Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
KABAR GEMBIRA UNTUK PENDERITA HIV/AIDS DARI PAHITNYA BITTER MELON (PARE)
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan jenis tanaman obat-obatan. Salah satunya adalah buah pare (Momordica charantia L) alias paria kaya mineral nabati kalsium dan fosfor, juga karotenoid. Pare mengandung alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica Antiviral Protein 30) yang bermanfaat sebagai anti HIV/AIDS. Pemanfaatan biji buah pare yang sudah tua dapat dibuat sebuah obat pencegah HIV/AIDS, yang diolah dalam bentuk serbuk ekstrak biji pare dan dikemas dalam sebuah kapsul. Acquired Immunodefi ciency Syndrome (AIDS). AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan Virus Human Immunodefi ciency Virus (HIV). Pemanfaatan biji buah pare yang sudah tua dapat dibuat sebuah obat pencegah HIV/AIDS, yang diolah dalam bentuk serbuk ekstrak biji pare dan dikemas dalam sebuah kapsul.
Kata kunci: HIV, AIDS, pare, imun
ABSTRACT
Indonesia is a tropical country that is rich in species of medicinal plants. One is the fruit of bitter melon (Momordica charantia L) aka Pariah vegetable rich in minerals calcium and phosphorus, as well as carotenoids. Pare momorchorin contains alpha-, beta-momorchorin and MAP 30 (Momordica Antiviral Protein 30) is useful as an anti HIV / AIDS. Utilization of bitter melon fruit seeds that are old can be made a preventive medicine HIV / AIDS, which is processed in the form of a powder extract of bitter melon seeds and packaged in a capsule. Acquired Immunodefi ciency Syndrome (AIDS). AIDS is an infectious disease caused by virus Human Immunodefi ciency Virus (HIV). Utilization of bitter melon fruit old seeds that can be made a preventive medicine HIV / AIDS, which is processed in the form of a powder extract of bitter melon seeds and packaged in a capsule.
Keywords: HIV/AIDS, Bitter Melon, Immun
PENGARUH PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH ASKEB II MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan sumber belajar dan motivasi dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II mahasiswa Program Studi D III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Metode penelitian adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 semester 4 di STIKes Kusuma Husada Surakarta Prodi D III Kebidanan . Total populasi adalah 114 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi (ANOVA = analysis of variance). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signiÞ kan antara pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan kebidanan II ( FOBS = 3,573 , p = 0,032 < 0,05 ). Ada hubungan positif yang signiÞ kan antara motivasi dengan prestasi belajar Asuhan Kebidanan II ( FOBS = 10,639 , p = 0,002 <0,01 ). Terdapat hubungan positif yang signiÞ kan antara pemanfaatan sumber belajar dan motivasi dengan prestasi mata kuliah Asuhan Kebidanan II ( FOBS = 210,729 , p = 0,000 <0,01 )
Kata kunci: sumber belajar, motivasi belajar, prestasi belajar
ABSTRACT
This study aims to determine the relationship between the use of learning resources and learning achievement motivation with Midwifery Care II course students of the D III Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta . The method used in this study was an observational analytic methods with cross sectional approach. The population in this study were students in level 2 on D-III Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. The total population is 114 students . The data analysis technique used in this study is the analysis of variance ( ANOVA = analysis of variance ) . The results showed no signiÞ cant positive relationship between the use of learning resources with learning achievement Midwifery care subjects (fobs = 3.573, p = 0.032 < 0.05 ) . There was a signiÞ cant positive relationship between motivation and learning achievement midwifery care II ( fobs = 10.639 , p = 0.002 < 0.01 ). There is a signiÞ cant positive relationship between the use of learning resources and course achievement motivation with Midwifery Care II ( fobs = 210.729 , p = 0.000 < 0.01 .
