Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Vol 5, No

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Vol 5, No

    Peremajaan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Seruyan Estate, Minamas Plantation Group, Seruyan, Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Seruyan Estate dari Februari hingga Juni 2016. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mempelajari aspek teknis dan manajerial peremajaan kelapa sawit dan menganalisis kesesuaiannya dengan kriteria RSPO dan ISPO saat kegiatan replanting. Pengamatan yang dilakukan meliputi tahap-tahap peremajaan yang tepat berdasarkan standar yang telah ditetapkan perusahaan, prestasi kerja alat, dan prestasi kerja karyawan. Hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar yang berlaku pada kegiatan peremajaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tahap peremajaan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan lahan yang meliputi sensus pokok, pancang rumpuk, penumbangan, pencincangan, merumpuk pokok, deboling, tutup lubang deboling, pembuatan jalan kontur; dan tahap penanaman yang meliputi pemancangan titik tanam, penanaman kacangan penutup tanah, pembuatan lubang tanam, dan penanaman tanaman kelapa sawit. Seruyan Estate telah memenuhi kriteria RSPO dan ISPO dikarenakan adanya kewajiban mengelola area Nilai Konservasi Tinggi di dalam kebun. Selain itu, kegiatan peremajaan di Seruyan Estate juga tidak menggunakan api saat melakukan persiapan lahan

    Manajemen Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Teluk Siak Estate, Riau

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di Divisi III Teluk Siak Estate, Riau mulai bulan Februari hingga Mei 2012. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kerja di Perkebunan Kelapa Sawit. Tujuan utama kegiatan penelitian adalah mempelajari pengelolaan pemanenan dan penanganan pasca panen tandan buah segar kelapa sawit untuk memperoleh minyak kelapa sawit yang berkualitas. Kerapatan panen di Teluk Siak Estate cenderung cukup rendah, sehingga tidak banyak buah  yang dapat dipanen. Persentase angka kerapatan panen antara 12% hingga 19%. Banjir dan brondolan tertinggal masih menjadi penyebab produksi tidak optimal. Persentase buah mentah yaitu 0% (standar 0%), buah kurang matang 4.02% (standar < 5%), buah matang 95.98% (standar > 95%), dan janjang kosong 0% (standar 0%). Pemanenan buah mentah akan mengurangi rendemen minyak, dan buah kelewat matang akan meningkatkan asam lemak bebas

    Aplikasi Bakteri dalam Perlakuan Seed Coating untuk Mempertahankan Viabilitas dari Benih Cabai (Capsicum annuum L.) yang Sehat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pelapisan benih menggunakan bakteri Bacillus subtilis, Pseudomonas keompok. fluorescens dan Serratia marcescens terhadap viabilitas benih cabai (Capsicum annuum L.) selama di penyimpanan. Penelitian ini mengunakan rancangan petak tersarang dengan tiga ulangan. Petak utama adalah periode simpan (0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 minggu) dan anak petak adalah perlakuan coating dengan bakteri tertentu (Bacillus subtilis, Pseduomonas kelompok fluorescens, Serratia marcescen dan kontrol). Benih cabai IPB C5 masih memiliki viabilitas yang cukup baik  hingga akhir penyimpanan, ditunjukkan dengan nilai daya berkecambah sebesar 77.33%. Perlakuan kontrol dan coating menggunakan bakteri menunjukkan nilai daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal yang tidak berbeda nyata. Ketiga bakteri yang digunakan sebagai pelapis masih dapat hidup sampai periode simpan 24 minggu dengan populasi 5.89 x 104 cfu g-1 untuk Pseudomonas kelompok fluorescens, 4.79 x 104 cfu g-1 untuk Bacillus subtilis dan 1.70 x 104 cfu g-1 untuk Serratia marcescens

    Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Sistem Tanam Alur dan Pemberian Jenis Pupuk

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan di KP Leuwikopo IPB Dramaga, Bogor pada bulan Februari - Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu sistem tanam alur sebagai petak utama dan jenis pupuk sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam alur meningkatkan daya hasil pada produktivitas biji kering, produktivitas polong kering, dan bobot kering biji per tanaman lebih baik dibandingkan sistem tanam konvensional. Hal tersebut ditunjukkan dengan perlakuan sistem tanam alur yang memiliki produktivitas 2.93 ton/ha polong kering, sedangkan sistem tanam konvensional sebesar 2.55 ton/ha polong kering. Sistem budidaya kacang tanah pada sistem tanam alur dapat meningkatkan efisiensi tanaman dalam memanfaatkan unsur hara yang telah diberikan baik pupuk organik maupun anorganik, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah menjadi lebih baik. Pemberian jenis pupuk kandang ayam + Dolomit + NPK memberikan respon terhadap pertumbuhan dan  daya hasil rata-rata tanaman yang lebih baik dibandingkan jenis pupuk lainnya

