Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Pengaruh Interval Panen terhadap Pertumbuhan dan Produksi Daun Legundi (Vitex trifolia L.)

    Full text link
    Tanaman legundi (Vitex trifolia L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional. Tanaman legundi dipanen daunnya untuk diambil bahan aktifnya, yaitu viteksikarpin sebagai fitofarmaka bahan obat asma. Legundi adalah tanaman tahunan yang daunnya dapat dipanen berulang. Salah satu teknologi produksi tanaman adalah penentuan waktu panen yang tepat agar mendapatkan produksi dan kualitas maksimal. Penelitian ini bertujuan menetapkan interval panen yang tepat agar menghasilkan produksi daun Legundi yang maksimal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB di Cikabayan, Dramaga, Bogor pada ketinggian tempat 240 m dpl dengan jenis tanah Latosol. Penelitian  menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal yaitu interval panen (2, 4, 6, dan 8 minggu sekali) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan produksi daun Legundi  tertinggi didapatkan dengan interval panen 4 minggu sekali. Interval panen yang lebih panjang menghasilkan tanaman yang lebih tinggi dengan produksi daun yang lebih rendah. Kata kunci: fitofarmaka, simplisia, tanaman obat, viteksikarpi

    Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bekri Lampung

    Full text link
    Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh pengelolaan budidaya, termasuk pemupukan sebagai salah satu faktor utama dalam mempertahankan kesuburan tanah dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemupukan tanaman kelapa sawit sebagai upaya peningkatan produktivitas di Kebun Bekri. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2020 dengan fokus pada evaluasi penerapan prinsip 5T (tepat waktu, tepat dosis, tepat tempat, tepat cara, dan tepat jenis) serta prestasi kerja tenaga pemupuk. Pengamatan dilakukan melalui penilaian langsung di lapangan, pencatatan data pemupukan, dan perbandingan dengan standar operasional perusahaan. Hasil pengamatan dianalisi menggunakan uji t-student pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pemupukan telah menerapkan prinsip 5T dengan baik. Aspek tepat waktu, tepat tempat, tepat jenis, dan prestasi kerja telah sesuai dengan target perusahaan. Namun, pada aspek tepat dosis dan tepat cara, tingkat ketepatan masih di bawah standar optimal sehingga perlu ditingkatkan hingga >95% pada pemupukan berikutnya. Pemupukan yang efektif memerlukan perencanaan yang baik, pengawasan intensif, serta penyesuaian dosis berdasarkan analisis kebutuhan hara tanaman. Kata kunci: kelapa sawit, ketepatan, pemupukan, prinsi

    Identifikasi Karakter Jaringan Daun dan Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Normal dan Kopyor

    Full text link
    Deteksi awal tentang kebenaran suatu bahan tanam merupakan hal yang penting.  Salah satu metode yang digunakan dalam mekanisme deteksi awal yaitu dengan pengamatan kuantitatif pada morfologi tanaman. Hasil studi diharapkan dapat memberikan informasi karakter morfologi pertumbuhan awal terkait perbedaan sifat morfologi bibit kelapa normal dan kopyor.  Penelitian bertujuan mempelajari perbedaan karakter vegetatif dan struktur jaringan daun antara bibit kopyor heterozigot (Kk) dan kelapa normal homozigot (KK).  Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal yaitu jenis bibit kelapa genjah yang terdiri atas kelapa kopyor (Kk) (kopyor hijau, kuning, coklat) dan kelapa normal (KK) Tlogowungu dengan 5 ulangan. Hasil pengamatan pada bibit kelapa yang dipelihara selama 17 minggu setelah adaptasi menunjukkan adanya perbedaan karakter vegetatif pada pertambahan ukuran lingkar batang antara bibit kelapa normal Tlogowungu dengan kopyor hijau.  Perbedaan antar jenis bibit juga terdapat pada ketebalan epidermis bawah daun muda antara kelapa normal Tlogowungu dengan kelapa kopyor hijau dan kuning. Kata kunci: epidermis, genjah, heterozigot, lingkar batang, Tlogowung

    Pengaruh Pengaplikasian Pupuk Magnesium Sulfat terhadap Pertumbuhan serta Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata)

    Full text link
    Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan salah satu komoditas pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan dan produksinya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, terutama magnesium (Mg) dan sulfur (S). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian pupuk magnesium sulfat yang optimal bagi pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 dan dilakukan dalam percobaan lapangan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 1 faktor perlakuan yaitu dosis pupuk MgSO4-. Penelitian dilakukan dengan 6 taraf perlakuan dengan 4 ulangan setiap taraf perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu: kontrol (tanpa pupuk), pupuk standar (300 kg ha-1 Urea, 200 kg ha-1 SP-36, 200 kg ha-1 KCl), pupuk standar + 30 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 45 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 60 kg ha-1 MgSO4-, dan pupuk standar + 90 kg.ha-1 MgSO4-. Secara umum, dosis pupuk standar + MgSO4- cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung manis. Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- memiliki tinggi tanaman, bobot daun, dan luas daun nilai berturut-turut sebesar 140.84 cm; 35.12 g; dan 4292.44 cm2 yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak mendapat pemupukan (kontrol). Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- cenderung mampu meningkatkan indeks luas daun, jumlah biji per tongkol dan bobot biji per tongkol dengan nilai beturut-turut sebesar 18.40; 320.15; dan 71.57 g. Kata kunci: anorganik, dosis pemupukan, hara makro sekunder, magnesium sulfat, produks

