Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Pengaruh Jenis Bahan Tanam dan Konsentrasi Rootone-F terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Mucuna bracteata D.C

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mengamati dan membandingkan konsentrasi Rootone-F dan jenis bahan tanam terhadap keberhasilan pertumbuhan Mucuna bracteata. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai September 2015 di Laboratorium Lapangan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone-f terdiri atas lima taraf, yaitu 0, 200, 400, 600 dan 800 ppm. Faktor kedua adalah jenis bahan tanam yang terdiri atas tiga jenis, yaitu benih, ujung sulur, tengah sulur. Hasil penelitian menunjukan jenis bahan tanam berpengaruh nyata pada peubah pengamatan panjang sulur, jumlah daun, jumlah cabang, bobot kering tajuk, dan pesentase tanaman hidup.Hasil penggunaan konsentrasi Rootone-F menunjukan pengaruh yang nyata pada peubah pengamatan jumlah cabang, jumlah daun dan bobot kering tanaman.Terdapat interaksi yang nyata antara jenis bahan tanam dan konsentrasi Rootone-F pada parameter pengamatan jumlah cabang dan bobot kering sulur

    Proliferasi Tunas Adventif Tagetes (Tagetes erecta L.) Kultivar African Crackerjack dengan BAP, GA3, dan IAA Secara In Vitro

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini mempelajari proliferasi tunas adventif eksplan hipokotil, epikotil, dan kotiledon Marigold (Tagetes erecta L.) secara in vitro dengan kombinasi BAP, GA3, dan IAA. Percobaan pertama adalah mengenai sterilisasi benih. Eksplan percobaan dua dan tiga adalah epikotil, hipokotil, dan kotiledon dari kecambah aseptik. Eksplan epikotil berhasil terproliferasi sedangkan hipokotil dan kotiledon tidak terproliferasi karena oksidasi fenol. Interaksi BAP dan IAA berpengaruh nyata pada induksi kalus epikotil pada semua minggu pengamatan, sedangkan interaksi BAP dan GA3 tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Komposisi media MS ditambah IAA dan BAP berhasil menginduksi kalus 70.7% dari eksplan epikotoil, 49.3% dari eksplan kotiledon, 53% dari hipokotil. Komposisi media MS ditambah GA3 dan BAP berhasil menginduksi kalus 60% dari eksplan epikotoil, 48% dari eksplan kotiledon, 46% dari hipokotil. Pada percobaan dua, media MS dengan 0.87 mg L-1 IAA + 0.5 mg L-1 BAP dan media MS dengan 0.43 mg L-1IAA + 0.5 mg L-1BAP terbaik dalam menginduksi tunas adventif eksplan epikotil. Pada percobaan tiga, proliferasi tunas adventif tertinggi pada media MS dengan 1.73 mg L-1GA3 + 1.5 mg L-1 BAP. IAA berpengaruh nyata pada eksplan bertunas pada satu 1 MSP, tunas per eksplan pada 3 MSP, dan daun pertunas pada 4 MSP dan 5 MSP, sedangkan BAP berpengaruh nyata pada induksi kalus pada 1 MSP, eksplan bertunas pada 3 MSP, dan tunas per eksplan pada 3 MSP. Pada percobaan tiga, GA3 berpengaruh nyata pada pembentukan akar pada 4 MSP dan 5 MSP, sedangkan BAP berpengaruh nyata pada proliferasi tunas per eksplan pada 3 MSP

    Evaluasi Penampilan Sifat Hortikultura dan Potensi Hasil pada Jagung Manis dan Jagung Ketan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter hortikultura dan potensi hasil dari genotipe jagung manis dan jagung ketan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Kampus IPB Dramaga pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan rancangan augmented dengan faktor tunggal yaitu genotipe jagung. Materi genetik yang digunakan adalah 32 genotipe uji dan 6 genotipe pembanding. Genotipe uji terdiri atas 26 genotipe jagung ketan dan 6 genotipe jagung manis. Genotipe pembanding terdiri atas 3 varietas jagung ketan (URI, Kumala, Victoria) dan 3 varietas hibrida jagung manis (Bonanza, Secada, Talenta). Genotipe jagung ketan dan jagung manis yang diuji menunjukkan keragaman karakter hortikultura kecuali pada karakter ASI (Anthesis Silking Interval). Terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, dan bobot biji tongkol-1 terhadap produktivitas. Genotipe jagung ketan yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah JLP16, JWP127, JWP223, JWP21, JWP32, JKP2, dan JLL1. Adapun genotipe jagung manis yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah SD3

