SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
Perancangan Animasi Interaktif Cerita Rakyat Asal Usul Nama Kota Jambi Berbasis Android
Cerita rakyat yang merupakan warisan budaya lokal dikhawatirkan lama-lama hilang, karena anak-anak sekarang kurang tertarik dan tidak mau tahu. Mereka lebih tertarik permainan yang ada di gadget atau smartphone, hampir setiap orang banyak yang menghabiskan waktunya di teknologi ini. supaya cerita rakyat ini tetap lestari harus diperkenalkan ke anak-anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah di akses. Ditambah banyaknya provider internet semakin mempermudah menggunakan berbagai layanan internet, yang berbayar maupuan wifi gratis, semakin mempermudah anak-anak mengakses berbagai film maupun permainan. Salah satu cerita rakyat asal usul nama Kota Jambi bisa diperkenalkan lewat android di smartphone. Karya ini dibuat dengan Adobe flash CS6 Profesional. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem ADDIE yang mudah dipahami, sederhana dan adaptif. Metode pengumpulan datanya lewat pengamatan langsung, wawancara dan studi Pustaka ke berbagai komunitas dan budayawan yang memahami asal usul nama Kota Jambi. Karya Animasi interaktif ini diharapkan dapat membantu menjadi salah satu media pembelajaran untuk anak-anak jaman Sekarang. Untuk memudahkan mendapatkan aplikasi ini diharapkan juga ada di playstore dan ios store
Analisis Karakteristik Akun Twitter Berdasarkan Sentimen Pendapat Terkait Undang-Undang PSE
Aturan untuk penyedia layanan di internet atau Penyelenggara Sistem Elektronik di Indonesia mendapatkan pro dan kontra semenjak adanya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan. Twitter sebagai media sosial, menjadi salah satu tempat menyampaikan pendapat secara bebas, tidak terkecuali pendapat untuk peraturan PSE. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik akun pengguna Twitter dengan mempertimbangkan sentimen tweet mereka terhadap Peraturan PSE. Analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi sentimen pada data tweet, kemudian melihat atribut dari akun pengguna tweet tersebut. Pada proses penggalian data didapatkan sebanyak 849 tweet, 679 diantaranya diberikan label sentimen yang kemudian akan digunakan untuk membangun model machine learning berbasis IndoBERT. Selanjutnya, sebanyak 335 data terkait akun pengguna yang terikat dengan data tweet diatas juga didapatkan. Model machine learning yang dihasilkan mencapai akurasi sebesar 71%, didapatkan juga model paling baik dalam mengklasifikasi tweet dengan sentiment negatif. Ditemukan bahwa akun yang mendukung PSE atau memiliki postingan tweet dengan sentimen positif berusia lebih muda dibandingkan yang bersentimen negatif. Meski begitu rata-rata jumlah tweet yang dihasilkan akun-akun bersentimen positif lebih banyak dibandingkan akun dengan sentimen negatif meskipun rata-rata usianya jauh lebih tua. Ini menunjukkan bahwa akun bersentimen positif lebih sering mengirim tweet dibandingkan akun bersentimen negatif
Algoritma K-Medoids untuk Pengelompokan Produksi Padi dan Beras sebagai Upaya Optimalisasi Ketahanan Pangan di Provinsi Riau
Tanaman pangan seperti padi masih menjadi perhatian dunia, termasuk di negara Indonesia khususnya Provinsi Riau. Kendala yang dihadapi Provinsi Riau adalah terbatasnya pengetahuan dalam pengelompokan produksi padi dan beras. Data mining memiliki beberapa algoritma dalam Clustering data, salah satunya K-Medoids. Produksi padi dan beras di Provinsi Riau dalam penelitian ini dikelompokkan menggunakan algoritma K-Medoids dengan menetapkan k sejumlah 2 (dua). Perhitungan manual metode dan implementasi dalam RapidMiner untuk produksi padi dan beras dari tahun 2019 sampai 2021, maka diperoleh Cluster 1 (tinggi) sebanyak 4 kabupaten, sementara Cluster 2 (rendah) sebanyak 8 kabupaten. Hasil ini bisa menjadi informasi bagi pemerintah Provinsi Riau bahwa masih banyak kabupaten yang belum optimal dalam produksi padi dan beras, sehingga pemerintah bisa lebih fokus dalam meningkatkan produksi padi dan beras pada tahun-tahun berikutnya. Evaluasi Cluster menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI) dan didapatkn nilai sebesar 0,626, sehingga bisa dikatakan bahwa evaluasi Cluster cukup baik, karena mendekati nol
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Kelayakan Customer Dalam Proses Pengkreditan dengan Metode Scoring System
