MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
    349 research outputs found

    PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI DISTRIK MANOKWARI BARAT

    Get PDF
    AbstrakBidang kelautan dan perikanan memiliki keunggulan potensi yang strategis dalam membantuperkembangan pembangunan dan meningkatkan perekonomian suatu daerah atau wilayah, contohnyaseperti di Indonesia untuk daerah Provinsi Papua Barat daerah Kabupaten Manokwari menjadi satu darisekian daerah yang memiliki potensi yang tinggi dan cukup besar dalam menghasilkan ikan dengan lebihspesifiknya terdapat pasar ikan dan pusat berkumpul para nelayan sekaligus menjadi tempat bermukim bagipara nelayan di Distrik Manokwari Barat. Tujuan dalam penelitian ini mengidentifikasi kondisi eksistingkawasan pesisir Distrik Manokwari Barat berdasarkan Potensi (Minapolitan) dan Sarana-PrasaranaPenunjang serta Menganalisis Konsep Pengembangan Daerah Potensi Minapolitan. Metode yang digunakanadalah Pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil Penelitian yaitu Potensi Minapolitan (Penangkapan danPenjualan Ikan) di lokasi penelitian bernilai tinggi dan berpotensi dalam pengembangan KawasanMinapolitan, Ketersediaan Sarana Penunjang termasuk dalam kategori sedang dan Prasarana Penunjangadalah Tinggi. Konsep Pengembangan yang didapat yaitu mengembangkan Potensi yang merupakan dasarPengembangan Kawasan Minapolitan dan Melakukan Pengadaan terhadap Sarana dan Prasarana yangmasih kurang memadai, agar Potensi Daerah Minapolitan berkembang menjadi Kawasan Minapolitan.Kata Kunci: Potensi Ekowisata, Objek Wisata, Danau TendetungAbstractThe marine and fisheries sector has strategic potential advantages in assisting developmentdevelopment and improving the economy of a region or region, for example in Indonesia for the West PapuaProvince, the Manokwari Regency area is one of the areas that have high potential and is quite large inproducing fish with More specifically, there is a fish market and a gathering center for fishermen as well asa place to live for fishermen in the West Manokwari District. The purpose of this study is to identify theexisting condition of the coastal area of West Manokwari District based on Potential (Minapolitan) andSupporting Facilities and to analyze the Concept of Regional Development of Minapolitan Potential. Themethod used is a qualitative descriptive approach. The results of the research are Minapolitan Potential(Fish Catching and Sales) in the research location of high value and potential in developing MinapolitanArea, Availability of Supporting Facilities is included in the medium category and Supporting Infrastructureis High. The development concept obtained is to develop the potential which is the basis for the developmentof the Minapolitan area and to procure inadequate facilities and infrastructure, so that the potential of theMinapolitan area develops into a Minapolitan area.Keywords Potential, Minapolitan, Facilities, Developmen

