Buletin Agrohorti
Not a member yet
465 research outputs found
Sort by
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Kebun Bagan Kusik Estate, Ketapang, Kalimantan Barat
Kegiatan penelitian dilakukan di Kebun Bagan Kusik Estate, PT Harapan Sawit Lestari, KalimantanBarat dari 10 Februari sampai 10 Juni 2014. Kegiatan penelitian memberikan pengalaman kerja danmeningkatkan kemampuan mahasiswa menjadi lebih terampil bekerja di perkebunan kelapa sawit khususnya dalam hal manajemen pemanenan. Manajemen pemanenan yang diamati adalah rotasi panen, angka kerapatan panen, kriteria matang panen, prestasi kerja, tenaga kerja, dan transportasi hasil. Pengamatan rotasi panen dan tenaga kerja mengunakan analisis uji t-studet dan uji korelasi. Hasil uji t-student menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara interval panen standar dengan realisasi terhadap pencapaian target produksi. Rotasi yang berubah-ubah akan mempengaruhi produksi kelapa sawit. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa faktor umur, lama kerja, tingkat pendidikan berkorelasi positif terhadap produksi kelapa sawit. Pelaksanaan manajemen pemanenan di Kebun Bagan Kusik Estate mulai dari persiapan panen, cara memanen, dan transportasi TBS ke pabrik sudah dilaksanakan dengan baik, sehingga produksi setiap tahun kelapa sawit mengalami peningkatan
Perlakuan Benih diantara Periode Penyimpanan untuk Meningkatkan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perlakuan benih diantara periode penyimpanan untuk meningkatkan daya simpan benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakutas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Desember 2013 hingga April 2014. Perlakuan benih yaitu (1) pencucian dengan air hangat , (2) pencucian dengan air dingin, (3) pencucian dengan fungisida mankozeb, (4) penjemuran di bawah matahari. Benih yang telah diberi perlakuan (1), (2) dan (3) dikeringkan hingga mencapai kadar air 8 - 9% dengan cara dijemur di bawah matahari. Benih disimpan di ruang suhu rendah (± 5 °C) dan di ruang kamar (26-30 °C) menggunakan plastik polipropilen (0.08 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih yang tidak diberi perlakuan hanya mampu mempertahankan daya berkecambah 80% hingga 6 minggu. Perlakuan pencucian benih dengan fungisida mankozeb, pencucian dengan air dingin dan penjemuran benih tanpa dicuci terlebih dahulu dapat meningkatkan viabilitas benih serta dapat mempertahankan daya berkecambah >80% hingga akhir penyimpanan, 16 minggu setelah perlakuan baik pada penyimpanan suhu rendah maupun suhu kamar. Perlakuan penjemuran di bawah sinar matahari dapat menjadi pilihan terbaik sebagai perlakuan invigorasi benih diantara periode penyimpanan karena murah dan mudah dilakukan serta memberikan hasil yang baik
Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Angsana Estate, Kalimantan Selatan
Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit Angsana Estate, Kalimantan Selatan dari bulan Februari sampai Juni 2011. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman pengelolaan produk limbah perkebunan kelapa sawit. Serta untuk menganalisa produk limbah kelapa sawit sebagai pupuk organik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaplikasian tandan buah kosong (BAPB) sebagai pupuk organik dapat meningkatkan jumlah hara pada daun kelapa sawit khususnya produktivitas Kalium dan minyak kelapa sawit. Aplikasi limbah pabrik kelapa sawit (POME) sebagai pupuk organik dapat meningkatkan jumlah tandan / hektar / tahun, dan meningkatkan kesuburan tanah, namun tidak meningkatkan jumlah hara pada daun kelapa sawit
Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Karakter Kuantitatif Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Populasi F3
Konsumsi cabai rawit terus meningkat namun produktivitasnya masih rendah, sehingga diperlukan pemuliaan yang mengarah pada perbaikan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik, korelasi antar karakter, heritabilitas arti luas, dan nilai kemajuan seleksi populasi F3 cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB, Dramaga, Bogor dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Percobaan menggunakan 5 genotipe tetua dan 6 genotipe F3 cabai rawit, dengan genotipe tetua yang diulang sebanyak 3 ulangan dan genotipe F3 tanpa ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman memiliki keragaman genetik luas pada semua genotipe. Semua karakter pengamatan berkorelasi positif terhadap daya hasil kecuali umur berbunga dan umur panen. Nilai heritabilitas arti luas dengan kriteria tinggi terdapat pada karakter bobot buah per tanaman, bobot per buah, dan panjang buah. Hasil seleksi indeks yang dilakukan menunjukkan kemajuan seleksi yang besar pada karakter bobot buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman
Pengaruh Kerusakan Buah Kelapa Sawit terhadap Kandungan Free Fatty Acid dan Rendemen CPO di Kebun Talisayan 1 Berau
Kegiatan penelitian ini secara khusus bertujuan untuk memperlajari faktor-faktor yang mempengaruhi mutu CPO yang dilaksanakan di Kebun Talisayan 1, Berau, Kalimantan Timur dari bulan Februari sampai Juni 2013. Analisis data dan masalah menggunakan diagram Ishikawa dan regresi linier. Faktor-faktor yang memperngaruhi mutu CPO adalah buah bermutu buruk, buah terlambat pengangkutan (restan), buah luka, dan kehilangan hasil panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah penurunan mutu CPO disebabkan oleh rendahnya rendemen minyak kelapa sawit (CPO) dan tingginya kandungan Free Fatty Acid (FFA) dalam CPO. Rendemen minyak yang rendah karena mutu buah yang buruk dan kehilangan hasil panen. Kandungan FFA CPO tinggi karena mutu buah buruk, buah restan (terlambat pengangkutan), dan buah luka
Aplikasi Enzim Ligninase dan Selulase untuk Meningkatkan Perkecambahan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara
Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara, mulai dari 1 Maret hingga 24 Juli 2010. Fokus kegiatan ada pada divisi pematahan dormansi dan perkecambahan benih di PPKS. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: 1) Dua varietas benih kelapa sawit diuji responnya terhadap perbedaan perlakuan yang dilakukan .; 2) Benih varietas Yangambi, ada tiga teknik aplikasi enzim ligninase dan selulase yang memberikan hasil efektif dengan peningkatan nyata dari kekuatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh benih serta menurunkan indeks dormansi benih. Ketiga tekni tersebut adalah P1 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman air (3 hari), perendaman enzim ligninase (1 hari) dan perendaman enzim selulase (2 hari); P2 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman enzim ligninase (1 hari), perendaman enzim selulase (2 hari) dan perendaman air (3 hari), dan P3 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman campuran enzim ligninase dan selulase (3 hari) dan perendaman air (3 hari).; 3) Pada varietas Langkat, ligninase dan selulase tidak memberikan peningkatan signifikan pada kekuatan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan menurunkan indeks dormansi benih. Pada kecepatan tumbuh benih, aplikasi enzim hanya efektif di P2.; 4) Aplikasi dari ligninase dan selulase enzim dalam varietas Langkat dan Yangambi terbukti dapat mengurangi panjang pemanasan biji di ruang pemanas selama 10 hari di P4 dan selama 20 hari perlakuan di P1, P2 dan P3.; 5) Aplikasi enzim lignoselulase pada bibit kelapa sawit tidak menyebabkan gejala kelainan pada bibit
Stimulasi Pertumbuhan Stek Pucuk Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.)
Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.) merupakan tanaman indigenous yang dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran, obat, dan sumber zat gizi mikro. Sistem perbanyakan torbangun saat ini hanya dilakukan secara vegetatif yaitu dengan setek batang, namun metode perbanyakan dengan setek belum banyak dikembangkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari peran stimulan yang efektif untuk pertumbuhan setek pucuk torbangun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Babakan Dramaga dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Penyimpanan Benih Institut Pertanian Bogor pada bulan April 2015 sampai Juli 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok satu faktor yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan yaitu setek tanpa perlakuan stimulan, setek + stimulan sintetik 100 ppm, setek+ stimulan sintetik 150 ppm, setek + stimulan alami urin sapi 15%, setek + stimulan alami urin sapi 25%, setek+ stimulan alami ekstrak bawang merah 40%, dan setek + stimulan alami ekstrak bawang merah 60%. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari delapan setek sehingga didapatkan 168 setek. Stimulan alami dan sintetik tidak efektif terhadap pertumbuhan setek pucuk torbangun
Pengujian Viabilitas dan Vigor Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.)
