JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
Not a member yet
    197 research outputs found

    Pertalian Agama Pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017

    Full text link
    Artikel ini bertujuan menguraikan tentang hubungan antara agama dan politik yang terjadi di DKI Jakarta dalam kerangka Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2017 lalu sebagai salah satu saluran demokrasi di Indonesia. Melalui metode dan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti lebih memfokuskan kajiannya pada serangkaian peristiwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Jakarta dengan dinamai “Aksi Bela Islam” oleh kelompok penggeraknya yaitu GNPF-MUI (Gerakan Naisonal Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia) yang berpengaruh terhadap konstelasi politik saat itu. Artikel ini menunjukkan bahwa Aksi Bela Islam telah menunjukkan keterlibatannya dalam arena politik yang bergejolak, dan proses tersebut telah membentuk watak situasi politik yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta. Selain itu, kajian ini pun menunjukkan bahwa proses demokrasi yang tengah berjalan telah memungkinkan munculnya identitas agama dalam Pilkada DKI Jakarta

    Nilai budaya masyarakat Sulawesi Utara sebagai model pendidikan toleransi

    Full text link
    Hakikat dasar bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan multikultural. Hal ini tercermin dari semboyan bangsa Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika. Kenyataan dewasa ini menunjukkan banyaknya kasus intoleransi terus terjadi. Di tengah banyaknya kasus Intoleransi di berbagai daerah di Indonesia, kenyataan membuktikan bahwa masyarakat kota Tomohon-Sulawesi Utara tetap hidup dalam suasana penuh toleransi di tengah perbedaan agama, suku, ras, bahasa dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara menjadi model toleransi. Penelitian ini dilakukan di kota Tomohon Sulawesi Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat lokal, berbeda agama, suku, bahasa, pemuka agama dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun penelitian ini menemukan bahwa nilai budaya/kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara: Si Tou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup untuk Memanusiakan Orang Lain), Mapalus (Gotong-royong) dan Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara) mampu membuat masyarakat Sulawesi Utara hidup dalam suasana penuh toleransi, sehingga bisa diadopsi dan dikembangkan menjadi model pendidikan toleransi. Ketiga nilai budaya ini terimplementasi secara konkrit dalam kehidupan konkrit masyarakat yang tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama, etnis dari masyarakat. Adapun penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjut tentang pengembangan model pembelajan berbasis nilai budaya lokal.   Abstract: The basic nature of the Indonesian people is a plural and multicultural nation. This is reflected in the Indonesian motto: Unity in Diversity. Today's reality shows that many cases of intolerance continue to occur. In the midst of the many cases of intolerance in various regions in Indonesia, the reality proves that the people of the city of Tomohon-North Sulawesi continue to live in an atmosphere of tolerance in the midst of differences in religion, ethnicity, race, language and culture. The purpose of this study is to describe how the values of the local wisdom of the people of North Sulawesi become a model of tolerance. This research was conducted in the city of Tomohon, North Sulawesi. The data sources in this study are local people, different religions, ethnicities, languages, religious leaders and government. This research uses a qualitative descriptive approach by collecting data through observation, interviews and documentation studies. The research found that the cultural values / local wisdom of the North Sulawesi people: Si Tou Timou Tumou Tou (Humans Live to Humanize Others), Mapalus (Mutual Cooperation) and Torang Samua Basudara (We Are All Brothers) are able to make North Sulawesi people live in an atmosphere of tolerance, so that it can be adopted and developed into a model of tolerance education. These three cultural values are implemented concretely in the concrete life of the community which does not differentiate between ethnic, religious, and ethnic origins from the community. The study recommends further research on the development of a learning model based on local cultural values

    Contents: Daftar Isi Volume 19 Nomor 2 April 2020

    No full text

    Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Animasi terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Islam Alimuddin Kabupaten Probolinggo

    Full text link
    This research aims to find out the effect of the use of animation based learning media on the learning interest of students in grade VII Alimuddin Islamic High School in Probolinggo regency. The use of animation based learning media is expected to help the learning process and improve student learning outcomes.This study used the research method namely quantitative research with correlation analysis. While the sample taking technique used Sampling where the sample used was grade VII Alimuddin Islamic High School non Probability Sampling, which amounted to 45 students. The research instrument in this research damaged the likert scale with Aangket inserts 10 questions with 4 questions. Data collection techniques use archivist based observation and angkets. Research obtained in this study indicates that this calculation t is uncountable -35.206 and t table calculation (-)1,68. So calculate (-35.206) > t table 1.68 or significant 0,000 < from 0,05 So there is the animated learning media influence over class learners interest in grade VII Alimuddin Islamic High School. Meaningless H0 : rejected and Ha : received. Which means that there,s an animated learning media influence over class learners interest in grade VII Alimuddin Islamic High School Probolinggo Regency

    PEMIKIRAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN NASIONALISME INDONESIA: SEBUAH ANALISIS SEJARAH HUKUM

    Full text link
    ABSTRAK Kajian tentang nilai-nilai islam dan kaitannya dengan pembentukan kesadaran nasionalisme menjadi menarik untuk dikaji karena: peran ulama dan para pejuang muslim tersebut tidak lepas dari semangat untuk keluar dan lepas dari penjajahan. Peran para pejuang Islam baik yang berjuang secara fisik maupun yang berjuang dengan pemikiran melalui pena perlu dikaji untuk mengetahui secara historis peran ulama yang sangat penting dalam pencapaian kemerdekaan dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah gagasan pembentukan kesadaran kebangsaan para tokoh bangsa ditinjau dari sisi sejarah hukum? Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan sejarah hukum. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sejarah hukum yang dikembangkan oleh Karl von Savigny. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah: pemikiran K. von Savigny yang melihat sebuah perubahan dari bentuk yang primitif menuju sebuah bentuk modern juga terlihat dalam proses pembentukan kesadaran nasionalisme Indonesia. ABSTRACT The study of Islamic values and their relation to the formation of nationalism awareness is interesting to study because: the role of the ulama and Muslim warriors is inseparable from the spirit to get out and escape from colonialism. The role of Islamic fighters, both those who struggle physically and those who struggle with ideas through a pen, needs to be examined to find out historically the role of the ulema which is very important in the achievement of independence and the formation of the Unitary State of the Republic of Indonesia. The formulation of the problem in this study is: how is the idea of forming national awareness among national figures in terms of the history of law? The research method used is a normative legal method with a historical approach to law. The theory used in this study is the theory of legal63 history developed by Karl von Savigny. The conclusions of the research obtained are: K. von Savigny's thought which saw a change from primitive to modern patterns was also seen in the process of shaping Indonesian nationalism awareness

    COVER VOLUME 19 NOMOR 1 Oktober 2019

    No full text
    COVER VOLUME 19 NOMOR 1 Oktober 201

    MENCOBA MENGANALISIS TEORI SOSIOLOGI KLASIK DURKHEIM DI DUSUN X DESA Y KABUPATEN Z PROPINSI O

    Full text link
    ABSTRAK Teori Durkheim dalam sosiologi klasik Perancis terkenal dengan tekanannya pada norma-norma kolektif yang mempengaruhi tindakan dan kehidupan individu-individu, tanpa siapa pun yang menyadarinya. Isu-isu kolektif tersebut begitu kuat mengikat, sehingga telah menjadi ciri-ciri khas di dalam hubungan sosial yang bersangkutan. Dari sinilah, kemudian masyarakat itu hidup dalam bermasyarakat maupun bernegara. Teori Durkheim akan dicoba untuk diterapkan di Dusun X, Desa Y, Kabupaten Z, Provinsi O. Hasil-hasil observasi partisipan, terbukti: memang terlihat betapa norma-norma kolektif itu begitu kuat-mengikat individu-individu, sehingga warga pun tidak kuasa secara terang-terangan untuk menolak dari norma-norma yang sudah ditetapkan. Masyarakat Dusun X, tinggal mematuhi dan menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari tanpa melihat, apakah norma-norma tersebut sudah sesuai atau tidak dari kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Akibatnya, masyarakat Dusun X telah kehilangan kemandirian, jati-diri dan kreativitasnya; atau jika berniat mencoba untuk melawan norma-norma yang telah ditetapan, maka dengan sangat terpaksa siap-siap untuk meninggalkan dusun tempat kelahirannya. Penyebab utama adalah, faktor kemiskinan dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sebagian besar tukang becak, buruh bangunan dan sawah hanya sebatas untuk makan sampai pada panen berikutnya. Solusinya, memberi pengertian yang mendalam dan intensif kepada tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Dusun X. ABSTRACT Durkheim theory on French classical Sociology is well known with its pressure with the collective norms that affect the action and the life of individuals, without anyone realized it. Those collective issues were tightly bounded, so it has become the special characteristic in the related social relation. From here, then the citizens live in society and in the living state. Durkheim theory will be tried to be applied on X backwoods, Y village, Z province and O province. The result of participants’ observation resulted: it is seen that collective norms tightly tied individuals, so that people do not have the right directly to refuse the stated norms. The citizens of X backwoods, obey and apply the norms in the daily live without seeing whether the norm is appropriate for the live of the related people or not. As the result, citizen from X orchard has lost their independence, self identity and creativity; or if they have a willing to try to break the stated norm, as the result they have to be forced to leave the place where they were born. The main factor is poverty, it is because the job that are done mostly are pedicab drivers, building labor and field worker and it is only enough to earn money on food until the next harvest. The solution of this problem is giving a depth and intensive understanding to the prominent figure in X backwoods

