Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Respon Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) dari Berbagai Negara Terhadap Kondisi Lingkungan Tumbuh Kebun IPB Sawah Baru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mempelajari respon pertumbuhan dan produksi 130 genotipe kedelai dari berbagai negara terhadap lingkungan tumbuh Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Percobaan ini disusun dengan rancangan augmented dalam rancangan acak lengkap (RAL). Benih kedelai yang digunakan sebagai pembanding (kontrol) adalah kedelai varietas Tanggamus, Anjasmoro, Argo Mulyo, Wilis dan Tachinagaha (varietas Jepang) yang terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 150 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GmWMC192 yang berasal dari Nepal berdaya hasil tinggi dan beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Hal ini dilihat dari persentase daya tumbuh di lapangan, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah polong per tanaman, dan persentase biji penuh/sempurna yang tinggi. Selain itu, genotipe GmWMC019 dan GmWMC042*2 yang berasal dari Korea Utara dan Republik Rakyat Cina berumur sangat genjah (66 hari) serta beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah baru. Kedua genotipe tersebut dapat digunakan sebagai sumber gen dalam perbaikan umur panen kedelai

    Uji Tetrazolium pada Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) sebagai Tolok Ukur Viabilitas

    Get PDF
    Ketersediaan benih bermutu serta informasi mutu benih kecipir masih terbatas. Hal tersebut bisa diatasi melalui proses pengujian mutu benih. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh prosedur perlakuan pra test yang sesuai untuk pengujian tetrazolium benih kecipir, memperoleh metode pengusangan yang sesuai untuk benih kecipir, memperoleh pola pewarnaan pada embrio sebagai indikasi tidak langsung untuk mendeteksi viabilitas benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Agustus sampai Desember 2016. Percobaan pertama memperoleh waktu perendaman aquades yang efektif pada benih kecipir yaitu 24 jam, memperoleh konsentrasi tetrazolium yang efektif yaitu 0,3%, memperoleh waktu perendaman tetrazolium yang efektif yaitu dua jam. Percobaan kedua memperoleh metode pengusangan, yaitu pengusangan secara kimia dan dipilih 5 waktu penderaan yang menghasilkan viabilitas secara gradual yaitu 0x5, 2x5, 4x5, 6x5, dan 8x5 menit. Percobaan ketiga pola pewarnaan pada embrio benih kecipir belum bisa digunakan untuk mengevaluasi viabilitas benih kecipir karena diduga kriteria pola yang dibuat terlalu sempit

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Vol 6, No

    Penyadapan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull-Arg.) di Perkebunan Karet Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara

    Get PDF
    Kegiatan penelitian dilaksanakan di Divisi IV Gurach Batu Estate PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk Asahan, Sumatera Utara sejak Februari 2016 sampai Juni 2016. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah mempelajari dan melakukan kegiatan penyadapan karet untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial secara langsung di lapangan. Penyadapan adalah kegiatan utama pada perkebunan karet, maka harus dilakukan dengan manajemen yang baik. Penyadapan di GBE masih belum sesuai dengan standar perusahaan namun masih dalam rentang yang dapat ditoleransi. Rata-rata ketebalan pemakaian kulit sadap ada frekuensi sadap d/4 dan d/3 adalah 1.3 mm dan 1.6 mm. Rata–rata kedalaman irisan sadap pada sadapan d/4 adalah 2.5 mm dan pada sadapan d/3 0.9 mm. Produksi latek yang didapatkan oleh penyadap kelas A lebih banyak dibanding kelas B, dan pemakaian kulit oleh kelas A lebih sedikit dibanding kelas B. Kecepatan menyadap kelas A dan kelas B tidak berbeda nyata yaitu sekitar 16.17 detik pohon-1 dan 17.97 detik pohon-1. Aplikasi zat stimulan yang dilakukan di Divisi IV GBE telah sesuai dengan aturan dan standar perusahaan. Persentase serangan KAS pada klon RRIM 921, PB 260 dan IRR 118 adalah 6.6%, 7.5%, dan 5.75%. Sebaiknya dilakukan penanganan yang lebih serius terhadap serangan KAS di GBE karena tingkat serangan tergolong tinggi. Pengawasan sadapan pada panel B sebaiknya lebih diperhatikan.

    Penentuan Metode Pematahan Dormansi Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Aksesi Cilacap

    Get PDF
    Kecipir merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat dan berpotensi untuk dilestarikan. Karakteristik benih kecipir yang impermeabel terhadap air dan gas merupakan faktor yang diduga menyebabkan kecipir sulit untuk berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas metode pematahan dormansi dan pengaruhnya terhadap struktur benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan Laboratorium Silvikultur SEAMEO BIOTROP selama 6 bulan. Metode pematahan dormansi dengan perlakuan larutan asam kuat HNO3 5% selama 10 menit dengan nilai daya berkecambah 93.33% dan keserempakan tumbuh 86.67% merupakan nilai yang nyata lebih baik dibanding kontrol sehingga metode ini dapat meningkatkan persentase daya berkecambah dan keserempakan tumbuh benih kecipir. Perlakuan larutan asam kuat HNO3 10% selama 15 menit dengan nilai indeks vigor 56.67% merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan persentase indeks vigor benih kecipir. Perlakuan suhu 50 0C selama 10 menit dengan nilai kecepatan tumbuh 14.79% etmal-1 merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan kecepatan tumbuh dan menghasilkan kecambah dengan akar yang lebih panjang dibandingkan kontrol maupun perlakuan lain. Perlakuan amplas tidak dapat meningkatkan viabilitas maupun vigor benih, bahkan menimbulkan pertumbuhan cendawan yang menyebabkan kemunduran benih