    Pengaruh Dosis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan, Produktivitas Dan Kualitas Umbi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Klon Beniazuma

    Full text link
    Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau ketela rambat berasal dari Hindia Barat atau Amerika Selatan, merupakan bahan makanan tambahan atau pengganti makanan pokok beras yang telah mendapatkan perhatian lebih masyarakat. Selain sebagai salah satu bahan pangan, ubi jalar juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri seperti tepung, makanan ternak dan gula cair. Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beberapa dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar klon Beniazuma. Percobaan penelitian ini dilakukan di Kebun Merdesa Cikarawang serta Laboratorium Pasca Panen dan Mikro Teknik Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University dari bulan Oktober 2022 hingga Agustus 2023. Percobaan penelitian disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan lima taraf percobaan yaitu 0 kg ha-1, 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, 300 kg ha-1, 400 kg ha-1 pupuk organik. Terdapat empat ulangan dengan lima perlakuan sehingga ada 20 percobaan. Ubi jalar klon Beniazuma menunjukkan hasil respon kuadratik terhadap peningkatan dosis pupuk organik pada peubah panjang batang utama, diameter batang utama, jumlah daun, dan jumlah cabang baru. Pada komponen produksi umbi perlakuan dosis pupuk organik hanya berpengaruh pada peubah bobot kering umbi, diameter umbi, dan tingkat kemanisan umbi sedangkan pada peubah lainnya tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: berat kering, jumlah cabang baru, komponen produksi, panjang batan

    Eksplorasi Senyawa Metabolit Planlet Timun (Cucumis sativus L.) In Vitro sebagai Bahan Aktif Potensial Menggunakan GC-MS

    Full text link
    Timun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang selain digunakan sebagai sayuran, timun juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa timun mengandung berbagai senyawa bioaktif akan tetapi tidak semua bagian timun dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi senyawa metabolit murni yang terkandung di daun, akar dan batang timun (Cucumis sativus L.) yang ditanam dalam lingkungan terkendali secara in vitro. Senyawa dianalisa menggunakan teknik Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Tanaman hasil kultur in vitro dipengaruhi oleh faktor fisik yang cenderung stabil, terkendali, dan terhindar dari faktor stress cekaman lingkungan sehingga senyawa kimia yang dihasilkan murni. Hasil analisis GC-MS senyawa metabolit didapatkan kandungan Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha) dengan formula C29H48O dan Ethyl. Alpha, -d-glucopyranoside yang ditemukan pada akar, batang, dan daun. Persentase kandungan senyawa metabolit yang paling banyak kandungannya di akar adalah Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha). Persentase kandungan senyawa tertinggi yang ditemukan pada bagian batang planlet adalah senyawa IH-Indole. Phythol merupakan senyawa metabolit tertingi yang ditemukan di daun. Senyawa yang ditemukan diseluruh bagian morfologi planlet C. sativus yaitu Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3 beta, 5. alpha) dikenal juga dengan sebutan Stigmasterol memiliki manfaat sebagai anti kanker dan antioksidan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh organ planlet C. sativus dapat dimanfaatkan untuk antikanker dan antioksidan. Katakunci: antikanker, antioksidan, senyawa murni, stigmastero

    Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays var. Saccharata Sturt.) at Various Doses of Micro Inorganic Fertilizers (3.14% Zn – 2.54% Cu)

    Full text link
    Sweet corn is a horticultural commodity that is widely cultivated in Indonesia. This study aimed to determine the development and growth response of sweet corn plants to the application of different doses of micro inorganic fertilizer (3.14% Zn – 2.54% Cu). The research was conducted at Sindangbarang Experimental Field, Bogor, West Java. This experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factor, namely the dose of fertilizer application. Treatments were arranged in 4 levels of application, namely: (1) control, (2) standard NPK, (3) NPK + 1 micro dose, (4) ¾ NPK + 1 micro dose. The results of this test indicate that the application level of micro inorganic fertilizers at the application level of NPK fertilizer + 1 micro dose and ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer treatment can generally provide plant height, stem diameter, number of leaves, cob length, cob diameter, stover weight, cob weight with husk, cob weight without husk, production per plot, and productivity which were statistically higher than the control treatment. The application of NPK + 1 micro dose and fertilizer treatment of ¾ NPK + 1 micro dose have Relative Agronomic Effectiveness (RAE) values that meet the requirements to pass the fertilizer effectiveness test, with the highest RAE value obtained in the application of ¾ NPK + 1 micro dose fertilizer at 118%. Keywords: copper, effectivity of fertilizer, horticulture plants, zin