    ANTARA VIRTUE DAN FORTUNE: SUATU DIMENSI DALAM PEMIKIRAN MACHIAVELLI

    Full text link
    ABSTRAK Artikel ini bertujuan menganalisa konsep Machiavelli tentang virtue dan fortune. Machiavelli tidak mendefiniskan makna virtue secara pasti. Ia tidak menggunakan istilah tersebut secara sistematik. Machiavelli menggunakan istilah virtue sebagai analisis kompleks yang menggambarkan pada kualitas-kualitas utama seorang pemimpin dalam mencapai kegemilangan, meraih kemuliaan dan kehormatan, menahan serangan, melepaskan ketergantungan pada pihak lain, keyakinan diri. Dalam konteks tertentu, virtue didefinisikan sebagai kesediaan untuk melakukan apa saja tindakan untuk mencapai kemuliaan umum, baik itu melalui cara-cara yang baik maupun jahat. Pandangan ini menegasikan prinsip-prinsip moral dalam mencapai tujuan. Sementara fortune berarti, Nasib Baik. Fortune adalah dimensi yang selalu mengelilingi dan menentukan arah hidup kita. Dalam pandangan Machiavelli, Nasib adalah Dewi dalam kehidupan yang mana kita patut memberikan perhatian kepadanya, karena ia dapat memberikan keberuntungan ataupun kecelakaan. Argumentasi tentang Nasib ini berseberangan dengan pandangan Machiavelli yang sejauh ini dikenal cukup liberal dalam bidang politik dan kenegaraan. Pada tahap tertentu, pemikiran Machiavelli tentang virtue dan fortune, menciptakan suatu kesenjangan moral antara tradisi moralis klasik (Yunani dan Romawi kuno) dan zaman Renaisans, serta dilema moralitas baru kekuasaan.  ABSTRACT This article aims to analyze the Machiavelli’s concept of virtue and fortune. Machiavelli does not define virtue precisely and systematically. Machiavelli uses the term virtue as complex analysis that describes the main qualities of a leader in achieving glory, honor, resisting attacks, releasing dependency, and self-confidence. In certain contexts virtue is defined as the willingness to take any action to achieve general glory, which through good or evil means. This view ignores moral principles in achieving goals. While fortune means good fortune. Fortune is a dimension that always surrounds and determines the direction of our lives. In Machiavelli’s view, fate is a goddess in life which we deserve to pay attention to because it can bring good fortune or accident. This argument about fate is different from the Machiavelli’s view which has so far been known as liberal. At a certain stage Machiavelli thought about virtue and fortune creates a moral gap between classical moralist traditions and renaisans era, and creating a new morality dilemma of power

    DEMOKRASI DAN TANTANGANNYA DALAM BINGKAI PLURALISME DI INDONESIA

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang berlangsungnya demokrasi di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, bagaimana nilai-nilai Islam mempengaruhi berjalannya demokrasi di negara ini. Indonesia memiliki 1.331 kelompok suku dan 652 bahasa daerah. Dengan kemajemukan tersebut negara ‘mengajarkan’ tentang toleransi dan pluralisme melalui semboyan yang dikenal ‘Bhineka Tunggal Ika’, berbeda-beda namun tetap satu jua. Nilai-nilai demokrasi, agama, dan pluralisme juga terkandung dalam dasar negara, Pancasila. Meski begitu, demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut. Tantangan terbesar saat ini adalah menguatnya politik identita

    MODEL HOLISTIK: PELATIHAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

    Full text link
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bekal pada mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tentang pendidikan karakter, sehingga lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkualitas, memiliki sikap disiplin yang tinggi, bekerja keras dan bertanggungjawab. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah tersedianya buku panduan model pelatihan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tulisan ini merupakan hasil kajian penelitian pengembangan atau sering disebut Research and Development (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelatihan yang disepakati dalam perancangan desain adalah model pelatihan pendidikan karakter holistik (menyeluruh) disingkat “PENDIKAR HO”. Model pelatihan pendidikan karakter holistik ini dalam pelaksanaannya tidak membedakan peserta dilihat dari latar belakang keluarga, status sosial ekonomi, suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat. Peserta diperlakukan sama dalam pelatihan pendidikan karakter. Luaran dari hasil penelitian pada tahun 2016 ini adalah berupa produk panduan model pelatihan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta. Diharapkan panduan model pelatihan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini dapat diterapkan di seluruh fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sedangkan luaran lain pada tahun ini adalah dimasukkannya hasil penelitian pada jurnal bertaraf internasional.   ABSTRACT The purpose of this study is to provide provisions to students of the Jakarta State University (UNJ) about character education, so that graduates of Jakarta State University (UNJ) are qualified, have a high discipline attitude, work hard and are responsible. While the specific purpose of this research is the availability of a guidebook for character education training models for new students of Jakarta State University (UNJ). This paper is the result of a research development study or often called Research and Development (R&D). The results showed that the training model agreed upon in the design of the design was a holistic (overall) character education training model abbreviated as "PENDIKAR HO". This holistic character education training model in its implementation does not differentiate participants in terms of family background, socioeconomic status, ethnicity, religion, language, and customs. Participants are treated the same in character education training. The output of the 2016 research is a product guide to character education training models for new 19 students at Jakarta State University. It is hoped that the character education model training guide for new students at the Jakarta State University (UNJ) can be applied in all faculties within the Jakarta State University (UNJ). While another outcome this year is the inclusion of research results in international journals

    179

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