MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
    349 research outputs found

    Cover

    No full text

    EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DALAM MEREDUKSI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DI KAWASAN PERKOTAAN BOROKO

    Get PDF
    Kawasan perkotaan Boroko sebagi pusat pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang letaknya dilalui oleh jaringan jalan trans pulau Sulawesi memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembangnya aktivitas perkotaan. Pertumbuhan kawasan perkotaan akan membawa dampak negatif bila tidak direncanakan dan diarahkan sedini mungkin. Salah satunya adalah penurunan kualitas lingkungan berupa meningkatnya suhu permukaan bumi akibat dari emisi gas rumah kaca. Menurut Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri, dari ke enam gas rumah kaca yang dinyatakan paling berkontribusi terhadap gejala pemanasan global adalah karbondioksida (CO2), yaitu lebih dari 75%, dimana gas tersebut sebagian besar di hasilkan oleh aktivitas manusia berupa penggunaan bahan bakar fosil pada sektor industri maupun transportasi.Penyediaan RTH merupakan bagian dari mitigasi pemanasan global sehingga dipandang sebagai salah satu upaya penanganan terhadap meningkatnya emisi gas rumah kaca khusunya gas CO2 yang paling implementatif dibandingkan cara lainnya. Selain it fungsinya sebagai pengendali kualitas udara memiliki manfaat sebagai sumber peningkatan cadangan oksigen dan memperbaiki iklim mikro di kawasan perkotaan.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Emisi Gas Rumah Kaca, CO2. Kawasan Perkotaa

    Pedoman Penulisan Naskah

    Get PDF
    ..

    PENGEMBANGAN STRUKTUR RUANG : MEREDUKSI MOBILITAS PERKOTAAN

    Get PDF
    Pertumbuhan perkotaan yang berlangsung sangat pesat telah berdampak meluas/menyebar sehingga batas antara perkotaan dan perdesaan menjadi tidak jelas (urban sprawl). Jumlah penduduk yang terus meningkat berimbas pada permasalahan transportasi yang semakin kompleks. Salahsatu konsep pengembangan kota saat ini adalah smart growth dan compact city dimana dimensi keberlanjutan menjadi perhatian utama. Pengembangan struktur ruang yang kompak dengan skala ruang kecil, merupakan respon terhadap urban sprawl dan mobilitas perkotaan. ‘Kepadatan’ dalam compact city yang tercermin dalam tata guna lahan sangat berpengaruh terhadap perilaku mobilitas masyarakat. Kata kunci : struktur ruang, keberlanjutan, kota kompak, mobilita

    Cover

    No full text
    ..

    Pedoman Penulisan Naskah

    Get PDF
    ..

    EVALUASI PURNA HUNI (EPH): ASPEK PERILAKU RUANG DALAM SLB YPAC MANADO

    Get PDF
    Penelitian evaluasi purna huni (EPH) berlokasi di SLB YPAC Manado yang bertujuan untukmeninjau kinerja ruang kelas persiapan dari segi aspek perilaku selama kegiatan belajar anak berkebutuhankhusus.Proses EPH yang digunakan adalah investigatif dengan menggunakan metode penelitian kualitatifpendekatan fenomenologi. Situasi sosial dalam penelitian ini adalah ruang kelas persiapan tunarungu dantunagrahita SLB YPAC Manado yang digunakan oleh 11 peserta didik ABK. Pemilihan sampel secarasampling purposive. Pengumpulan data menggunakan triangulasi: wawancara, pemetaan perilaku dandokumentasi. Analisis data menggunakan metode pengamatan behavioral mapping. Hasil pengamatan dikajidengan menggunakan model sistem perilaku-lingkungan (Weisman, 1988) dalam menentukan suatu atributyang diperoleh dari hubungan interaksi organisasi sekolah, ABK, dan setting ruang kelas.Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja ruang kelas persiapan SLB YPAC Manado berdasarkanperilaku memperoleh atribut teritori, aksesibilitas, privasi, sosialisasi, rangsangan sensori, dan kenyamanan.Kata Kunci: Atribut, EPH, Kinerja Ruang Kelas, Perilaku ABK, SLB YPAC Manad

    PENINGKATAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU MELALUI PEMBANGUNAN TAMAN PKK DI KECAMATAN KALAWAT

    Get PDF
    Kecamatan Kalawat terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. KecamatanKalawat merupakan kawasan pengembangan perumahan dan pemukiman yang didominasi luasan lahanlahankosong sebagai lahan tidur yang masih cukup luas. Potensi lahan-lahan kosong yang masih cukup luasdi Kecamatan Kalawat berpeluang dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang produktif dilingkungan perumahan seperti pengembangan taman-taman seperti tanaman obat keluarga (Toga), taman-taman budidaya yang bersifat menata keindahan lingkungan perumahan.Kelompok PKK desa Kalawat dan Kelompok PKK desa Watutumou dalam persiapan mengikutilomba kebun desa dan taman desa selalu mengalami kendala-kendala diantaranya : masalah pembiayaaan,sumberdaya manusia dalam keterampilan dan pengetahuan menata dan mendisain taman. Pengetahuantentang prinsip-prinsip menata taman dan penguasaan tentang jenis-jenis tanaman sangat kurang dimilikioleh ibu-ibu PKK di desa Kalawat dan desa Watutumou. Sehingga pada beberapa kesempatan lombakelompok PKK desa Kalawat dan desa Watutumou yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan Kalawatmengalami kegagalan dalam disain taman.Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok PKK dan KelompokKantor Kecamatan Kalawat adalah (1) meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam menata taman-tamankecamatan menjadi lingkungan yang indah, hijau, bersih dan Asri (2) memahami dan melakukan kegiatanpraktek mengembangkan ruang terbuka hijau, (3) memiliki kemampuan dalam mengelola taman-taman yangada, (4) meningkatkan kualitas lingkungan, (5) menghasilkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan padajurnal akreditasi.Kata kunci : ruang terbuka hijau, tama

    Sekapur Sirih

    Get PDF
    ..

    DIMENSI FUTURISTIK PROBABILITAS KOHABITASI PRODUKTIF ARSITEK-KOMPUTER-KLIEN DALAM PROSES DESAIN (Bagian Ke-tiga dari Essay : Arsitektur Futurovernakularis – Suatu Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek)

    Get PDF
    Tulisan ini merupakan bagian ketiga dari essay penulis yang berjudul “Arsitektur Futurovernakularis – Sebuah Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitekâ€. Pemikiran utama dalam essay ini adalah tentang probabilitas tergerusnya otoritas profesional arsitek seiring waktu yang ditandai dengan kehadiran karya arsitektur yang dilabel penulis dengan istilah futurovernakularis. Sebutan ini berasosiasi dengan karya arsitektural masa nanti (futuro) yang tercirikan sebagai karya yang hadir tanpa campur tangan arsitek profesional (vernakularis), sebagaimana salah satu premis dasar definisi politetis arsitektur vernakular. Dalam essay yang lengkap, argumentasi hipotesis di atas dielaborasi melalui sejumlah pendekatan argumentatif. Dalam tulisan ini secara khusus akan dipaparkan argumentasi premis ini berdasarkan pemahaman terhadap kondisi otoritas arsitek dalam konteks probabilitas pola dinamika interaksi antara sang arsitek dengan pasangan simbiotikal klasiknya yakni sang klien, serta kehadiran entitas “komputer†yang memiliki posisi unik dalam interaksi tersebut dan berpeluang merombak pola kohabitasi produktif tersebut di masa yang akan datang. Secara garis besar, tulisan ini akan diawali dengan pemahaman umum tentang proses evolusi komputer sejak diciptakan hingga peluang perkembangannya di masa yang akan datang. Pada bagian selanjutnya akan dipaparkan tentang bagaimana introduksi komputer dalam praktik perancangan arsitektur serta polemik yang menyertainya, terkait dengan potensi kemampuan komputer dalam mengeksekusi hal-hal yang diyakini sebagai skill eksklusif dari seorang arsitek. Bagian akhir tulisan akan mengungkap bagaimana perkembangan pola interaksi arsitek-klien yang diwarnai dengan kehadiran komputer sebagai entitas simbiotikal ke-tiga yang dalam perspektif futuristik akan sangat potensial merombak pola interaksi klasik yang dikenal selama ini. Melalui pemaparan dalam tulisan ini dapat disimpulkan bahwa tendensi degradasi otoritas arsitek dalam aktivitas rancang bangun juga terkonfirmasi melalui potensi perubahan pola interaksi arsitek-klien di masa yang akan datang, terutama terkait dengan keberadaan komputer dalam interaksi tersebut. Evolusi komputer diyakini berpeluang untuk berkembang sedemikian rupa sehingga dapat “memainkan†peran yang serupa dengan kompetensi seorang arsitek. Namun demikian, keberadaan komputer masih saja diprediksikan untuk tidak bisa mandiri, dalam pengertian bahwa masih dibutuhkan sosok eksekutor operasionalisasinya. Dalam pola-pola simbiosis klasik, seorang arsitek masih dipandang sebagai eksekutor formal dari komputer dalam interaksinya dengan seorang klien. Dalam hal ini, interaksi arsitek-komputer pun dapat dilihat sebagai suatu bentuk kohabitasi produktif yang spesifik. Tulisan ini pada akhirnya ingin mengajak untuk melihat pola-pola relasi ini secara utuh dimana dalam konteks rancang bangun dewasa ini yang terjadi sebenarnya merupakan suatu pola simbiosis tripartis antara klien, arsitek dan komputer. Dalam perspektif futuristik, ada peluang bahwa peran eksekutor komputer secara simbiotikal tidak lagi berada di tangan sang arsitek tapi dipegang langsung oleh sang klien. Skim simbiotikal baru ini ditengarai akan menjadi awal dari hadirnya apa yang dilabel dengan istilah arsitektur futurovernakularis. Kata kunci : simbiosis / kohabitasi produktif, arsitek, komputer, klie

    316

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA MATRASAIN (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