    ANALISIS STRUKTUR RUANG BERDASARKAN DISTRIBUSI DAN PROFIL DENSITAS DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    AbstrakStruktur ruang kota dapat ditetapkan dan diukur dengan menggunakan 3 (tiga) indikator, antara lain;distribusi kepadatan populasi, profil densitas dan pola pergerakan harian. Namun dari ketiga indikatordiatas, hanya 2 (dua) indikator yang akan digunakan dalam penelitian ini. Indikator pertama yaitu, distribusikepadatan populasi. Dalam indikator ini, parameter yang paling penting adalah jumlah lahan yangdikonsumsi. Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan salah satu dari 12 wilayah administratif di ProvinsiSulawesi Utara. Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten MinahasaSelatan yang diresmikan pada tahun 2007. Dengan melakukan analisis struktur ruang Kabupaten MinahasaTenggara menggunakan 2 indikator, yaitu distribusi kepadatan populasi dan profil densitas diharapkandapat mampu memberikan gambaran struktur ruang Kabupaten Minahasa Tenggara. Adanya gambaran iniakan membantu mengembangkan strategi atau rencana yang kompatibel/sesuai dengan struktur ruang kota,dapat memprediksi arah perkembangan kota dimasa yang akan datang dan dengan mengetahui strukturruang kota maka akan membantu planner dalam membatasi pilihan- pilihan yang akan diambil dalammengembangkan suatu kota. Dan karna alasan-alasan tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengangkattopik ini.Tujuan penelitian ini adalah bagaimana struktur ruang Kabupaten Minahasa Tenggaraberdasarkan distribusi densitas dan profil Desa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif yang secara cermat mengamati suatu kegiatan tertentu melalui kumpulan data yang telahditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah telah teridentifikasi bahwa struktur ruang Kabupaten MinahasaTenggara adalah kota yang cenderung polisentris dapat dilihat dari pola persebaran lahan terbangun tidakterpusat pada suatu wilayah dan pola persebaran kepadatan penduduk tidak memiliki hubungan signifikandengan jarak suatu wilayah ke pusat Kota (CBD).Kata Kunci: Struktur ruang, Distribusi, Profil Densitas, Kabupaten Minahasa Tenggara.AbstractThe spatial structure of the city can be determined and measured using 3 (three) indicators, including;population density distribution, density profile and daily movement patterns. However, of the three indicatorsabove, only 2 (two) indicators will be used in this study. The first indicator is the distribution of populationdensity. In this indicator, the most important parameter is the amount of land consumed. Southeast MinahasaRegency is one of 12 administrative regions in North Sulawesi Province. Southeast Minahasa Regency is theresult of division of South Minahasa Regency which was inaugurated in 2007. By analyzing the spatialstructure of Southeast Minahasa Regency using 2 indicators, namely the distribution of population densityand density profile, it is expected to be able to provide an overview of the spatial structure of SoutheastMinahasa Regency. The existence of this picture will help develop a strategy or plan that is compatible/inaccordance with the structure of urban space, can predict the direction of urban development in the futureand knowing the spatial structure of the city will help planners in limiting the choices that will be taken indeveloping a city. And because of these reasons, the authors feel interested in bringing up this topic. Thepurpose of this study is how the spatial structure of Southeast Minahasa Regency is based on densitydistribution and village profiles. The analytical method used in this research is descriptive qualitative whichcarefully observes a certain activity through a predetermined data set. The results of this study have identifiedthat the spatial structure of Southeast Minahasa Regency is a polycentric city that can be seen from thedistribution pattern of built-up land that is not concentrated in an area and the distribution pattern ofpopulation density does not have a significant relationship with the distance of an area to the city center(CBD).Keywords: Spatial Structure, Distribution, Density Profile, Southeast Minahasa Regenc

    KETANGGUHAN KECAMATAN LANGOWAN BARAT TERHADAP ANCAMAN BENCANA LETUSAN GUNUNG BERAPI SOPUTAN

    Get PDF
    AbstrakKecamatan Langowan Barat merupakan bagian dari kawasan perkotaan Langowan yang terletak diKabupaten Minahasa. Kecamatan ini menjadi salah satu kecamatan yang terdampak langsung oleh letusangunung api karena berada di bawah kaki Gunung Api Soputan, akibatnya sebagian besar desa dalamkecamatan ini beresiko terkena material vulkanik seperti abu, kerikil, dan batu maupun lahar dingin yangmenjadi ancaman baik terhadap lingkungan, infraktruktur, prasarana dan sarana serta harta benda maupunnyawa bagi masyarakat yang bermukim disana. Kurangnya upaya mitigasi bencana seperti belum ada jalurevakuasi yang jelas hingga rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana. Untuk itupenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesadaran masyarakat Kecamatan Langowan Baratdalam menghadapi letusan gunung api soputan serta menganalisis tingkat ketangguhan KecamatanLangowan Barat terhadap letusan Gunung Api Soputan melalui teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara, kuesioner, studi literatur dan dokumentasi kemudian di analisis menggunakan metode analisisdeskriptif kuantitatif serta analisis spasial menggunakan SIG yang dimana hasilnya tingkat partisipasimasyarakat dalam menghadapi bencana gunung meletus masih kurang/rendah dan Untuk capaian penilaiantingkat ketangguhan masyarakat Kecamatan Langowan Barat dalam menghadapi ancama bencana gunungmeletus masih termasuk rendah.Kata Kunci: Ketangguhan, Gunung Api Soputan, Kecamatan Langowan BaratAbstractWest Langowan District is part of the Langowan urban area located in Minahasa Regency. This sub-districtis one of the sub-districts directly affected by volcanic eruptions because it is under the foothill of SoputanVolcano, as a result, most villages in this sub-district are at risk of being exposed to volcanic materials suchas ash, gravel, and stones as well as cold lava which poses a threat to the environment, infrastructure andfacilities as well as property and life for the people who live there. Lack of disaster mitigation efforts such asthere is no evacuation route and low level of public awareness regarding disaster mitigation. For this reason,this study aims to find out how the awareness of the people of West Langowan District in dealing with theSoputan volcanic eruption and analyze the level of resilience of West Langowan District against the eruptionof Soputan Volcano through data collection techniques in the form of observations, interviews,questionnaires, literature studies and documentation and then analyzed using data collection techniques.quantitative descriptive analysis methods and spatial analysis using GIS where the result is that the level ofcommunity participation in dealing with volcanic eruptions is still lacking/low and for the achievement of theassessment of the level of resilience of the people of West Langowan District in facing the threat of volcaniceruptions is still low.Keywords: Resilience, Soputan Volcano, West Langowan Distric

