Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
PENGARUH SUDUT POSISI TIDUR TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN STATUS KARDIOVASKULER PADA PASIEN INFA RK MIOKARD AKUT (IMA) DI RUANG ICVCU RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
ABSTRAKPasien IMA umumnya akan mengalami penurunan kualitas tidur dan status kardiovaskuler. Kualitastidur yang buruk mengakibatkan proses perbaikan kondisi pasien akan semakin lama, sehingga akanmemperpanjang masa perawatan di rumah sakit. Salah satu cara untuk mengurangi akibat yang ditimbulkanyaitu pentingnya pengaturan sudut posisi tidur yang paling efektif bagi pasien. Tujuan penelitian untukmengetahui pengaruh sudut posisi tidur terhadap kualitas tidur dan status kardiovaskuler pasien IMA diRuang ICVCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Designdengan rancangan Static Group Comparison. Subyek penelitian ini adalah pasien IMA yang dirawatpada hari pertama di ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan uji TIndependen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara sudut posisi tidur terhadap kualitastidur pasien IMA dengan nilai p = 0,023. Namun, tidak ada pengaruh antara sudut posisi tidur terhadap3 parameter status kardiovaskuler. psistole = 0,583, p diastole 0,563, p HR = 0,895 dan nilai p RR =0,858 (p > 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi pengaturan sudut posisi tidur 30°dapatmenghasilkan kualitas tidur yang baik, sehingga bisa dipertimbangkan sebagai salah satu intervensiuntuk memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur pasien.Kata kunci: IMA, sudut posisi tidur, kualitas tidur, status kardiovaskuler. ABSTRACTThe patient with AMI usually will experience decrease of sleep quality and cardiovascular status. Badsleep quality result process in improvement of patient’s condition longer, so that it will extend the periodof hospitalization. One way to decrease the impact that is appeared is the importance of the arrangementin the sleep position angle that is the most effective for the patients. The purpose of this research is toknow the effect of the sleep position angle to the sleep quality and cardiovascular status in patients withAMI in ICVCU Dr. Moewardi hospital of Surakarta. The kind of this research is a Quasi ExperimentalDesign with Static Group Comparison. The subject of this research are patients with AMI who treatedon the fi rst day in ICVCU Dr. Moewardi hospital of Surakarta. This research uses an Independent Ttest. The research result showed that there was the infl uence of the sleep posisition angle to the sleepquality of AMI patients with the value of p = 0.023. But, there was no infl uence of the sleep positionangle to three parameters of cardiovascular status. The value of systole p = 0.583, the value of diastolep = 0.563, the value of HR p = 0.895, and the value of RR p = 0.858 (p > 0.05). Based on the analysisresult could be concluded that the intervention of the sleep position angle with 30° could produce thegood quality sleep, so that it could be considered as one of the intervention to meet the need of patientrest and sleep.Keyword: AMI, sleep position angle, the sleep quality, status cardiovascula
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LENDIR BEKICOT(ACHATINA FULICA) DENGAN KITOSAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA
ABSTRAKBekicot, umumnya merupakan hewan tropis yang marak bermunculan saat musim hujan tiba. Disampingbentuk tubuhnya yang lunak, bekicot ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya pada lendirbekicot. Lendir bekicot banyak memiliki fungsi diantaranya dapat menyembuhkan luka atau goresan,gingivitis, perawatan kulit. Kandungan penting dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycanyang mengikat senyawa copper peptida. Protein achasin pada bekicot (Achatina fullica) mempunyaifungsi biologik penting, antara lain sebagai reseptor pengikat protein (enzim) bakteri. Kitosanmempunyai reaktifi tas kimia yang baik karena mempunyai sejumlah gugus hidroksil (OH) dan gugusamin (NH2). Sifat yang penting dari kitosan adalah memiliki muatan positif dalam larutan asam. Kitosanbersifat antimikrobia dan polikationik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agensia penggumpal.Tujuan penelitian adalah mengetahui perbandingan efektivitas lendir bekicot dengan kitosan terhadappenyembuhan luka. Metode penelitian meliputi isolasi lendir bekicot, sintesis kitosan 2% dan tahapanperlakuan secara in vivo menggunakan 5 kelompok mencit yaitu kontrol negatif; lendir bekicot, kitosan2%, lendir bekicot dan kitosan ratio 1:1, 1: 2, 2:1. Hasil penelitian menunjukkan lendir bekicot dankitosan 2% ratio 1 : 1 efektif untuk penyembuhan luka. Adanya kandungan antiinfl amasi dalam lendirbekicot dan antimikrobia dalam kitosan maka kombinasi campuran keduanya berpotensi dan efektifsebagai obat penyembuhan luka.Kata kunci : lendir bekicot, kitosan, penyembuhan luka.
