MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
    349 research outputs found

    Daftar Isi

    Get PDF
    ..

    Catatan Editorial

    Get PDF
    ..

    Sekapur Sirih

    Get PDF
    ..

    ANALISIS TEKS DAN KODE INTERIOR GEREJA “CHURCH OF THE LIGHT†DAN “CHURCH ON THE WATER†KARYA TADAO ANDO

    Get PDF
    Karya arsitektural selalu mengandung pesan di dalamnya, baik itu berupa gagasan, ideologi, dan bahkan misi yang ingin dicapai oleh sang arsitek melalui hasil karyanya tersebut. Pesan ini kemudian terwujud dalam bentukan elemen-elemen arsitektural bangunannya, baik yang secara lepas maupun saling terintegrasi kemudian membentuk suatu sistem tanda baik pada ruang luar (eksterior) maupun ruang dalam (interior) dan menjadi karakter dari bangunan tersebut. Gereja sebagai bangunan yang dipakai oleh umat Kristen dalam melaksanakan ibadahnya merupakan salah satu contoh bangunan yang  menggunakan penampilan visual dalam menyampaikan ajarannya. Penerapan simbol-simbol pada arsitektur gereja adalah sebuah komunikasi petunjuk-petunjuk yang dapat dipakai sebagai pedoman antara sesama umat Kristen dan dengan Tuhan. Salah satu cara penerapan simbol-simbol tersebut  adalah melalui bentuk arsitektur gereja dan ragam hiasnya. Arsitektur Gereja Church of The Light dan Church on The Water  karya Tadao Ando merupakan contoh yang menarik untuk dianalisis. Persinggungan antara kebudayaan Kristiani, yang berakar dari kebudayaan luar, dengan kebudayaan Jepang yang merupakan latar belakang budaya dari desainernya  menjadikan  bangunan  tersebut  memiliki  kekhasan  tersendiri. Rumusan pemaknaan dari hasil analisis teks dan kode interior “Church of The Light†dan “Church on The Water†karya Tadao Ando harmonis dengan karakter arsitektur Jepang yang penuh dengan kesederhanaan, kepolosan, kelurusan, dan ketenangan batin. Jiwa Jepang tradisional yang mencari keheningan dan ketenangan dalam perasaan yang bersemadi. Kata kunci : simbol, gereja, Tadao And

    MAKNA RUANG PUBLIK PERMUKIMAN RUMAH BERLABUH MASYARAKAT SERUI ANSUS DI KOTA SORONG

    Get PDF
    Ruang publik mempunyai fungsi dan makna sosial serta kultural yang sangat tinggi, dalam penilitianmengangkat bagaimana Masyarakat Serui Ansus memaknai ruang publik dalam keseharian kehidupanmereka.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik dimana peneliti tinggaldan menyatu dengan Masyarakat Serui Ansus di Sorong dan data didapat dengan cara pengamatan langsungserta wawancara mendalam. Tujuan penelitian ini untuk mencari makna ruang publik pada permukimanrumah berlabuh Masyarakat Serui Ansus di Sorong.Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian pola permukiman Rumah Berlabuh Masyarakat SeruiAnsus di kota sorong. Dalam tulisan ini membahas cara Masyarakat Serui Ansus memaknai ruang publikyang ada di permukiman mereke terdapat 2 tema ruang yang membentuk Makna ruang publik PermukimanRumah berlabuh yaitu tema ruang Rame-Rame Tong Pu Masyarakat Ansus dan tema ruang Sumur Navigasi.Manfaat penelitian yaitu memberi kontribusi bagi pengetahuan bagi masyarakat umum dan memperkayakasana ilmu pengetahuan arsitektur nusantara.Kata kunci: Makna ruang publik, permukiman rumah berlabuh, masyarakat Serui Ansu

    TEORI DAN METODA PERANCANGAN : Suatu Kajian Pola Pemikiran Josef Prijotomo Terhadap Arsitektur Nusantara

