Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Not a member yet
418 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN
Pembangunan kesehatan dalam periode 2015-2019 difokuskan pada empat program prioritas yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan prevalensi balita pendek (stunting), pengendalian penyakit menular, dan pengendalian penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Selopampang Kabupaten Temanggung. Metode penelitian ini adalah diskriptif korelasi dengan jumlah sampel 92 balita diambil dengan metode quota sampling. Intrumen yang digunakan berupa lembar kuosioner untuk pemberian ASI dan lembar observasi untuk status gizi balita. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan 44 balita (47,8%) mengalami stunting, yang tidak diberikan ASI eksklusif sebanyak 38 balita dan yang diberikan ASI eksklusif sebanyak 6 balita. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p value 0,0001). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Selopampang Kabupaten Temanggung
Health development in the 2015-2019 period focused on four priority programs, namely reducing maternal and infant mortality, decreasing the prevalence of short toodler (stunting), controlling infectious diseases and controlling non-communicable diseases. This study aims to determine the correlation between exclusive breastfeeding and stunting incidence. The design of this study was correlation descriptive study with sample of 92 toddlers taken by quota sampling method. The instruments used questionnaire sheets for breastfeeding and observation sheets for nutritional status of children. Bivariate analysis used the chi-square test. The results showed 44 toddlers (47.8%) experience stunting, who were not given exclusive breastfeeding as many as 38 toddlers and who were given exclusive breastfeeding as many as 6 toddlers. Bivariate analysis show that there was a correlation between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p value 0,0001). The conclusion was there is correlation between exclusive breastfeeding with stunting incidence
ANALISA KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (HbCO) PADA DRIVER OJEK ONLINE (GO-JEK) DAN PETUGAS SUKARELAWAN PENGATUR LALULINTAS DI SURAKARTA
Carbon monoxide (CO) gas is a colorless, odorless, tasteless, non-irritating, flammable and highly toxic gas, and does not dissolve in water. Carbon monoxide is exposed to the body, binds to hemoglobin and inhibits oxygen to form carboxyhemoglobin. This study aims to determine carboxyhemoglobin levels in online motorcycle drivers (GO-JEK) and traffic control volunteer officer in Surakarta in Surakarta with the conway diffusion cell method. This research is a descriptive study with a quota sampling technique and the analysis used is a simple linear regression test. The subjects of this study were 12 respondents drawn from the population in accordance with specified criteria. Examination of COHb levels in the conway diffusion cell method uses a UV-VIS spectrophotometer. The results showed that description of HbCO levels for the 12 samples of GO-JEK drivers and SUPELTAS <3.5% which showed that they were still above normal, the systolic blood pressure description in the normal category was 75%, while the abnormal category was 25% and for diastolic blood pressure included the normal category was 58% while the abnormal one was 42%.
Keywords: HbCO, conway diffusion cell method, online motorcycle taxi driver (GO-JEK), traffic control volunteer officer
MODIFIKASI MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Penanggulangan balita gizi kurang dilakukan dengan cara modifikasi makanan atau berubah bentuk dan rasa makanan dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik dan menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya.pemenuhan gizi pada balita berkaitan erat pada fungsi keluarga,dengan demikian keluarga mempunyai peran penting dalam praktik pemenuhan gizi balita. Adapun upaya atau strategi yang akan dilakukan penulis yaitu melakukan intervensi pendekatan dengan menggunakan system family Center Care kepada keluarga dalam melakukan kalaborasi guna memenuhi gizi pada balita secara mandiri yaitu melakukan modifikasi makanan balita. Berdasarkan hasil pemantauan Gizi tahun 2017 presentase gizi kurang Provinsi Sulawesi Barat balita sebesar 19,9% Dari 6 kabupaten di Sulawesi Barat Kabupaten Polewali Mandar berada pada posisi 4. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melakukan modifikasi makanan pada balita untuk mengurangi prevalensi gizi kurang pada balita, dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan design quasi eksperimental dan menggunakan lembar observasi guna mengetahui faktor yang menjadi masalah gizi pada balita penelitian ini digunakan karena peneliti mengelompokkan anggota sampel dan dibagi kedalam dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control. Penelitian dilakukan di Desa Rumpa dan Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 27 Juli dan 05 September 2020. Data diolah dengan menggunakan analisis data uji statistic Chi Squart dengan tingkat signifikan p<0,05 dan jumlah responden sebanyak 70 orang dengan masing-masing kelompok berjumlah 35 orang. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan mengalami perubahan yang signifikan sedangkan pada kelompok control tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.