Keywords: learning resources, learning motivation , learning achievemen
PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP RESPON HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH
ABSTRAK
Sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit. Akibat perawatan di Rumah Sakit khususnya bagi pasien anak-anak bisa menimbulkan dampak baik terhadap Þ sik maupun psikologis diantaranya kecemasan, merasa asing akan lingkungan yang baru, berhadapan dengan sejumlah individu yang belum dikenal, perubahan gaya hidup dari yang biasa, serta harus menerima tindakan medik atau perawatan yang menyakitkan. Anak-anak yang dirawat lebih dari dua minggu memiliki resiko mengalami gangguan bahasa dan perkembangan ketrampilan kognitif, serta pengalaman buruk di Rumah Sakit sehingga dapat merusak hubungan dekat antara ibu dan anak. Perawatan anak di ruang anak sangat berbeda dengan perawatan orang dewasa maka untuk perawatan anak tidak cukup hanya terampil dalam melaksanakan prosedur keperawatan tetapi juga harus mempunyai minat, motivasi serta mengetahui tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Karakteristik perkembangan anak usia pra sekolah antara lain egosentris, keras kepala, mulai belajar mencintai dari orang yang terdekat atau orang satu rumah, usia bermain dan anak sudah mulai belajar untuk bersosialisasi. Apabila anak usia pra sekolah menderita sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit reaksi-reaksi yang muncul biasanya sangat kompleks dan bervariasi diantaranya regresi (rasa tergantung/tidak mau ditinggal), rasa takut, dan cemas, merasa dipisahkan dari keluarga, putus asa, dan protes . Perawat mampu mengidentiÞ kasi respon hospitalisasi anak usia pra sekolah yang dirawat di Rumah Sakit berdasarkan tingkat pengetahuannya. Pengetahuan perawat dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman kerja, minat dan motivasi
Kata kunci: pengetahuan perawat, hospitalisasi, anak usia prasekolah
ABSTRACT
Illness is an individual assessment of the experience of suffering from a disease . As a result of hospitalization, especially for pediatric patients can have an impact both on the physical and psychological anxiety among others, will feel strange new environment, dealing with a number of individuals who have not known, lifestyle changes than usual, and had to receive medical action or painful treatments . Children who were cared more than two weeks at risk for developmental language disorders and cognitive skills, as well as a bad experience at the hospital so that it can damage the close relationship between mother and child. Child care in the nursery is very different from the adult care for child care is not enough just skilled in performing nursing procedures but should also have an interest, motivation and know the stages of growth and development of children according to age. Characteristics of the development of pre-school children, among others, an egocentric, stubborn, start learning to love from the nearest person or persons of the house, the age of the child has begun to play and learn to socialize . If the pre-school age children suffer from pain and had to be treated in hospital reactions that arise are usually very complex and varies among regression, fear, and anxiety, feeling separated from families, despair and protest. Nurses were able to identify the response of hospitalization hospitalization response pre-school children who were hospitalized in a knowledge based level. Knowledge of nurses is inß uenced by education, work experience, interests and motivations
Keywords: knowledge of nursing, hospitalization, preschooler
UJI MANFAAT DAUN KELOR (MORINGA ALOIFERA LAMK) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT HEPATITIS B
ABSTRAK
Kelor (Moringa aloifera Lamk) merupakan jenis tumbuhan perdu yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hepatitis B ialah peradangan pada jaringan hati, penyebabnya bisa karena virus, parasit, racun, maupun obat-obatan. Salah satu tanda serangan hepatitis ialah warna mata dan kulit penderita tampak kuning (ikterik). Oleh karena itu, hepatitis sering disebut penyakit kuning. Minyak behen, minyak terbang, myrosine diduga dikandung di tumbuhan kelor yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Adanya kandungan zat berkhasiat dalam daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk pengobatan penyakit Hepatitis B.
Kata kunci: daun kelor, hepatitis B
ABSTRACT
Moringa (Moringa oleifera Lamk) is a herbaceous plant species believed to cure various diseases. Hepatitis B is an infl ammation of the liver tissue, the cause could be due to viruses, parasites, toxins, or drugs. One sign of hepatitis attack is the color of people’s eyes and skin look yellow (jaundice). Therefore, hepatitis is often called jaundice. Behen oil, oil fl y, myrosine allegedly contained in Moringa plant that can cure various diseases. The presence of nutritious substances in Moringa leaves so it can be used as a herbal medicine for the treatment of hepatitis B.
