MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
KAJIAN SEJARAH DAN ARSITEKTUR TUGU PERANG DUNIA II DI MANADO
Bangunan kuno Tugu Perang Dunia II yang berdiri kokoh di halaman samping Gereja Sentrum Manado, dirancang Ir. Cj uit Den Bosch seorang arsitek yang berkebangsaan Sekutu dibangun tahun 1946-an. Secara visual bangunan kuno Tugu Perang Dunia II ini memperlihatkan tampilan arsitektur yang bergaya kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah Tugu Perang Dunia II dan melihat kelayakan nilai-nilai arsitektur yang dimiliki bangunan Tugu Perang II ini sehingga dapat dilakukan upaya pelestarian dan konservasi dalam rangka memperkaya khasanah Arsitektur Kota khususnya bangunan tua bersejarah di Manado. Dengan menggunakan metode analisis deskripsi maka dari hasil penelitian ditemukan sejumlah peristiwa kesejarahan penting yang menjadi alasan bangunan Tugu Perang Dunia II ini dibangun. Dari aspek arsitektur, bangunan kuno Tugu Perang Dunia II ini ternyata memiliki keunikan arsitektur bergaya kolonial serta menyimpan makna tampilan khas yang mampu memberikan identitas tersendiri pada wajah arsitektur di kawasan pusat kota Manado. Kata Kunci : Bangunan Kuno, Tugu Perang Dunia, Konservasi, Pelestarian, Arsitektur Kot
PELUANG KEBERLANJUTAN INDUSTRI RUMAH TRADISIONAL MINAHASA DI WOLOAN
Kayu merupakan salah satu bahan pokok dalam menjalankan industri rumah tradisional Minahasa. Bertambahnya populasi manusia dan kebutuhannya dalam pembangunan menyebabkan berkurangnya luasan hutan serta sumberdaya hutan berupa ketersediaan kayu yang dapat menyebabkan industri ini kehabisan bahan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang keberlanjutan rumah industri tradisional Minahasa di Woloan Sulawesi Utara terhadap penggunaan atau pemanfaatan material kayu. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data primer yang dilakukan dengan mengkombinasikan teknik wawancara dan observasi lapangan di Industri Rumah Tradisional Minahasa Woloan yang dianalisis dengan gabungan dari Analisis Kualitatif dan Kuantitatif. Hasil dari penelitian ini tentang kebutuhan bahan, permintaan pasar, ketersediaan tenaga kerja, pemanfaatan sisa material kayu. Kata Kunci : Industri Rumah Tradisional Minahasa, Kayu, Keberlanjutan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENERANGAN DI TAMAN KOTA, Studi Kasus Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado
Taman kesatuan bangsa merupakan taman kota yang menjadi tempat favorit untuk bersosialisasi danberekreasi masyarakat Kota Manado karena memiliki letak yang strategis berada di pusat Kota Manadotepatnya di Kawasan Pasar 45 di tengah pusat ekonomi dan hiburan serta memiliki pencitraan yang baikberkat nilai historisnya yang kuat. Pencahayaan yang kurang maksimal pada malam di TKB memilikiberagam persepsi bagi pengunjungnya. Persepsi masyarakat disaat malam hari bahwa TKB memiliki imagetempat yang kurang baik, diantaranya tempat mangkal PSK dan transaksi Narkoba. Penelitian ini mengkajipersepsi masyarakat terhadap efek pencahayaan di Taman Kesatuan Bangsa.Penelitian persepsi masyarakat terhadap kualitas penerangan di Taman Kesatuan Bangsamenggunakan metode penelitian gabungan (Mixed methods) yang mengkombinasikan atau menggabungkanantara penelitian kuantitatif dengan metode kualitatif, dengan strategi penelitian menggunakan strategimetode embedded konkuren, menggunakan skala likert untuk nilai persepsi. Penelitian ini terbagi 3 tahap,yang pertama pengambilan data persepsi awal terhadap penerangan, kemudian melakukan percobaanpertama menggunakan lampu 33 watt dan percobaan ke 2 menggunakan lampu 69 watt. Dari hasilpercobaan dikaji kembali persepsi responden terhadap penerangan percobaan 1 dan 2.Hasil penelitian persepsi pengunjung Taman Kesatuan Bangsa terhadap efek pencahayaan yaituKualitas penerangan di TKB masih kurang, Hasil analisis perbedaan nilai rata-rata persepsi masyarakatterhadap penerangan pada dua percobaan di zona 1, 2, 3 dan 4 menunjukan peningkatan dengan dari hasilpersepsi awal kecuali pada nilai rata-rata pada zona 5 menunjukan penurunan yang dari persepsi awalmenggambarkan bahwa terdapat aktifitas yang berbeda di area ini.Kata kunci: persepsi masyarakat, penerangan, Taman Kesatuan Bangs
UPAYA ADAPTASI ELEMEN BANGUNAN UNTUK MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG
Pengalaman menunjukkan bahwa banjir bandang datang secara tidak terduga atau tiba-tiba, dapat bersifat merusak dan menimbulkan kerugian serta korban jiwa terutama pada mereka yang saat kejadian berada didalam bangunan. Melalui penelitian ini dikaji sejumlah elemen bangunan yang mampu beradaptasi terhadap bencana tersebut, sebagai bagian dari konsep mitigasi bencana. Elemen bangunan yang menjadi focus penelitian meliputi denah, pondasi, lantai, dinding, pintu, jendela, ventilasi, plafond, dan atap . Metode yang diterapkan terdiri dari evaluasi purna huni, yang dijabarkan melalui proses wawancara dan pengamatan detail pada elemen bangunan tersebut. Lokasi kajian berada di Utaurano dan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe dan di Manado Sulawesi Utara. Hasil menunjukkan bahwa terdapat sejumlah elemen bangunan dapat beradaptasi. Besar harapan bahwa hasil penelitian ini mampu membuka cara pandang khususnya masyarakat Sulawesi Utara, yakni pentingnya pemahaman upaya adaptasi elemen bangunan sebagai bagian dari pengurangan resiko atau mitigasi bencana banjir bandang. Kata Kunci : Anomali Iklim, Banjir Bandang, Mitigasi Bencana, Adaptasi, Elemen Bangunan
Pedoman Penulisan Naskah
v Kategori naskah ilmiah hasil riset/penelitian, kritik, ulasan/apresiasi, essay. v Naskah dituliskan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris diketik pada kertas ukuran A4. Spasi 1,5 dengan batasan margin atas, kanan dan bawah 3cm, batas kiri 4 cm dari tepi kertas. Panjang naskah/artikel maksimum 15 halaman termasuk Daftar Pustaka. Huruf Times New Roman, ukuran font 10, huruf tegak. v Judul singkat, jelas, ditulis format font 11, huruf tegak, cetak tebal, huruf capital, mode centre line. v Nama Penulis naskah ditulis lengkap tanpa mencantumkan gelar, dibawah nama penulis dicantumkan institusi asal penulis. v Isi naskah berperspektif atau bertema Arsitektur, Sains Bangunan, Perkotaan, Permukiman atau Lingkungan. Naskah asli bukan duplikasi ataupun pernah dipublikasikan di media cetak manapun. v Sistematika naskah Ø JudulØ Nama dan asal institut penulisØ Abstrak, setara 300 kata, 1 spasi, ditulis 1 kolom, meliputi latar belakang, pendekatan, metode riset, hasil, temuan, manfaat secara umum dan keywords (kata kunci).Ø Isi naskah, 1,5 spasi, ditulis 2 kolom, sesuai dengan kategori tulisan (hasil riset / penelitia atau essay bebas). Setidak-tidaknya mengandung bagian Pendahuluan, Pembahasan serta Kesimpulan / Saran.Ø Daftar Pustaka v Gambar, grafik, tabel, foto harus disajikandengan jelas. Format Foto Digital minimum VGA dalam File JPG. Keterangan gambar dll ditulis dalam format font lebih kecil dari format font tulisan isi. v Catatan (Footnote dan Endnote) berisi catatan penjelas bukan daftar asal kutipan. v Daftar pustaka diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan dituliskan berurutan menurut abjad (alphabetical). Judul pustaka di tulis miring (italic) v Ketentuan lain yang kurang jelas dapat menghubungi redaksi. v Naskah diserahkan dalam bentuk soft copy dan 1 (satu) eksemplar hard copy (cetakan/print out) v Redaksi berhak untuk menyunting, mengetik ataupun menolak naskah yang diterima. Redaksi akan mengembalikan naskah yang tidak memenuhi kriteria untuk dapat diperbaiki dan dapat diajukan kembali ke redaksi untuk penerbitan berikutnya
TINJAUAN OTORITAS ARSITEK DALAM TEORI PROSES DESAIN (Bagian Kedua dari Essay : Arsitektur Futurovernakularis – Suatu Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitek)
Otoritas, bagi kalangan arsitek adalah suatu prakondisi yang mendasari eksistensi profesionalnya. Pemahaman yang jernih tentang situasi otoritatif profesi arsitek akan memampukan kita untuk mengantisipasi probabilitas memudarnya otoritas arsitek di masa depan yang titik nadirnya adalah situasi profesi tanpa peran yang sama-sama tidak kita inginkan.Tulisan ini merupakan bagian yang kedua dari essay penulis yang berjudul “Arsitektur Futurovernakularis – Sebuah Konsekuensi Probabilistik Degradasi Otoritas Arsitekâ€. Pemikiran utama dalam essay ini adalah tentang probabilitas tergerusnya otoritas profesional arsitek seiring waktu yang ditandai dengan kehadiran karya arsitektur yang dilabel penulis dengan istilah futurovernakularis. Sebutan ini berasosiasi dengan karya arsitektural masa nanti (futuro) yang tercirikan sebagai karya