ABSTRACTSnails, generally a tropical animals proliferation during the rainy season arrives. Besides the soft bodyshape, snail proved to have many benefi ts, one of which the snail slime. Many snail slime has a functionwhich can heal wounds or scratches, gingivitis, skin care. Essential ingredients in snail mucus amongother glycosaminoglycan peptide that binds copper compounds. Protein achasin at snail (Achatina fullica)have important biological functions, such as receptor-binding protein (enzyme) bacteria. Chitosan has achemical reactivity which is good because it has a number of hydroxyl (OH) and amine groups (NH2).Important characteristics of chitosan has a positive charge in acidic solution. Chitosan is antimicrobialand polycationic, so it can be used as a coagulant agent. The research objective was to determine thecomparative effectiveness of snail slime with chitosan on wound healing. Research methods includeisolation of snail slime, the synthesis of 2% chitosan and stages of treatment in vivo using mice that fi venegative control group; Snail mucus, chitosan 2%, snail slime and chitosan ratio of 1: 1, 1: 2, 2: 1. Theresults showed snail slime and chitosan 2% ratio of 1: 1 is effective for wound healing. The content of the anti-infl ammatory and antimicrobial snail mucus in chitosan, the combination of a mixture of bothpotential and effective as wound healing drug.Keywords: snail slime, chitosan, wound healing
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI STAGE 1 DI PUSKESMAS GONDANGREJO KARANGANYAR
ABSTRAKHipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal120/80 mmHg. Gangguan psikologis adalah salah satu etiologi hipertensi. Gangguan psikologistermasuk kecemasan dapat diobati dengan teknik relaksasi, salah satunya teknik relaksasi progresif.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penurunan relaksasi progresif tekanan darah pada pasiendengan stadium hipertensi 1 di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar. Sampel penelitian yaitu pasiendengan hipertensi Tahap 1 di Puskesmas Gondangrejo. Metode penelitian adalah desain eksperimentalkuasi dengan tes pra-pasca tanpa control yaitu sampel penelitian pasien hipertensi dalam kesehatan PusatKaranganyar Gondangrejo yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis statistik adalah analisis univariatdan bivariat analisis menggunakan uji t Paired. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh relaksasiprogresif dari penurunan tekanan darah.Kata kunci: relaksasi progresif, tekanan darah, hipertensi ABSTRACTHypertension is a condition where an increase of blood pressure above the normal threshold of 120/80mmHg. Psychological disorders are one of the etiology of hypertension. Psychological disordersincluding anxiety can be treated with relaxation techniques, one of which progressive relaxationtechniques. The purpose of this study to determine the effect of progressive relaxation decrease in bloodpressure in patients with hypertension stage 1 in PHC Gondangrejo Karanganyar. Samples of researchthat people with Stage 1 hypertension in Puskesmas Gondangrejo. The method used in this study is aquasi experimental design with pre-post test without control. Namely research sample of hypertensivepatients in health centers Karanganyar Gondangrejo that met the inclusion criteria. The statisticalanalysis used in the study is the analysis of univariate and bivariate analyzes in this study using Pairedt test. The results showed the infl uence of the progressive relaxation of the blood pressure reduction.Keywords: progressive relaxation, blood pressure, hypertensio
BIOSUPLEMEN SINBIOTIK (PROBIOTIK DAN PREBIOTIK) DALAM SOYGHURT SEBAGAI IMUNOSTIMULAN DAN PENURUN KOLESTEROL
ABSTRAKYogurt umumnya menggunakan bahan dasar susu hewani yaitu susu sapi, sedangkan bahan baku nabati terutama kedelai belum banyak diketahui. Tujuan dari penelitian adalah biosuplemen synbiotik dalam makanan yang diharapkan susu kedelai yogurt efek imunostimulan fermentasi dan menurunkan kadar kolesterol sebagai suplemen makanan synbiotik yang serbaguna, aman, dan ekonomis. Metode penelitian menggunakan tiga metode, metode pertama adalah BAL Isolasi dan identifikasi sumber strain BAL probiotik yang digunakan adalah anadditional 2% maltodekstrin, 2% FOS, 2% COS = 1: 1, metode kedua adalah Biopreparasi synbiotik sebagai suplemen makanan dalam tahap fermentasi soyghurt, pembuatan synbiotik soygurt dengan penambahan tahap pertama untuk mendapatkan empat sampel, metode ketiga soyghurt menganalisis produk fermentasi dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan soygurt dengan penambahan sinbiotik setelah uji organoleptis, warna disukai oleh penambahan maltodekstrin. Dari hasil pengujian statistik diperoleh dengan analisis uji T menunjukkan sig. 0.00 <0.05, itu berarti bahwa ada perbedaan antara kadar protein dan lemak tingkat dengan empat perlakuan, menggunakan paired sampel. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan kadar protein dan lemak. Berdasarkan hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kandungan lemak terendah adalah perlakuan soygurt yang ditambah COS mampu menurunkan kadar kolesterol.Kata kunci: probiotik, prebiotik, yoghurt, imunostimulan, kolesterol menurun ABSTRACTYogurt generally use basic ingredients of animal milk is cow’s milk, where as plant-based materials, especially soybeans haven’t been widely known. The purpose of research is biosuplemen synbiotik in fermented food expected soymilk yogurt immunostimulatory effects and lowering cholesterol levels as a food supplement synbiotik which multipurpose, safe, and economical. The research method uses three methods, the first method is BAL Isolation and identification the source of probiotic BAL strains used were anadditional 2%maltodextrin, 2%FOS, 2%COS = 1: 1, the second method is Biopreparasi synbiotik as a food supplement in this stage of fermentation soyghurt, manufacture synbiotik soygurt with the addition of the first phase to obtain four samples, the third method is soyghurt analyze the products of fermentation and organoleptic test. The results showed soygurt with the addition of synbiotic after organoleptis test,the preferred color by the addition of maltodextrin. From the statistical test results obtained with the T test analysis showed sig. 0.00<0.05, it’s meaning that there are difference between the levels of protein and fat levels with four treatments, using Paired Samples Statistics show there are differences in levels of protein and fat levels. Based on laboratory test results showed that the lowest fat content’s the treatment soygurt+COS, it’s can lower cholesterol levels.Keywords: probiotic,prebiotic, yoghurt, immunostimulants, cholesterol decrease
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PADA JURUSAN KEBIDANAN DI KAMPUS III POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
ABSTRAKHasil survey pendahuluan diperoleh bahwa penggunaan metode pembelajaran belum maksimal, metode yang digunakan sebagian sudah bervariasi dan ada juga yang masih monoton. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena persepsi mahasiswa tentang metode pembelajaran yang digunakan pada Jurusan Kebidanan di Kampus III Poltekkes Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan kualitatif dengan teknik pengumpulan sampel secara purposive sampling dengan jenis sampling maximum variation sampling. Teknik pengumpulan data berdasarkan teknik Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dan Wawancara Mendalam (WM). Hasil penelitian persepsi mahasiswa tentang pengertian dan manfaat metode pembelajaran menunjukkan bahwa semua informan sudah menjelaskan dengan baik, diantarannya pengertian metode pembelajaran yaitu cara dosen memberikan pelajaran, cara mengimplementasikan teknik, dan strategi pembelajaran. Manfaat metode pembelajaran untuk menghilangkan kejenuhan mahasiswa, mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran. Jenis-jenis metode pembelajaran yang digunakan dosen, sebagian besar informan mengatakan bahwa jenis metode pembelajaran yang sering digunakan dosen yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, role play, simulasi, demonstrasi, resitasi, kerja kelompok. Metode pembelajaran yang jarang digunakan yaitu jigzaw. Metode pembelajaran lapangan yaitu ronde, bed site teaching, mentorship dan preseptorship. Metode pembelajaran yang disenangi dan tidak disenangi pada prinsipnya semua metode baik tetapi tergantung dosen dalam cara menyampaikan. Harapan mahasiswa agar dosen mengenalkan dan menerapkan metode pembelajaran agar mahasiswa dan dosen lebih aktif. Kesimpulan adalah persepsi mahasiswa tentang pengertian dan manfaat metode pembelajaran adalah cara, strategi, metode dosen untuk mengajar. Jenis-jenis metode pembelajaran yang digunakan dosen yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, role play, driil, resitasi, kelompok, ronde, bet site teaching, jigzaw, simulasi, demonstrasi, mentorship dan preseptorship. Metode pembelajaran yang disenangi yaitu diskusi, jigzaw, brainstorming, demonstrasi, simulasi, role play, ceramah tanya jawab. Metode yang tidak disenangi yaitu ceramah, presentasi kelompok, diskusi, tanya jawab. Harapan penggunaan metode pembelajaran yaitu mahasiswa sudah termotivasi dari metode yang