JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Implementasi nilai-nilai Pancasila pada kegiatan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di desa Kuripan Ciseeng Bogor: Implementation of Pancasila Values on Family Welfare Empowerment (PKK) Activities in Kuripan Ciseeng Bogor Village
This study aims to reveal the application of Pancasila values in Family Empowerment and Welfare activities in Kuripan village. This study uses a qualitative method using a descriptive analysis approach. Data was collected through observation, interviews, and document studies. The conclusion of the research, 1) Precept I, that is, every activity and daily life is used to say greetings, beginning, and ending with prayer. Always work together in work groups, carry out worship together for Muslims. The basic principle is to respect the celebration of holidays for people of different religions. 2) Sila II, is an attitude of mutual cooperation, and there is no coercion for members 3) Sila III, which means doing community service, celebrating the independence day of the Republic of Indonesia, likes to wear batik 4) Sila IV, which means prioritizing freedom to express common interests, and everything is resolved through deliberation, and 5) Precept V, Do not separate seats, the application of a frugal lifestyle is supported by a socialization program about the importance of frugal living. The implementation of Pancasila values in PKK activities in Kuripan Village is a subjective and objective implementation of Pancasila, because all activities carried out in PKK activities reflect the implementation of Pancasila values.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang tercermin pada kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Desa Kuripan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah dengan analisis deskriptif. Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Kesimpulan hasil penelitian, 1) Sila I, dalam setiap kegiatan dan kehidupan sehari-hari digunakan untuk mengucapkan salam, diawali dan diakhiri dengan doa. Selalu bekerja sama dalam kelompok kerja, menjalankan ibadah bersama bagi yang muslim. Prinsip dasarnya adalah menghargai perayaan hari raya bagi umat yang berbeda agama. 2) Sila II, adalah sikap gotong royong, dan tidak ada paksaan untuk anggota 3) Sila III, yang berarti melakukan pengabdian kepada masyarakat, merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, suka memakai batik 4) Sila IV, yang berarti mengutamakan kebebasan menyatakan kepentingan bersama, dan segala sesuatunya diselesaikan melalui musyawarah, dan 5) Sila V, tidak memisahkan tempat duduk, penerapan pola hidup hemat didukung oleh program sosialisasi tentang pentingnya tidak boros
Kontribusi konsep Green Moral Dalam Mendukung SDGs di Era Revolusi Industri 4.0
ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini. Kerusakan lingkungan yang dihadapi sedikitnya terjadi dari ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pandangan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan alam, agar alam itu memberikan kebermanfaatan untuk kehidupan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnopedagogi. Hasil penelitian yang penulis peroleh yaitu: (1) Proses pembinaan masyarakat melalui adat istiadat yang sudah lama terbangun memberikan filosofis kuat dalam bersikap bijak terhadap alam,melalui adat istiadat upacara adat nyuguh, babarit, dan sedekah bumi. (2) Dalam mempertahankan adat istiadat di tengah Revolusi Industri 4.0, dengan membumikan nilai-nilai adat yang bermilai luhung terutama dalam menyeleksi dan membatasi teknologi-teknologi yang dirasa kurang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. (3) Konsep SDGs, sangat didukung oleh masyarakat adat Kuta terutama dalam pelestarian alam. Masyarakat masih memegang teguh pelestarian alam dengan sangat menghormati lingkungan alamnya, alam itu dijadikan sebagai nilai kehidupan tertinggi bagi mereka.
