MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
    349 research outputs found

    PERANCANGAN PUSAT EKO-WISATA BIOTA BAWAH LAUT DI MALALAYANG DENGAN METODE PENDEKATAN TEORI BLOB ARCHITECTURE

    Get PDF
    Abstrak Wisata kekayaan bawah laut saat ini merupakan salah satu sektor yang dikembangkan oleh pemerintah sebagai sumber pendapatan. Sulawesi utara khususnya memiliki pantai dengan 13 jenis terumbu karang dan 91 jenis ikan. Menyadari akan potensi kelautan dan perikanan ini, dibutuhkan suatu wadah yang mampu mengonservasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat akan kekayaan alam bawah laut tersebut. Wadah ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan melihat keindahan bawah laut Sulawesi Utara. Pusat Eko-Wisata Biota Bawah Laut merupakanjawaban dari semua permasalahan tersebut. Tujuam dari perancangan objek ini adalah merancang objek yang mampu menjadi tempat wisata sekaligus tempat konservasi serta memberikan edukasi tentang keindahan bawah laut, merancang objek yang sesuai dengan potensi lingkungan sekitar site, dan menerapkan teori blob architecture kedalam perancangan. Image – present - test oleh John Zeiselmerupakan metode perancangan yang dipakai, dimana permasalahan yang muncul akan diproses secara terus menerus dalam siklus sehingga menghasilkan perancangan yang lebih optimal. Implementasi tema Blob Architecture pada objek meliputi bentuk bangunan yang menyerupai gumpalan, penggunaan sistem struktur yangmemungkinkan bangunan memiliki bentuk yang melengkung, serta penggunaan material yang mendukung bangunan agar terlihat dinamis. Kata Kunci: Eko-Wisata, Pantai, Blob Architecture   Abstract Underwater wealth tourism is nowadays one of the government's income-sources sectors. North Sulawesi, in particular, features beaches with 13 different kinds of coral reefs and 91 fish species. Recognising the potential of marine and fishery resources, subsequently, it is required a place capable of conserving and educating the public about the natural treasure found beneath the sea. This place is also expected to attract tourists interested in seeing the underwater beauty of North Sulawesi. The Underwater Biota Eco-Tourism Center is the answer to all of these issues. The design of this object aimed to create an area, a tourist attraction and a conservation place,provide education about underwater beauty, create objects that follow the environment's potential around the site, and apply the theory of blob architecture to the design. The design approach employed the Image - present -test by John Zeisel, in which emerging issues are processed continuously in cycles to achieve a more optimum design. The Blob Architecture theme implementation on objects comprised of a structural system that enables the structure's form, which resembles a lump, the use of a structural system that enables the building to have a curved shape, and the use of materials that support the building to make it apears dynamic. Keywords: Eco-Tourism, Beach, Blob Architectur

    PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DESTINASI PARIWISATA SUPER PRIORITAS LIKUPANG

    Get PDF
    ABSTRAK   Indonesia merupakan negara kepulauan yang potensial dengan sumber daya alam yang mampu menjadi daya tarik wisata. Pariwisata menjadi andalan dalam menarik wisatawan. Dalam upaya untuk memperkenalkan kepada seluruh dunia potensi pariwisata yang di miliki Indonesia, telah ditetapkan 5 Destinasi pariwisata super prioritas, salah satunya yaitu Likupang di Provinsi Sulawei Utara. Setelah ditetapkan, Likupang mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata, namun ditemui permasalahan terkait kurangnya pemahaman dan keterlibatan dari masyarakat lokal dalam pengembangan DPSP. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk menggali dan mengkaji lebih dalam persepsi dan partisipasi dari masyarakat lokal terhadap pengembangan DPSP Likupang. Penelitian ini dilakukan di Kec. Likupang Timur, pada kawasan pariwisata pesisir di Desa Pulisan, Desa Marinsow, Desa Kinunang dan Desa Maen. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Sampel responden sebanyak 80 responden dari masyarakat lokal. Dikumpulkan dengan Teknik wawancara, kuesioner dan observasi. Setelah dilakukan analisis secara kualitatif dengan skala Likert, didapati hasil bahwa persepsi masyarakat lokal terhadap pengembangan DPSP Likupang sudah cukup baik. Selain itu didapati hasil bahwa masyarakat lokal “Sering” berpartisipasi dalam upaya pengembangan DPSP Likupang.  Kata Kunci: Pariwisata, Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Persepsi Masyarakat, Partisipasi Masyarakat   ABSTRACT  Indonesia is a potential archipelagic country with natural resources that can become a tourist attraction. Tourism is a mainstay in attracting tourists. In an effort to introduce to the world the tourism potential of Indonesia, 5 super priority tourism destinations have been set, one of which is Likupang - North Sulawesi. Once established, Likupang began to be developed as a tourist area, however, the community still lacked understanding and involvement from the local community in the development of the DPSP. For this reason, it is necessary to conduct research to explore and examine more deeply related to the perception and participation of local communities towards the development of the Likupang DPSP. This research was conducted in Kec. East Likupang, in tourism areas in Pulisan Village, Marinsow Village, Kinunang Village and Maen Village. The research method is Descriptive -Qualitative. Questionairres are distribiuted to 80 of respondents from local communities. Data also collected with interview techniques and observation. After doing the analysis, it was found that the local community's perception of the development of the Likupang DPSP was quite good. In addition, it was found that the local community “often” participated in the development of the Likupang DPSP. Keywords: Tourism, Super Priority Tourism Destinations, Public Perception, Public Participatio

    RE-DESAIN PRESIDENT SHOPPING CENTER DI KOTA MANADO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU

    Get PDF
    ABSTRAK   Pusat perbelanjaan / Shopping center merupakan aktivitas komersill yang direncanakan, dikembangkan, dimiliki dan dioperasikan dalam satu unit bisnis. Kota manado sempat mempunyai pusat perbelanjaan yang sempat popularrdi tahun 1990- an, yaitu President Shopping Center. Melihat kondisi bangunan saat ini, fasilitas utama atau pendukung, dan peruntukannya, President Shopping Center tidak lagi memenuhi syarat sebagai pusat perbelanjaan di kota Manado dannsekitarnya. Tujuan dari me- redesain President Shopping Center di Kota Manado merupakan mendesain ulang President Shopping Center menjadi lebih menarik dan aman dari yang ada saat ini dengannmemperhatikan kawasan sekitar. President Shopping Center dirancang Kembali dengan metoda pendekatan Arsitektur Hijau dengan konsep ruang terbuka hijau yang bisa membagikan rasa kenyamanan yang lebih dalam melaksanakan aktivitas berbelanja.   Kata Kunci: Re-Desain, President Shopping Center, Manado, Arsitektur Hijau   ABSTRACT   Shopping center / Shopping center is a commercial activity that is planned, developed, owned and operated in one business unit. Manado City once had a shopping center that was popular in the 1990s, namely President Shopping Center. Looking at the current condition of the building, main or supporting facilities, and its designation, President Shopping Center no longer qualifies as a shopping center in the city of Manado and its surroundings The purpose of redesigning the President Shopping Center in Manado City is to redesign the President Shopping Center to be more attractive and safer than the current one by paying attention to the surrounding area. President Shopping Center is redesigned with a Green Architecture approach method with the concept of green open space that can share a sense of more comfort in carrying out shopping activities   KeyWords: Re-Design, President Shopping Center, Manado, Green Architectur

