringan irigasi (GP3A/P3A), juga dengan keterbatasan anggaran dan keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi faktor penting
Perancangan Beton Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri) Dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro
oai:sttg:article/35Penelitian ini berupa eksperimen laboratorium dengan pengujian terhadap material SCC. Self Compacting Concrete merupakan varian beton yang memiliki tingkat derajat pengerjaan (workability) tinggi dan juga memiliki kekuatan awal yang besar, sehingga membutuhkan faktor air semen yang rendah. Pada penelitian ini ingin mengetahui pengaruh penambahan admixture kimia Superplasticizer “Structuro” dan Filler “Fly Ash” terhadap karakteristik SCC. Superplasticizer dicampurkan dengan kadar 0,3 % dengan mengurangi kadar air campuran. Sedangkan untuk Fly Ash sekitar 8% dari volume campuran beton per m3. Metode pengujian SCC dengan Slump-Cone Test pada kondisi segar. Selanjutnya dilakukan pengetesan kuat tekan pada umur 3 dan 7 hari. Hasil penelitian, Fly Ash dapat digunakan sebagai Filler dalam pembuatan rancangan beton SCC. Untuk penggunaan Structuro di atas 2,5 % hendaknya dihindari karena tidak efektif terhadap kemampuan mereduksi air sehingga akan menimbulkan efek negative seperti segregation dan bleeding
Perancangan Beton Kekuatan K-250 Dengan Bahan Pasir Cidadap Karangpawitan Kabupaten Garut
Beton suatu kata yang tak asing lagi bagi sesorang yang bergelut di dunia konstruksi, yang mana disetiap perkerjaan pembangunan kostruksi tidak terlepas apa yang dimanakan beton. Bahan-bahan untuk pembutan beton diantaranya adalah agregat halus atau di masyarakat umum disebut pasir, Di Kabupaten Garut banyak terdapat bahan-bahan dasar yang dapat dipergunakan untuk pembutan beton, dalam hal ini di daerah Cidadap Kecamatan Karangpawitan banyak terdapat pasir. Untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan konstruksi tentunya harus melalui suatu pengujian laboratorium. Hasil dari laboratorium sangat menentukan bisa tidaknya bahan tersebut digunakan untuk setiap perkerjaan konstruksi dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Uji Laboratorium Pasir Cidadap yang digunakan berasal dari selokan–selokan yang berasal dari daerah sekitar yang mana dari hasil pengujian laboratorium tersebut diantaranya Modulus Kehalusan dari saringan No.4 sampai dengan No.200 adalah 2,87, Modulus Kehalusan dari saringan No. ¾’ sampai dengan No.4 adalah 7,57 dan kadar lumpur pasir sangat sedik, dengan hasil pengujian tersebut dilanjutkan pada perancangan kekuatan beton yang akan dikehendaki. Dalam hal ini perancangan beton kekuatan yang dinginkan adalah K-250, proses Mix Desain Beton untuk volume 1m3 dengan berat total adalah 2330 kg didapatkan untuk Air 180 liter, semen 327,3 kg, agregat halus 875 kg, dan agregat kasar 947,7. Alhamdulilah hasil dari uji tekan yang dilakuakan ternyata memenuhi kekuatan yang dikehendaki yakni K-250.