Malnutrition is still one of the main public health problems in Indonesia,The prevalence of malnutrition in Indonesia is still quite high. Based on the results of nutrition monitoring in 2017 the percentage of undernutrition in West Sulawesi Province under five was 19.9% ??of 6 district in West Sulawesi Polewali Mandar district is in position 4. Objectives This research was conducted to modify food in toddlers forreduce the prevalence of malnutrition in children under five and to practice manufacturing methods PMT in malnourished mothers of children under five. This type of research is quantitative and research design isquasi experimental and use the observation sheet to determine which factors become a nutritional problem in toddlers. The study population was all children under five with nutritional status less in two villages namely Rumpa Village and Buku Village, Mapilli District, Polewali Regency Mandar West Sulawesi. The number of samples is 70 respondents divided into 2 groups (treatment group and control group) each research group there are 35 respondents according to the research inclusion criteria. Sampling technique using the observation sheet and processing the data using Paired test data analysis sample t test, with a significant level of p <0.05. The timing of the study began on the 27 July and September 05 2020. Research results There is a significant relationship between food modification (menu preparation, food processing, food presentation and methods feeding) and the practice of how to make PMT Toddler results obtained a significant level p value (p = 0.00) and there is an effect of food modification and practice of making PMT to changes in body weight under five. Obtained well-nourished toddlers as much as 18 (52.4) 17 (47.6) people and children under five who were still malnourished
PENERAPAN PERILAKU HIDUP SEHAT BAGI PENGRAJIN TAHU MELALUI PEMANFAATAN MINYAK KELAPA FERMENTASI (MKF) YANG DIPERKAYA EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) UNTUK MENCEGAH DERMATITIS KONTAK IRITAN (DKI)
Meningkatnya jumlah produksi tahu mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan kulit tangan pengrajin tahu di Krajan, Mojosongo, Surakarta, yaitu Dermatitis Kontak Iritan (DKI). Kejadian DKI menyebabkan pengrajin harus beristirahat sehingga produktivitas menurun, dan penghasilan berkurang. Ada cara mencegah terjadinya DKI yaitu dengan mengoleskan minyak kelapa fermentasi yang diperkaya dengan ekstrak bawang merah (MKF). Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan kesadaran para pengrajin tahu akan perilaku hidup sehat dengan menjalankan personal hygiene (kebersihan diri) dengan baik; mendeskripsikan pengaruh perilaku hidup sehat dengan menjalankan personal hygiene (kebersihan diri) terhadap terjadinya DKI pada tangan pengrajin tahu dan mengetahui potensi minyak kelapa fermentasi (MKF) yang diperkaya bawang merah (Allium cepa) untuk mencegah DKI pada kulit tangan pengrajin tahu. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test, dengan satu kelompok yang diamati. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin tahu di Krajan, Mojosongo Surakarta memiliki tingkat personal hygiene yang rendah, yaitu 64%; kejadian DKI terjadi pada pengrajin yang memiliki tingkat personal hygiene yang rendah, dengan kriteria DKI rendah 37,50%, sedang 43,75% dan parah 18,75%.