    ANALISIS KERENTANAN DAN STRATEGI MITIGASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

    Get PDF
    ABSTRAK   Intensitas hujan yang tinggi dan juga wilayah ini berada di dataran rendah menyebabkan bahwa sungai di tiap kecamatan meluap. Akibatnya permukiman warga terendam banjir serta merusak rumah warga hingga beberapa fasilitas desa dan juga pernah memakan korban jiwa. Daerah dumoga terdapat sumber penghidupan masyarakat yaitu tambang rakyat, itu adalah alasan mengapa masyarakat setempat masih ingin bermukim di daerah rentan banjir. Dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana banjir yang berlokasi di kabupaten bolaang mongondow, Dan juga peneliti merekomendasikan strategi mitigasi bencana banjir dari aspek kerentanan yang berlokasi di kabupaten bolaang mongondow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dan overlay, berdasarkan beberapa variabel yaitu variabel lingkungan, fisik, sosial dan eknomi yang masingmasing terdapat indikator. Setelah mendapatkan hasil dari tiap variabel berdasarkan indikatorindikator, dengan menggunakan rumus yang ada maka hasil dari kerentanan total terdapat tiga tingkat kerentanan yaitu rendah, sedang, tinggi. Kerentanan tinggi terdapat 5 kecamatan, kerentanan sedang terdapat 1 kecamatan dan kerentanan rendah terdapat 6 kecamatan.   Kata Kunci : Kerentanan Bencana Banjir, Mitigasi Bencana Banjir, Bolaang Mongondow.   ABSTRACT   The high intensity of rain and also that this area is in the lowlands causes the rivers in each subdistrict to overflow. As a result, residents' settlements were flooded and damaged residents' homes to several village facilities and also claimed lives. The dumoga area has a source of livelihood for the community, namely people's mining, which is the reason why local people still want to live in floodprone areas. In this study, researchers identified the level of vulnerability to floods located in Bolaang Mongondow district and also recommended flood disaster mitigation strategies from the aspect of vulnerability located in Bolaang Mongondow district. The method used in this research is a quantitative descriptive method. This study uses scoring and overlay analysis techniques, based on several variables, namely environmental, physical, social, and economic variables, each of which has indicators. After getting the results of each variable based on the indicators, using the existing formula, the results of the total vulnerability are three levels of vulnerability, namely low, medium and high. There are 5 districts with high vulnerability, 1 district with medium vulnerability, and 6 districts with low vulnerability.   Keywords: Flood Disaster Vulnerability, Flood Disaster Mitigation, Bolaang Mongondo

    HUBUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS KLABAT DENGAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITARNYA

    Get PDF
    ABSTRAK Universitas Klabat universitas yang terletak di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara yang berperan sebagai salah satu penyedia sarana pendidikan dan menjadi sarana penunjang untuk proses pembelajaran. Adanya suatu universitas maka akan berpengaruh pada kawasan disekitarnya, semakin banyak yang datang untuk menempuh pendidikan, maka kegiatan sosial, ekonomi dan budaya akan semakin meningkat. Sehingga menyebabkan kebutuhan suatu lahan juga semakin meningkat. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan pemanfaatan lahan di sekitar Universitas Klabat dan menganalisis hubungan antara Universitas Klabat dengan pemanfaatan lahan sekitarnya. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan analisis deskriptif kuantitatif serta analisis korelasi pearson. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa pemanfaatan lahan dalam kurun waktu 16 tahun (2005-2020) mengalami perubahan yakni luas lahan jalan tol bertambah sebesar 69,3 Ha, luas lahan hutan berkurang sebesar 6,5 Ha, luas lahan perkantoran bertambah sebesar 6,0 Ha, luas lahan perkebunan/kebun berkurang sebesar 85,9 Ha, luas lahan permukiman bertambah sebesar 72,1 Ha, luas lahan persawahan berkurang sebesar 15,2 Ha, dan luas lahan tegalan/ladang berkurang sebesar 39,8 Ha. Dari hasil analisis korelasi pearson yang diperoleh bahwa 100% dari variabel pemanfaatan lahan memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Kampus UNKLAB, serta memiliki hubungan yang signifikan dan kuat/sangat kuat. Kata kunci : Hubungan, Universitas Klabat, Pemanfaatan Lahan     ABSTRACT   Klabat University is a university located in Airmadidi District, North Minahasa Regency which acts as one of the providers of educational facilities and becomes a supporting facility for the learning process. The existence of a university will affect the surrounding area, the more people who come to study, the social, economic and cultural activities will increase. This causes the demand for land to increase as well. Therefore, the purpose of this study is to determine changes in land use around the University of Klabat and to analyze the relationship between the University of Klabat and the use of the surrounding land. Data collection was obtained through observation, interviews, as well as documentation with quantitative descriptive analysis and Pearson correlation analysis. The results of this study identify that land use within a period of 15 years (2005-2020) has changed, namely the toll road area increased by 69.3 Ha, forest land area decreased by 6.5 Ha, office land area increased by 6.0 Ha , the area of plantation/garden area decreased by 85.9 Ha, the area of residential land increased by 72.1 Ha, the area of rice fields decreased by 15.2 Ha, and the area of dry land/field decreased by 39.8 Ha. From the results of the Pearson correlation analysis, it was obtained that 100% of the land use variables had a significant relationship with the UNKLAB Campus variable, and had a significant and strong/very strong relationship.   Keywords: Relations, University of Klabat, Land Us

