Buletin Agrohorti
Not a member yet
465 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Blawan, Bondowoso, Jawa Timur
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kegiatan magang bertujuan mempelajari teknik budidaya tanaman dan pengelolaan perkebunan kopi, mempelajari dan menganalisis permasalahan yang dihadapi di lapangan mengenai pengelolaan pemangkasan serta solusi mengatasinya. Pemangkasan bertujuan agar pohon tetap rendah sehingga mudah perawatannya, dan membentuk cabang-cabang produksi yang baru. Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Blawan, Bondowoso, Jawa Timur, mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2014. Pengumpulan data primer diperoleh melalui pengamatan dan praktik kerja secara langsung meliputi kegiatan pemeliharaan tanaman yaitu pemangkasan lepas panen (pengamatan cabang-cabang tanaman, tinggi tanaman, jumlah tunas yang tumbuh), sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan manajemen perusahaan. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif, rata-rata dan persentase. Pemangkasan yang dilakukan termasuk dalam kategori pemangkasan ringan. Tanaman kopi yang memiliki kondisi cabang yang merata dan seimbang sangat mempengaruhi hasil taksasi produksi. Banyak cabang harus dipangkas karena cabang-cabang yang sudah tua dan terserang penyakit. Setelah melakukan pemangkasan, tanaman menghasilkan tunas-tunas baru
Pengelolaan Lahan Gambut di Perkebunan Kelapa Sawit di Riau
Pengelolaan tata air dan pemadatan tanah merupakan syarat awal pengelolaan lahan gambut di perkebunan kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan di Riau dengan tujuan umum mengetahui dan mengikuti praktek perusahaan dalam mengelola lahan gambut untuk tanaman kelapa sawit, serta dengan tujuan khusus mempelajari sistem pengelolaan tata air perkebunan. Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan mulai Februari – Juni 2013. Pada umumnya sasaran ketinggian air di Perkebunan adalah 25 – 50 cm di bawah permukaan tanah. Sistem drainase terdiri atas kanal utama, kanal cabang, kanal cabang baru, kanal kolektor, parit kolektor, parit tengah, dan field drain. Upaya-upaya untuk mempertahankan ketinggian air antara lain membuat water zoning, memasang piezzometer, pintu air, over flow gate, pintu air parit tengah, pembuatan emergency gate, pemasangan spillway, perawatan kanal, dan pembuatan peta dan SOP sistem pengelolaan tata air. Analisis regresi linier sederhana dilakukan untuk menduga pengaruh curah hujan terhadap ketinggian air. Kajian menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh nyata (P value = 0.014) terhadap ketinggian air. Kenaikan 1 % curah hujan akan menaikkan ketinggian air 0.06893% di bawah permukaan tanah. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk menduga pengaruh curah hujan dan ketinggian air terhadap produksi. Kajian menunjukkan curah hujan dan ketinggian air tidak berpengaruh nyata terhadap produksi
Budi Daya Lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf.) Shinn.) di Mayungan, Bali
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan pengalaman praktik kerja lapangan pada budi daya lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf) Shinn.). Penelitian dilaksanakan di Mayungan, Bali dari Februari - Juni 2009. Selama penelitian berlangsung, pekerjaan yang dilakukan sebagai buruh, pengawas asisten, dan asisten manajer. Beberapa data diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan pekerja dan manajer, selain itu juga pengamatan langsung di lapangan. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan profil perusahaan, kondisi tanah, konstruksi penanaman, dan kendala pekerjaan. Fakta budi daya lisianthus, seperti pengembangan tanaman di pembibitan dan rumah kaca, karakteristik tanaman, metode irigasi, pupuk, persentase tanaman produktif, sebaran panen, dan vase life telah diamati. Lisianthus memiliki karakteristik yang unik sebagai tanaman bunga potong, selain itu bervariasi antar varietasnya. Metode budidayanya tidak hanya merawat tanaman muda pada plug produksi tetapi juga menumbuhkan lisianthus dalam rumah kaca produksi, hingga penanganan pascapanen. Terdapat kekurangan dalam produktivitas tanaman yang terlihat sangat rendah. Secara khusus pada produksi dan sistem pemasaran dalam rangka untuk bersaing dengan petani bunga potong berpengalaman dan terlatih
Optimasi Dosis Pemupukan Kalium pada Budi Daya Tomat (Lycopersicon esculentum) di Inceptisol Dramaga
Penelitian ini bertujuan memperoleh dosis optimum pupuk kalium pada budi daya tomat spesifik lokasi yaitu di Inceptisol Dramaga dengan status hara K tanah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB Dramaga mulai Juli hingga Oktober 2014. Rancangan Lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan empat kali pengulangan dan satu faktor yaitu dosis pemupukan K2O yang terdiri dari lima taraf yaitu 0X (0), ¼X (152.2 kg ha-1), ½X (304.3 kg ha-1), ¾X (456.3 kg ha-1), dan X (608.6 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada status hara K tinggi pupuk K tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, sehingga pemupukan K2O tidak perlu dilakukan
Manajemen Sortasi dan Pemecahan Buah Kakao (Theobroma cacao L.) di Jawa Tengah
Theobroma cacao adalah tanaman tahunan yang bijinya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, dan pengobatan. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari salah satu tahapan penting manajemen dari pengolahan hasil, yaitu tentang kualitas kakao berdasarkan analisis biji kakao basah dan biji kakao kering di kebun Cilacap, Jawa Tengah mulai Februari – Juni 2011. Pengambilan data dilakukan melalui analisis biji kakao basah dan biji kakao kering. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas biji kakao basah tidak memenuhi standar perusahaan sedangkan kualitas biji kakao kering sudah memenuhi standa