Kegiatan kredit merupakan hal yang wajar dikalangan masyarakat, pengkreditan adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayaran pada jangka waktu yang telah disepakati. Penentuan kelayakan pengajuan kredit menjadi salah satu syarat yang harus dilalui seorang pemohon kredit sebelum melakukan proses pengkreditan. Sistem manajemen pengkreditan PT. Taruna Sinar Laut yang digunakan selama ini belum adanya sistem pendukung keputusan untuk menentukan kelayakan customer dalam proses pengkreditan, sehingga menimbulkan banyaknya customer yang macet didalam pembayaran kredit. Dari permasalahan tersebut memunculkan gagasan untuk membuat suatu sistem pendukung keputusan dengan analisa pehitungannya menggunakan metode Scoring System, dimana memiliki kemampuan menyajikan informasi dalam bentuk angka yang nantinya dapat menyajikan informasi yang awalnya berbentuk kualitatif menjadi informasi yang berbentuk kuantitatif yang dapat memecahkan masalah tersebut
Perancangan Digital Enterprise Architect Smart course Pada Industri Pendidikan
Smart course merupakan program pengembangan karier yang diimplementasikan dalam suatu program kursus. Di era transformasi digital, sangat dimungkinkan adanya infrastruktur teknologi untuk mencocokkan antara talenta siswa dan bidang ilmu yang sesuai, didukung dengan alur proses pembelajaran yang mendukung lingkungan pengembangan karier yang diadopsi dari dunia kerja nyata, sehingga produk talenta yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja. Tujuan dari pengembangan bisnis ini adalah memberikan kesempatan kepada peserta kursus untuk menemukan talenta yang sesuai dengan dirinya dan menjadi profesional, sehingga dapat mengisi kebutuhan perusahaan akan keterampilan yang profesional. Implementasi Digital Enterprise Architecture ini menggunakan TOGAF Framework dan ArchiMate Modeling Language (the open group) meliputi desain arsitektur bisnis, arsitektur informasi/data, arsitektur teknologi
Metode Dynamic Time Warping (DTW) Untuk Pembaca Gerak Tangan dan Kamus Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) Sebagai Media Komunikasi Berbasis Web
Para penderita tuna rungu dan tuna wicara menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Para penderita tuna rungu dan tuna wicara mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang normal karena perbedaan metode komunikasi. Bagi para tuna rungu dan tuna wicara, bahasa isyarat tersebut adalah umum bagi mereka tetapi asing bagi orang normal. Bahasa Isyarat Indonesia yaitu sistem interaksi yang praktis dan efektif untuk menderita tuna rungu Indonesia telah di publikasikan oleh kelompok tuna rungu, sedangkan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) adalah tiruan dan buatan dari orang normal untuk berinteraksi dengan orang-orang tuna rungu dan bukan berasal dari penyandang difabel. dikehidupan sehari-hari, penyandang tuna rungu wicara berinterkasi dengan bahasa isyarat yang berpedoman pada SIBI. Kelebihan penelitian ini yaitu untuk mengenali bahasa isyarat pada latar belakang menggunakan aplikasi berbasis web dengan menerapkan metode Dynamic Time Warping (DTW) dan jaringan syaraf tiruan serta melakukan analisa manfaat dan penerimaan terhadap implementasi di SLB – B Santa Lusia Lau Dendang. Dan kekurangan penelitian ini yaitu tidak menggunakan alat tambahan khusus seperti sarung tangan robotik (robotic glove) atau sarung tangan yang diberi warna khusus dalam mengambil bahasa isyarat. Kekurangan pada pendengaran sering berdampak pada kemampuan verbal pada orang dengan gangguan pendengaran, bahkan penderita memakai bahasa isyarat dan bahasa tubuh untuk berinteraksi. Bahasa isyarat merupakan tempat bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara untuk berinteraksi dengan sekitarnya. penyandang tuna rungu dan tuna wicara memiliki kesulita
Sistem Monitoring Position Lansia Menggunakan Teknologi Geofencing Berbasis Android
Lansia atau lanjut usia merupakan seseorang yang telah memasuki fase terakhir dalam hidupnya yaitu seseorang yang telah berumur 60 tahun keatas. Seseorang yang telah memasuki lansia akan mengalami penurunan fisik dan psikologi seperti berkurangnya penglihatan, kepikunan dan mudah terserang penyakit. Lansia yang masih bisa berjalan dapat melakukan aktifitasnya diluar rumah seperti berolahraga di pagi hari. Setiap anggota keluarga yang merawat lansia tentu memiliki kesibukan tersendiri seperti bekerja maupun sekolah. Jarak tempuh tempat bekerja sangat jauh dari rumah, maka dari itu anggota keluarga kesulitan untuk untuk memantau keberadaan dan aktivitas yang dilakukan oleh lansia. Untuk mengetahui lokasi lansia secara real time adalah dengan membuat sistem monitoring position menggunakan teknologi geofencing. Teknologi geofencing digunakan untuk memberi batasan area untuk lansia dan memberi notifikasi ketika lansia berada diluar area
Pemilihan Operator Terbaik Menggunakan Metode Profile Matching