Keywords: Kelor leaf, Hepatitis
ANALISIS HAMBATAN PEMANFAATAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI SURAKARTA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN MDG’S 2015
ABSTRAKDelapan pilar pencapaian MDG’s 2015 salah satunya adalah memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya yang tertulis pada tujuan nomor 6, tetapi angka kejadian HIV/AIDS terus mengalami peningkatan secara global, termasuk di Indonesia. Untuk mengurangi angka kejadian HIV/AIDS tersebut, pemerintah menetapkan strategi melalui deteksi dini dan konseling secara sukarela yang salah satunya adalah pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Namun, cakupan pemanfaatn VCT masih jauh dari target yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hambatan pemanfaatan VCT pada Pekerja Seks Komersial (PSK) di Surakarta. Hambatan yang akan diteliti antara lain adalah pengetahuan PSK terhadap HIV/AIDS dan VCT, stigma serta tingkat pendidikan PSK. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di lokasi prostitusi Silir dan Gilingan di Surakarta. Dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan jumlah sampel 30. Sampel sejumlah 104 PSK dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi poisson dengan robust variance dengan STATA SE versi 12.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signi¿ kan antara pengetahuan dengan pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan, ada hubungan signi¿ kan antara stigma dengan pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan dan ada interaksi antara pengetahuan dan stigma terhadap pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan. Kata kunci: Pengetahuan, stigma, tingkat pendidikan dan pemanfaatan VCTABSTRACTEight pillars of achieving the MDG ‘s 2015 one of which is the ¿ ght against HIV / AIDS, malaria and other infectious diseases are the number 6 written on purpose, but the incidence of HIV / AIDS continues to increase globally, including in Indonesia. To reduce the incidence of HIV / AIDS, the government set a strategy through early detection and counseling voluntarily, one of which is a service of Voluntary Counseling and Testing (VCT) However, the utilization of VCT coverage is still far from the expected target. The purpose of this study was to analyze barriers to VCT uptake commercial sex workers ( CSWs ) in Surakarta. Barriers that will be examined include knowledge of PSK against HIV / AIDS and VCT, stigma and education level PSK. This study is observational analytic cross sectional approach and implemented in prostitution Silir and mill in Surakarta. Test the validity and reliability with a sample of 30. Sample number 104 PSK with accidental sampling technique sampling. Data were analyzed using Poisson regression with robust variance with STATA SE version 12.0. The results showed no signi¿ cant relationship between knowledge with VCT utilization after controlling for level of education, there is a signi¿ cant relationship between stigma with VCT utilization after controlling for level of education and no interaction between peengetahuan and stigma towards VCT uptake after controlling for level of education.Keywords: knowledge, stigma, education level and utilization of VC
HUBUNGAN HARGA DIRI DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN IV PATOLOGI MAHASISWA SEMESTER VII DI PRODI DIV KEBIDANAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara harga diri dan prestasi belajar pada subjek Kebidanan Pemeliharaan IV Phatologi mahasiswa semester ketujuh di Program Pascasarjana Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan analisis pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan rumus Isaac dan Michael adalah 48 responden dari 55 mahasiswa semester tujuh tahun akademik 2010/2011 di Program Pascasarjana Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teknik analisis data adalah korelasi tunggal, korelasi berganda dan regresi berganda dengan tingkat signiÞ kansi 􀄮 = 0,05. Ada hubungan antara harga diri dan prestasi belajar yang 0.730, ada hubungan antara emosi prestasi cerdas dan belajar yang 0,648, sedangkan analisis korelasi perkalian menunjukkan bahwa harga diri dan emosional cerdas secara simultan mempengaruhi prestasi belajar yang 0.811. Kesimpulannya adalah 1 ) Ada hubungan signiÞ kan positif antara harga diri dan prestasi belajar, 2 ) Ada hubungan signiÞ kan positif antara emosional prestasi cerdas dan belajar, 3 ) Ada hubungan signiÞ kan positif antara harga diri dan emosional cerdas melalui prestasi belajar.
Kata kunci: harga diri , kecerdasan emosi prestasi belajar
ABSTRACT
This research is aimed at investigating the relationship between self-esteem and learning achievement in the subject of Midwifery Rearing IV Phatologi of the seventh semester students in Graduate Program Midwifery Sebelas Maret University Surakarta, This research applies analytical observation technique and Retrospektif approach. The sampling used is using Isaac and Michael formula which is 48 respondents of 55 seventh semester students academic year 2010/2011 in Graduate Program Midwifery Sebelas Maret University Surakarta. The techniques of analysis data are single correlation, multiple correlation and multiple regressions with the level of signiÞ cance 􀄮 = 0.05. There is relationship between self-esteem and learning achievement which is 0.730, there is relationship between emotional intelligent and learning achievement which is 0.648, while the multiplication correlation analysis shows that self-esteem and emotional intelligent simultaneously inß uence learning achievement which is 0.811. The conclusion are 1) There is positive signiÞ cance relationship between self-esteem and learning 20 achievement, 2) There is positive signiÞ cance relationship between emotional intelligent and learning achievement, 3) There is positive signiÞ cance relationship between self-esteem and emotional intelligent through learning achievement.
