Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Penetapan Rekomendasi Pemupukan K untuk Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tanah Andisol Melalui Uji Tanah

    Full text link
    Penetapan rekomendasi dosis kalium (K) berdasarkan uji tanah untuk tanaman tomat pada tanah Andisol belum banyak dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rekomendasi pemupukan kalium (K) pada tanaman tomat di tanah Andisol berdasarkan uji tanah. Tahapan penelitian meliputi penetapan status hara K tanah, uji korelasi K di rumah kaca, uji kalibrasi K di lapangan, serta penentuan rekomendasi pemupukan K. Penetapan status hara K tanah dilakukan dengan enam tingkat ketersediaan K dari sangat rendah hingga sangat tinggi (0, ¼X, ½X, ¾X, dan X), di mana X merupakan nilai tertinggi serapan hara K tanah sebesar 413.4 kg K ha-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan lokasi tunggal dengan rancangan acak kelompok sebanyak lima ulangan. Hara K diinkubasi selama empat bulan, kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis kandungan K. Uji korelasi dilakukan di rumah kaca dengan rancangan acak lengkap lima ulangan, sedangkan uji kalibrasi di lapangan menggunakan rancangan petak terbagi dengan rancangan acak kelompok lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi K terbaik untuk tanah Andisol pada tanaman tomat adalah NH₄OAc. Batas ketersediaan hara K-NH₄OAc ditetapkan sebagai sangat rendah (<84 ppm K), rendah (84–<121 ppm K), sedang (121–<202 ppm K), serta tinggi dan sangat tinggi (>202 ppm K). Kebutuhan K untuk hasil maksimum tomat pada tingkat kesuburan sangat rendah, rendah, dan sedang berturut-turut adalah 442, 363, dan 298 kg K₂O ha-1, sedangkan untuk hasil optimum berturut-turut sebesar 426, 348, dan 283 kg K₂O ha-1.  Kata kunci: hara K, NH4OAc, uji kalibrasi, uji korelas

    Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elais guineensis Jack.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatra Utara

    Full text link
    Pengendalian gulma sangat penting dalam mengupayakan peningkatan produksi kelapa sawit. Pengendalian gulma yang baik dan efektif dapat menghasilkan produksi tandan sawit yang bermutu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Langga Payung Estate, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2023. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma serta pengendalian gulma secara efektif di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada tanaman 2020 adalah Cyperus killingia dengan nilai SDR sebesar 25.53%. Gulma dominan pada tanaman 2015 adalah Urena lobata dengan nilai SDR sebesar 23.12%. Gulma dominan pada tanaman 2011 adalah Panicum brevifollium dengan nilai SDR sebesar 27.68%. Nilai koefisien komunitas Divisi III Kebun Langga Payung Estate menunjukkan gulma yang beragam karena nilai persentase yang diperoleh kurang dari 70%. Pengendalian gulma di Kebun Langga Payung Estate dilakukan secara manual dan kimiawi. Dosis 0.25 glifosat dan metil metsulfuron serta 0.025 fluroxipir. Estimasi biaya pengendalian gulma sebesar Rp578.38.00 per hektar per tahun untuk kebutuhan herbisida dengan 3 kali rotasi semprot dan sebesar Rp357.261.00 untuk tenaga kerja. Nilai persentase tingkat penggunaan APD tenaga kerja penyemprot sebesar 75.6%.  Kata kunci: analisis vegetasi, estimasi biaya, koefisien komunitas, pengendalian gulm

    Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays var. Saccharata Sturt.) in Response to the Application of Inorganic Calcium Nitrate Fertilizer

    Full text link
    Sweet corn is a horticultural commodity that is widely cultivated in Indonesia. This experiment aimed to determine the effectiveness of inorganic calcium nitrate fertilizer on the growth and yield of different sweet corn plants (Zea mays var. Saccharata Sturt.). The study was conducted at the Sindangbarang Experimental Field, Bogor, West Java. This experiment used a randomized complete block design (RCBD) with a single factor, namely the dose of fertilizer application. The treatment consisted of one factor with six levels of fertilization, namely (P1) control, (P2) standard NPK (135 kg N ha-1, 72 kg P₂O₅ ha-1, and 120 kg K₂O ha-1), (P3) 0.5 dose of calcium nitrate fertilizer, (P4) 0.75 dose of calcium nitrate fertilizer, (P5) 1.0 dose of calcium nitrate fertilizer, and (P6) 1.5 dose of calcium nitrate fertilizer. The test results showed that the treatment of applying 0.5 – 1.5 dose of calcium nitrate fertilizer is higher increased stover weight, cob weight with husked, cob weight without husked, production and productivity which were statistically higher than the control treatment. The application of 0.5 dose of calcium nitrate fertilizer has the highest Relative Agronomic Effectiveness (RAE) value that meets the requirements to pass the fertilizer effectiveness test, with an RAE value of 95%. Keywords: fertilizer effectiveness, horticulture plants, nutrient, productivit