    Modifikasi Teknik Budidaya untuk Menurunkan Salinitas Lahan pada Tebu (Saccharum Officinarum L.) Lahan Kering di PG Cepiring Kendal

    Get PDF
    Program peningkatan untuk meningkatkan produksi tebu dengan ekstensifikasi masih menghadapi banyak masalah. Tingginya tingkat konversi untuk area pertanian ke nonpertanian adalah salah satu masalahnya. Sulitnya mencari daerah yang ideal untuk budidaya tebu telah memaksa praktisi untuk menanam tebu di daerah marginal. Salah satu jenis daerah marginal untuk budidaya tebu adalah daerah salin. Teknik budidaya tebu di daerah salin perlu modifikasi khusus untuk mengurangi tingkat kesalinan yang dapat menyebabkan fisiologi dalam pertumbuhan tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi teknik modifikasi khusus budidaya tebu di daerah salin, dan mempelajari pertumbuhan, produksi, dan analisis ekonomi dari petani tebu. Pengamatan dilakukan dalam satu blok perkebunan tebu daerah salin dan perkebunan tebu non salin. Pengamatan menunjukkan modifikasi dari teknik budidaya daerah saline di PG Cepiring dalam teknik irigasi yang menggunakan metode kolam-alur untuk mengurangi tingkat salinitas. Metode ini bisa mengurangi salinitas tanah ke tingkat normal pada akhir dari pertumbuhan vegerative. Pengamatan pertumbuhan tebu menunjukkan bahwa pertumbuhan terhalang pada fase vegetatif awal karena efek salinitas. Produksi ini tebu di lahan salin lebih rendah daripada di tanah non salin. Berdasarkan analisis ekonomi usahatani tebu, keuntungan usahatani tebu di lahan salin dan tanah nonsalin tidak berbeda nyata

    Sistem Penyadapan Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) di Tulung Gelam Estate, Sumatera Selatan

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan untuk menigkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan, serta bertujuan menganalisis sistem penyadapan karet. Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Tulung Gelam Estate,  Sumatera Selatan pada bulan Februari sampai Juni 2013. Penyadapan merupakan kegiatan utama dalam sistem produksi karet. Rata-rata persentase pohon yang dapat disadap di Tulung Gelam Estate adalah 87.4%. Penyakit brown blast (kering alur sadap) pada tanaman menghasilkan (TM) 2004 lebih tinggi dibandingkan pada tanaman menghasilkan (TM) 2006. Konsumsi kulit di Perkebunan Tulung Gelam Estate sedikit melebihi standar perusahaan, namun masih dapat ditolerir. Rata-rata kedalaman sadapan adalah 1.62 mm, masih dibawah rekomendasi perusahaan yaitu 1-1.5 mm. Penggunaan stimulan lebih tinggi dari  dosis anjuran. Faktor pendidikan, usia, dan pengalaman tidak mempengaruhi terhadap produksi lateks yang dihasilkan oleh penyadap

    Pengaruh Benih Padi (Oryza sativa L.) Bersubsidi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah

    Get PDF
    Padi merupakan komoditas utama yang terus mengalami peningkatan permintaan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat agar produksi nasional meningkat dan kegiatan usahatani dapat menguntungkan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan petani antara pengguna benih padi bersubsidi dan tidak bersubsidi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor, yakni: Kecamatan Tenjolaya untuk responden petani pengguna benih padi bersubsidi dan Kecamatan Dramaga untuk responden petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Penelitian  dilaksanakan dari Februari hingga April 2016. Jumlah responden penelitian sebanyak 40 orang, yang terbagi menjadi 20 responden pengguna benih padi bersubsidi dan 20 responden yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi melalui in depth interview dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersubsidi memiliki tingkat produktivitas dan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Hal tersebut dipengaruhi oleh penggunaan input produksi yang lebih dominan pada pupuk organik dan benih bersertifikat

    Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensoformis)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi terbaik antara dosis pupuk NPK dengan jarak tanam dalam menghasilkan produksi terbaik pada tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter di atas permukaan laut pada bulan November 2015-April 2016. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dua faktor dalam rancangan lingkungan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk yang terdiri atas tiga taraf yaitu perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Urea 25 kg ha-1; SP-36 50 kg ha-1; KCl 37.5 kg ha-1)  dan P2  (Urea 62.5 kg ha-1; SP-36 112.5 kg ha-1; KCl 87.5 kg ha-1), dan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu J1 ( 50 cm x 50 cm x 70 cm), J2 (50 x 50 cm x 100 cm) dan J3 (70 cm x 70 cm x 100 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