Keywords: self-esteem, emotional intelligent, learning achievemen
PENGARUH MODEL ESSAI TEST DAN MULTIPLE CHOICE QUESTION DENGAN MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN GIRI SATRIA HUSADA WONOGIRI
ABSTRAK
Para siswa cenderung menyukai jika uji yang digunakan pada akhir pembelajaran adalah tes pilihan ganda jika dibandingkan dengan tes esai . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tes esai dan soal pilihan ganda tentang motivasi belajar dari kinerja belajar siswa . Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental populasi di mana populasi adalah mahasiswa Giri Satria Husada Akademi Kebidanan Wonogiri Tahun 2011/2012 dari 96 siswa . Sampel yang diambil adalah semua siswa atau total sampling . Analisis data dilakukan secara univariat , bivariat dengan Kendall Tau dan multivariat dengan Anova dua arah . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes pilihan ganda berpengaruh terhadap motivasi 0,054 dengan taraf signiÞ kansi 0,01 dan uji esai memiliki pengaruh yang lebih besar dari 0.776 pada motivasi belajar dengan tingkat signiÞ kansi 0,00 Uji model mempengaruhi kinerja belajar dari 0,94 dengan tingkat signiÞ kansi 0,171 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh dan belajar kinerja belajar pengaruh motivasi 36.8 dengan tingkat signiÞ kansi 0,00 , yang berarti bahwa sangat signiÞ kan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa model uji tidak akan mempengaruhi kinerja belajar tetapi belajar kinerja belajar pengaruh motivasi , dan motivasi belajar dipengaruhi oleh jenis tes yang digunakan .
Kata kunci: tes esai, tes pilihan ganda, motivasi belajar, kinerja belajar
ABSTRACT
The students tend to like if the test used on the end of learning is multiple choice test if compared with essay test. The objective of this study is to know the inß uence of essay test and multiple choice questions on learning motivation from students’ learning performance. The type of study is a population experimental study in which the population was students of Giri Satria Husada Midwifery Academy of Wonogiri Year of 2011/2012 of 96 students. The samples taken were all students or total sampling. Data analysis was univariate, bivariate with Kendall Tau and Multivariate with two-way Anova. The result of this study showed that multiple choice test has inß uence on motivation of 0.054 with signiÞ cance level of 0.01 and essay test has larger inß uence of 0.776 on learning motivation with signiÞ cance level of 0.00. Test model inß uence the learning performance of 0.94 with signiÞ cance level of 0.171 meaning that there is no inß uence and learning motivation inß uence learning performance of 36.8 with signiÞ cance level of 0.00, meaning that it is very signiÞ cant. The results of study, there concluded that test model would not inß uence learning performance but learning motivation inß uence learning performance, and learning motivation is inß uenced by the type of test used.
Key words: essay test, multiple choice test, learning motivation,learning performanc
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA KELAS XI DI SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN 2011
ABSTRAK
Masa remaja merupakan masa peralihan dari perilaku seksual anak-anak ke perilaku seksual dewasa, rasa keingintahuan untuk mencoba hal-hal yang baru semakin tinggi apalagi keingintahuan remaja mengenai seksualitas serta dorongan seksualnya telah menyebabkan remaja melakukan aktivitas seksual namun, disisi lain remaja memiliki pengetahuan yang kurang mengenai seksualitas sehingga remaja rentan melakukan seks bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja siswa kelas XI di SMA Batik 1 Surakarta. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA Batik 1 Surakarta pada tanggal 23 Maret 2011 dan sampel penelitian ini siswa kelas XI berjumlah 162 siswa diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa data menggunakan analisis unvariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian dari 162 responden menunjukkan sebagian besar mempunyai pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kelompok sedang (88%), kurang (15,4%) dan baik (30,2%). Pada data perilaku seksual menunjukkan sebagian besar siswa SMA Batik 1 berperilaku kelompok cukup baik (62,3%), kurang baik (8,6%) dan baik (29%). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signiÞ kan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja [z hitung (7,91) > z tabel (1,96)] dengan arah korelasi positif (koeÞ sien korelasi + 0,419).