    Evaluasi Produktivitas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada Dataran Menengah

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong

    Pengaruh Jumlah Buku terhadap Produksi Bibit Ubi Jalar Varietas Cilembu dan Varietas Ungu

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan  informasi pengaruh jumlah buku terhadap produksi bibit ubi jalar. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB  mulai dari bulan Januari 2016 hingga April 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT)  dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jumlah buku yang terdiri dari 3 buku, 4 buku dan 5 buku. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari varietas Cilembu dan Ungu. Parameter yang diamati adalah panjang batang, panjang cabang primer, panjang cabang sekunder, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, jumlah bibit berukuran 25 cm, jumlah bibit berukuran 20 cm, jumlah bibit berukuran 15 cm, bobot umbi total. Perlakuan 4 buku menghasilkan pertambahan panjang batang yang lebih cepat dan perlakuan 5 buku menghasilkan  panjang cabang primer yang lebih panjang dari pada perlakuan lainnya namun jumlah stek yang dihasilkan oleh ketiga perlakuan relatif sama. Varietas ungu menghasilkan cabang sekunder lebih panjang dan jumlah stek lebih banyak dibandingkan Cilembu

    Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Koro Pedang (Canavalia ensiformis) pada Kondisi Ternaungi dan Kombinasi Pemupukan Berbeda

    Get PDF
    Kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap kedelai, sedangkan produktivitas kedelai di Indonesia yang rendah, mengharuskan Indonesia mengimpor kedelai dalam jumlah besar. Beberapa komoditi yang berpotensi  menjadi pendamping  kedelai,  diantaranya  koro  pedang.  Kandungan  protein  yang tinggi  dan kemampuan tumbuh pada kondisi ternaungi menjadi segi positif dari koro pedang. Penelitian tentang tingkat naungan  yang  dapat  ditolerir  tanaman  koro  pedang  didukung  kombinasi  pempukan yang  baik,  perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pertumbuhan dan pembungaan tanaman koro pedang pada kondisi ternaungai dan mendapatkan informasi mengenai pemupukan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Desa Purwasari, Dramaga, Bogor pada bulan Mei hingga November 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan. Naungan sebagai petak utama yang terdiri dari tanpa naungan, naungan 10% dan naungan 20%. Kombinasi pemupukan sebagai anak petak terdiri dari urea 50 kg ha-1+SP-36 100 kg ha-1+KCl 75 kg ha-1, pupuk organik dan urea 25 kg ha-1+SP-36 50 kg ha-1 +KCl 37,5 kg ha-1+ pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 10% menghasilkan tanaman dengan tinggi tanaman 18,35 cm dan 94,80 cm, jumlah daun trifoliate 11,75 helai, jumlah cabang 2,47 cabang, jumlah infloresen per tanaman 21,54 infloresen dan jumlah kuncup bunga per infloresen 1 kuncup bunga.  Pemupukan terbaik untuk tanaman koro pedang adalah 25 kg ha-1 urea + 50 kg ha-1 SP-36 + 37,5 kg ha-1 KCl + pupuk organik

    Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott)

    Get PDF
    Talas belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber karbohidrat selain beras. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis pupuk nitrogen dan jarak tanam terbaik untuk budi daya talas belitung. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan Dramaga, Bogor pada bulan Februari hingga Juni 2016 menggunakan rancangan split plot RKLT dua faktor (jarak tanam sebagai petak utama dan dosis pupuk nitrogen sebagai anak petak) dengan tiga ulangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data, jarak tanam 1 m x 1 m menunjukkan hasil lebih baik terhadap peubah daya tumbuh, jumlah daun hijau, jumlah umbi per tanaman, serta bobot basah umbi per tanaman talas belitung. Perlakuan pupuk nitrogen 100 kg urea ha-1 menunjukkan hasil lebih baik terhadap peubah jumlah daun hijau, tinggi tanaman serta diameter batang talas belitung. Interaksi perlakuan pupuk nitrogen dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi talas belitung

    Proses Pemanenan Paprika (Capsicum annum var. Tribeli) di Greenhouse, De Lier, Belanda Selatan, Belanda

    Get PDF
    Proses pemanenan yang dilakukan dalam perusahaan yang diteliti sudah baik. Hal ini terlihat dari produksi yang mencapai lebih dari 95 % dengan kehilangan hasil panen tidak lebih dari 4,06 %. Paprika kerucut mini dengan produksi tertinggi adalah varietas Tribeli mini merah (E20S4191). Paprika kerucut mini dengan produktivitas tertinggi adalah varietas Tribeli mini oranye (E20S4216). Berdasarkan perbandingan seluruh data ketiga varietas yang terkumpul, menunjukkan bahwa ketiga varietas tersebut memiliki kualitas yang baik dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat serta dapat saling menggantikan apabila terjadi kelangkaan pada salah satu varietas tersebut. Kegiatan penelitian di negara eksportir paprika kerucut mini terbesar kedua di dunia, dilaksanakan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan teknis serta kemampuan manajerial dalam pengelolaan perusahaan pertanian dan mempelajari proses pemanenan serta mengamati kualitas produksi dari perbandingan tiga varietas paprika kerucut mini yang terdapat di perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan tidak langsung. Pengamatan yang dilakukan meliputi data hasil panen, kriteria panen, bobot panen, umur panen, jumlah buah per tanaman, kehilangan hasil, dan prestasi kerja

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