    Manajemen Pemangkasan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre Ex. Froehner) Menghasilkan di Kebun Bangelan, Jawa Timur

    Full text link
    Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan non migas dengan peluang pasar yang cukup tinggi. Pemangkasan menjadi salah satu kegiatan budidaya tanaman kopi yang penting dilakukan karena berpengaruh terhadap produksi tanaman kopi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis manajemen pemangkasan kopi yang baik untuk peningkatan produksi kopi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bangelan, Jawa Timur dan berlangsung dari Januari sampai April 2020. Tanaman kopi yang diamati berlokasi di lima blok yang berbeda, masing-masing blok diamati 5 tahun tanam, yaitu 1935, 1957, 1967, 2007 dan 2012. Setiap tahun tanam diamati 10 tanaman kopi. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, persentase proporsi cabang dan jumlah gelondong. Hasil pengamatan diuji menggunakan metode uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman tahun tanam 1967 memiliki rata-rata tinggi setelah dipangkas yaitu 212.3 cm, memiliki 84.5 cabang produktif, serta memiliki persentase cabang B0 (cabang belum berbuah) yang dominan, yaitu 56%. Tanaman kopi tahun tanam 1957 memiliki jumlah cabang produktif sebanyak 49.8 cabang per tanaman, akan tetapi produksi gelondongnya hanya 1.1 kg per tanaman. Hal tersebut menunjukkan cabang produktif yang dimiliki tanaman tahun tanam 1957 tidak berproduksi secara maksimal yang disebabkan oleh kondisi percabangan yang terlalu lebat, serangan hama dan pertumbuhan tunas air yang tinggi. Kondisi tersebut sebagai dampak dari kegiatan wiwil halus dan wiwil kasar yang tidak mencapai standar rotasi dan luasan areal kerja. Kata kunci: cabang, kopi, pemangkasan, produks

    Analisis Pengelolaan Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Sebagai Bagian Dari Best Management Practices Di Kebun Mesuji

    Full text link
    Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)  merupakan tanaman berumur panjang sehingga kemampuan lahan dalam menyediakan unsur hara  menjadi suatu kebutuhan yang penting. Manajemen pemupukan di lapangan harus dilakukan secara optimal untuk mencapai pemupukan yang efisien dan efektif sesuai jenis pupuk, dosis, waktu, cara aplikasi, serta pengawasan pemupukan yang lebih tepat. BMP atau praktik pengelolaan terbaik adalah tindakan agronomis untuk menemukan teknik terefektif agar perbedaan produksi aktual dengan potensinya berkurang serta menekan dampak terhadap lingkungan dengan memakai sumber daya produksi secara efisien. Penelitian dilaksanakan di Kebun Mesuji, dari bulan Februari hingga Juni 2023. Penelitian bertujuan mempelajari pemupukan kelapa sawit, serta menguraikan perbandingan pengelolaan pemupukan kebun yang dikelola secara komersial dan kebun yang dikelola dengan praktik Best Management Practices. Pengamatan yang dilakukan yaitu pada rekomendasi dan realisasi Pemupukan, ketepatan pemupukan, dan data produksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-student. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan BMP dan standar tidak menunjukkan perbedaan dalam hasil maupun input pemupukan. Untuk hasil pada blok BMP dan standar tidak berbeda nyata dan belum terlihat secara signifikan karena input masih sama, mengingat praktik BMP di kebun Mesuji baru dilakukan dalam rentang 2 tahun terakhir. Kata kunci: decanter solid, efisiensi pemupukan, empty fruit bunch, evaluasi agronom

    Pengendalian Tinggi Tanaman Hamparan Celosia dengan Zat Pengatur Tumbuh Paclobutrazol