Kata kunci: pengetahuan, kesehatan reproduksi, perilaku, seksual remaja
ABSTRACT
Adolescence is a time of transition from the sexual behavior of children to adult sexual behavior, a sense of curiosity to try new things especially the higher adolescent curiosity about sexuality and sexual urge has led to teenage sexual activity but, on the other hand teenagers have less knowledge about sexuality so that vulnerable teenagers free sex . The purpose of the study to determine the relationship between the level of knowledge of reproductive health with adolescent sexual behavior in high school students of class XI High School Batik 1 Surakarta . Methods of observational analytic study using cross sectional approach . The study was conducted at the High School Batik1 Surakarta on March 23, 2011 and the study sample totaled 162 students of class XI students were taken using cluster random sampling technique . Analysis of data using unvariat analysis and bivariate analysis The results of the study showed most of the 162 respondents have knowledge about reproductive health groups are ( 88 % ), less ( 15.4 % ) and good ( 30.2 % ) . On sexual behavior data shows most student of High School Batik 1 Surakarta groups are behaved quite well ( 62.3 % ), poor ( 8.6 % ) and good ( 29 % ) . The results of the analysis of the data shows that there is a positive and signiÞ cant relationship between the level of knowledge of reproductive health with adolescent sexual behavior [ z count (7.91 ) > z table ( 1.96 ) ] with the direction of the positive correlation ( correlation coefÞ cient of + .419 ) .
Keywords: knowledge, reproductive health, behavior, sexual teen
TEH BIJI SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) SEBAGAI OBAT HERBAL ALTERNATIF JANTUNG DAN ANTI KANKER
ABSTRAK
Semangka buah yang manis dan menyegarkan, berkhasiat hingga bijinya. Biji semangka, kaya protein, vitamin B, zat lycopene, mineral dan lemak esensial dapat mengatur tekanan darah sehingga membantu mengobati penyakit jantung. Suatu terobosan baru yaitu pengembangan produksi biji semangka menjadi teh selain untuk memanfaatkan biji semangka agar tidak terbuang. Tujuannya untuk mengungkap pembuatan, keunggulan teh dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat biji semangka. Hasil yang diperoleh yaitu mengetahui resep pembuatan teh dan keunggulan produk, memiliki taktik dan strategi pemasaran yang menghasilkkan keuntungan termasuk pada industri rumah tangga.
Kata kunci: teh, biji semangka, obat herbal, penyakit jantung, anti kanker
ABSTRACT
Watermelon is sweet and fresh fruits, therefore effi cacious until seeds. Watermelon seeds, rich in protein, vitamin B, substance lycopene, minerals and essential fatty acids can regulate blood pressure to help treat heart disease. The purpose this paper to development production tea of watermelon seed, in addition to utilizing a watermelon seed that is not wasted. The goal is to uncover the making, the benefi ts of tea and give knowledge to the public about the benefi ts of watermelon seeds. The result obtained is to know the recipe of making tea and product excellence, has tactics and marketing strategies including profi t on domestic industry.
Keywords: watermelon seed, tea, herbs medicine, cardiac disease, anti cancer
Kegunaan Daun Sirsak (Annona muricata l) Untuk Membunuh Sel Kanker dan Pengganti Kemoterapi
ABSTRAKTanaman sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman berkhasiat yang dapat digunakan sebagai obat kanker dan pengganti kemoterapi. Kanker adalah penyakit berbahaya yang menyerang DNA manusia. Annonaceous acetogenis atau yang lebih sering disebut dengan acetogenin yang terkandung dalam daun sirsak dapat membunuh sel-sel kanker dengan cara menghambat ATP yang menjadi sumber energi bagi pertumbuhan kanker. Senyawa fi tokimia yang menjadi anggota acetogenin seperti muricereacin dan murihexocin C memiliki kekuatan yang melebihi kefektifan dari adreamycin (obat kemoterapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa acetogenin berperan untuk membunuh sel kanker dan derivat senyawa acetoginin dapat digunakan sebagai pengganti kemoterapi. Adanya acetoginin mempunyai aktivitas untuk membunuh sel kanker. Kata kunci: daun sirsak, sel kanker, acetogenin, kemoterapiABSTRACTPlants soursop (Annona muricata L) is one plant that can be used as a substitute for chemotherapy and cancer drugs. Cancer is an insidious disease that attacks the human DNA. Annonaceous acetogenis or more often called acetogenin contained in soursop leaves can kill cancer cells by inhibiting ATP the energy source for the growth of cancer. Phytochemical compounds that are members acetogenin like muricereacin and murihexocin C has a power that exceeds the effectiveness of adreamycin (chemotherapy drugs). The result of research of soursop leaf to kill cancer cells and replacement of chemotherapy. That compounds may contribute acetogenin to kill cancer cells and derivate of acetoginin compounds can be used as a substitute for chemotherapy and have activity to kill cancer cells.Keywords: acetogenin, cancer, soursop leaves, chemotherap