The increasing amount of tofu production resulted in the occurrence of skin health problems in the hands of tofu craftsmen in Krajan, Mojosongo, Surakarta, namely Irritant Contact Dermatitis (DKI). The Jakarta incident caused the craftsmen to have to rest so that productivity decreased and income was reduced. There is a way to prevent the occurrence of DKI, by applying fermented coconut oil enriched with onion extract (MKF). The purpose of the research is to describe the awareness of the craftsmen know the behavior of healthy living by running personal hygiene well; describe the effect of healthy living behavior by running personal hygiene on the occurrence of DKI in the hands of tofu craftsmen and knowing the potential of fermented coconut oil (MKF) enriched with shallots (Allium cepa) to prevent DKI on the skin of the hands of tofu craftsmen. This research method is quasi-experimental, with a One Group Pre-Test and Post-Test design, with one group being observed. The sampling technique is done by purposive sampling. The results showed that the tofu craftsmen in Krajan, Mojosongo Surakarta had a low level of personal hygiene, which was 64%; DKI incident occurred in craftsmen who had low levels of personal hygiene, with low DKI criteria 37.50%, moderate 43.75% and severe 18.75%
ANALISIS TINGKAT DIMENSI KONSEP DIRI TERHADAP KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS
Masalah HIV dan AIDS yang menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Peran serta ODHA secara fisik dan psikologis sangat diperlukan agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk. Penelitian ini bertujuan menganalisa tingkat konsep diri terhadap kualitas hidup ODHA yang menjalani perawatan di klinik voluntary consulting and testing (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah Soediran Mangoen Soemarso Wonogiri. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian diambil 30 orang, setara dengan 35 % dari penderita yang terdaftar dalam layanan selama periode pengumpulan data. Desain penelitian adalah deskriptif analisis kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang konsep diri dan WHOQOL-HIV BREF. Data yang diperoleh diolah dalam spreadsheet Excel dan diekspor ke SPSS versi 17.0 program. Hasil penelitian responden dengan konsep diri rendah yang mempunyai kualitas hidup tinggi adalah 5 orang (16,7%), rendah 12 orang (40,0%), responden dengan konsep diri tinggi mempunyai kualitas hidup tinggi adalah 9 orang (30,0 %), rendah 4 orang (13,3 %). Hasil chi square test menunjukkan p = 0,030 > 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kualitas hidup. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara diri fisik, diri keluarga, diri sosial dan kritik diri dengan kualitas hidup akan tetapi ada hubungan yang signifikan antara diri moral etik dan diri pribadi dengan kualitas hidup meskipun derajad hubungan masih rendah. Ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kualitas hidup. Penelitian ini mempunyai kontribusi dalam peningkatan dimensi konsep diri yang mempengaruhi kualitas hidup melalui kegiatan pada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dalam bentuk penyuluhan kesehatan, peningkatan ketrampilan dan diskusi dalam FGD.
HIV and AIDS being a health challenge in almost all over the world, including in Indonesia. The role of PLWHA in physical and psychological is very necessary. This study aims to analyze the level of self-concept of the quality of life of people with HIV / AIDS who undergo treatment at the voluntary consulting and testing (VCT) clinic of the Soediran Mangoen Soemarso Hospital Wonogiri. Sampling uses a purposive sampling technique The study sample was taken 30 people. The design of this research is descriptive quantitative analysis with cross-sectional approach. Data collection instruments used a questionnaire about self-concept and WHOQOL-HIV BREF. The data obtained was processed in an Excel spreadsheet and exported to SPSS version 17.0 of the program. The results of the research respondents with low self-concept who have a high quality of life are 5 people (16.7%), low 12 people (40.0%), respondents with high self-concept who have a high quality of life are 9 people (30.0% ), low 4 people (13.3%). Chi square test results showed p = 0.030> 0.05 which means there is a significant relationship between self-concept and quality of life. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between physical self, family self, social self and self criticism with quality of life, there is a significant relationship between moral ethical self and personal self with quality of life although the degree of relationship is still low. There is a significant relationship between self concept with quality of life. The contribution of this research is to increase the dimensions of self-concept that affect the quality of life through activities in the Peer Support Group (KDS) in the form of health education, skills improvement and discussion in the FGD
GEJALA DEPRESI POSTPARTUM MEMPENGARUHI KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF : Sistematik Literatur Riview
Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan yang sempurna dan terbaik bagi bayi karena mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Namun ada beberapa penyebab ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif seperti tidak mendapatkan dukungan dari suami/keluarga, penghasilan, usia, pendidikan yang menyebabkan terjadinya depresi postpartum sehingga menghambat proses laktasi. Tujuan penelitian untuk menyimpulkan dan memeriksa literature (examine literature) apakah gejala depresi pada ibu postpartum berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI. Metode penelitian menggunakan studi appraisal dengan Critical Appraisal Joana Brigs Institute, dan metode sintesis menggunakan PEOS. Pencarian dibatasi pada studi yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan menyajikan data periode 2012-2019. Studi yang terindentifikasi ditinjau menggunakan PRISMA Flowchart. Studi dengan desain kuantitatif terkait gejala depresi postpartum mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif. Hasil penelitian adalah depresi postpartum diukur menggunakan EPDS (Edinburgh Postpartum Depression Scale) yang dilakukan pada ibu postpartum usia 2-6 minggu pascapersalinan. Gejala depresi dapat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI dan beberapa faktornya karena kurangnya dukungan emosional, pendidikan, pengetahuan, pendapatan yang rendah, dan terdapat riwayat depresi sebelumnya. Namun hal yang paling dominan terjadinya depresi postpartum yaitu kurangnya dukungan suami/keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah gejala depresi postpartum dapat mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif dikarenakan ada perubahan hormon dan mood yang terjadi pada ibu seperti tidak nafsu makan, gangguan tidur, cemas, sensitif sehingga dapat menggaggu kelancaran ASI.