digunakan tetapi perlu mengembangkan metode.Kata kunci: persepsi, mahasiswa, metode pembelajaranABSTRACTPreliminary survey results showed that the use of learning methods is not maximized, the method used some already varied and some are still monotonous. This study aims to reveal the phenomenon of students’ perceptions of learning methods used in the Department of Obstetrics at the Polytechnic Campus III Surakarta. The method used is qualitative design with sample collection technique purposive sampling with maximum sampling type of sampling variation. Data collection techniques based technique Focus Group Discussion (FGD) and Depth Interviews (WM). Results of research students’ perceptions about the meaning and benefits of learning methods shows that all informants have explained well, diantarannya understanding learning method that is the way the lecturer giving a lesson, how to implement techniques and learning strategies. Benefits of learning methods to eliminate boredom students, to enable students in learning. The types of learning methods used lecturers, most of the informants said that this type of learning method is a method frequently used lecturer lecture, question and answer, discussion, brainstorming, role plays, simulations, demonstrations, recitation, group work. Learning methods are rarely used that jigzaw. Field learning method that is round, bed site teaching, mentorship and preseptorship. Learning methods are favored and unpopular in principle all methods are good but depends lecturer in how to deliver. Expectations of students to faculty to introduce and implement methods of learning so that students and faculty more active. The conclusion is the students’ perceptions about the meaning and benefits of teaching methods is the way, strategies, methods for teaching faculty. The types of learning methods used lecturers that lecture, question and answer, discussion, brainstorming, role play, driil, recitation, group, round, bet site teaching, jigzaw, simulations, demonstrations, mentorship and preseptorship. Favored learning methods that discussion, jigzaw, brainstorming, demonstrations, simulations, role plays, lectures frequently asked questions. The method is unpopular ie lectures, group presentations, discussions, question and answer. Hope the use of learning methods that students are motivated from the method used but need to develop methods.Keywords: perception, students, teaching methodsÂÂ
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN STRATEGI KOPING PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN RIWAYAT PERILAKU KEKERASAN DI WILAYAH SURAKARTA
ABSTRAKRumah sakit merupakan organisasi yang memberikan pelayanan jasa kepada orang dengan kondisi sakit. Komunikasi perawat yang kurang baik menjadikan pasien kecewa dan mudah menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Pelayanan keperawatan yang berkualitas didukung oleh komunikasi perawat sebagai sarana pemasaran interaktif, yang terdiri indikator attending skill, respect, responsiveness, empathy. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi responsiveness perawat, serta loyalitas pasien. Menganalisis hubungan variabel independent responsiveness dengan loyalitas pasien. Penelitian kuantitatif, menggunakan sampel sejumlah 183 responden, dengan teknik purposive sampling di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisa data menggunakan product moment. Analisa univariat diperoleh hasil responsiveness tergolong baik, dan pasien menunjukkan loyal. Analisa bivariat dengan studi korelasi product moment. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara variabel responsiveness terhadap loyalitas pasien (p value 0,0001). Responsiveness merupakan salah satu indicator komunikasi perawat sebagai sarana pemasaran interaktif berhubungan dengan loyalitas pasien, karena pemasaran interaktif menjadi salah satu pilar manajemen pemasaran jasa di rumah sakit. Manajemen rumah sakit sebaiknya melakukan evaluasi kepuasan pasien, pemilihan perawat teladan, pelaksanaan standar operasional prosedur penanganan pasien secara cepat dan tepat, agar keluhan pasien dapat dikurangi.Kata kunci: loyalitas, responsiveness, pasien, perawatABSTRACTThe hospital is an organization that provides services to people with pain conditions. Communication poor nurse makes the patient disappointed and easily shared his experience with others. Quality nursing services supported by nurse communication as a means of interactive marketing, which consists indicators attending skills, respect, responsiveness, empathy. This study aims to identify the responsiveness of nurses, and patient loyalty. Analyzing