    Full text link
    Celosia merupakan salah satu species tanaman hamparan yang popular karena warna bunganya yang cerah dan berwarna-warni.  Celosia yang tumbuh pada lingkungan tropika umumnya memiliki batang tinggi sehingga tampak kurang estetis, disamping menyulitkan penanganan, pengepakan dan transportasi. Penggunaan paclobutrazol dapat menghambat pemanjangan batang, membuat tanaman lebih kekar dan pendek. Penelitian ini dilakukan di nurseri PT Bina Usaha Flora, Cianjur, Jawa Barat untuk menentukan cara aplikasi dan konsentrasi paclobutrazol yang efektif untuk mengendalikan tinggi tiga kultivar Celosia argentea. Terdapat lima perlakuan pada percobaan ini, yaitu pemberian paclobutrazol dengan cara disemprot pada daun sebanyak 30 ppm dan 40 ppm, pemberian paclobutrazol disiram pada media tanam sebanyak 10 ppm dan 20 ppm, dan tanaman kontrol (tanpa aplikasi paclobutrazol). Setiap perlakuan terdiri atas 15 tanaman yang ditanam dalam polybag, satu tanaman per polibag. Pemberian paclobutrazol 20 ppm dengan cara disiram pada media dapat menghambat pertumbuhan tinggi tanaman C. argentea ‘Cristata’ hingga 67% (43.2 cm),  C. argentea ‘Plumosa’ 48% (23.9 cm), dan C. argentea ‘Spicata’ 61% (44.4 cm) dibandingkan tanaman kontrol, namun menunda pembungaan Celosia argentea ‘Cristata’ 5-7 hari. Pemberian paclobutrazol dapat menghasilkan Celosia yang lebih pendek dan kekar.   Kata kunci: Celosia, pembungaan, retardan, tanaman hia

    Keragaan Galur-galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L.) Asal Lanras Sumedang

    Full text link
    Kacang bambara merupakan salah satu jenis legum yang dibudidayakan di Indonesia dan telah dikembangkan untuk mendapatkan genotipe unggul melalui seleksi galur murni. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keragaan karakter kuantitatif dan kualitatif galur-galur kacang bambara asal lanras Sumedang serta untuk memperoleh korelasi antar karakter pada galur-galur tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang pada Januari–Juli 2022. Rancangan penelitian ini adalah RKLT dua ulangan dengan 14 galur asal lanras Sumedang, satu galur asal lanras Sukabumi dan satu populasi Sumedang yang belum diseleksi. Satu galur asal Sukabumi telah diseleksi galur murni dan digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi tanaman, umur berbunga, bobot 100 biji berbeda nyata antar galur yang diamati. Bobot 100 biji memiliki nilai duga heritabilitas arti luas kategori tinggi. Koefisien keragaman genetik seluruh karakter berada pada kategori rendah–sedang. Karakter-karakter pada komponen hasil saling berkorelasi positif. Umur berbunga berkorelasi negatif terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar kanopi pengukuran pertama, bobot polong total, bobot  polong bernas, dan bobot 100 biji. Tipe kanopi, bentuk daun, bentuk polong, warna polong, tekstur polong serta warna dan corak biji menunjukkan keragaman antara galur uji dengan galur pembanding. Kata kunci : aksesi, heritabilitas, korelasi, polon

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 13 No.

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 13 No.

    Produksi Polong Muda dan Biji Kering Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dengan Pengaturan Ajir dan Mulsa

    Full text link
    Kecipir merupakan tanaman pangan sumber protein dan berpotensi sebagai alternatif kedelai. Peningkatan produksi tanaman kecipir dapat dilakukan melalui perluasan areal tanam, pemuliaan, dan peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter pertumbuhan tanaman, produksi polong muda dan biji kecipir dengan berbagai teknik penggunaan ajir dan mulsa. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Bogor, Jawa Barat sejak bulan Maret sampai September 2021. Percobaan menggunakan kecipir varietas Melody IPB dan terdiri atas dua percobaan yaitu produksi polong muda dan produksi biji kering. Setiap percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor yang digunakan adalah pengaturan ajir dan mulsa terdiri atas (1) menggunakan ajir + mulsa, (2) menggunakan mulsa, (3) menggunakan ajir, (4) tanpa ajir dan mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ajir dan mulsa menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi untuk produksi polong muda (5.01 ton ha-1) dan biji kecipir (2.04 ton ha-1) dibandingkan perlakuan lainnya. Produktivitas polong muda yang dibudidayakan dengan menggunakan ajir nyata lebih tinggi daripada dengan mulsa saja, sedangkan untuk produktivitas biji kering tidak berbeda nyata antara yang dengan ajir maupun dengan mulsa saja. Kata kunci: Melody IPB, protein biji kecipir, rendemen biji, tanaman merambat, ukuran polon

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