Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Pengelolaan Pemanenan dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara

    Get PDF
    Kegiatan penelitian di Bangun Bandar Estate bertujuan untuk mempelajari aspek teknis dan manajemen perkebunan kelapa sawit pada keadaan yang sesungguhnya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kegiatan panen dan transportasi tandan buah segar ke pabrik kelapa sawit. Manajemen panen yang dilakukan sudah baik yang ditunjukkan dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan panen sesuai dengan standar. Pada kegiatan panen yang perlu dievaluasi adalah rendahnya tingkat kesadaran pemanen terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Evaluasi dilakukan terhadap mutu hancak dengan hasil yang baik, meskipun pada beberapa hal masih memerlukan pengawasan intensif seperti buah matang tidak dipanen dan berondolan tinggal. Mutu buah di tempat pengumpulan hasil (TPH) belum seluruhnya memenuhi standar, tetapi buah matang yang dipanen sudah sesuai dengan standar kematangan yaitu 83,2%. Pengangkutan buah telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kapasitas unit angkut

    Pengelolaan Panen Bunga Cengkih (Syzygium aromaticum L.) di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mempelajari dan meningkatkan keterampilan budidaya tanaman cengkih serta pengelolaan produksi bunga cengkih pada skala komersil. Kegiatan dilakukan selama empat bulan mulai Februari – Juni 2016 di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur. Pengelolaan panen bunga cengkih diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen yang dihasilkan dan untuk menentukan waktu panen yang tepat, karena hasil produksi terbaik diperoleh pada saat bunga matang petik. Pengamatan yang dilakukan meliputi kapasitas pekerja, transportasi panen, sampling bunga, peralatan panen, taksasi panen dan teknik pengeringan. Hasil pengamatan menyatakan bahwa transportasi panen, kapasitas pekerja, sampling bunga dan ketepatan taksasi cukup baik namun masih terdapat kekurangan dalam penyediaan peralatan panen khususnya alat pelindung diri. Pemanenan dilakukan selama 3-4 bulan. Teknik pengeringan dilakukan menggunakan sinar matahari selama delapan hari dengan cuaca cerah. Pengelolaan panen di Kebun Branggah Banaran secara umum telah dilakukan dengan cukup baik

    Karakterisasi Morfologi Bunga, Buah, dan Kualitas Buah Tiga Genotipe Pepaya Hibrida

    Get PDF
    Percobaan dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2012 di Teaching Farm Tajur dan Laboratorium Pasca Panen Baranang Siang, PKHT-IPB -Bogor. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakter morfologi bunga, buah dan kualitas buah tiga genotipe pepaya hibrida, yaitu IPB H91, IPB H93 dan IPB H39. Parameter yang diamati yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif bunga serta buah, uji kualitas fisik dan kimia buah, serta uji organoleptik. Hasil percobaan menunjukkan ketiga genotipe pepaya hibrida memiliki keunggulan karakter yang berbeda-beda. IPB H91 memiliki keunggulan tangkai bunga yang panjang serta jumlah bunga per buku dan buah yang banyak, bobot daging buah, persentase bagian yang dapat dimakan dan ketebalan daging buah yang besar, daging buah yang keras dan asam tertitrasi total yang rendah. IPB H93 memiliki keunggulan jumlah bunga yang banyak, jumlah biji per buah yang sedikit dan nilai padatan terlarut total yang tinggi. IPB H39 memiliki keunggulan jarak antar ruas bunga yang pendek, kulit buah yang keras dan kandungan vitamin C yang tinggi. Hasil uji organoleptik juga menunjukkan genotipe IPB H39 memiliki bentuk dan rasa yang lebih disukai oleh panelis. Genotipe IPB H91 dapat dijadikan alternatif untuk memperoleh pepaya hibrida karena memiliki banyak karakter unggul pada fase generatifnya daripada kedua genotipe lainnya

    Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi Lokal Kalimantan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar padi lokal Kalimantan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu kultivar dengan 3 ulangan. Padi lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kultivar Abung, Mayas, Samarindah, dan Timur dengan kultivar pembanding yaitu Jatiluhur dan IPB 8G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Kultivar yang memiliki produktivitas tertinggi dan persentase gabah hampa per malai per rumpun terendah diantara kultivar lokal Kalimantan adalah Samarindah

