MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
TINJAUAN ARSITEKTUR: BAGAIMANA MERANCANG ARSITEKTUR DAN MENKAJI METODE RANCANG ARSITEK NIGEL CROSS
Tulisan ini mencoba menginterpretasi dan menjelaskan tentang perancangan dalam ilmu arsitekturdan proses olah rancangnya. Tulisan ini menggambarkan pemahaman perancangan , bagaimana memulaisuatu proses perancangan dan apa produk akhir sebuah hasil karya arsitektur. Dasar pemikiran yangmatang sebelum memulai suatu perancangan sangat penting, untuk kemudian dilanjutkan dengan proses olahrancang. Beberapa aspek penting yang akan mempengaruhi dasar pemikiran dan pekerjaan perancanganadalah ide, tema, konsep, permasalahan dan preseden. Paper ini juga mengkaji metoda perancanganmenurut Nigel Cross yang dapat dipakai dalam mengeksplorasi proses perancangan.Kata Kunci: Kegiatan perancangan, teoritis, Mutu / kualitas ≠Kuantitas, Nigel Cros
KONSERVASI BIODIVERSITAS DI WILAYAH PERKOTAAN: EVALUASI LANSEKAP KORIDOR HIJAU DI KOTA MANADO
Penelitian ini mengidentifikasi sistim koridor hijau di Kota Manado, pada beberapa ruas pedestrian koridor hijau sungai dan pantai termasuk kawasan hijau yang berpotensi sebagai sabuk hijau (green belt) dan hutan kota (urban forestry) dengan mengambil studi kasus di Kecamatan Malalayang. Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang koridor hijau di wilayah perkotaan yang dilakukan selama 6 bulan (Mei hingga Oktober 2009). Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan Scoring Assessment Method dengan Variabel Penilaian fungsi ekologis dan konservasi ditentukan dengan pengklasifikasian berdasar kondisi dan struktur koridor hijau yang ada. Indikator yang diukur adalah komposisi vegetasi, luas dan besaran koridor hijau serta kondisi fisik koridor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan klasifikasi kondisi sistim koridor hijau dan kondisinya, fungsi ekologis dan konservasi terpenuhi pada kawasan hijau hutan kota, kawasan koridor hijau sungai dan sebagian kawasan pantai Malalayang. Fungsi ekologis terbaik berada pada koridor sungai dan kawasan dengan struktur vegetasi terwakili pada kawasan hinterland Malalayang yang bersinggungan dengan lingkar luar wilayah kota Manado. Berdasarkan fungsi-fungsi ekologis dan konservasi tersebut, secara umum di wilayah Kecamatan Malalayang, kota Manado, sistim koridor hijau sungai dan pantai dapat dibangun sistim jaringan infrastruktur hijau yang dapat bersinergi dengan baik, yang memperhatikan fungsi secara terpadu dan berkelanjutan. Beberapa ruas pedestrian dan badan sungai dan pantai Malalayang masih perlu direstorasi dan disesuaikan dengan kondisi fisik kawasan. Kata kunci : Koridor hijau, fungsi ekologis, konservasi, biodiversitas, Malalayang, Manad
PENDEKONSTRUKSIAN BENTUK DAN RUANG DALAM ARSITEKTUR
Proses terjadinya bentuk dan ruang dalam arsitektur seringkali diungkap melalui pendekatan morfologis secara dua atau tiga dimensional baik melalui ruang maupun wujud/sosok pukal geometriknya. Beberapa kasus perancangan arsitektur lebih banyak menunjukkan proses perubahan bentuk yang terjadi diskenariokan melalui penyampaian perkembangan tahap demi tahap menuju bentukan utuhnya. Apa yang dilakukan oleh Hiromi Fujii dalam menciptakan bentuk dan ruang dalam salah satu proyek rancangannya dilakukan dengan cara sebaliknya melalui proses fragmentasi terhadap elemen dan komponen kubus yang telah mengalami pembagian, pemisahan, pemotongan dan pelepasan, yang kemudian disusun kembali sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi bentuk dan ruang yang cukup kompleks. Pembongkaran bentuk yang dilakukan dimaksudkan untuk menyusunnya kembali sehingga transformasi yang terjadi merupakan struktur bentuk dan ruang tanpa makna, pusat dan hirarki yang secara keseluruhan terkesan menjadi berantakan dan tak terselesaikan.Pendekonstruksian semacam inilah yang oleh Broadbent dikatagorikan sebagai Dekonstruksi Non-Derridean yang pada prakteknya mencoba untuk mengganggu bentuk dan struktur dari pukal geometriknya. Kata kunci : Bentuk dan Ruang, Pukal Geometrik, Fragmentasi, Transformasi, Dekonstruksi Non-Derridean
IDENTIFIKASI ELEMEN FISIK KEBUDAYAAN KRATON SEBAGAI PEMBENTUK RUANG LANSKAP BUDAYA KOTA CIREBON
Lanskap budaya perkotaan merupakan suatu bentuk bentangan alam yang unik dan bersejarah, sertabernilai heritage. Menjaga warisan ini, berarti menjaga kelangsungan warisan untuk generasi mendatang.Lanskap budaya perkotaan merupakan topik yang dianggap penting pada akhir dekade ini, karena kotasebagai bukti dari intervensi manusia, melalui budayanya, terhadap bentangan alam. Selain itu kota jugamerupakan bentuk fisik dari peradaban manusia yang paling maju. Salah satu bentuk lanskap budayaperkotaan di Indonesia yang memiliki keunikan yang khas dan bersejarah, yaitu Kota Cirebon. Keunikanlanskap Kota Cirebon dapat terlihat dari elemen fisik kebudayaan kraton-kraton Cirebon yang tersebar diKota Cirebon. Elemen-elemen fisik ini merupakan warisan Kerajaan Cerbon dari masa Syekh SyarifHidayatullah yang hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat ritual kebudayaan masyarakatCirebon. Elemen fisik tersebut terbagi dalam empat bentuk yaitu artefak, badan air, vegetasi, dan kawasan,yang tersebar di seluruh pelosok Kota Cirebon, sehingga berpotensi membentuk identitas kota. Akan tetapipotensi yang bernilai heritage ini ternyata kurang disadari oleh Pemerintah Kota Cirebon. Hal ini terlihatdari ‘Rencana Tata Ruang Kota Cirebon’ yang kurang mengakomodasi potensi tersebut. Untuk itu makalahini, bertujuan mengidentifikasi elemen fisik Kraton yang ada di Kota Cirebon, dan mengungkapkanbagaimana elemen tersebut sebagai pembentuk ruang lanskap budaya Kota Cirebon. Metode penyajianmakalah berupa deskripsi kualitatif, dengan teknik analisis data menggunakan metode interpretasi. Darihasil penelitian terungkap bahwa persebaran kramat, yang merupakan elemen fisik kraton, rata-rata beradadi wilayah pesisir. Pada umumnya, kramat-kramat tersebut berupa bangunan masjid dan makam yangmemiliki keterkaitan yang kuat dengan sejarah keberadaan Kerajaan Cerbon dari masa Syekh SyarifHidayatullah.Kata kunci : elemen fisik kraton, Kraton-kraton Cirebon, lanskap budaya kot