    KAJIAN ARAHAN ZONING REGULATION PADA KORIDOR JALAN LINGKAR TIMUR KOTA TOMOHON

    Get PDF
    ABSTRAK   Perencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan Tourism, SPerencanaan kota saat ini terbilang perlu mendapatkan penanganan yang serius. Masalah perkotaan yang kerap kali terjadi saat ini karena adanya ketidaksesuaian dengan perencanaannya khususnya dalam bidang perencanaan tata ruang yang mencakup perencanaan struktur ruang dan pola ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan lahan serta karakteristik penggunaannya. Penelitian yang menggunakan jenis analisis sesuai dengan Permen No.11 tahun 2021 yaitu anlisis peruntukan zona, analisis jenis dan karakteristik kegiatan yang saat ini berkembang, kesesuaian terhadap jenis peruntukan zona/sub zona,dan karakteristik spesifikasi lokasi. Hasil penelitian menunjukan ruang koridor jalan lingkar timur Kota Tomohon didominasi dengan keberadaan kawasan resapan air, kawasan lindung, perumahan, perdagangan/jasa, pelayanan umum, peternakan, lahan kering, lahan basa dan lahan tandus. Karakteristik penggunaan lahan terbagi atas pemukiman, kantor, sawah, kebun campuran, peternakan, tegalan, dan semak belukar. Rekomendasi matriks ITBX kegiatan terhadap zona, berdasarkan hasil analaisis dan pertimbangan yang ada kelompok kegiatan yang paling banyak di izinkan yaitu pada kawasan budidaya khususnya pada zona perumahan, zona pelayanan umum dan zona peruntukan lainnya.   Kata Kunci: zoning regulation, koridor jalan, tata kota, lahan, penggunaan dan pemanfaatan lahan.   ABSTRACT   Urban planning currently needs to be handled by Tourism. Urban planning currently needs serious handling. Urban problems that often occur today are due to incompatibilities with planning, especially in the field of spatial planning which includes structural planning and spatial patterns. This study aims to examine land use and the characteristics of its use. Research using the type of analysis in accordance with Permen No. 11 of 2021, namely analysis of zone allocations, analysis of types and characteristics of activities that are currently developing, suitability for types of designations/zones/sub-zones,and site specification characteristics. The results showed that the corridor space for the eastern ring road of Tomohon City was dominated by the presence of water catchment areas, protected areas, housing, trade/services, public services, animal husbandry, dry land, alkaline land and barren land. Characteristics of land use is divided into settlements, offices, rice fields, mixed gardens, livestock, fields, and shrubs. Recommendations for the ITBX matrix of activities for zones, based on the results of the analysis and considerations that there are groups of activities that are most permitted, namely in cultivation areas, especially in residential zones, public service zones and other designation zones.   Keywords: zoning regulation, street corridor, urban planning, land, land us

