Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) di Karanganyar, Jawa Tengah

    Get PDF
    penelitian bertujuan untuk mempelajari aspek-aspek manajemen pemangkasan tanaman teh di lapangan, baik teknis dan manajerial, meningkatkan keterampilan kerja dan mendapatkan pengalaman kerja di lapangan. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan dari Februari-Juni 2011 di Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kerja aktif dengan mengikuti kegiatan–kegiatan yang dilakukan di kebun, pengumpulan data primer dan data sekunder. Pemangkasan adalah salah satu kegiatan untuk meremajakan budidaya tanaman teh dengan membuat daerah petikan lebih pendek untuk kemudahan panen dan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. kegiatan pemangkasan yang dilakukan di Karanganyar, Jawa Tengah cukup baik, meskipun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan di lapangan

    Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Perkebunan Kelapa Sawit, Kalimantan Barat

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk (1) mempelajari aspek teknis dan manajerial perkebunan kelapa sawit, (2) mempelajari dan menganalisis manajemen dan efisiensi pemupukan kelapa sawit. Aspek teknis yang dilakukan selama kegiatan penelitian yaitu turut aktif dalam kegiatan perkebunan, antara lain : pemupukan, pengendalian gulma, sanitasi, LSU, dan panen. Aspek manajerial yang dilakukan yaitu dengan menjadi pendamping mandor dan pendamping asisten. Pengamatan dilakukan terhadap pengaplikasian pupuk di lapangan dengan mengamati pelaksanaan kaidah empat tepat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi pemupukan di kebun telah memenuhi kaidah tersebut meskipun masih dapat ditingkatkan lagi pada aspek cara pemupukan dan ketepatan dosisnya. Nilai ketepatan cara pemupukan sebesar 85.4% untuk urea dan 80.6% untuk borat, hal tersebut dapat ditingkatkan dengan menjaga kebersihan piringan dan bentuk serta diameter piringan. Ketepatan dosis untuk pupuk urea 91.1% tetapi masih dapat ditingkatkan dengan mengganti takaran yang ada dengan takaran yang lebih sesuai. Ketepatan jenis pemupukan telah mencapai 100% untuk semua jenis pupuk sesuai rekomendasi. Jumlah pupuk yang diaplikasi dalam setahun cenderung berpengaruh nyata terhadap produksi TBS, dan berkorelasi positif terhadap produksi TBS. Usia dan pengalaman kerja pemupuk tidak berpengaruh nyata terhadap prestasi kerja yang didapatkan. Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja di perkebunan ini telah tercapai dengan Indeks Tenaga Kerja sebesar 0.1508 Hk Ha-1

    Kualitas Visual dan Fungsional Turfgrass pada Beberapa Waktu Awal dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Hayati

    Get PDF
    Pemberian pupuk anorganik dengan dosis dan frekuensi yang relatif  tinggi banyak dilakukan untuk mempertahankan  kualitas, densitas, dan keseragaman rumput golf, tetapi dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan perairan. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu awal dan frekuensi aplikasi pupuk hayati terhadap kualitas visual dan fungsional turfgrass. Penelitian dilaksanakan di lapangan Golf Bukit Pelangi, Cijayanti, Bogor mulai bulan Februari sampai Agustus 2012. Percobaan menggunakan Rancangan Split Plot dalam RKLT dengan 2 faktor yaitu waktu awal aplikasi dan frekuensi aplikasi pupuk hayati dengan 4 ulangan. Waktu awal aplikasi sebagai petak utama terdiri atas empat taraf, yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu sebelum tanam. Frekuensi aplikasi pupuk hayati sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf,  yaitu frekuensi 1, 2, 3 dan 4 minggu sekali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa frekuensi aplikasi satu minggu sekali menunjukkan kualitas visual dan fungsional terbaik dan tidak berbeda nyata dibandingkan frekuensi aplikasi dua minggu sekali. Waktu awal aplikasi tiga minggu sebelum tanam dan frekuensi aplikasi dua minggu sekali merupakan perlakuan terbaik untuk mempertahankan kualitas visual dan fungsional turfgrass, yaitu meningkatkan kepadatan pucuk, lebar daun, warna daun, panjang daun, biomassa pangkasan, persentase penutupan tajuk, meningkatkan panjang akar, biomassa akar, mempercepat waktu recovery, dan menurunkan diameter stolon

    Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil, Panen Tanaman Sayuran di dalam Nethouse

    Get PDF
    Pupuk merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada. Pupuk merupakan salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada

    Viabilitas Benih Koro (Canavalia ensiformis (L.) DC.) yang Disimpan pada Beberapa Jenis Kemasan dan Periode Simpan

    Get PDF
    Koro pedang putih termasuk famili Leguminoceae dan dikenal sebagai tanaman substitusi kedelai karena mempunyai kemiripan komposisi kimia benih. Kandungan protein dalam benih menyebabkan benih tanaman legum seperti kedelai memiliki masa penyimpanan yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis kemasan dan periode penyimpanan pada kondisi ruang simpan berbeda terhadap viabilitas benih koro pedang putih (Canavalia ensiformis (L.)DC.). Penelitian ini menggunakan rancangan petak tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis kemasan dan faktor kedua yaitu periode simpan benih. Koro dikemas dalam empat jenis kemasan (plastik polietilen, karung terigu, karung plastik dan botol kaca) dan disimpan selama enam bulan di ruang suhu kamar dan ruang ber-AC. Hasil penelitian menunjukkan kemasan plastik polietilen dan botol kaca merupakan kemasan yang paling baik untuk penyimpanan benih koro pedang putih selama enam bulan. Viabilitas benih koro pedang putih dalam kemasan tersebut lebih tinggi dibandingkan kemasan karung terigu dan karung plastik untuk kedua ruang penyimpanan. Hasil ini mengindikasikan bahwa benih koro dapat disimpan dalam ruang AC maupun kamar lebih dari enam bulan

    Pengaruh Aplikasi KMnO4 dengan Media Pembawa Tanah Liat terhadap Umur Simpan Pisang Mas (Musa sp AA Group.)

    Get PDF
    Pisang termasuk ke dalam lima komoditas pangan utama di Indonesia selain gandum, ubi kayu, ubi jalar, dan jagung. Sehingga, pisang memerlukan perhatian khusus agar buah yang dihasilkan berkualitas. Penelitian ini yaitu pengujian KMnO4 menggunakan media conveyor pada beberapa waktu penyimpanan Pisang Mas (Musa sp. AA GROUP). Penelitian terdiri atas waktu penyimpanan, indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C. Pengamatan reduksi massa dan indeks skala warna dilakukan pada 3, 6, dan 9 hari setelah percobaan . Kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C dilakukan pada 6 dan 12 hari setelah percobaan. Hasil percobaan menunjukkan KMnO4 tidak berpengaruh terhadap waktu penyimpanan, vitamin C dan total padatan terlarut, namun berpengaruh pada indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, dan bagian buah yang dapat dimakan. Penelitian ini harus dilakukan kembali agar didapatkan hasil yang lebih baik.

    Pengujian Tetrazolium dan Respirasi Benih Koro Pedang (Canavalia ensiformis)

    Get PDF
    Koro pedang saat ini dikembangkan sebagai komoditas substitusi kedelai karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji viabilitas benih koro pedang dengan pengujian tetrazolium dan pengujian respirasi benih. Penelitian ini menggunakan tiga lot benih koro pedang yang berbeda yaitu lot benih A (dipanen bulan Maret 2014 di Bojong Bogor, disimpan dalam ruang kamar), lot benih B (dipanen bulan November 2013 di Ciherang Bogor, disimpan dalam ruang ber-AC), dan lot benih C (dipanen bulan September 2012 di Leuwikopo Bogor, disimpan dalam ruang ber-AC). Penelitian ini terdiri dari dua percobaan. Percobaan 1 ialah pengujian tetrazolium. Percobaan 2 ialah penguijian respirasi benih. Masing-masing percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pengusangan cepat secara fisik sebagai faktornya, yang terdiri atas 0, 8, 12, 16, dan 20 jam. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa pola topografi pewarnaan tetrazolium benih koro pedang belum bisa digunakan untuk mengevaluasi mutu fisiologis benih koro pedang. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa metode pengujian respirasi benih dengan cosmotector belum bisa digunakan untuk mengevaluasi mutu fisiologis benih koro pedang