ABSTRACTThe contribution of the green moral concept in supporting the SDG's in the era of the Industrial Revolution 4.0. This research is motivated by various environmental problems that occur today. The environmental damage faced is at least caused by irresponsible human hands. The purpose of this research is to provide a view of the community about the importance of protecting and preserving nature, so that nature can provide benefits for life. The approach used is qualitative with the ethnopedagogical method. The results of the research that the authors obtained are: (1) The process of community development through long-established customs provides a strong philosophical attitude towards being wise towards nature, through the customs of the ceremonies of nyuguh, babarit, and earth alms. (2) In maintaining customs in the midst of the 4.0 Industrial Revolution, by grounding customary values that have noble values, especially in selecting and limiting technologies that are deemed less beneficial to the surrounding community. (3) The concept of SDGs is strongly supported by the Kuta indigenous people, especially in nature conservation. People still uphold the preservation of nature with great respect for their natural environment, this nature is used as the highest value of life for them
The student legal awareness against the hazards of smoking for health in school
ABSTRACTThe purpose of this study was to find out about (1) The level of legal awareness regarding the dangers of smoking for the health of junior and senior high school students (2) Strategies that need to be done to increase legal awareness regarding the dangers of smoking for the health of junior and senior high school students in the capital city of Jakarta. This research is a research using descriptive qualitative. The method of collecting data is through online interviews. Respondents in this study were 13 civic education teachers at the junior and senior high school levels and 10 junior high school students. The data analysis technique uses data reduction, data display and data verification. The results showed (1) The level of legal awareness of students against the dangers of smoking was very good, this can be seen from the majority of students obeying the smoking prohibition rules in schools. Even so, there are still some unscrupulous students who are caught smoking and bringing vapes (e-cigarettes) to school. (2) The strategy that has been carried out by teachers in schools to increase the legal awareness of students regarding the dangers of smoking for the health of junior high and high school students in the capital city of Jakarta is by increasing legal knowledge and awareness of students through repressive, preventive and maximally repressive through learning civic education.
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang (1) Tingkat kesadaran hukum terkait bahaya merokok bagi kesehatan siswa-siswi SMP dan SMA di DKI Jakarta dan Banten; (2) Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum terkait bahaya merokok bagi kesehatan siswa-siswi SMP dan SMA di DKI Jakarta dan Banten. Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan analisis datanya menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat kesadaran hukum berlalu lintas peserta didik di Kota Makassar tergolong cukup baik, hal ini terlihat dari mayoritas siswa-siswi mematuhi aturan larangan merokok di sekolah. Meskipun demikian, masih ada beberapa oknum siswa yang ketahuan merokok dan membawa vape (rokok elektrik) ke sekolah. (2) Strategi yang telah dilakukan oleh para guru di sekolah untuk meningkatkan kesadaran hukum peserta didik terkait bahaya merokok bagi kesehatan siswa-siswi SMP dan SMA di DKI Jakarta dan Banten adalah dengan cara meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum para siswa-siswi melalui upaya preemtif, preventif dan represif secara maksimal
Gerakan perlawanan atas penguasaan sumber daya hutan masyarakat adat mentawai di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat: Mentawai Indigenous Peoples' Resistance Movement for Control of Forest Resources on Siberut Island, Mentawai Islands, West Sumatra.
This study explain how the dynamics of resistance actors from the resistance movement over the control of forest resources of the Mentawai indigenous people on the island of Siberut, Mentawai islands, West Sumatra. The primary data in this study are the results of interviews with the authors in the field, as well as secondary data from books, international and national journals, as well as related official documents. The author concludes that there is no significant resistance due to the lack of solidarity and sense of belonging to the customary forest due to the heterogeneity that exists in Siberut. The conflict that took place was actually not just the interests of the economic base, but the existence of a cultural base that also played an important role.Abstrak Penelitian ini menjelaskan dinamika aktor perlawanan dari gerakan perlawanan atas penguasaan sumber daya hutan masyarakat adat Mentawai di pulau Siberut, kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif . Data primer dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara penulis di lapangan, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal internasional maupun nasional, maupun dokumen resmi yang berhubungan. Penulis menyimpulkan bahwa tidak ada perlawanan yang begitu signifikan dikarenakan aliansi-aliansimasyarakat yang terbangun kekurangan solidaritas dan “sense of belonging” atas hutan adat karena heterogenitas yang ada pada Siberut. Konflik yang berlangsung sebenarnya tidak hanya sekadar kepentingan basis ekonomi semata namun adanya basis budaya (culture) yang juga memainkan peranan penting. Namun, dikarenakan kurangnya solidaritas tersebut, gerakan yang terbangun bersifat tentatif tergantung kepentingan penggerak gerakan
Penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui peraturan pondok pesantren di era 4.0 : Strengthening the character education of students through the regulations of Islamic boarding schools in the 4.0 era.
In the current era of the industrial revolution 4.0, strengthening character education is felt to be increasingly necessary, in addition to balancing changes that affect individual behavior, it is also one of the solutions that are considered the most appropriate in addressing moral problems and deviant behavior. This study provides an explanation of how the role of implementing regulations for Islamic boarding schools in shaping and strengthening the character of students/santri in Darul A'mal Islamic boarding schools. The results in this study indicate that the implementation of regulations in the Darul A'mal Islamic boarding school can be a solution to strengthen the character of the students/students in the boarding school. The characters in question are religious, disciplined, independent, polite, and responsible characters.