    Pengendalian Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bangun Koling

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Bangun Koling Estate (BKLE) dari Maret sampai Juni 2014. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pemahaman, keterampilan, dan pengalaman tentang usaha perkebunan kelapa sawit secara umum dan pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit secara khusus. Data dan informasi dikumpulkan dengan metode langsung dan tidak langsung. Penulis mengamati dominansi gulma di pasar pikul BKLE dengan parameter pengamatan yang terdiri atas spesies, frekuensi, kerapatan, dan bobot basah biomassa. Pengamatan lain adalah gejala kerusakan penyemprotan kentosan di piringan 4 minggu setelah aplikasi. Data penilaian gulma dianalisis dengan menggunakan analisis Nisbah Jumlah Dominansi (NJD), sedangkan penyemprotan kentosan dianalisis secara deskriptif. Pasar pikul BKLE didominasi oleh Nephrolepis biserrata, Ageratum conyzoides, Cyperus rotundus, dan Digitaria adscendens. Penyemprotan kentosan menyebabkan banyak kentosan yang mengalami kematian namun masih ada yang tetap tumbu

    Pengaruh Reduksi Pupuk NPK serta Aplikasi Pupuk Organik dan Hayati terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengurangan dan penerapan pupuk NPK dan pupuk bio-organik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas hasil padi. Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Varietas padi yang digunakan adalah Ciherang. Rancangan percobaan yang digunakan Kelompok Lengkap terdiri dari 13 perlakuan. Perlakuan terdiri dari: P1 = jerami + ½ dosis NPK, P2 = jerami + ½ dosis NPK + Pupuk Granule Organik + Pupuk Organik Cair, P3 = jerami + ½ dosis pupuk NPK + Granule Pupuk Organik, P4 = jerami + ½ dosis NPK + Granule Pupuk Organik + Biofertilizer 1, P5 = jerami + ¾ dosis NPK + biofertilizer 2, P6 = jerami + ½ dosis NPK + kotoran, P7 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 1, P8 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 2, P9 = sedotan + 1 dosis NPK, P10 = 1 dosis NPK, P11 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 3, P12 = ½ dosis NPK + biofertilizer 3, P13 = tanpa pupuk. Pengamatan meliputi komponen pertumbuhan vegetatif, panen dan kualitas beras. Aplikasi kombinasi pupuk memiliki pengaruh yang nyata terhadap jumlah anak anjing, berat butir per bukit, dan tingkat butir kotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk organik dan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan NPK tanpa mengurangi produksi. Hasil biji tidak berbeda nyata di antara semua perlakuan

    Pengaruh Sumber dan Posisi Penanaman Stek terhadap Produksi Ubi Cilembu

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sumber dan posisi penanaman stek terhadap produksi ubi cilembu. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB mulai dari bulan Desember 2015 hingga Mei 2016. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah sumber stek, terdiri dari sumber stek yang berasal dari pucuk dan batang. Faktor kedua adalah posisi tanam, terdiri dari posisi tanam vertikal (tegak), miring 45° dan horizontal. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan sumber stek yang yang berasal dari batang. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan rataan bobot umbi total 7,87 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1 1,8 umbi sementara sumber stek yang berasal dari batang menghasilkan rataan bobot umbi total 4,17 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1  1,3 umbi. Stek yang ditanam dengan posisi miring  45° cenderung menghasilkan umbi berbentuk  bulat  dan  stek  yang  ditanam  dengan  posisi  vertikal (tegak)  dan  horizontal  cenderungmenghasilkan umbi berbentuk lonjong memanjang. Terdapat korelasi positif antara jumlah cabangdenganbobot umbi total dan jumlah umbi serta terdapat juga korelasi positif antara jumlah umbidengan jumlahumbi grade A dan indeks panen

    Uji Cepat Toleransi Genotipe Padi Gogo terhadap Cekaman Alumunium (Al) pada Fase Perkecambahan

    Get PDF
    Metode uji cepat toleransi terhadap cekaman Alumunium (Al) pada awal pertumbuhan penting untuk menyeleksi genotipe padi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan metode terbaik dan skrining genotipe padi gogo terhadap cekaman Al pada fase perkecambahan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor, dan di rumah kaca Kebun Percobaan Muara, Bogor, pada bulan Februari sampai Juni 2016. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan (1) Identifikasi metode terbaik untuk uji cepat toleransi cekaman Al, dan (2) evaluasi metode terbaik. Analisis ragam gabungan digunakan pada Percobaan 1 dengan metode sebagai faktor tersarang. Rancangan split plot dengan empat konsentrasi Al sebagai petak utama, tiga genotipe padi sebagai anak petak, beserta tiga ulangan digunakan pada Percobaan 1. Pada Percobaan 2.56 genotipe padi diuji tingkat toleransinya terhadap cekaman Al dengan metode terbaik yang terpilih dan metode Uji Cepat dalam larutan hara Yoshida (UCY). Rancangan augmented dengan delapan blok dan tiga cek digunakan untuk masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan metode Uji di Permukaan Larutan (UPL) dengan konsentrasi Al 20 ppm merupakan metode terbaik. Pada metode UPL, relatif daya berkecambah dan panjang akar pada 10 HST berkorelasi (r2 = 0,067 dan 0,078) dengan metode UCY. Beberapa genotipe padi gogo diidentifikasi toleran cekaman Al 20 ppm pada fase perkecambahan

    Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit Berdasarkan Kriteria ISPO dan RSPO di Kebun Rambutan Sumatera Utara

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di kebun Rambutan Sumatera Utara dari Februari sampai Juni 2016. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pemahaman, meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja secara langsung mengenai budidaya kelapa sawit khususnya pada pengendalian gulma kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi gulma dominan di piringan dan pasar pikul dengan parameter pengamatan yang terdiri atas spesies, frekuensi, kerapatan dan bobot kering. Pengamatan lain adalah pengkajian kinerja pengendalian gulma berdasarkan kriteria ISPO dan RSPO. Data gulma dominan dianalisis dengan menggunakan analisis nisbah jumlah dominansi (NJD), sedangkan pengamatan lain dianalisis secara deskriptif. Gulma pada piringan dan pasar pikul di kebun Rambutan adalah Melastoma malabathricum, Ottochloa nodosa, Colocasia sp., Clidemia hirta dan Displazium esculentum. Pengendalian gulma yang dilakukan secara terpadu yaitu manual, kimiawi, kultur teknis, hayati dan mekanis. Pengendalian gulma dikelola sesuai dengan ketentuan dan kriteria ISPO dan RSPO tentang pemeliharaan kelapa sawit

    Pemanfaatan Bakteri Pseudomonas Flourescens Rh4003 dan Asam Askorbat untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Padi Hibrida

    Get PDF
    Padi hibrida memiliki glume terbuka yang berperan penting pada laju perlambatan viabilitas benih selama penyimpanan. Serta untuk mencapai hasil panen padi hibrida yang optimal membutuhkan asupan nutrisi yang berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formula lapisan benih dengan penambahan bakteri Pseudomonas fluorescens RH4003 sebagai Pertumbuhan Tanaman Memnghasilkan Rhizobakteri dan asam askorbat sebagai antioksidan, menghambat viabilitas benih padi hibrida dalam penyimpanan. Penelitian ini terdiri dari tiga seri percobaan, yaitu menggunakan 3 varietas padi hibrida (DG-1, Intani dan SL-8), Rancangan percobaan yang digunakan yaitu petak bersarang dengan enam kali periode penyimpanan sebagai petak utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan yang menggunakan asam askorbat merupakan perlakuan terbaik dari semua variabel viabilitas hampir pada semua varietas. Perlakuan dengan menggunakan bakteri memiliki hasil yang signifikan (p < 0.01) meningkatkan laju pertumbuhan dan indeks vigor pada minggu keenam penyimpanan sebesar 22.48% per etmal dan 83.33% untuk varietas benih padi SL-8. Lapisan DG-1 yang menggunakan asam askorbat pada minggu keenam mengakibatkan indeks vigor tertinggi (90 %) yang signifikan (p<0.5) dan peningkatan yang sangat signifikan pada perkecambahan benih dan indeks vigor minggu kesembilan penyimpanan untuk varietas SL-8 SHS (92.67% dan 73.33%)

    Pengaruh Pemupukan Nitrogen Terhadap Tinggi dan Percabangan Tanaman Teh (Camelia Sinensis (L.) O. Kuntze) untuk Pembentukan Bidang Petik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk nitrogen terhadap tinggi dan percabangan tanaman teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze). Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2012 di Kebun Percobaan Cikabayan Atas IPB, Darmaga, Bogor. Penelitian ini merupakan percobaan satu faktor dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari (P0 :  60 kg N ha-1; P1 :  120 kg N ha-1; P2 :  180 kg N ha-1; P3 :  240 kg N ha-1). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemupukan nitrogen memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada minggu kedua pengamatan, jumlah daun pada minggu kedelapan hingga minggu keenam belas pengamatan, diameter batang pada minggu pertama hingga minggu ketiga pengamatan serta pada pengamatan cabang sekunder. Secara  keseluruhan perlakuan 180  kg N ha-1  merupakan  perlakuan terbaik tetapi tidak berbeda  dengan perlakuan  120 kg N ha-1. Pemupukan nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang primer, kehijauan daun serta persentase tinggi tanaman lebih 70 cm.

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