    Pengaruh Reduksi Pupuk NPK dengan Pembenaman Jerami, Aplikasi Pupuk Organik Dan Hayati terhadap Ketersediaan Hara, Populasi Mikroba, dan Hasil Padi Sawah di Indramayu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mempelajari ketersediaan unsur hara dan populasi mikroba tanah dengan pembenaman jerami dan aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati untuk mereduksi penggunaan dosis pupuk NPK di Indramayu Jawa Barat. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Sendang Karang Ampel, Indramayu, Jawa Barat, dari bulan November 2010 - Maret 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lenkap Teracak dengan 13 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali, Perlakuan yang dilakuakan yaitu: P1 (1 dosis NPK), P2 (jerami + 1 dosis NPK), P3 (tanpa pupuk), P4 (jerami + 0.5 dosis NPK), P5 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1), P6 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + Dek), P7 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + POG), P8 (jerami + 0.5 dosis NPK + POG + POC + Dek), P9 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + POG + POC + Dek.), P10 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 2), P11 (0.5 dosis NPK + PH 2), P12 (0.5 dosis NPK 0.5 + 0.5 dosis PH 2), P13 (jerami + 0.5 dosis NPK + 0.5 dosis PH 2). Hasil menunjukkan perlakuan pembenaman jerami dengan pemberian pupuk hayati dan atau pupuk organik dan dosis 0,5 NPK memberikan hasil ketersediaan nutrisi dan produksi padi tidak berbeda dengan pemberian dosis satu NPK dan peningkatan populasi umum mikrobe (Azospirillium sp., Azotobater sp., dan Thiobacillus sp. )

    Pengujian Vigor Daya Simpan dengan Metode Pengusangan Cepat Fisik dan Vigor Kekuatan Tumbuh pada Benih Padi

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya simpan dan vigor benih dari dataran tinggi, dataran rendah dan genotipe padi rawa. Percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa durasi yang sesuai untuk pengusangan cepat adalah 40-450C dan 100% RH, pengujian untuk daya simpan (VDS) adalah 40, 60, dan 48 jam untuk dataran rendah, dataran tinggi, dan benih padi rawa. Metode yang tepat untuk menguji vigor kekeringan yaitu UKDdp menggunakan kertas merang dan diberikan Polyethylene Glycol (PEG 6000) -2.0 bar (Metode VKTkekeringan (PEG)) dan metode UKD menggunakan kertas stensil ditempatkan pada 2 cm di kedalaman air dengan posisi berdiri, di mana benih yang terletak di 30 cm di atas permukaan air (Metode VKTkekeringan (ketinggian)). VKTkekeringan (ketinggian) merupakan metode yang terbaik karena lebih sederhana dan lebih murah. Metode yang tepat untuk menguji vigor salinitas adalah UKDdp menggunakan kertas merang dengan 4000 ppm NaCl (VKtsalin (NaCl)). Benih terdiri dari 10 dataran rendah, 20 dataran tinggi, dan 20 rawa. Tidak ada koefisien korelasi yang signifikan antara daya simpan, vigor kekeringan dan vigor salinitas. Genotipe dengan daya simpan tertinggi yang masing-masing B12539-7-SI-1-1-MR-2-PN-3-1, B12154D-MR-22-8, dan B13109-5-MR-3-KA-1 untuk dataran rendah, dataran tinggi, dan Sebaran. Genotipes dengan vigor kekeringan tertinggi adalah Sintanur dan B12653-MR-8-2-PN-3-1 untuk dataran rendah, B12154D-MR-22-8 untuk padi gogo, sedangkan genotipe dengan vigor salinitas tertinggi padi rawa adalah B13120 -19-MR-2-KA-1

    Mempelajari Pertumbuhan dan Produktivitas Tebu (Saccharum Officinarum. L) dengan Masa Tanam Sama pada Tipologi Lahan Berbeda

    Get PDF
    Kegiatan magang dilaksanakan di PG. Cepiring, Kendal, Jawa Tengah dalam 4 bulan yang dimulai dari 14 Februari 2011 sampai 14 Juni 2011. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari pengelolaan budidaya tebu dan produktivitas di pabrik yang sama di berbagai tipologi dataran rendah irigasi dan lahan kering. Perbedaan dari dua budidaya lahan merupakan aspek pemeliharaan saluran pembuangan. Di sawah irigasi pemeliharaan selokan sangat penting karena jika tidak dilakukan akan mengakibatkan terganggunya memperdalam saluran pembuangan pertumbuhan tebu. Data primer adalah data yang diperoleh dari efek pertumbuhan dan produktivitas tebu yaitu estimasi produksi, tinggi batang, diameter, jumlah segmen batang, jumlah batang, batang berat, dan nilai brix. Pengamatan menunjukkan bahwa kondisi lahan irigasi dan tadah hujan atau lahan kering tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda secara signifikan pada variabel tinggi tanaman dan jumlah segmen. Sedangkan waktu yang selaras untuk pabrik tebu dengan penanaman tebu belum maksimal sehingga pertumbuhan tanaman tidak sesuai dengan waktu tanam karena tidak sesuai dengan Typologi tanah

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