the relationship independent variable responsiveness to patient loyalty. Quantitative research, using a sample of 183 respondents, with a purposive sampling technique in hospitals Sukoharjo. Data were collected by distributing questionnaires. Data were analyzed using product moment. Univariate analysis of the results obtained relatively good responsiveness, and patients showed loyal. Bivariate analysis with product moment correlation studies. The results of the bivariate analysis showed no relationship between the variable responsiveness to the loyalty of patients (p value = 0.0001). Responsiveness is one indicator nurse communication as a means of interactive marketing associated with patient loyalty, as an interactive marketing into one of the pillars of marketing management services at the hospital. Hospital management should evaluate patient satisfaction,exemplary nurse elections, the implementation of standard operating procedures for handling patient quickly and accurately, so that the complaints of patients can be reduced.Keywords: loyalty, responsiveness, patient, nurs
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI PMTCT (PREVENTION-MOTHER-TO-CHILD-TRANSMISSION) DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
ABSTRAKPandemi HIV / AIDS selalu meningkat setiap tahunnya. Transmisi ibu ke anak merupakan salah satu risiko tinggi HIV / AIDS. Salah satu program pemerintah dalam mengatasi kasus seperti ini layanan PMTCT, tapi motivasi ibu hamil untuk PMTCT ikuti masih terhambat oleh beberapa hal, seperti pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan motivasi ibu untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta. Jenis penelitian merupakan observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil di Rumah Sakit Dr. Moewardi. Sampel terdiri dari 22 ibu hamil diambil dengan menggunakan accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan mengikuti motivasi PMTCT di rumah sakit Dr.Moewardi Surakarta (p = 0,01). Ada hubungan positif antara pengetahuan ibu tentang HIV / AIDS dan motivasi untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi SurakartaKata kunci: pengetahuan, motivasi, HIV, AIDS, PMTCTABSTRACTHIV/AIDS pandemic always increases over years.Mother to child transmission is one of the high risk of HIV / AIDS. One of the government programs in coping with such the case is PMTCT services, but the motivation of pregnant women for PMTCT follow still hampered by several things, such as knowledge. This study aims to analyze the relationship between knowledge about HIV / AIDS with maternal motivation to follow PMTCT in Dr.Moewardi Surakarta hospital.This study is a quantitative analytic observational with cross sectional approach. The study population was pregnant women in Dr.Moewardi Hospital. The sample consisted of 22 pregnant women were taken using accidental sampling. The data was analyzed using simple linear regression using SPSS version 17. The results showed that there was a significant relationship between knowledge of HIV / AIDS with the following motivation PMTCT in hospitals Dr.Moewardi Surakarta (p = 0.01). There is a positive relationship between maternal knowledge about HIV / AIDS and motivation to follow PMTCT Dr.Moewardi Surakarta HospitalKeywords: knowledge, motivation, HIV, AIDS, PMTC
KETERKAITAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM ORGANISASI DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TINGKAT III PRODI D-IV KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
Keseimbangan dari beberapa komponen yang dimiliki mahasiwa baik IQ (Intelligent Quotient), EQ(Emotional Quotient), AQ ( Adversity Quotient ), SQ ( Spiritual Quotient ) berperanan sangat pentingdalam sesuatu kesuksesan dalam belajar karena hal tersebut berkaitan dengan motivasi setiap individu.Pembentukan karakter mahasiswa salah satunya melalui berorganisasi. Dalam suatu organisasidiharapkan mahasiswa mampu bersosialisasi, saling membantu, dan bertukar pendapat sebagaipoin penting yang dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar. Tujuan penelitian untuk mengetahuiketerkaitan keaktifan mahasiswa dalam organisasi dan kecerdasan emosional dengan motivasi belajarmahasiswa tingkat III Prodi D-IV Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan metode corelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitianadalah 54 mahasiswa Prodi D-IV Keperawatan tingkat III Jurusan Keperawatan Poltekkes Surakarta.Penentuan responden penelitian berdasarkan simple random sampling. Uji statistik menggunakan ujilinier ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi dari variabel keaktifan mahasiswa