Breastmilk (ASI) is the only perfect and best food for babies because it contains nutritional elements for optimal baby growth and development. However, there are several reasons why mothers do not exclusively breastfeed, such as not getting support from their husbands/families, stage, education which causes postpartum depression which hinders the lactation process. This study aims to conclude and examine the literature (examining the literature) whether the symptoms of depression in postpartum mothers are associated with breastfeeding. The method of the study using appraisal study using Joana Brigs Institute Critical Appraisal, and synthesis method using PEOS. Base search on studies published in English and present data for the period 2012-2019. Identified studies were reviewed using PRISMA Flowchart. A quantitative design study of postpartum depressive symptoms affects exclusive breastfeeding. The results showed postpartum depression was measured using the EPDS (Edinburgh Postpartum Depression Scale) which was performed on postpartum mothers aged 2-6 weeks postpartum. Depressive symptoms can affect the situation of offering breast milk and several factors due to emotional support, education, low income, a previous history of depression. But the worst thing that happens in postpartum depression is support from family. The conclusion was postpartum depressive symptoms can affect exclusive breast milk because there are hormonal and mood changes that occur in the mother such as lack of appetite, sleep disturbances, anxiety, sensitivity so that they can interfere with the smoothness of breast milk.  
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK TAPE BIJI NANGKA (Artocarpus heterophylla Lamk.)
Biji nangka kurang diminati oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Biji nangka memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak tape biji nangka (Artocarpus heterophylla Lamk.) yang dilakukan dengan alat spektrofotometer UV-Vis. Manfaat dari penelitian untuk menambah wawasan di bidang farmasi khususnya tentang ilmu kimia amami mengenai pengaruh lama fermentasi terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak tape biji nangka (Artocarpus heterophylla Lamk.). Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi kualitatif mengunakan uji Shinoda, uji NaOH 10%, uji H2SO4 (pekat). Hasil uji kualitatif menunjukan sampel positif mengandung flavonoid. Kesimpulan pada hasil penelitian penetapan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak tape biji nangka pada hari ke-0 sebesar 2,9146±0,0245 mgQE/gram ekstrak, pada hari ke-1 sebesar 3,3050±0,0240 mgQE/gram ekstrak, pada hari ke-2 sebesar 3,6829±0,0244 mgQE/gram ekstrak, dan pada hari ke-3 sebesar 4,0488±0,0244 mgQE/gram ekstrak.
Jackfruit seeds are less interest by the community (people) as food. Jackfruit seeds containing flavonoid compounds where it can be used as a treatment. The aim of the researchers was to determine the effect of fermentation time on total flavonoid concentration in jackfruit fermented seed extracts with a UV-Vis spectrophotometer. The benefits of research to add insight in the field of pharmacy especially about chemistry of amami regarding effect of fermentation time on total flavonoid levels in jackfruit seed “tape†extract (Artocarpus heterophylla Lamk.). Extraction method used is the maceration method using 96% ethanol solvent. Qualitative identification using the Shinoda test, 10% NaOH test, and H2SO4 (concentrated) test. Qualitative test results showed a positive sample containing flavonoids. Conclusions on the results of the experiment are jackfruit seed "tape" extract on day-0 was 2.9146±0.0245 mgQE/gram extract, on day-1 was 3.3050±0.0240 mgQE/gram extract, on day-2 was 3.68293±0.0244 mgQE/gram and on day-3 was 4.0488±0.024 mgQE /gram extract. The longer fermentation, total flavonoid concentration interest.