    EVALUASI KOTA TOMOHON SEBAGAI KOTA LAYAK ANAK

    Get PDF
    ABSTRAK   Penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan hingga menempati posisi ke empat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Penduduk Indonesia membentuk kelompok umur, dimana berkisar 1/3 dari total jumlah penduduk Indonesia ialah kelompok anak (0-18 tahun). Merujuk pada isu tersebut, pemerintah Indonesia mencentuskan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk menunjang tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. Kota Tomohon sebagai wilayah penelitian juga telah merealisasikan kebijakan tersebut dari tahun 2017 sampai saat ini. Namun berdasarkan pengamatan awal, peneliti menemukan terdapat beberapa isu yang menunjukan bahwa penyelenggaraan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kota Tomohon belum optimal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketercapaian penyelenggaraan KLA pada setiap kecamatan di Kota Tomohon dan mengevaluasi kualitas penyelenggaraan Kota Layak Anak di Kota Tomohon. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi, juga wawancara, kuesioner dan dokumentasi lapangan. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa ketercapaian penyelenggaraan KLA di setiap kecamatan belum merata. Kecamatan yang paling unggul ialah Kecamatan Tomohon Timur dengan nilai ketercapaian ialah 92,72% dan Kecamatan Tomohon Selatan menduduki posisi terakhir dengan nilai 36,56%. Temuan berikutnya ialah kualitas penyelenggaraan KLA di Kota Tomohon sudah tergolong baik dilihat ditinjau dari 6 variabel yang ditetapkan.   Kata Kunci: Kota Layak Anak, Evaluasi, Capaian, Kualitas, Kota Tomohon   ABSTRACT   Indonesia's population continues to increase so that it occupies the fourth position with the largest population in the world. The population included in the group of children (0-18 years) ranges from 1/3 of the total population of Indonesia. Referring to this issue, the Indonesian government initiated a Child-Friendly City (CFC) policy to support the growth and development of children as the next generation of the nation. Tomohon City as a research area has realized this policy from 2017 until now. However, based on initial observations, researchers found several issues indicating that the implementation of Child-Friendly City policies in Tomohon City was not optimal. Therefore, this study aims to identify the achievement of CFC implementation in each sub-district in Tomohon City and evaluate the quality of implementing Child-Friendly Cities in Tomohon City. The methods used are survey and observation methods, as well as interviews, questionnaires and field documentation. As for data analysis, it uses qualitative descriptive analysis techniques This research finds that the achievement of KLA implementation in each sub-district has not been evenly distributed. The most superior subdistrict is East Tomohon District with an achievement score of 92.72% and South Tomohon District occupies the last position with a score of 36.56%. The next finding is that the quality of CFC implementation in Tomohon City is considered good in terms of the 6 variables determined.   Keywords: Child-Friendly City, Evaluation, Achievement, Quality, Tomohon Cit

    PENERAPAN PRINSIP DISAIN ARSITEKTUR HIGH-TECH CHARLES JENCKS PADA PERANCANGAN PUSAT OLAHRAGA PANJAT TEBING DI KOTA BITUNG