dalamorganisasi dengan motivasi belajar sebesar 0,5% dengan tanda parameter positif pada angka 0,500. Hasilt-hitung variabel keaktifan mahasiswa dalam organisasi sebesar 6,387 > nilai t tabel dengan tingkatkepercayaan 95% yaitu 4,303 artinya ada kontribusi positif dan signifi kan keaktifan mahasiswa dalamorganisasi terhadap motivasi belajar. Perhitungan regresi variabel kecerdasan emosional yaitu 0,500%.Hasil t-hitung variabel kecerdasan emosional sebesar 6,984 > nilai t tabel dengan tingkat kepercayaan95% yaitu 4,303 sehingga ada kontribusi positif dan signifi kan kecerdasan emosional terhadap motivasibelajar. Simpulan penelitian adalah secara simultan variabel keaktifan mahasiswa dalam organisasidan kecerdasan emosional berkaitan dengan motivasi belajar pada mahasiswa tingkat III Prodi D-IVKeperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta.Kata kunci: keaktifan mahasiswa berorganisasi, kecerdasan emosional, motivasi belajar ABSTRACTThe balance of several components held good students IQ (Intelligent Quotient), EQ (EmotionalQuotient), AQ (Adversity Quotient), SQ (Spiritual Quotient) very important role in the success inlearning something because it is related to the motivation of each individual. Character formation ofstudents one of them through the organization. In an organization, students are expected to be ableto socialize, help each other, and exchanged opinions as important points that can motivate studentsto learn. The aim of research to determine the activity of students in the organization’s relevance andemotional intelligence in students’ motivation at third level Diploma IV Study program of NursingHealth Polytechnic Surakarta. This research is a quantitative research methods corelasional with cross sectional approach. The sample was 54 students Diploma IV Study program of Nursing HealthPolytechnic Surakarta. Determination of survey respondents on the terms of simple random sampling.Statistical test using multiple linear test. The results showed the contribution of variable activeness ofstudents in the organization with motivation to learn by 0.5% with positive parameters in the fi guresmark of 0.500. T-test results of students in the organization of the activity variables of 6.387> t tablevalue with a confi dence level of 95% as 4.303; there are positive and signifi cant contribution in theorganization of the activity of student motivation to learn. Calculation of regression variables emotionalintelligence that is 0.5%. Results of t-test of emotional intelligence variable 6.984> t table value witha confi dence level of 95% which is 4.303 so that there is a signifi cant and positive contribution ofemotional intelligence to motivate learning. The conclusions of the study is simultaneously variablestudent liveliness and emotional intelligence in organizations related to student motivation to learn atthird level students Diploma IV Study program of Nursing Health Polytechnic SurakartaKeywords: liveliness student organization, emotional intelligence, motivation to lear
STUDI EKSPLORASI PENGALAMAN MAHASISWA KEPERAWATAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN SEVEN JUMP DI PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
ABSTRAKKemajuan ilmu pengetahuan di segala bidang serta tuntutan era globalisasi menuntut setiap orangmampu bersaing sesuai kompetensi yang dimiliki. Diperlukan adanya upaya peningkatan prestasibelajar mahasiswa dengan memperbaharui metode pembelajaran dari klasikal menjadi Student CenterLearning (SCL) yang menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan pembelajaran. Salah satu bentukSCL adalah metode Seven Jump. Pembelajaran dimulai dari pemunculan suatu masalah, kemudianmahasiswa bersama dosen akan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan tujuh langkah yangdisebut Seven Jump Method. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengalaman mahasiswa menggunakanmetode pembelajaran Seven Jump. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi denganpendekatan interpretif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswaTingkat II Prodi D III Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surkarta. Analisa data menggunakanBraun and Clarke yang menghasilkan sembilan tema yaitu ciri khas pembelajaran seven jump, dosensebagai pendamping, mahasiswa sebagai pusat pembelajaran, sarana peningkatan soft skill mahasiswa,hal-hal yang menghambat seven jump, perbedaan ekspresi mengikuti seven jump, tidak ada feed back,curah pendapat, dan harapan dalam pembelajaran seven jump. Seven Jump memiliki ciri khas dimanamahasiswa sebagai pusat pembelajaran dan dosen hanya sebagai