 
EFEKTIVITAS WET CUPPING THERAPY TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI
Hipertensi (silent killer) merupakan suatu keadaan dimana adanya peningkatan tekanan darah baik systole maupun diastole yang abnormal. Kondisi ini yang menimbulkan kecemasan pada pasien hipertensi. Kecemasan yang dialami pasien hipertensi justru akan memperburuk kondisi hipertensinya. Penatalaksanaan kecemasan pada pasien hipertensi terdiri dari terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa digunakan adalah wet cupping (bekam). Bekam akan menstimulus sekresi hormon ?-endorphin yang akan memberikan efek anti nyeri dan juga efek anxiolityc (anti cemas). Dengan demikian, peneliti melakukan penelitian lebih lanjut, terkait wet cupping (bekam) dalam penurunan kecemasan pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experiment dengan model rancangan pre-post test, dengan jumlah responden 25 orang. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) dengan 20 pertanyaan. Analisis penelitian menggunakan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis uji Paired T-test. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p-value 0.000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wet cupping (bekam) efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi di Posbindu PTM Wijaya Kusuma Taskombang Palbapang Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel atau pada penyakit yang berbeda.
Hypertension (silent killer) is a condition where there is an increase in blood pressure both systole and diastole which is abnormal. This condition causes problems in hypertensive patients. Hypertension will worsen the condition of hypertension. Management is completed in hypertensive patients consisting of pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological therapy that can be used is wet cupping. Wet Cupping will stimulate the secretion of the hormone ?-endorphin which will provide an anti-pain effect and also anxiolityc (anti-anxiety) effect. Thus, researchers conducted further research, related to wet cupping. This study used a pre-experimental research design with a pre-post test design model, with 25 respondents. The instrument in this study used the Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) questionnaire with 20 questions. Analysis of the study used a normality test using Shapiro-Wilk and paired T-test analysis. The analysis showed a significant difference with a p-value of 0,000. Wet cupping (cupping) is effective for reducing risk in hypertensive patients in Posbindu PTM Wijaya Kusuma Taskombang Palbapang, Bantul, Special Region of Yogyakarta. It is hoped that further researchers can conduct research by adding variables or in different diseases
TERAPI KECEMASAN DENGAN ANIMAL ASSISTED TEHRAPY
Data litbang Save Our Soccer (SOS) selama 2017 terdapat korban meninggal sebanyak 65 orang dari kericuhan sepak bola Indonesia serta kerusakan dari infrastruktur yang ada di stadion. Pengontrolan kecemasan pada atlet sepakbola anak dapat diterapi dengan menggunakan pendekatan non farmakologi yang minimal efek samping. Pengelolaan kecemasan yang baik dapat menstabilkan fungsi fisik dan psikis sebelum permainan di lapangan. Manfaat sosial lain adalah terkontrol sportivitas selama di lapangan dan mengurangi angka kejadian kekerasan misal tawuran dalam suatu pertandingan sepakbola. Ikan cupang merupakan salah satu hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai animal assisted therapy untuk mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh animal assisted therapy ikan cupang terhadap kecemasan pada atlet sepak bola anak. Metode penelitian menggunakan quasy experiment with one group pre and post test design. Penelitian ini menggunakan 30 responden atlet sepak bola anak yang terdaftar di sekolah sepak bola anak di Semarang menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur kecemasan menggunakan Kuesioner Depression Anxiety Stres Scale (DASS) 42. Pengambilan data dilakukan 30 menit sebelum pertandingan sepakbola dimulai. Pertama peneliti mengambil data pretest untuk mengukur kecemasan. Setelah itu peneliti memberikan intervensi animal assisted therapy dengan ikan cupang selama 15 menit dengan cara memberikan kesempatan pada responden untuk melihat dan memberikan makan pada ikan cupang yang ditaruh dalam akuarium ikan. Posttest pengukuran kecemasan dilakukan setelah pemberian intervensi AAT ikan cupang. Intervensi diulang selama tiga kali pertandingan. Analisa data dengan dengan menggunakan uji wilcoxon didapatkan p value 0.000 sehingga disimpulkan terdapat pengaruh animal assisted therapy terhadap kecemasan pada atlet sepakbola anak.