    Get PDF
    Abstrak Olahraga panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga ekstrim dan telah diminati banyak generasi muda karena perkembangan yang begitu pesat, Panjat Tebing mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960, dan di Indonesia olahraga panjat tebing telah cukup populer dan berkembang pesat. Olah raga Panjat tebing mempunyai beberapa kategori yaitu ; Lead, Boulder, dan Speed. Dan untuk kategori speed Indonesia saat ini yang memegang rekor Dunia, dampak yang timbul adalah tumbuhnya kompetisi yang kian banyak dan berkualitas yang memotivasi para atlit di Indonesia mulai dari tingkat Provinsi, Kota dan Daerah. Sehingga persaingan dan standar kualitas atlet pun semakin meningkat. Dalam membangkitkan minat masyarakat dalam olahraga Panjat Tebing memerlukan tempat latihan indoor dan fasiltas penunjang seperti ruangan peralatan, ruangan gym, kantor pengelola, maka perlu dirancang objek Pusat Olahraga Panjat Tebing dengan mengambil lokasi di Kota Bitung, untuk dapat mewadahi serta menunjang latihan para atlet dengan skala yang lebih besar untuk mempertahankan prestasi yang telah diperoleh para atlet – atlet dan bisa menciptakan atlet – atlet baru untuk regenerasi cabang olahraga Panjat Tebing, dan dalam Perancangan “Pusat Olahraga Panjat Tebing ini penulis menggunakan pendekatan konsep perancangan “Arsitektur High Tech”dengan mengembangkan kriteria rancangan objek dengan memaksimalkan penggunaan material dan teknologi terkini.  Kata Kunci : Pusat Olahraga, Panjat Tebing, Kota Bitung, Arsitektur High-Tech    Abstract  Rock climbing sport is one of the extreme sports and has been in great demand by many young people because of its rapid development, Rock Climbing became known in Indonesia around 1960, and in Indonesia the sport of rock climbing has become quite popular and growing rapidly. Rock climbing sports have several categories, namely; Lead, Boulder, and Speed. And for the current Indonesian speed category which holds the World record, the impact that arises is the growth of more and more quality competitions that motivate athletes in Indonesia starting from the Provincial, City and Regional levels. So that the competition and quality standards of athletes are increasing. In arousing public interest in the sport of Rock Climbing, it requires an indoor training ground and supporting facilities such as an equipment room, gym room, management office, it is necessary to design a Rock Climbing Sports Center object taking place in Bitung City, to be able to accommodate and support the training of athletes on a scale to maintain the achievements that have been obtained by athletes and to be able to create new athletes to regenerate the Rock Climbing sport, and in the design of the "Rock Climbing Sports Center" the author used the design concept of "High Tech Architecture" by developing object design criteria by maximizing the use of the latest materials and technology. Keywords: Sport Centre, Rock Climbing, Bitung City, High-Tech Architecture &nbsp

    ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA & PRASARANA DI KECAMATAN WEDA UTARA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

    Get PDF
    AbstrakPrasarana & sarana merupakan salah satu poin penting dalam pengembangan wilayah. Sejalan denganperkembangan jumlah penduduk maka bertambah pula kebutuhan terhadap Prasarana & saranalingkungann. Kondisi eksistingg Sarana & Prasarana permukiman di kecamatann Weda Utara di setiaplokasi kawasan permukiman masih kurang memadai seperti fasilita social dan untuk prasarana penunjangpermukiman untuk akses jalan, drainase, air bersih dan pengelolaan persampahan yang belum tersediasecara maksimal di kawasan permukiman di setiap desa diantaranyaa desa gemaf, sagea, kiya, firtu danwaleh. begitupun pertumbuhan penduduk di Keamatan Weda Utara yang mengalami peningkatan akibat darikehadiran perusahaan yang menjadi kebutuhan setiap orang untuk menggantungkan hidupnya denganbekerja sebagai profesi buru tambang atau kariawan yang berasal dari luar Kabupaten Halmahera Tengahbahkan hingga Maluku Utara. Tujuan dari skripsi ini adalah mengidentifikasi kondisii dann menganalisisprasaranaa dan sarana di Kecamatan Weda Utara. Metode analisis skripsi ini adalah observasi denganmaksud menggambarkan dan mengidentifikasi kondisi eksistingg prasarana & sarana permukiman yangada di Kecamatan Weda Utara lalu dilakukan analisis proyeksi terhadap Prasarana & sarana berdasarkanSNI. Hasil Skripsi ini adalah berdasarkan dari hasil identifikasi kondisi esksisting Kecamatan Weda Utaramemiliki kemudahan akses namun jalan lingkungan yang ada pada setiap kelurahan belum maksimal padaaspek prasarana. Selain itu, untuk kebutuhan sarana terhadap semua wilayah kelurahan KecamatanHalmahera Utara membutuhkan fasilitas Pendidikan, Kesehatan dan peribadatan sesuai dengan proyeksipenduduk dan kebutuhan prasarana seperti jalan, air bersih, drainase dan sistem pengolahan sampahdibutuhkan perhatian serius pada Desa Fritu dan Desa Wasleh. Kata Kunci: Prasarana & sarana, Permukiman, Kecamatan Weda Utara, Pengembangan wilayahAbstractInfrastructure and facilities are one of the important points in regional development. In line with populationgrowth, the need for environmental infrastructure and facilities also increases. The existing conditions ofsettlement facilities and infrastructure in the North Weda sub-district at each location of the settlement areaare still inadequate such as social facilities and for settlement support infrastructure for road access,drainage, clean water and solid waste management which are not yet maximally available in residentialareas in each village, including villages. gemaf, sagea, kiya, firtu and waleh. as well as population growthin the North Weda District which has increased as a result of the presence of companies which have becomea necessity for everyone to depend on their life by working as a mining profession or career workers whocome from outside Central Halmahera Regency and even to North Maluku. The purpose of this study was toidentify the conditions and analyze the existing infrastructure and facilities in the District of North Weda.The analytical method used in this research is observation with the intention of describing and identifyingthe existing conditions of infrastructure and settlement facilities in North Weda District, then a projectionanalysis of infrastructure and facilities is carried out based on SNI. The results of this study are based on theidentification of the existing conditions in North Weda Subdistrict, which has easy access, but the existingenvironmental roads in each kelurahan have not been maximized in terms of infrastructure. In addition, forthe need for facilities for all kelurahan areas, North Halmahera Subdistrict requires Education, Health andworship facilities in accordance with population projections and infrastructure needs such as roads, cleanwater, drainage and waste processing systems, serious attention is needed in Fritu Village and WaslehVillage.Keywords: Infrastructure and facilities, Settlement, North Weda District, regional development