    Evaluasi Keragaan dan Daya Hasil Pada 11 Genotipe Jagung Manis Hibrida (Zea mays saccharata. Sturt) Milik IPB University

    Full text link
    Informasi keragaan dan daya hasil jagung manis diperlukan dalam menciptakan sebuah kultivar baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi dan daya hasil jagung manis hibrida harapan IPB. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian terdiri dari satu faktor yaitu genotipe sebanyak 13 genotipe jagung manis hibrida. Penanaman dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan sehingga terdapat 39 satuan percobaan. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan keragaan dan daya hasil antar jagung manis hibrida IPB dan varietas jagung manis pembanding. Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati, kecuali diameter batang dan ASI/Anthesis silking interval. Pengamatan kualitatif terdiri dari warna batang, warna kelobot, warna biji, warna daun, bentuk susunan baris biji jagung, dan bentuk bulir jagung. Perbedaan genotipe juga ditemukan pada karakter kualitatif diantaranya warna biji, susunan baris biji, dan bentuk biji. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki beberapa keunggulan pada karakter seperti produktivitas, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan ASI yang setara atau lebih baik dari varietas pembanding. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki produktivitas berkisar 19.04-20.42 ton. Bobot tongkol tanpa kelobot genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 berkisar 257.33–261.85 gram dengan panjang tongkol berkisar 19.28-20.07 cm. Kata kunci: evaluasi tanaman, karakter morfologi, performa genetik, seleksi jagun

    Penentuan Media dan Perlakuan Pendahuluan Terbaik untuk Perkecambahan Benih Kapulaga Jawa (Amomum compactum Sol. ex Maton)

    Full text link
    Kapulaga jawa (Amomum compactum Sol ex. Maton) merupakan spesies yang berbeda dengan Elettaria cardamomum (L.) Maton. Tanaman ini biasanya diperbanyak secara vegetatif namun tetap diperlukan benih botani. Benih kapulaga memiliki lapisan testa yang keras dan memerlukan waktu yang lama untuk berkecambah. Percepatan perkecambahan biji dapat dilakukan dengan menggunakan media perkecambahan yang tepat dan memberikan perlakuan pendahuluan yang dapat mengurangi faktor penghambat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media perkecambahan yang tepat dan perlakuan pendahuluan yang efektif untuk mempercepat perkecambahan benih kapulaga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap petak terbagi dengan perlakuan jenis media perkecambahan sebagai petak utama, perlakuan pendahuluan sebagai anak petak, dan tiga kali ulangan. Evaluasi penghitungan pertama dilakukan pada hari ke-24 setelah tanam dan penghitungan kedua pada hari ke-51 setelah tanam. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perlakuan pra-tanam yang mampu memacu perkecambahan. Media cocopeat merupakan media terbaik dibandingkan dengan media pasir dan media tanam campuran arang sekam: sabut kelapa : kompos (1:1:1) pada parameter daya berkecambah 80.5%, kecepatan tumbuh 3.11% etmal-1, indeks vigor 35.2%, dan benih segar tidak tumbuh 1.3%. Interaksi antara perlakuan media cocopeat dan perlakuan pra-tanam dengan perendaman dalam air 50 °C selama 30 menit memberikan waktu berkecambah paling singkat yaitu rata-rata waktu berkecambah 25.0 hari. Kata kunci: cocopeat, dormansi, pembibitan, tetrazolium, viabilita

    Ketimpangan Spasial Produksi Komoditas Pangan Strategis di Sulawesi Tenggara: Kajian Empiris dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan Wilayah

    Full text link
    Ketimpangan produksi pangan strategis menjadi tantangan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, terutama di wilayah kepulauan seperti Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi dan tingkat ketimpangan produksi tujuh komoditas pangan utama, yaitu padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau. Data diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik tahun 2023 dan dianalisis melalui tabulasi, klasifikasi kuartil, pemetaan tematik menggunakan QGIS, serta perhitungan rasio kuartil ketiga terhadap kuartil pertama (Q3/Q1). Rasio ini digunakan untuk menggambarkan ketimpangan dengan cara membandingkan produksi wilayah kategori tinggi (Q3) dan rendah (Q1), di mana nilai yang lebih besar menunjukkan kesenjangan semakin lebar antarwilayah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produksi padi, jagung, dan ubi kayu terkonsentrasi di kabupaten daratan utama seperti Konawe, Kolaka, dan Bombana, sedangkan wilayah kepulauan seperti Wakatobi dan Konawe Kepulauan hanya menyumbang produksi dalam jumlah sangat kecil. Nilai Q3/Q1 yang tinggi pada ubi kayu (25.4), padi (24.0), dan jagung (19.0) menandakan kesenjangan produksi yang tajam. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan pembangunan pertanian yang memperhatikan variasi geografis serta berfokus pada penguatan kapasitas wilayah berproduksi rendah guna mendukung ketahanan pangan yang lebih merata dan berkelanjutan. Kata kunci: ketahanan pangan, distribusi produksi, ketimpangan regional, analisis rasio kuartil, pemetaan spasia

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