Abstrak Pada era revolusi industri 4.0 sekarang ini penguatan pendidikan karakter dirasa semakin perlu dilakukan, selain untuk menyeimbangkan perubahan yang mempengaruhi perilaku individu, juga menjadi salah satu solusi yang dianggap paling tepat dalam menyikapi permasalahan moral dan perilaku menyimpang. Penelitian ini memberikan penjelasan mengenai bagaimana peran dari implementasi peraturan pondok pesantren dalam membentuk dan memperkuat karakter peserta didik/santri di pondok pesantren Darul A’mal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi peraturan di pondok pesantren Darul A’mal dapat menjadi solusi untuk memperkuat karakter peserta didik/santri yang ada di dalam pondok. Adapun karakter yang dimaksud yakni karakter religius, disiplin, mandiri, dan tanggungjawab
 
Strategi penguatan kewarganegaraan ekologis pada Kelompok Tani Berdikari di Kota Banjarbaru: Strategies for Strengthening Ecological Citizenship in Berdikari Farmer Groups in the city of Banjarbaru.
The low awareness of citizens to care for and protect the environment has resulted in the environment being neglected and damaged. So that a strategy to strengthen ecological citizenship is needed in an effort to keep the environment cared for and cared for. This study aims to explore strategies implemented in farming with the concept of loving nature and sustainability. This study uses a qualitative approach with a case study method that investigates carefully and in detail about a program, event, or activity. The results showed that the strategy of strengthening ecological citizenship that had been carried out by the Berdikari farmer group was through the implementation of the concept of safe, secure, and healthy in processing their crops and protecting the surrounding environment, and collaborating with stakeholders, such as the agriculture agency. The obstacles encountered by farmers who are members of independent farmer groups in implementing this strategy are based on natural and economic factors.
Abstrak Rendahnya kesadaran warga negara untuk memelihara dan menjaga lingkungan, mengakibatkan lingkungan menjadi tidak terawat dan rusak. Sehingga diperlukan strategi penguatan kewarganegaraan ekologis sebagai upaya agar lingkungan tetap dirawat dan diperhatikan. Penelitian ini bertujuan ini untuk menggali strategi-strategi yang dilakukan dalam Bertani dengan konsep mencintai alam dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang menyelidiki secara teliti dan detail mengenai sebuah program, peristiwa, maupun sebuah aktivitas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa strategi penguatan kewarganegaraan ekologis yang sudah dilakukan oleh kelompok tani Berdikari melalui implementasi konsep aman, selamat, dan sehat dalam mengolah hasil taninya serta menjaga lingkungan sekitar, dan melakukan kerjasama dengan stakeholder, seperti dinas pertanian. Hambatan-hambatan yang ditemui para petani yang tergabung di dalam kelompok tani berdikari dalam meimplementasikan strategi ini dari faktor alam dan ekonomi
Penerapan Kompetensi Kewarganegaraan dalam Upaya Konservasi Ekosistem Laut Melalui Keterlibatan Maumere Diver Community
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah suatu mata pelajaran wajib yang diterapkan disetiap jenjang Pendidikan di Indonesia agar dapat mengarahkan peserta didik untuk menjadikan pribadi yang berintelektual maupun berakhlak mulia sesuai dengan asas bangsa Indonesia. Untuk mencapai misi tersebut maka dibutuhkan kompetensi kewarganegaraan. Tulisan ini bertujuan menjelaskan penerapan PKn melalui Maumere Diver Community. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah kualitatif, jenis studi kasus, serta pada mengumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang termasuk dalam teknik triangulasi.berdasarkan hasil analisis data yakni reduksi, penyajian data, serta menarik kesimpulan bahwa penerapan PKn yang dilakukan memuat tiga kompetensi kewarganegaraan yakni kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pada kompetensi pengetahuan warga negara diberi suatu edukasi tentang alam laut serta pengaruhnya bagi kehidupan mahkluk hidup serta pelatihan Diving. Maumere Diver Community menerapkan kompetensi sikap adalah dengan cara menajdi teladan bagi warga negara untuk menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan laut serta kelestariannya. Sedangkan pada kompetensi keterampilan, Maumere Diver Community berkolaborasi dengan komunitas Trash Hero dalam pengolahan sampah agar menambah nilai jual