    Tebang, Muat dan Angkut di Wilayah PG Madukismo, Yogyakarta

    Get PDF
    Pelaksanaan tebang, muat dan angkut pada budidaya tebu memiliki pengaruh terhadap rendahnya rendemen di pabrik gula. Potensi kehilangan gula pada proses tebang angkut dimulai dari saat penebangan, pemuatan, pengangkutan ke pabrik, hingga antrian tebu menjelang digiling. Kegiatan pengamatan dilaksanakan di Pabrik Gula Madukismo pada tanggal 5 Februari 2017 hingga 5 Juni 2017. Kualitas pelaksanaan tebang, muat dan angkut di Wilayah Bantul dan Sleman tidak berbeda nyata kecuali pada rendemen sementara. Kualitas pelaksanaan tebang dapat dinilai dari beberapa kriteria yaitu besar penurunan brix dari kebun ke pabrik, kehilangan hasil tebu, serta efisiensi tenaga tebang. Kualitas pelaksanaan tebang, muat dan angkut pada kedua wilayah tidak berbeda nyata karena karakterisitik dan kondisi umum kebun yang tidak berbeda jauh. Tebang, muat dan angkut yang tepat dan efisien dicerminkan oleh prinsip MBS (Manis, Bersih dan Segar). Penerapan prinsip MBS dapat mencegah penurunan rendemen pada saat kegiatan tebang, muat dan angkut tebu

    Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Benih Pepaya di Pembibitan dan di Lapangan

    Get PDF
    Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah tropika yang telah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat untuk pertumbuhan bibit pepaya di pembibitan dan di lapangan. Percobaan di laksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2016 di Kebun Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas suspensi PGPR dengan konsentrasi 0, 5, 10 dan 15 dan komposisi media tanam yang terdiri atas kontrol tanah: pupuk kandang (M0), tanah: pupuk kandang: sekam (M1), dan tanah: pupuk kandang: cocopeat (M2) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan di pembibitan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang dan panjang daun, sedangkan di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, tetapi tidak mempengaruhi terhadap diameter batang tanaman pepaya. Komposisi media tanam selama di pembibitan tidak mempengaruhi semua parameter. Sedangkan selama pengamatan di lapangan, komposisi media tanah dan pupuk kandang (M0) dan tanah, pupuk kandang dan sekam (M1) mampu mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Vol 6, No

    Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Adolina, Sumatera Utara

    Get PDF
    Penelitian dilakukan di Kebun Adolina dari tanggal 21 Oktober sampai dengan 21  Februari 2014. Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit dan secara khusus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit yaitu pemanenan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Kebun Adolina memiliki luas areal 7 812 ha kelapa sawit. Tingkat produktivitas kebun rata-rata antara tahun 2009-2013 sebesar 23.65 ton ha-1 Tandan Buah Segar. Kebun ini memiliki 1 177 karyawan dan secara umum sudah menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai dengan Prosedur Operasional Baku (SOB) yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berdasarkan analisis statistik kapasitas pemanen karyawan potong buah yaitu terdapat pada selang 145.75 ± 58.17 TBS pemanen-1

    Pertumbuhan Beberapa Genotipe Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) di Tanah Masam

    Get PDF
    Indonesia memiliki banyak  tanah masam, tetapi penggunaan masih sangat sedikit karena kandungan nutrisi tanah masam rendah. Sementara itu, jarak pagar merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah (termasuk lahan marjinal) dan penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel. Oleh karena itu, perlunya penelitian mengenai pertumbuhan jarak pagar pada tanah masam sebagai upaya untuk mengembangkan jarak pagar dan penggunaannya di Indonesia.Untuk memulai upaya, penelitian tentang berbagai genotipe jarak pagar di tanah masam telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari genotipe jarak pagar  yang berpotensi untuk tanah masam. Penelitian ini dilakukan di UPTD Pengembangan Teknologi Lahan Kering Singabraja, Kecamatan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, dari November 2010-Agustus 201. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu genotipe. Hasil penelitian menunjukkan berbagai perbedaan pada pertumbuhan diantara genotipe-genotipe jarak pagar. Secara umum, ada lima genotipe jarak pagar yang terbaik di tanah masam (pH 5.0) yaitu Medan I-5-1, Dompu, IP-2P-3-4-1, Sulawesi, dan Bima M

    Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Gunung Sari Estate, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Gunung Sari Estate, agang ini dilakukan di Gunung Sari Estate, Kalimantan Selatan, dari Februari sampai Juni 2011. Kegiatan yang dilakukan selama penelitian sebagai seorang pekerja lapangan selama satu bulan, sebagai asisten mandor selama satu bulan, sebagai asisten kepala kebun selama dua bulan. Tujuan dari penelitian adalah meningkatkan pengetahuan, mendapatkan pengalaman kerja dan mempelajari aspek pengelolaan kelapa sawit panen, aspek teknis dan manajerial. Data primer diperoleh langsung dari lapangan dengan melakukan diskusi atau wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari perusahaan data atau catatan perusahaan. Berdasarkan pengamatan selama penelitian dapat disimpulkan bahwa masalah utama dalam panen terlambat Interval panen, hal ini disebabkan kekurangan tenaga kerja panen, dasar tidak Mencapai panen, dan absensi tenaga kerja panen tinggi. Sumber kerugian di Gunung Sari Estate adalah Tandan dipanen, Tandan mentah, tandan kosong dan kehilangan buah yang belum dikumpulkan. Pada panen umum dalam manajemen Gunung Sari Estate telah ditingkatkan untuk meminimalkan kerugian

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