slims-ucs.onesearch.id
Not a member yet
6880 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan pada Bayi Ny. E dengan Asfiksia di Ruang Perinatologi RSUD Kab. Cibinong
Asuhan kebidanan Intranatal Pada Ny. L dengan Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin RSUD Ciawi
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS VIII10 SMP NEGERI 1 BANDAR BARU PIDIE JAYA
Tujuan Penelitian adalah : untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPS kelas VIII10 SMP Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dengan menggunakan metode Kooperatif tipe Picture And Picture, dan untuk mengetahui apakah dengan penerapan metode Kooperatif Tipe Picture And Picture pada mata pelajaran IPS mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII10 SMP Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah prestasi belajar siswa dapat meningkat dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture dalam pembelajaran IPS di kelas VIII10 SMP Negeri 1 Bandar Baru Pidie Jaya? Obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII10 SMP Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya tahun ajaran 2011/2012. Lokasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti adalah SMP Negeri 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VIII10. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,7%), siklus II (75%), siklus III (91,66%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif Tipe Picture And Picture dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa VIII10 SMP Negeri 1 Bandar Baru, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative ilmu pengetahuan sosia
PASTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENUNTASKAN WAJIB BELAJAR9 TAHUN DI GAMPONG SUAK BAKONG KLUET SELATANKABUPATEN ACEH SELATAN
Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Wajib Belajar 9 TahunSkripsi ini berjudul Partisipasi Masyarakat dalam Menuntaskan Program Wajib Belajar 9 Tahun di Gampong Suak Bakong Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Latar belakang masalah dalam penelitian ini bahwa kenyataan di Gampong Suak Bakong masih ada anak yang putus sekolah. Hal tersebut disebabkan masih kurangnya pengetahuan orang tua dan masyarakat terhadap kewajiban pemenuhan pendidikan bagi anak- anak mereka serta pengaruh kondisi ekonomi yang lemah dan terbatas. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, (2) Apa kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, dan (3) Upaya apa saja yang dilakukan masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, (2) Untuk mengetahui bentuk kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, dan (3) Untuk mengetahui bentuk upaya apa saja yang dilakukan masyarakat dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan instrument wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat mengetahui adanya program wajib belajar 9 tahun dan ikut berpartisipasi dalam menuntaskannya (2) masyarakat masih menghadapi kendala dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun baik yang bersifat internal maupun eksternal seperti masalah keterbatasan dana pendidikan, tingkat pemahaman/ kesadaran sebahagian masyarakat masih kurang, dan sarana/ prasana pendidikan yang belum memadai (terbatas), dan (3) masyarakat berupaya mengatasi kendala dengan melakukan kerjasama baik antar masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah seperti menghimpun sumbangan sukarela, sosialisasi kepada orang tua, dan meminta bantuan dari pemerintah setempat. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa secara umum masyarakat Suak Bakong sangat mendukung program wajib belajar 9 tahun tetapi masyarakat masih terkendala dalam hal biaya. Saran peneliti kepada pemerintah agar dapat mendukung upaya menuntaskan program wajib belajar 9 secara optimal dan berkelanjutan serta diharapkan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan partisipasinya secara efektif dan maksimal