Kemajuan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, salah satunya adalah operator yang bekerja dan mengabdi di dalam perusahaan. Untuk dapat mewujudkan suatu keberhasilan dalam sebuah perusahaan tentunya operator harus memiliki kinerja yang baik dan berkualitas. Permasalahan pengolahan data pada PT. Panggilan Burung Kutilang untuk penilaian operator terbaik yang dilakukan secara manual adalah dapat menyebabkan hasil penilaian operator yang diperoleh bersifat subjektif. Penilaian yang subjektif dianggap tidak akurat dan tidak tepat karena penilaian yang dilakukan pada umumnya mendapatkan hasil yang diperoleh berdasarkan duga-duga, sesuai perasaan atau selera manusia itu sendiri tanpa menilai berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Ada beberapa kriteria penilaian dalam pemilihan operator terbaik yang bisa dilihat dari dua aspek, yaitu: Aspek pertama adalah aspek kinerja meliputi prosedur kerja, kehadiran dan kemampuan. Aspek kedua adalah aspek sikap kerja meliputi kesopanan, kedisplinan, kejujuran dan kerjasama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu perusahaan dalam menentukan operator terbaik pada perusahaan dengan melakukan penilaian yang tidak subjektif dan menghasilkan penilaian yang tepat dan akurat. Dalam melakukan pemilihan operator terbaik salah satunya dapat menggunakan metode Profile Matching, metode ini dapat menjadi solusi agar pemilihan operator lebih tepat dan akurat dengan penilaian yang baik dan proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode profile matching dalam pemilihan operator terbaik adalah operator terbaik berdasarkan hasil akhir perangkingan dengan memperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,7
Sistem Pendukung Keputusan Hasil Rekomendasi Jurusan Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Naive Bayes dan AHP
Pada penelitian ini peneliti menggabungkan algoritma naïve bayes dan Analytical Hierarchi Proses untuk membantu calon mahasiswa baru dalam memilih jurusan pada perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan bidangya. Naïve bayes digunakan untuk memprediksi calon mahasiswa baru diterima atau tidak diterima, setelah dinyatakan diterima maka akan dikalsifikasikan lagi potensi diterima dan tidak diterima dengan tiga potensi tinggi, sedang dan rendah. Setelah didapatkan potensi maka akan dijadikan salah satu kriteria pada algoritma Analytical Hierarchy Proses untuk selanjutnya dapat mengahsilkan rekomendasi paling tinggi maka akan dijadikan rekomendasi jurusan calon mahasiswa baru. Setelah dilakukan penggabungan kedua metode antara Analytical Hierarchy Proses (AHP) dan Naïve bayes dan dilakukan pengujian secara berulang kali maka didapatkan hasil rekomendasi jurusan yang tepat untuk calon mahasiswa agar terhindar dari heregistrasi jurusan dan Droup out (DO). Akurasi yang dihasilkan pada metode naïve bayes tingkat akurasi yang paling tinggi sebesar 98% presisi sebesar 90% dan nilai eror sebesar 3% dari hassil rekomendasi pada algoritma Analytical Hierarchy Proses didaptkan nilai akurasi 93%, Sistem computer 90% dan akutansi 91, 76%
Rekayasa Ulang Proses Bisnis Dalam Pelaksanaan Ujian Menggunakan Sistem E-Learning (Studi Kasus FISIP Unjani)
Penelitian ini dilatarbelakangi dari proses bisnis yang dijalankan pada pelaksanaan ujian di FISIP Unjani masih bersifat konvensional, perlu dilakukan perubahan proses bisnis untuk mengikuti perkembangan zaman dimana semua proses pendidikan sudah menggunakan teknologi informasi. Dengan metode rekayasa ulang proses bisnis pelaksanaan ujian dapat dilakukan dengan menggunakan sistem e-learning berbasis moodle dimana tujuannya adalah untuk menghasilkan proses waktu yang lebih cepat, pemangkasan proses, dan mengurangi SDM dalam proses bisnis serta biaya yang hanya sedikit. Dibanding dengan proses manual yang memakan proses yang panjang dan lama dalam persiapan ujian, dan dibutuhkan juga SDM yang sangat banyak dalam pelakasanaanya, serta biaya yang tidak sedikit. Hasil dari perbandingan waktu dari proses manual dengan perubahan proses bisnis menggunakan metode rekayasa ulang proses proses bisnis terlihat jelas bahwa sebelum dilakukan rekayasa ulang proses bisnis waktu yang diperlukan untuk kegiataan pelaksanaan ujian selama 5 jam 40 menit, setelah dilakukan rekayasa ulang proses bisnis menggunakan sistem e-learning waktu yang diperlukan hanya 1 jam 30 menit, dengan demikian dari sisi waktu banyak pemangkasan pekerjaan yang tidak perlu dilakukan dan menghasilkan waktu yang signifikan sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien serta hasil pelaksanaan ujian dengan metode rekayasa ulang proses bisnis dimana salah satu tujuannya adalah melakukan perubahan secara radikal dianggap berhasil