Pemupukan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Menghasilkan di Kebun Sembawa, Sumatera Selatan
Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan tentang budi daya tanaman karet, mempelajari pengelolaan pemupukan tanaman karet menghasilkan, dan menganalisis hubungan produksi yang dihasilkan dengan pemupukan yang dilakukan. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kebun Riset Balai Penelitian Sembawa, Sumatera Selatan pada bulan Februari 2014 sampai Juni 2014. Pemupukan merupakan kegiatan pemeliharaan tanaman karet yang sangat berperan dalam peningkatan produksi karet. Ketepatan pemupukan yang dilakukan di Kebun Riset Balai Penelitian Sembawa lokasi Kebun Sembawa secara umum sudah mengikuti kriteria empat tepat. Analisis data pemupukan dengan data produktivitas yang dihasilkan dengan uji regresi sederhana dan korelasi pada taraf 5% menunjukkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh dosis pupuk yang digunakan dan kedua peubah tersebut mempunyai hubungan keeratan searah
Pengusahaan Mawar Potong di di Mayungan, Bali
Mawar merupakan salah satu produk tanaman hias unggulan Indonesia. Tanaman ini memerlukan pengelolaan yang intensif dari persiapan bahan tanam hingga pengelolaan pasca panen. Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan mahasiswa dalam budidaya mawar potong. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2009 di Mayungan, Bali. Data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif (numeric) seperti pertumbuhan, panjang tangkai, dan hasil produksi dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan rata-rata dan standar deviasi, sedangkan data yang bersifat kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Penanganan pasca panen yang meliputi pengumpulan bunga yang telah dipotong, pengangkutan ke packing house, sortasi dan seleksi kualitas, pengikatan, pembungkusan, penyimpanan, dan pengangkutan
Keefektifan Allelopati Teki (Cyperus rotundus L.) terhadap Penekanan Perkecambahan Biji Asystasia gangetica (L.) T. Anderson pada Berbagai Jenis Tanah
Beberapa penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa allelopati pada teki (Cyperus rotundus) berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida untuk menekan perkecambahan biji gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai formulasi biomassa teki dalam menekan perkecambahan biji gulma Asystasia gangetica, gulma berdaun lebar yang menjadi masalah di berbagai perkebunan. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak teki dalam menekan perkecambahan biji A. gangetica pada berbagai jenis tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2014 di Laboratorium Ekofisiologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura. Percobaan pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 formulasi biomassa teki yaitu mulsa basah, mulsa kering, butiran, tepung, dan kontrol. Percobaan kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan konsentrasi ekstrak teki 0 kg L-1, 1 kg L-1, 2 kg L-1, dan 3 kg L-1 dan perlakuan jenis tanah dengan perbedaan kandungan liat yaitu kuarsa, regosol, andosol, latosol dan podsolik. Seluruh perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi teki yang diuji secara nyata efektif menekan perkecambahan biji gulma A. gangetica dibandingkan dengan kontrol. Jenis tanah sangat nyata mempengaruhi persentase perkecambahan biji A. gangetica. Aplikasi ekstrak teki menunjukkan kecendrungan semakin tinggi pada semua jenis tanah konsentrasi ekstrak teki semakin menekan perkecambahan biji A. gangetica
Budi Daya Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) di Sleman, Yogyakarta : Panen dan Pascapanen
Aspek panen dan pascapanen buah naga putih penting untuk diketahui. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Sabila Farm, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari–Juni 2013. Hasil menunjukkan bahwa budi daya buah naga putih yang diterapkan di Sabila Farm secara keseluruhan sudah cukup baik sehingga dapat menghasilkan mutu buah yang mampu bersaing dengan perusahaan lain. Panen tidak dilaksanakan secara serempak setiap bulan, tetapi berdasarkan pesanan konsumen dan keperluan agrowisata. Pemanenan buah naga putih oleh tenaga kerja dilakukan secara manual sesuai dengan karakteristik umur panen. Tenaga kerja panen memiliki keterampilan yang cukup baik sehingga kerusakan hasil panen akibat kerusakan mekanis jarang terjadi. Kerusakan hasil panen disebabkan oleh hama burung dan ayam. Berdasarkan uji korelasi dan regresi, produktivitas dan jumlah bunga dipengaruhi oleh curah hujan dua bulan sebelumnya. Pengelolaan pascapanen buah naga putih di Sabila Farm secara keseluruhan sudah cukup baik, tetapi grading dan pengemasan masih perlu perbaikan
Pengelolaan Aspek Produksi dan Pasca Panen Sayuran Daun Secara Aeroponik dan Hidroponik : Studi Kasus Lembang, Bandung
Sayuran dikonsumsi oleh manusia untuk memenuhi sebagian asupan nutrisi sehari-hari, oleh sebab itu masih terbuka peluang dalam mengembangkan produksi sayuran skala luas. Kesempatan ini mendorong orang untuk menggunakan teknik budi daya yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas, kuantitas, dan kontinuitas secara optimal salah satunya dengan menggunakan sistem aeroponik dan hidroponik Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Cikahuripan 1, Lembang, Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari produksi sayuran (Selada keriting, Lollorossa dan Romaine) secara aeroponik dan hidroponik. Sistem aeroponik menghasilkan selada yang lebih baik dibandingkan menggunakan sistem hidroponik. Pengamatan pasca panen tidak berbeda nyata pada selada aeroponik dan hidroponik. Analisis keuntungan produksi menunjukkan selada hasil sistem aeroponik lebih menguntungkan dibandingkan selada pada sistem hidroponik walaupun membutuhkan modal awal yang lebih besar