yang hadir tanpa campur tangan arsitek profesional (vernakularis), sebagaimana salah satu premis dasar definisi politetis arsitektur vernakular. Dalam essay yang lengkap, argumentasi hipotesis di atas dielaborasi melalui sejumlah pendekatan. Dalam tulisan ini secara khusus, akan dipaparkan argumentasi yang dielaborasi berdasarkan pemahaman terhadap kondisi otoritas arsitek berdasarkan teori proses desain. Secara garis besar akan dikemukakan pemahaman umum tentang teori proses desain dari masa ke masa yang berasosiasi dengan perubahan karakteristik otoritas arsitek yang terefleksi lewat perbedaan peran sang arsitek dalam berbagai model proses desain secara teoritis.Melalui pemaparan dalam tulisan ini dapat disimpulkan bahwa tendensi degradasi otoritas arsitek dalam aktivitas rancang bangun juga terkonfirmasi melalui perubahan peran seorang arsitek dalam pelaksanaan suatu proses perancangan yang terindikasikan dalam teori model proses desain. Dalam model proses desain yang terkini, yang dilabel dengan istilah model proses desain yang argumentatif, peran arsitek, khususnya terkait dengan otoritas pengambilan keputusan, cenderung melemah jika dibandingkan dengan perannya pada model-model proses desain terdahulu yang berciri intuitif dan rasionalistik. Dalam model argumentatif, seorang arsitek tidak lagi berposisi sebagai pengambil keputusan, tapi lebih berperan sebagai penyedia informasi. Bersama-sama dengan kesimpulan pada tulisan bagian pertama, kesimpulan dalam tulisan ini makin mendukung hipotesis tentang probabilitas degradasi otoritas arsitek di masa yang akan datang. Pada tulisan berikut akan dielaborasi juga tentang dampak aplikasi teknologi komputer dalam kegiatan rancang bangun yang berpotensi “menggantikan†posisi arsitek dalam simbiosis klasik arsitek-klien, yang dapat dilihat sebagai premis pendukung yang lain dari hipotesis di atas.Kata kunci : otoritas arsitek, arsitektur futurovernakularis, teori model proses desai
PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN PADA PERUMAHAN KOTA DI INDONESIA ‘FOR BETTER ENGINEERING’
Upaya pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan perumahan kota di Indonesia merupakan potensi utama pengembangan desain berkelanjutan. Adaptasi bangunan yang dilakukan secara swadaya oleh pemakai perlu di kelola dengan penerapan sistem bangunan yang tepat. Konsep adaptasi dalam desain perumahan kolektif seperti rumah susun sederhana merupakan upaya untuk memperpanjang masa pakai bangunan disamping menjaga keberlanjutan komunitas. Sistem bangunan dan industry komponen perumahan yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas hunian dalam jangka panjang, tetapi juga memenuhi kebutuhan penghuni, termasuk penciptaan lapangan kerja lokal dalam lingkungan perumahan. Pendekatan konsep open building pada desain perumahan kolektif mendukung berkembangnya industry konstruksi berkelanjutan for better engineering. Kata kunci : Desain Berkelanjutan, Perumahan Kota, Pemberdayaan Masyarakat, Adaptasi Banguna
PERENCANAAN KOTA: KEBERLANJUTAN ETHNIC COMMUNITY BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL
Perencanaan kota senantiasa melibatkan berbagai elemen termasuk masyarakat lokal. Dalam kaitan dengan hal tersebut partisipasi masyarakat merupakan isu penting.Paper ini bertujuan untuk membahas peran masyarakat lokal dalam proses perencanaan kota. Paper ini bertujuan menganalisis karakteristik partisipasi masyarakat melalui aktivitas masyarakat untuk mempertahankan eksistensi masyarakat lokal.Aktivitas diidentifikasi dalam 2 kelompok yaitu aktivitas berbasis budaya yang dimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari dalam lingkungan tetangga dan aktivitas berbasis budaya dalam sakal kelompok masyarakat lokal.Selanjutnya dianalisis melalui 3 aspek yaitu jenis aktivitas, peran dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas budaya merupakan aktivitas potensial yang dapat dikembangkan dengan organisasi internal sebagai penggerak dasar. Cenderung rendahnya tingkat kesadaran masyarakat berdampak pada implementasi community participatory dalam permukiman. Dibutuhkan peningkatan hubungan masyarakat untuk penguatan internal, serta penguatan sosial-kultural untuk promosi external.Keywords: Partisipasi masyarakat, aktivitas budaya, kesadaran masyarakat, kelompok masyarakat loka