    EVALUASI TINGKAT KEKUMUHAN LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI MOROWALI UTARA

    Get PDF
    Di Kabupaten Morowali Utara pada area permukiman masih terdapat kawasan kumuh dimana apabila tidak mendapat perhatian akan memengaruhi pembangunan daerah dan tingkat kesejahteraan penduduk. Penelitian ini dilakukan dengan melihat isu kekumuhan yang belum ditangani secara komprehensif oleh pemerintah kabupaten. Lokasi penelitian ditentukan di Tiga kelurahan dan satu desa yaitu kelurahan Kolonodale, kelurahan Bahoue, kelurahan Bahontula dan desa Korolaki kecamatan Petasia kabupaten Morowali Utara. Secara administratif lokasi penelitian ini berada di pusat ibu kota kabupaten Morowali Utara. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada kondisi kehidupan di wilayah tersebut, kondisi bangunan, maupun sarana dan prasarananya. Analisis data menggunakan metode analisis pembobotan (skoring). Berdasarkan hasil dan evaluasi diketahui bahwa lokasi penelitian masuk dalam kategori kumuh ringan berdasarkan aspek-aspek tingkat kekumuhan yaitu terdiri dari kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan, kondisi proteksi kebakaran , legalitas lahan. Dan yang menjadi faktor dominan terjadinya kekumuhan adalah  kondisi bangunan yang ada di daerah pinggir pantai ataupun yang dibangun diatas laut dimana bangunan berdiri secara tidak beraturan dan dibangun di tempat yang tidak semestinya menyebabkan kawasan tersebut menjadi semrawut dan kumuh. Kata Kunci: Evaluasi, Permukiman Kumuh, Tingkat Kekumuhan   Abstract In North Morowali Regency, particularly residential areas, there are still slum areas which, if not given attention, will affect regional development and the level of welfare of the population. Based on this issue, this research was conducted by looking at slum issues that have not been handled comprehensively by the local government. The research locations were selected in three sub-districts and one village, namely Kolonodale sub-district, Bahoue sub-district, Bahontula sub-district and Korolaki village, Petasia sub-district, North Morowali district. Administratively, the research location is in the center of the capital city of North Morowali district. This study used descriptive qualitative method. This research focuses on the living conditions in the area, the condition of the buildings, as well as the facilities and infrastructure. Data analysis used the method of weighting analysis (scoring). Based on the results and evaluation, it is found that the research location is included in the moderate slum category based on aspects of the slum level, consists of building conditions, environmental road conditions, drinking water supply conditions, environmental drainage conditions, wastewater management conditions, solid waste management conditions, fire protection conditions. , land legality. And what is the dominant factor in the occurence of slums is the condition of the buildings on the beach or those built on the sea where the buildings stand irregularly and are built in places that shouldn't cause the area to become unclean and undevelop. Key words: Evaluation, Slum, Level of Slum, Scorin