    Get PDF
    Arsitektur dan manusia adalah timbal-balik dalam hubungannya. Ini berarti dapat dikatakan bahwa arsitektur itu bergantung pada sebagai manusia penghadir arsitektur. Arsitektur Nusantara yang hadir merupakan hasil cipta dan rasa (nuansa) dari pengetahuan kelisanan anak bangsa Nusantara. Konsep-konsep geoklimatologi, kebaharian, perwujudan dari pengetahuan kelisanan yang terdiri dari aspek-aspek tan-ragawi (gagasan, norma, status maupun nilai perlambangan) dimanifestasikan ke dalam bentukan arsitektural (baik berupa persolekan / dekorasi-ornamnetasi, maupun warna). Di sini, pengetahuan tan-ragawi (esensi) maupun ragawi (bentuk) menjadi suatu rekaman-rekaman pengetahuan Arsitektur Nusantara yang sudah ditumbuhkembangkan sejak sebelum republik ini dibentuk. Mengutip pernyataan Prijotomo (2004) bahwa, “... Arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berlandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur…â€. Studi ini mengkaji tentang pola pemikiran Josef Prijotomo terhadap Arsitektur Nusantara yang kemudian membentuk teori dan metoda perancangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kritis. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Tulisan-tulisan diposisikan sebagai sumber data. Analisis data menggunakan pendekatan induktif. Pendekatan induktif memungkinkan temuan-temuan penelitian muncul dari keadaan umum yang dibentuk dari satuan (unit) informasi, kategorisasi dan merumuskan pernyataan proporsional yang masih terkait dengan data (teori substantif) atau disebut dengan tema atau hipotesis kerja. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan teori dan metoda perancangan Arsitektur Nusantara seperti apa yang tersampaikan pada pemikiran-pemikiran Josef Prijotomo yang membentuk teori substantif. Hasil analisis pola pemikiran Prijotomo membentuk kerangka temuan (pola pemikiran), yakni bangunan teori Arsitektur Nusantara meliputi: filsafat, landasan dan ideologi, pengetahuan tradisi tanpa tulisan (struktur dan tektonika bangunan), bentuk dan fungsi ruang (interior). sedangkan metoda perancangan Arsitektur Nusantara (konsep pengkinian) meliputi: interpretasi (penafsiran) dan transformasi (stilisasi/peniruan, mimesis/asimilasi dan hibrida/pencampuran). Kata Kunci: Arsitektur Nusantara, teori, metoda, pengkinia

    Catatan Editorial

    Get PDF

    KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH TEPI SUNGAI “Studi Kasus Rumah Tepi Sungai Kahayan Di Kota Palangka Rayaâ€

    Get PDF
    Budaya bermukim di Palangka Raya awal mulanya, berawal dari pemukiman tradisional dayak dimana komplek pemukiman masyarakat tradisional ini berada di tepi sungai. Pada umumnya rumah di tepian sungai ini mempunyai 2 jenis rumah, yaitu rumah terapung / lanting dan rumah panggung. Di mana Kalimantan Tengah sendiri memiliki tinggkat kelembaban yang tinggi, (T>28°C, RH>80%). Maka diperlukan sebuah penelitian untuk mencari pengkondisiaan termal pada rumah ditepian sungai,untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal pada rumah tepian sungai ini. Data-data pengukuran yang diperlukan untuk mengetahui pengkondisian termal adalah 2 variabel personal dan 4 variabel iklim berdasarkan teori PMV dari Fanger. Maka analisis yang digunakan menggunakan indeks PMV dan PPD. Dimana untuk mengetahui persepsi termal dan memprediksi berapa banyak orang merasa tidak nyaman terhadap lingkungannya, pada rumah tepi sungai di kota Palangka Raya.Kata Kunci : Kondisi Termal, Indeks PMV dan PPD, Rumah Tepi Sungai, Kota Palangka Ray

    Daftar Isi

    Get PDF

    STUDI KOMPARATIF ANALOGIS UNSUR ARSITEKTURAL DAN MUSIKAL BALI

    Get PDF
    Bentuk kesenian musik memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi sisi personal manusia dan bersifat universal – mampu dinikmati beragam kalangan usia, status, latar belakang budaya dan sebagainya. Kekuatan musik mampu menembus batas ruang dan waktu. Hal ini yang menjadi inspirasi untuk menelaah lebih jauh sejauh mana kekuatan musik mampu merambah pula ranah arsitektural. Bahasa arsitektur dan musik berbeda, namun dua konfigurasi seni ini memiliki kesamaan motif berkesenian yaitu pencarian makna keindahan yang tiada akhir, untuk memenuhi kerinduan manusia akan nilai-nilai puitis yang tertanam dalam lubuk sanubarinya. Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada ‘lagu’ dalam setiap komposisi arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif. Melalui penjelajahan imajinatif karya seni Bali, tulisan ini dilakukan dalam usaha menelusuri analogi antara sensasi auditory (berupa nada, irama, ritme, tempo, dinamika, gerakan) dengan manifestasi wujud arsitektur (bentuk, material, tekstur, struktur, hirarki, sikuens) dengan bantuan pendekatan konsep representatif dan analogis. Melalui konteks kajian komparatif analogis telah membuktikan adanya keterkaitan dan kesinambungan unsur-unsur antara arsitektur serta musik Bali. Sistem representasi menjadi kunci dalam menghantarkan visi arsitektur serta musik Bali yang bersifat imajinatif dan ekspresif ke dalam perwujudan suatu manifestasi melalui bentuk atau komposisi. Kata Kunci: Arsitektur, Musik, Bali, Auditory, Representas

    316

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA MATRASAIN (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