Save Our Soccer (SOS) R & D data during 2017 there were 65 people died from the chaos of Indonesian football and damage to the infrastructure in the stadium. Controlling anxiety in children\u27s soccer athletes can be treated using a non-pharmacological approach that minimizes side effects. Good anxiety management can stabilize physical and psychological functions before playing in the field. Other social benefits are controlled sportsmanship while on the field and reduce the number of violent events such as brawls in a soccer match. Betta fish is one animal that can be used as animal assisted therapy to overcome anxiety. The purpose of this study was to analyze the effect of animal assisted therapy in betta fish on anxiety in children\u27s soccer athletes. Research method was quasy experiment with one group pre and post test design This study used 30 respondents of children\u27s soccer athletes enrolled in children\u27s soccer schools in Semarang using purposive sampling. The research instrument for measuring anxiety used the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Questionnaire 42. Data was collected 30 minutes before the soccer match begins. First the researchers took the pretest data to measure anxiety. After that the researchers gave animal assisted therapy intervention with betta fish for 15 minutes by giving respondents the opportunity to see and feed the betta fish placed in a fish aquarium. Posttest measurement of anxiety was done after the administration of betta AAT intervention. The intervention was repeated for three matches. Data analysis used Wilcoxon test obtained p value 0,000 so that it was concluded there was an influence of animal assisted therapy on anxiety in children\u27s soccer athletes
KORELASI KELUHAN KESEHATAN IBU DAN ANGKATAN KERJA PEREMPUAN TERHADAP PEROKOK ANAK
Persentase jumlah perokok anak (?18 tahun) terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Merokok di usia sangat muda tentu berpengaruh pada kesehatan anak. Tidak hanya sekarang, tapi di masa depan. Untuk itu, diharapkan peran orang tua bisa membuat anak menjauhi aktifitas merokok. Maka penting untuk mengetahui kualitas kesehatan ibu dan ketersediaan waktu luangnya dalam mendidik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh keluhan kesehatan yang dialami ibu dan pengaruh ibu bekerja yang masuk sebagai angkatan kerja perempuan terhadap perokok anak. Jenis penelitian ini kuantitatif. Dengan metode analisis uji korelasi sederhana dan statistik deskriptif. Adapun sumber datanya ialah data sekunder BPS tahun 2016-2018. Hasil dari penelitian ini menyatakan hubungan antara keluhan kesehatan yang dialami ibu berkorelasi kuat dengan perokok anak, dimana nilai R2 =0.9663. Hubungan antara perokok anak dengan jumlah angkatan kerja perempuan, juga menunjukkan korelasi positif yang kuat dimana nilai R2 nya 0.9289. Karena keterbatasan data dan waktu, penelitian ini hanya bisa menggambarkan perkembangan pekerja anak, perkembangan keluhan kesehatan ibu, dan perkembangan angkatan kerja perempuan. Selanjutnya diperlukan penelitian lebih komperehensif lagi terhadap hubungan ketiganya.
The percentage of child smokers (?18 years) continues to increase every year. Smoking at a very young age certainly affects the health of children. Not only now, but in the future. For this reason, it is hoped that the role of parents can make children stay away from smoking. So it is important to know the quality of maternal health and the availability of free time in educating children. This study aims to describe the effect of health complaints experienced by mothers and the influence of working mothers who enter the female workforce on child smokers. This type of research is quantitative. With the simple correlation test analysis method and descriptive statistics. The source of the data is BPS secondary data for 2016-2018. The results of this study stated the relationship between health complaints experienced by mothers strongly correlated with child smokers, where the value of R2 = 0.9663. The relationship between child smokers and the number of female workforce, also shows a strong positive correlation where the R2 value is 0.9289. Because of limited data and time, this study can only describe the development of child labor, the development of maternal health complaints, and the development of the female workforce. Furthermore, more comprehensive research is needed on the relationship of the three