    HOTEL RESOR DI PULISAN ARSITEKTUR TEPI AIR

    Get PDF
    AbstrakDesa Pulisan yang terletak di Kecamatan Likupang Timur, Kab. Minahasa Utara, memiliki pantai denganpasir putih dan taman bawah laut yang menjadi salah satu spot diving terbaik di Sulawesi Utara, Karenapesona dan keindahannya tersebut telah mengundang wisatawan datang, baik wisatawan domestik maupunwisatawan mancanegara. Meskipun dengan keindahan tersebut, disana masih terkendala dengan kurangnyafasilitas untuk mewadahi dan menunjang aktivitas wisatawan, dimana hanyanya terdapat satu resor yaituCasa Baio resor yang terletak jauh dari spot wisata.Oleh karena itu, dibangun hotel resor yang berdekatan dan dapat mewadahi serta menunjang aktivitas dariwisatawan yang datang, baik yang ingin berlama-lama dan tinggal sebentar menikmati pesona alam,maupun yang hanya sekedar singgah dan menikmati alam bawah laut Minahasa Utara yang indah. Selainitu, dengan hadirnya hotel resor ini diharapkan mampu untuk meningkatkan perekonomian daerah melaluibidang pariwisata. Selanjutnya, tema yang diimplementasikan adalah “Arsitektur Tepi Air” mengingatlokasi yang berada di tepian pantai dan memiliki potensi alam bawah laut yang indah, melalui penerapantema tersebut objek ini akan berorientasi ke laut dan memanfaatkan kawasan tepi pantai. Dengan penerapantema ini juga diharapkan dapat mewujudkan hotel resor yang memiliki nilai jual dan keselarasan denganlingkungannyaKata Kunci: Hotel Resor, Arsitektur Tepi AirAbstractPulisan village that located in East Likupang District, North Minahasa Regency had a white sandy shorewith underwater park that has become one of the best diving spots in North Sulawesi, because of it’s charmand beauty, it has attracted tourists both domestic and foreign tourist. Even with it’s beauty, there’s a lackof facilities to sustain tourists activities, and it is evident with only one existing resort : Casa Baio, which islocated far from tour spot.Therefore, it is a necessity to build a resort that exist near the tourist spot and sustain any tourist activities,either for those who wants to linger and stay for a while to enjoy the natural beauty, or for those who justcame by and enjoy the North Minahasa underwater attraction. It is expected for this resort hotel to improvethe growth of regional economy through the tourism sector. Waterfront Architecture is the chosen themebased on site capabilities and natural formation, so it is expected that this theme will be sea oriented andmaximize waterfront potential. With this applied theme, it is expected to realize a high value resort hotel thatis in harmony with the surrounding environment.Keywords: Resort Hotel, Waterfront Architectur

    EVALUASI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK: LAPANGAN OLAHRAGA BERBASIS KENORMALAN BARU DI KOTA MANADO STUDI KASUS DI LAPANGAN OLAHRAGA KONI SARIO, SPARTA TIKALA, KARPET BIRU MAPANGET

    Get PDF
    AbstrakCorona Virus Disease (Covid-19) merupakan penyakit baru dengan penularan yang cukup mudah, sehinggaorganisasi kesehatan dunia (WHO - World Health Organisation) mengidentifikasi Covid-19 sebagai pandemiyang tersebar ke-lebih dari 200 negara di dunia karena telah mengakibatkan banyak kematian sertakerugian. Kota Manado merupakan pusat dari Provinsi Sulawesi Utara, dan memiliki jumlah pendudukterbanyak dibandingkan dengan kota atau kabupaten sekitar. Lapangan olahraga memiliki pengaruh besardalam pertumbuhan suatu masyarakat perkotaan yang memiliki peranan penting ditengah-tengahmasyarakat sebagai sarana berbagi dan beraktivitas. Pada penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasipemanfaatan ruang publik khususnya lapangan olahraga berbasis kenormalan baru. Metode yang dipakaipada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumenyang diolah menggunakan importance performance analyse. Berdasarkan hasil analisis yang dihasilkandiharapkan agar dapat menjadi acuan oleh pemerintah dan juga masyarakat dalam beraktivitasmenggunakan lapangan olahraga ditengah-tengah pandemi Covid-19.Kata Kunci: Evaluasi, Ruang Publik, Lapangan Olahraga, Kenormalan Baru, Kota ManadoAbstractCorona Virus Disease (Covid-19) is a new disease with fairly easy transmission, that it cause the worldhealth organization (WHO - World Health Organization) has identified Covid-19 as a pandemic that hasspread to more than 200 countries around the world because it has caused so many death and losses. ManadoCity is the center of North Sulawesi Province, and it has the largest population compared to surroundingcities or regencies. The sports field has a major influence in the growth of an urban society that has animportant role in the midst of society as a means of sharing and doing activities. The goal of this study is toevaluate the use of public spaces, especially sports fields based on the new normal regulation. The methodused in this research is descriptive and quantitative mixed with qualitative method with a questionnaire asan instrument which is processed using importance performance analysis (IPA). Based on the results of theanalysis, it is hoped that it can be a reference by the government and also the society in their activities usingsports fields in the midst of the Covid-19 pandemic.Keywords: Evaluation, Public Space, Sports Fields, New Normal, Manado Cit