    POTENSI EKOWISATA DANAU TENDETUNG DI KECAMATAN TOTIKUM SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

    Get PDF
    AbstrakEkowisata adalah salah satu jenis pariwisata yang potensial untuk menjadi salah satu penunjang perekonomian nasional, yang bisa digunakan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah itu sendiri. Potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Kepulauan terdiri dari pariwisata sejarah dan budaya, pariwisata bahari, pariwisata kuliner  dan agrowisata. Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan salah satu wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah dengan kekayaan alam yang sangat beragam.Danau ini merupakan danau yang memiliki daya tarik Potensi ekowisata yaitu pemandangan alam yang masih asli, kebudayaan masyarakat setempat dan keunikan dari Danau tersebut yang pada bulan tertentu akan mengalami pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi dan karakteristik ekowisata Danau Tendetung dan menghasilkan konsep perencanaan pengelolaan ekowisata Danau Tendetung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu telaah pustaka, observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis ODTWA. Berdasarkan hasil penilaian potensi dan daya tarik objek wisata alam Danau Tendetung, didapatkan total indeks 67,85% yang menunjukkan bahwa objek wisata Danau Tendetung layak untuk dikembangkan dan berpeluang besar untuk dijadikan tujuan objek wisata alam.Kata Kunci: Potensi Ekowisata, Objek Wisata, Danau Tendetung AbstractEcotourism is one type of tourism that has the potential to become one of the national economic support,which can be used by local governments to increase the income of the area itself. Tourism potential inBanggai Islands Regency consists of historical and cultural tourism, marine tourism, culinary tourism andagrotourism. Banggai Islands regency is one of the regency areas in Central Sulawesi Province with a verydiverse natural wealth. This lake is a lake that has the attraction of ecotourism potential, namely naturalscenery that is still original, the culture of the local community and the uniqueness of the lake that in certainmonths will experience ups and downs. The purpose of this research is to identify the conditions andcharacteristics of Lake Tendetung ecotourism and produce the concept of lake Tendetung ecotourismmanagement planning. The data collection techniques used are literature review, field observation,interviews and questionnaires. For data analysis techniques using ODTWA analysis. Based on the results ofthe assessment of the potential and attractiveness of Lake Tendetung natural attractions, a total index of67.85% is obtained which shows that Lake Tendetung tourist attractions are worthy to be developed and havea great opportunity to be used as a natural attraction destination.Keywords: Potential Ecotourism, Attractions, Tendetung Lak

    316

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA MATRASAIN (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