Tanaman kecipir merupakan sayuran indigenous yang potensial sebagai tanaman pendamping dalam memenuhi kebutuhan nasional terhadap kedelai. Produksi benih kecipir secara terus menerus diupayakan melalui pengujian benih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode penanaman benih dan media yang terbaik dalam pengujian viabilitas dan vigor benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB pada bulan September 2015 – Januari 2016. Metode penanaman benih pada kertas CD 2 baris, CD 5 baris dan kertas merang 2 baris dapat digunakan sebagai metode penanaman pada pengujian benih kecipir karena menghasilkan potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, bobot kering kecambah normal, indeks vigor dan kecepatan tumbuh yang tinggi. Metode penanaman pada media pasir (top sand) dapat digunakan pada pengujian benih tidak menggunakan substrat kertas. Korelasi positif terjadi antara tolok ukur daya berkecambah terhadap bobot kering kecambah normal, dan indeks vigor terhadap kecepatan tumbuh. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan metode penanaman yang dilakukan, kita dapat memprediksi nilai salah satu tolok ukur dengan mengetahui nilai tolok ukur lainnya
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah
Kegiatan dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman teknis dan manajerial tanaman teh serta mempelajari aspek pemangkasan. Secara umum kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mempelajari dan memahami proses kerja secara nyata dan memberikan pengalaman manajerial pada pengelolaan tanaman perkebunan. Adapun tujuan khusus dari magang ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan pemangkasan tanaman teh di Unit Perkebunan Tambi. Kegiatan magang dilaksanakan di Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah pada bulan Februari sampai Juni 2015. Metode langsung dilakukan secara aktif mengikuti dan mengamati kegiatan teknis. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan laporan manajemen. Hasil magang menunjukan bahwa kriteria pangkasan yaitu tinggi tanaman < 120 cm dan persentase pucuk burung > 70%; jenis pangkasan, waktu pelaksanaan pemangkasan dibagi menjadi dua semester; gilir pangkas yang dilaksanakan 4 - 5 tahun dan jumlah tenaga pemangkas telah memenuhi standar Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (PPTK). Pemangkasan mesin lebih efektif daripada pemangkasan manual dinilai dari manajemen waktu
Penggunaan Kalium Permanganat sebagai Oksidan Etilen untuk Memperpanjang Daya Simpan Pisang Raja Bulu
Pisang merupakan buah klimakterik dengan laju respirasi yang meningkat. Peningkatan laju respirasi selama proses pematangan dipicu oleh emisi etilen secara autokatalitik. Laju respirasi pisang dapat dihambat dengan menonaktifkan etilen dengan menggunakan perlakuan kimiawi, salah satunya dengan penggunaan KMnO4. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari penghambatan laju respirasi pisang Raja Bulu selama penyimpanan menggunakan KMnO4 dan memperoleh konsentrasi KMnO4 untuk memperpanjang daya simpan pisang Raja Bulu. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan mulai dari Februari sampai Maret 2013 di Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu KMnO4 7.5%, 15%, 22.5%, dan kontrol (tanpa KMnO4). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan perlakuan yang mempengaruhi dianalisis dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diukur adalah laju respirasi, indeks skala warna kulit buah, umur simpan, susut bobot, edible part, kekerasan kulit buah, padatan terlarut total, asam tertitrasi total, dan kandungan vitamin C. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan KMnO4 7.5%, 15%, dan 22.5% dapat menghambat laju respirasi pisang selama penyimpanan sehingga menunda puncak klimakterik pisang Raja Bulu 1-2 hari dibandingkan kontrol. Penggunaan KMnO4 7.5%, 15%, dan 22.5% tidak mempengaruhi kualitas fisik dan kimia pisang Raja Bulu