    ANALISIS PEMANFAATAN HUTAN KOTA DI KOTA KOTAMOBAGU

    Get PDF
    The urban forest is one type of urban green open space, which is an area in which there are dense and compact trees and is an important conservation in the urban environment. O2, the center of habitat for flora and fauna of liars, provider of urban aesthetics, etc. There are also Bonawang Urban Forests in Kotamobagu City – the benefits identified using Soil Surface Temperature were analyzed using ArcGIS, Air Quality Calculations, and the calculation of the minimum area of the urban forest. With the results that there are still areas with high temperatures of 29-30˚C, the IKU in urban forests is classified as moderate, the minimum area of urban forests for Kotamobagu City is 1,105.62 m2, around the industrial area because there is a Bulog factory 600 m from the City Forest. Bonawang, is still not prominent, and some people have not felt the benefits of urban forests from their homes

    EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN NEGATIVE LIST BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MANADO TAHUN 2014-2034

    Get PDF
    Residential area is an area outside the protected area and is used as an environment settlements/community housing both in urban and in rural areas. Increase in number of population causes the needs for residential land also increases. Availability of land in a limited city causes the emergence of residential land that is not in accordance with the allotment. Similar to Indonesian cities, Manado City is also experiencing increase in population. In the 2011-2019 period, Manado City experienced an increase the total population is 21.399 people (BPS Manado City). With increasing number residents in the city of Manado then began to appear residential land located in the area that is not suitable for its designation. The purpose of this research is to identify the location of residential land use in the negative list area in Manado City and evaluate the use of PKP land in the negative list area. Technique Data collection used is observation, literature review, and documentation study. For analysis technique using spatial analysis techniques (overlay and descriptive). The results of this study is the use of residential land in the negative list area as much as 493,58 ha or 13,09% of the total existing settlements in Manado City. And for the suitability of residential land which is in the negative list area, namely in the less class area of 0,05 ha, for the sufficient class area of 446,78 ha, and the appropriate class area of 46,75 ha

    ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN DI AREA SEMPADAN DANAU TONDANO

    Get PDF
    Perkembangan wilayah pada dasarnya sangat mempengaruhi banyak aspek yang tekait, salah satunya penggunaan lahan yang berakibat pada alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan bukan hanya terjadi di wilayah perkotaan, namun sering juga terjadi di wilayah pedesaan bahkan di kawasan-kawasan lindung, seperti di kawasan sempadan danau. Kawasan sempadan Danau Tondano yang merupakan kawasan lindung adalah salah satu area yang padat aktivitas masyarakat, diantaranya kegiatan perkebunan, budidaya perikanan dan kawasan permukiman warga. Hal inilah yang memicu terjadinya alih fungsi lahan yang semakin besar di kawasan sempadan danau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis alih fungsi lahan di area sempadan Danau Tondano. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis keruangan (spasial) menggunakan software ArcGIS untuk menganalisis alih fungsi lahan dan luasan  lahan yang berubah dari tahun 2010, 2015, 2020 serta analisis alih fungsi lahan eksisting dengan peruntukan lahan dari RTRW. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perubahan lahan dimana ada 4 fungsi lahan mengalami kenaikan luasannya yaitu lahan Danau/Situ, Perkebunan, Permukiman, dan Tegalan/Ladang. Terdapat 2 fungsi lahan yang mengalami penurunan luasannya yaitu lahan Sawah dan Semak Belukar. Perbandingan dengan data dari RTRW, terdapat dua jenis kawasan dari RTRW yang tidak ada dalam data eksisting yaitu Kawasan Lindung diantaranya ada Kawasan Perlindungan Setempat dan Kawasan Rawan Banjir

    PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONALâ€

    Get PDF
    Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan

    316

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA MATRASAIN (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