pendamping. Terdapat kelebihan dankekurangan yang dirasakan oleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan seven jump dan hal ini akanmempengaruhi penerimaan mahasiswa dalam proses pembelajaran.Kata kunci: mahasiswa, SCL, seven jump ABSTRACTThe progress of science in all fi elds as well as the demands of globalization requires every person isable to compete in accordance with their competence. There needs to be an effort to improve studentachievement by renewing teaching methods from classical to Student Center Learning (SCL) that putsthe learner at the center of learning activities. One form of SCL is method Seven Jump Learning startsfrom the appearance of a problem, then students with lecturers will solve the problem with the sevensteps are known as the Seven Jump Method. This study investigates the learning experience of studentsusing seven jump. This study used a qualitative design interpretive phenomenological approach.Coleccted data with indepth interview used eight students Level II Prodi D III Nursing STIKes KusumaHusada Surkarta as a participants. Analysis of the data in this study used Braun and Clarke aproachwhich resulted in nine theme that is characteristic of seven jump learning, as an assistant professor, astudent as a center of learning, means of increasing student soft skills, things that inhibit seven jump, differences in expression following the jump seven, not No feed back, brainstorm, and expectations inseven jump learning. Seven Jump characterized as a learning center where students and faculty only asa companion. There are advantages and disadvantages perceived by the students during the activities ofseven jump and this will affect the admission of students in the learning process.Keywords: students, SCL, seven jum
GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA KERJA DAN KINERJA DOSEN DI POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
ABSTRAKMutu suatu organisasi dipengaruhi banyak aspek, tidak hanya mahasiswa akan tetapi juga tenaga pendidik. Selanjutnya, pemimpin juga memiliki unsur penting dalam suatu organisasi. Setiap pemimpin mempunyai gaya berbeda dalam memimpin. Agar organisasi sehat, biasanya mempunyai budaya organisasi. Budaya organisasi memiliki aspek-aspek seperti values, rituals, heroes, dan symbols yang diyakini mempengaruhi kinerja perusahaan. Budaya organisasi yang dikembangkan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta mencakup cepat, akurat, kredibel dan tanggap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan di lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta, untuk mengetahui pemahaman budaya organisasi, faktor penghambat dan penunjangnya serta untuk mengetahui kinerja dosen lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta. Metode kualitatif dengan 15 narasumber yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yang meliputi data reduksi, penyajian dan konklusion. Hasil menunjukkan gaya kepemimpinan yang dilakukan pemimpin di lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta adalah gaya situasional, kombinasi dari berbagai macam gaya kepemimpinan yang ada. Pemahaman budaya organisasi sudah baik dan index kinerja dosen sudah lebih dari 3,0 (skala 0-4).Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya kerja, kinerja dosen ABSTRACTThe quality of an organization is influenced by many aspects, not only students but also lecturer. Furthermore, the leaders also have an important element in an organization. Every leader has a different style of leadership. To be healthy organization, usually have the organizational culture. Organizational culture has aspects such as values, rituals, heroes, and symbols that are believed to affect the performance of the company. Organizational culture developed Health Polytechnic of Surakarta include fast, accurate, credible and responsive. This study aimed to describe the style of leadership in the Health Polytechnic of Surakarta, to determine the understanding of organizational culture, and supporting and inhibiting factors to determine the environmental performance of lecturers Health Polytechnic of Surakarta. Qualitative methods with 15 samples who were taken by purposive sampling. Data analysis was done by Miles and Huberman models, which include data reduction, presentation and konklusion. The results showed that leadership style do leaders in the Health Polytechnic of Surakarta is situational style, a combination of various styles of leadership exist. Understanding organizational culture is good and faculty performance index has more than 3.0 (scale 0-4).Keywords: leadership style, work culture, lecturer performanc